HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Teori Lengkap tentang Evaluasi Agrowisata menurut Para Ahli dan Contoh Tesis Evaluasi Agrowisata

Gambaran dari Evaluasi Agrowisata

Definisi Evaluasi Agrowisata

Agrowisata merupakan kegiatan yang memadukan wisata dan edukasi yang berkaitan dengan bidang pertanian. Agrowisata memberi kesempatan bagi petani untuk mampu meningkatkan kualitas hidupnya melalui sumber daya pertanian miliknya, dan memberi gambaran secara nyata kepada wisatawan tentang pertanian dan kehidupan bertani (Utama dan Junaedi, 2019).

Agrowisata memadukan sektor pertanian dan sektor pariwisata, dengan demikian sektor pertanian tidak semakin terpinggirkan dengan perkembangan kegiatan di sektor pariwisata (Fazlur, 2011).

Agrowisata merupakan kegiatan yang memadukan wisata dan edukasi yang berkaitan dengan bidang pertanian. Agrowisata memberi kesempatan bagi petani untuk mampu meningkatkan kualitas hidupnya melalui sumber daya pertanian miliknya, dan memberi gambaran secara nyata kepada wisatawan tentang pertanian dan kehidupan bertani (Utama dan Junaedi, 2019).

Agrowisata atau agrotourism juga dapat diartikan sebagai pengembangan industri wisata alam yang 8 bertumpu pada pembudidayaan kekayaan alam (Arini, 2017).

Ni Wayan Wahyu Astuti (2013), bahwa agrowisata dipandang sebagai suatu konsep dan merupakan produk baru bagi pariwisata yang dapat dijadikan sebagai pariwisata alternatif dan sebagai langkah alternatif pengganti dalam menetralisir dampak dari kegiatan kepariwisataan.

 

Prinsip-Prinsip Agrowisata

Ekowisata dan agrowisata pada dasarnya memiliki prinsip yang sama. Menurut Wood (2000) dalam Pitana (2002), ada beberapa aspek yang harus diperhatikan untuk mengembangkan agrowisata, diantaranya sebagai berikut :

  1. Menekan serendah-rendahnya dampak negatif terhadap alam dan kebudayaan yang dapat merusak daerah tujuan wisata.
  2. Memberikan pembelajaran kepada wisatawan mengenai pentingnya suatu pelestarian.
  3. Menekan pentingnya bisnis yang bertanggungjawab yang bekerjasama dengan unsur pemerintahan dan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan penduduk lokal dan memberikan manfaat pada usaha pelestarian.
  4. Mengarahkan keuntungan ekonomi secara langsung untuk tujuan pelestarian, manajemen sumberdaya alam dan kawasan yang dilindungi.
  5. Memberikan penekanan pada kebutuhan zona pariwisata regional dan penataan serta pengelolaan tanaman-tanaman untuk tujuan wisata di kawasankawasan yang ditetapkan untuk tujuan wisata tersebut.
  6. Memberikan penekanan pada kegunaan studi-studi berbasiskan lingkungan dan sosial, dan program-program jangka panjang, untuk mengevaluasi dan menekan serendah-rendahnya dampak pariwisata terhadap lingkungan.
  7. Mendorong usaha peningkatan manfaat ekonomi untuk Negara, pebisnis dan masyarakat lokal, terutama penduduk yang tinggal di wilayah kawasan yang dilindungi.
  8. Berusaha untuk menyakini bahwa perkembangan tidak melampaui batas-batas sosial dan lingkungan yang diterima seperti yang ditetapkan para peneliti yang telah bekerjasama dengan penduduk lokal.
  9. Mempercayakan pemanfataan sumber energi, melindungi tumbuh-tumbuhan dan binatang liar, dan menyesuaikan dengan lingkungan alam dan budaya.

 

Contoh Tesis yang berhubungan dengan Evaluasi Agrowisata

Contoh Tesis 1 : STRATEGI PENGEMBANGAN AGROWISATA DURIAN (Studi Kasus Agrowisata Durian di Bukit Sege Indah Desa Adisana Kecamatan Bumiayu)

Tujuan penelitian ini adalah untuk merumuskan strategi alternative untuk mengembangkan agrowisata. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah factor internal dan eksternal, matriks IFE, matriks EFE, analisis matriks SWOT serta analisis matriks QSPM. Berdasarkan analisis matriks SWOT, Berdasarkan analisis Matriks SWOT diperoleh 10 alternatif strategi yaitu menambah fasilitas yang belum dimiliki, melakukan kerjasama dengan pemerintah, masyarakat setempat dan pengelola agrowisata untuk memperbaiki infrastruktur serta membuat paket wisata yang berbeda, melakukan promosi yang lebih efektif, meningkatkan kualitas pelayanannya, memanfaatkan SDM yang kompeten, membuat produk olahan dari buah unggulan agrowisata, memanfaatkan fasilitas yang ada dengan maksimal, melibatkan masyarakat, memperbaiki akses jalan, dan membuat peraturan yang tegas.

Contoh Tesis 2 : EVALUASI KELAYAKAN FINANSIAL DAN STRATEGI PENGEMBANGAN AGROWISATA ALAM SEGAR SARI DI DESA GIHAM SUKAMAJU KECAMATAN SEKINCAU KABUPATEN LAMPUNG BARAT

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kelayakan finansial alam. Agrowisata Sari segar di Kecamatan Giham Sukamaju, Sekincau, Barat Kabupaten Lampung menganalisis faktor-faktor yang paling mempengaruhi kelayakan finansial Perubahan Agrowisata Alam Sari Segar di Desa Giham Kecamatan Sukamaju Kabupaten Sekincau Lampung Barat dan merumuskan strategi pembangunan untuk Agrowisata Sari Segar Alami di Desa Giham Sukamaju Sekincau Kecamatan Kabupaten Lampung Barat. Hasil analisis yang dilakukan dalam hal ini Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Agrowisata Alam Kecamatan Sari Sekincau Kabupaten Lampung Barat memperoleh nilai NPV sebesar Rp600.480.191 persen IRR 28 persen, Net B / C 2,53 dan PP 1,05 dengan umur proyek 5 tahun, skenario yang terjadi dalam analisis sensitivitas Alam Segar Sari Agro adalah penurunan harga jual produk dan jasa kemudian kenaikan biaya operasional. Batas maksimum pengurangan harga penjualan dan layanan hingga 30 persen dan kenaikan biaya operasi adalah 108 persen dan Strategi yang akan dilakukan oleh Agrowisata Sari Segar Alami adalah membuat legalitas hukum, membentuk badan hukum dan lebih banyak promosi melalui media sosial.

Contoh Tesis 3 : EVALUASI AGROWISATA BHAKTI ALAM DI KABUPATEN PASURUAN, JAWA TIMUR

Agrowisata Bhakti Alam di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur memiliki banyak potensi dan fasilitas penunjang yang mendukung kegiatan wisata. Penelitian evaluasi agrowisata ini sangat dibutuhkan untuk mengetahui efektivitas, efisiensi, dan keberlanjutannya. Hasil dari penelitian ini dapat memunculkan kesimpulan, saran, dan rekomendasi yang bermanfaat bagi pihak-pihak terkait. Dari kegiatan penelitian ini, peneliti memiliki justifikasi bahwa dengan bertambahnya jumlah kunjungan wisatawan yang ada, Agrowisata Bhakti Alam dapat semakin meningkatkan citra pariwisata Jawa Timur. Untuk selanjutnya, manfaat mengetahui efektifitas, efisiensi, dan keberlanjutan Agrowisata Bhakti Alam ini diharapkan supaya pemerintah daerah setempat dan pihak swasta (sebagai pemilik) semakin dapat menciptakan sinergi kerjasama untuk meningkatan kunjungan wisatawan. Untuk itu, diperlukan usaha konkrit dalam menciptakan strategi pemasaran pariwisata jangka panjang. Dengan adanya usaha tersebut, Agrowisata Bhakti Alam diharapkan mampu bersaing secara internasional karena memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan lebih baik lagi untuk kepentingan kesejahteraan bersama. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deduktif kuantitatif-kualitatif (qualitative-quantitative deductive approach). Dalam metode pengumpulan data menggunakan cara observasi dan wawancara untuk memperoleh data primer. Sedangkan, data sekunder didapatkan melalui dokumen buku yang diberikan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pasuruan. Untuk analisis data yang digunakan, yaitu: analisis efektivitas, analisis efisiensi, dan analisis keberlanjutan melalui parameter, variabel, nilai, dan indikator penelitian. Untuk mengevaluasi efektivitas Agrowisata Bhakti Alam ini meninjau fasilitas agrowisata dan kompetensi karyawan dan manajemen perusahaan. Sedangkan untuk mengevaluasi efisiensi Agrowisata Bhakti Alam ini meninjau biaya pembangunan agrowisata dan waktu kunjungan. Selanjutnya untuk mengevaluasi keberlanjutan Agrowisata Bhakti Alam ini meninjau feedback wisatawan dan tingkat kepuasan wisatawan. Dari kegiatan penelitian ini dapat diketahui bahwa Agrowisata Bhakti Alam di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur memiliki efektivitas yang dapat dibuktikan dengan adanya peningkatan fasilitas dan pelayanan manajemennya dan hal ini dapat semakin ditingkatkan di masa depan. Namun, agrowisata kurang memiliki efisiensi, sehingga sangat perlu adanya usaha peningkatan guna mencapai target mereka secara tepat guna dalam aspek finansial dan waktu. Selanjutnya, dapat diketahui bahwa agrowisata telah menerapkan pariwisata berkelanjutan. Hal ini dibuktikan dengan adanya kontribusi dari masyarakat sekitar kawasan agrowisata dan adanya peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. Wisatawan merasa semakin puas ketika menikmati rekreasi dan edukasi yang ada di Agrowisata Bhakti Alam.

Contoh Tesis 4 : PERSEPSI MASYARAKAT DAN STRATEGI PENGEMBANGAN AGROWISATA SALAK DI DESA SIBETAN KECAMATAN BEBANDEM KABUPATEN KARANGASEM BALI

Hasil penelitian terhadap persepsi dan strategi pengembangan agrowisata salak yaitu: (1) persepsi masyarakat Desa Sibetan tentang pengembangan agrowisata salak sangat baik dengan skor 86,86 %; (2) identifikasi faktor internal dan eksternal diantaranya aksesibilitas agrowisata, panorama yang indah, keamanan lingkungan, atraksi agrowisata salak, sebagai alternatif tujuan wisata, kebijakan pemerintah daerah, adanya kelembagaan, kecenderungan penduduk dunia melakukan wisata, adanya dukungan teknologi; (3) strategi alternatif yang telah dirumuskan berdasarkan SWOT menghasilkan beberapa rumusan strategi diantaranya meningkatkan peran aktif masyarakat dalam pengelolaan agrowisata, menggali potensi alam yang dimiliki untuk mengoptimalkan keunggulan agrowisata serta menjaga agar produk tetap bermutu, meningkatkan promosi secara optimal dengan memanfaatkan teknologi, memanfaatkan hubungan baik dengan instansi pemerintah atau pihak swasta untuk meningkatkan kerjasama, serta meningkatkan mutu sumber daya manusia dengan mengadakan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan dan peran aktif pengelola dalam peningkatan mutu pelayanan; (4) strategi yang paling tepat untuk diprioritaskan berdasarkan hasil analisis QSPM adalah menggali potensi alam yang dimiliki untuk mengoptimalkan keunggulan agrowisata serta tetap menjaga produk tetap bermutu.

Contoh Tesis 5 : STRATEGI PENGELOLAAN AGROWISATA KEBUN KOPI DI DESA PURWOREJO TIMUR, KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR

Penelitian ini bertujuan untuk 1) memperoleh gambaran profil sosial-budaya, ekonomi masyarakat serta sumber daya alam dan lingkungan dalam kaitannya untuk mendesain pengembangan agrowisata di Desa Purworejo Timur sebagai destinasi agrowisata, 2) menganalisis dan mendeskripsikan persepsi masyarakat dan stakeholder dalam pengembangan agrowisata di Desa Purworejo Timur, dan 3) menyusun strategi yang dapat dikembangkan untuk menciptakan Desa Purworejo Timur sebagai kawasan agrowisata yang berkelanjutan. Permasalahan ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif juga dengan SWOT analysis dan metode Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM), dimana pengumpulan data berdasarkan kuesioner, observasi, dan wawancara mendalam terhadap 72 responden.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa

(1) masyarakat dalam kawasan Desa Purworejo Timur adalah masyarakat dengan hubungan kemasyarakatan yang baik, untuk menjadi modal bagi pengembangan kawasan agrowisata Desa Purworejo Timur. Kegiatan ekonomi masyarakat di kawasan Desa Purworejo Timur didominasi oleh kegiatan pertanian yang memegang peran penting dalam sistem perekonomian desa. Ekosistem sekitar kawasan Desa Purworejo Timur beragam meliputi danau, ekosistem gunung aktif, kebun, & hutan. Secara geografis, kawasan agrowisata Purworejo Timur juga dekat dengan gunung-gunung yang berpotensi dijadikan objek dan daerah tujuan wisata, seperti Danau Tondok, Danau Moaat.

(2) Nilai persepsi dari tanggapan responden terhadap desain pengembangan agrowisata di kawasan Purworejo Timur, sesuai rentang skala berada pada rata-rata 4,67 untuk masyarakat dan para stakeholder sebesar 4,70; sehingga para responden mempunyai persepsi positif terhadap pengembangan agrowisata Kebun Kopi di Desa Purworejo Timur.

(3) Strategi kebijakan melalui analisis SWOT untuk mendesain pengembangan agrowisata di kawasan Purworejo Timur, yaitu faktor internal diperoleh selisih total skor kekuatan dengan total skor kelemahan sebesar 27, sedangkan faktor eksternal diperoleh selisih total skor peluang dengan total skor ancaman sebesar 18.

Contoh Tesis 6 : Analisis Strategi Pengembangan Agrowisata (Studi Kasus Kampung Petani Buah Jeruk Siam di Kecamatan Bangorejo – Banyuwangi)

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal agrowisata kampung petani buah jeruk siam, merumuskan alternative strategi yang paling sesuai dan prioritas strategi yang penting bagi agrowisata. Metode pengolahan dan analisis data menggunakan matriks IFE (Internal FactorEvaluation), EFE (Eksternal Factor Evaluation), matriks IE (Internal-Eksternal), matriks SWOT dan AHP (Analilytical Hierarchy Process). Hasil penelitian yang didapat yaitu diperoleh 10 faktor internal dan 9 faktor eksternal yang menghasilkan 9 alternatif strategi dalam pengembangan agrowisata kampung petani buah jeruk siam. Prioritas strategi yang diperoleh menghasilkan 2 prioritas strategi yaitu meningkatkan keterampilan SDM melalui pendampingan, pemanduan, dan pelatihan bagi petani serta kelompok tani, dan strategi menciptakan diversifikasi produk turunan buah jeruk siam menjadi pulpy orange siam maupun selai siam. Rekomendasi strategi yang bisa dilakukan yaitu membuat program pengembangan SDM melalui rekrutmen tenaga kerja yang ahli, melakukan uji kompetensi karyawan secara rutin, serta melakukan koordinasi dan kerja sama multisektoral.

Contoh Tesis 7 : Pengembangan Agrowisata Berbasis Masyarakat pada Usahatani Terpadu guna Meningkatkan Kesejahteraan Petani dan Keberlanjutan Sistem Pertanian

Kawasan pertanian di Kabupaten Bandung Barat terus menghadapi ancaman pengurangan luas lahan akibat pembangunan di kawasan tersebut. Pengembangan agrowisata di perdesaan yang berbasis masyarakat setempat diharapkan dapat memberi manfaat tidak hanya bagi masyarakat perdesaan, tetapi juga masyarakat perkotaan untuk lebih memahami, memberikan apresiasi, serta menjadi sarana edukasi bidang pertanian. Faktor-faktor yang menentukan pengembangan agrowisata, sistem usahatani terpadu, ciri pola kelembagaan lokal, dan program yang telah ada akan menghasilkan rumusan model pengembangan agrowisata berbasis masyarakat yang berorientasi pada nilai tambah dan keberlanjutan sistem pertanian. Penilaian keberlanjutan masyarakat di Desa Cikahuripan dan Desa Cihideung pada segi sosial dan spiritual menunjukkan nilai yang baik ke arah keberlanjutan sedangkan dari segi ekologis memerlukan tindakan perbaikan.

Contoh Tesis 8 : STRATEGI PENGEMBANGAN AGROWISATA DALAM MENDUKUNG PEMBANGUNAN PERTANIAN – STUDI KASUS DI DESA WISATA KALIGONO (DEWI KANO) KECAMATAN KALIGESING KABUPATEN PUWOREJO

Desa Wisata Kaligono (Dewi Kano) adalah salah satu desa wisata di sebelah barat pegunungan Menoreh. Potensi-potensi pertanian yang dimiliki desa Kaligono antara lain buah manggis, durian dan kambing peranakan etawa (PE). Komoditas hasil pertanian manggis dan durian belum digarap secara maksimal sehingga perlu adanya perencanaan dalam pengembangan potensi tersebut. Pergeseran struktur ekonomi dari sektor pertanian ke sector industri dan jasa selama 10 tahun terakhir mempengaruhi PDRB kabupaten. Kecamatan Kaligesing ditetapkan sebagai kawasan pengembangan agropolitan sesuai dengan RTRW Kabupaten dan isu strategis yang berkembang merupakan sebuah peluang untuk mengembangkan agrowisata di Dewi Kano. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui persepsi masyarakat Dewi Kano terhadap rencana pengembangan sebuah kawasan agrowisata Dewi Kano, mengetahui dampak pengembangan agrowisata dan merumuskan strategi pengembangan agrowisatanya. Metode penelitian melalui observasi, wawancara dan kuisioner dan analisis SWOT digunakan untuk merumuskan strategi pengembangan agrowisata di Dewi Kano. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Dewi Kano mendukung dalam perencanaan pengembangan daerahnya sebagai kawasan agrowisata dilihat dari persepsi masyarakat yang cenderung setuju dalam upaya tersebut karena dapat memberikan dampak terhadap upaya pembangunan pertanian berkelanjutan dari sudut pandang ekologi, sosial, ekonomi dan pengelolaan. Strategi yang dapat dilakukan dalam pengembangan agrowisata Dewi Kano yaitu strategi progresif, artinya lokasi penelitian dalam kondisi baik dan prima sehingga dapat dikembangkan sebagai sebuah kawasan agrowisata dengan menggunakan peluang yang tersedia untuk meningkatkan kekuatan yang dimiliki.

Contoh Tesis 9 : PENGEMBANGAN AGROWISATA BERWAWASAN LINGKUNGAN (Studi Kasus Desa Wisata Tingkir, Salatiga)

Penelitian ini menggunakan tipe penelitian deskriptif. Dalam merumuskan model pembangunan agrowisata berwawasan lingkungan dikaji berdasarkan the seven steps of planning. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Kelurahan Tingkir Lor memiliki potensi untuk dibangun dan dikembangkan sebagai lokasi agrowisata berwawasan lingkungan, sekaligus mengembangkan Desa Wisata Tingkir yang pada saat ini masih belum dapat disebut sebagai tempat tujuan wisata. 2) Masyarakat mendukung pembangunan obyek wisata di Desa Wisata Tingkir dengan konsep agrowisata berwawasan lingkungan. 3) Berdasarkan pendekatan the seven steps of planning, maka model pembangunan agrowisata berwawasan lingkungan di Desa Wisata Tingkir adalah dengan mengembangkan budidaya agro sebagai obyek (atraksi) wisata melibatkan masyarakat.

Berdasarkan hasil penelitian penulis merekomendasikan antara lain sebagai berikut:

  1. Bagi Dinas Pariwisata, Seni Budaya dan Olah Raga: a) perlu adanya upaya menggali potensi obyek wisata agro di Desa Wisata Tingkir, b) sebagai modal awal dalam membangun agrowisata berwawasan lingkungan perlu menggandeng pengusaha yang telah berhasil dalam mengembangkan wisata agro, c) pengelolaannya dilakukan dengan manajemen kemitraan, dengan prinsip-prinsip bertumpu pada partisipasi masyarakat,memegang azas gotong-royong, dan manajemen terbuka.
  2. Bagi masyarakat: Perlu adanya dukungan dari masyarakat setempat terhadap pembangunan agrowisata berwawasan lingkungan, karena kegiatan wisata agro tidak merubah kebiasaan pekerjaan sebagian besar masyarakat setempat sebagai petani.
  3. Bagi swasta: Pembangunan dan pengembangan obyek wisata agro di Desa Wisata Tingkir akan mempunyai banyak manfaat bagi swasta yang bergerak pada bidang usaha budidaya agro dan pariwisata, karena tanahnya subur, tersedia pasokan air permukaan yang cukup, sebagian besar penduduknya petani, letak strategis, dan moda angkutan memadai.
  4. Bagi ilmu pengetahuan: pembangunan obyek agrowisata berwawasan lingkungan dapat untuk menambah pengetahuan, tempat penelitian, pusat pengembangan ilmu botani di Jawa Tengah, dan memiliki nilai-nilai pelestarian lingkungan

Contoh Tesis 10 : POTENSI AGROWISATA DALAM MENINGKATKAN PENGEMBANGAN PARIWISATA

Potensi Agrowisata merupakan salah satu daya tarik wisata berbasis masyarakat, yang dapat memberikan dampak bagi peningkatan ekonomi masyarakat, dalam bentuk pendapatan masyarakat, kesempatan kerja, kesempatan berusaha. Potensi agrowisata memberikan manfaat untuk konservasi lingkungan, meningkatkan nilai estetika dan keindahan alam, serta kegiatan rekreasi yang menyenangkan. Sebagai tempat rekreasi, pengelola agrowisata dapat mengembangkan fasilitas lainnya guna menunjang kebutuhan wisatawan seperti, restoran, akomodasi, panggung hiburan, tempat penjualan hasil pertanian seperti buah-buahan, makanan dan lain-lain.

 

 

 

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Leave a Reply

Open chat
Hallo ????

Ada yang bisa di bantu?