HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Teori Lengkap Evaluasi Kualitas Pelayanan Pajak menurut Teori dan Pendapat Ahli dan Contoh Tesis yang membahas tentang Evaluasi Kualitas Pelayanan Pajak

Gambaran Evaluasi Kualitas Pelayanan Pajak

Definisi Evaluasi Kualitas Pelayanan Pajak

Kualitas pelayanan dapat diukur dengan kemampuan memberikan pelayanan yang memuaskan, dapat memberikan pelayanan dengan tanggapan, kemampuan, kesopanan, dan sikap dapat dipercaya yang dimiliki oleh aparat pajak.

??????????????????????????????????????

 

 

 

 

Pajak bersifat dinamik dan mengikuti perkembangan kehidupan sosial dan ekonomi negara serta masyarakatnya. Tuntutan akan peningkatan penerimaan negara juga tidak lepas dari reformasi terhadap kebijakan perpajakan dengan harapan agar basis pajak dipungut secara optimal. Penerimaan pajak mempunyai peranan yang dominan dalam pos penerimaan dalam negeri.

Faktor-faktor Kualitas Pelayanan Pajak

Faktor-faktor seperti bukti langsung (tangibles), keandalan (reability), jaminan (assurance), empati (emphaty), dan daya tanggap (responsiveness) diharapkan dapat menjawab permasalahan mengenai strategi pelayanan yang seharusnya diterapkan dalam meningkatkan fungsi pelayanan di Kantor Pelayanan Pajak.

 

Aplikasi Pelayanan Pajak

Berikut 6 aplikasi pajak online yang wajib diketahui sebelum bayar dan lapor pajak Anda:

e-Registration. Aplikasi e-Registration dikenal sebagai Sistem Pendaftaran WP Online. …

e-Filing. …

e-SPT. …

e-Billing. …

e-Faktur. …

  1. e-Bupot.

 

Contoh Tesis yang Membahas tentang Evaluasi Kualitas Pelayanan Pajak

Contoh Tesis 1 : PENGARUH KUALITAS PELAYANAN PAJAK, PEMAHAMAN PERATURAN PERPAJAKAN SERTA SANKSI PERPAJAKAN TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI DALAM MEMBAYAR PAJAK TAHUN 2014 (Studi Kasus pada Wajib Pajak yang Terdaftar di Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan Wonosobo)

Hasil penelitian ini menunjukkan kualitas pelayanan pajak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak. Hal tersebut dibuktikan nilai koefisien regresi bernilai positif yaitu 0,287 dan thitung lebih besar jika dibandingkan dengan ttabel (5,564 > 1,66088) pada signifikansi 0,000 < 5%. Pemahaman peraturan perpajakan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak. Hal tersebut dibuktikan nilai koefisien regresi bernilai positif yaitu 1,007 dan thitung lebih besar jika dibandingkan dengan ttabel (8,268 > 1,66088) pada signifikansi 0,000 < 5%. Sanksi perpajakan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak. Hal tersebut dibuktikan nilai koefisien regresi bernilai positif yaitu 0,568 dan thitung lebih besar jika dibandingkan dengan ttabel (3,201 > 1,66088) pada signifikansi 0,002 < 5%. Kualitas pelayanan pajak, pemahaman peraturan perpajakan, dan sanksi perpajakan berpengaruh positif dan signifikan secara bersama-sama terhadap kepatuhan. Hal tersebut dibuktikan dari nilai koefisien regresi yang bernilai positif yaitu 0,107; 0,796; 0,144 dan nilai Fhitung lebih besar jika dibandingkan dengan Ftabel (24,916 > 2,70) pada signifikansi 0,000 < 5%.

Contoh Tesis 2 : EVALUASI PELAYANAN PRIMA DALAM PERPAJAKAN (STUDI PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA MALANG UTARA DAN MALANG SELATAN)

Pelayanan prima merupakan salah satu tujuan modernisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak. Untuk memberi pelayanan terbaik dari wajib pajak diharapkan dapat menjadi motivasi bagi setiap kantor pajak untuk memperbaiki pelayanan tersebut. Pelayanan prima adalah yang terbaik layanan sesuai dengan standar yang dipegang oleh setiap organisasi. Kantor layanan Pratamatax sebagai kepala depan Pelayanan pajak harus memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan pelayanan prima seperti kemampuan, sikap, penampilan, perhatian, tindakan dan tanggung jawab. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana pelayanan yang diberikan oleh pelayanan pajak pratama officeandevaluate the implementasi ofexcellent servicepratamatax servicesoffice. penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengevaluasi pelayanan prima di bidang perpajakan berdasarkan masing-masing kantor di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Malang Utara dan Kantor Pelayanan Pajak Pratama Malang Selatan. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif pendekatan menggunakan survei kuesioner kepada wajib pajak yang terdaftar di masing-masing KPP. Hasilnya menunjukkan, masing-masing Kantor pajak pratama memiliki indikator pelayanan yang sangat baik dan kriteria yang digunakan dalam penelitian ini. Indikator tanggung jawab nilai rata-rata tertinggi yaitu 4,440; 4.240; 4.270 barang asing. Nilai rata-rata terendah dari indikator adalah Perhatian pada item pertanyaan ketiga skornya 3,680. Untuk menyederhanakan pemantauan pelaksanaan yang sangat baik service masing-masing kantor layanan pajaklayananpratamacreatea road map, toidentifygapsthatmake masing-masing dari petugas ini belum mencapai seluruh layanan yang sangat baik lalu mengintervensi mereka dan memperbaikinya

Contoh Tesis 3 : Evaluasi Kualitas Pelayanan Pajak Bumi Dan Bangunan Pada Dinas Pendapatan Dan Pengelolaan Keuangan Pemerintah Kota Surabaya

Kualitas pelayanan merupakan suatu bahasan yang harus dipenuhi oleh setiap lembaga organisasi atau institusi pemerintah sebagai salah satu lembaga publik. Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan (DPPK) Pemerintah Kota Surabaya merupakan lembaga publik yang memiliki tanggung jawab memberikan kualitas pelayanan yang terbaik untuk masyarakat khususnya warga kota Surabaya. Kualitas pelayanan merupakan perbandingan antara kenyataan atas pelayanan yang diterima dengan harapan atas pelayanan yang ingin diterima. Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, perlu disusun indeks kepuasan masyarakat (IKM) sebagai tolok ukur untuk menilai tingkat kualitas pelayanan dan menjadi bahan penilaian terhadap unsur pelayanan yang masih perlu perbaikan. Penelitian ini menggunakan 2 metode penelitian, yakni metode kualitatif dan metode penelitian kuantitatif. Penelitian ini mengggunakan uji analisis Importance Performace Analysisis (IPA). Hasil analisis matriks IPA menunjukkan bahwa ada beberapa unsur pelayanan yang memiliki prioritas utama dalam perencanaan dalam peningkatan kualitas 23 pelayanan pajak bumi dan bangunan. Pengelompokkan prioritas terhadap unsur-unsur pelayanan dibagi menjadi 4 kelompok kuadran.

Contoh Tesis 4 : EVALUASI PENERAPAN ELECTRONIC GOVERNMENT UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK (STUDI PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA PONOROGO)

Kebijakan mengenai pendaftaran dan penatausahaan Nomor Pokok Wajib Pajak melalui e-Registration merupakan salah satu kendala yang dihadapi di KPP Pratama Ponorogo. Latar belakang penelitian ini diangkat untuk melihat bagaimana evaluasi kebijakan dan ketentuan pendaftaran NPWP melalui aplikasi e-Registration yang dilaksanakan oleh KPP Pratama Ponorogo untuk melihat penggunaan aplikasi e-Registration yang belum dapat berjalan dengan maksimal. karena masih ada beberapa kendala yang terjadi dalam proses pengajuan pelayanan kepada Wajib Pajak. Padahal sebenarnya pelaksanaan e-Registration di KPP Pratama Ponorogo cukup terintegrasi dan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Dirjen Pajak. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis kebijakan dan administrasi pendaftaran nomor pajak melalui aplikasi e-Registration untuk mencapai kualitas pelayanan publik, serta faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian di lapangan menunjukkan bahwa penerapan pendaftaran dan penatausahaan NPWP dengan penerapan e-Registration sebagai upaya KPP Pratama Ponorogo dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik yang tergabung, namun belum mencapai hasil yang maksimal. tingkat kesuksesan. Hal tersebut disebabkan oleh faktor budaya, kepemimpinan dan keadaan sarana prasarana wajib pajak dan pelayanan instansi.

Contoh Tesis 5 : ANALISIS KEPUASAN WAJIB PAJAK ATAS LAYANAN KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA DI LINGKUNGAN KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PAJAK JAWA TIMUR I

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya kesenjangan (gap) antara persepsi dan harapan Wajib Pajak mengenai service quality di Kantor Pelayanan Pajak, khususnya Wajib Pajak Orang Pribadi yang melakukan usaha. Evaluasi terhadap kualitas pelayanan dengan menggunakan lima(5) dimensi service quality, yang terdiri dari tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Data diperoleh dari kuesioner yang diisi oleh Wajib Pajak yang melakukan usaha. Sebanyak 390 kuesioner kembali dengan keadaan yang lengkap dan dapat diolah. Dengan menggunakan teknik uji beda t (simple paired t-test), hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kesenjangan (gap) antara persepsi dan harapan Wajib Pajak mengenai service quality di Kantor Pelayanan Pajak. Semua dimensi yang digunakan mempengaruhi kepuasan Wajib Pajak dengan dimensi reliability merupakan dimensi yang paling berpengaruh signifikan terhadap kepuasan Wajib Pajak.

Contoh Tesis 6 : PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN SIKAP WAJIB PAJAK TERHADAP KEPATUHAN PELAPORAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI DI KPP PRATAMA SINGARAJA

Pajak mempunyai peran yang sangat penting dalam penerimaan negara untuk membiayai berbagai bentuk pengeluaran dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Mengingat begitu pentingnya peranan pajak, maka pemerintah Direktorat Jenderal Pajak mengubah sistem pembayaran pajak menjadi self-assesment system. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan KPP Pratama Singaraja dan sikap wajib pajak orang pribadi terhadap kepatuhan pelaporan wajib pajak orang pribadi di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Singaraja. Dalam penelitian ini jumlah sampel adalah sebanyak 100 anggota sampel dan untuk mengumpulkan data digunakan kuesioner. Data diolah menggunakan model analisis regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS Dari hasil penelitian diketahui bahwa kualitas pelayanan dan Sikap wajib pajak secara simultan maupun parsial berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan pelaporan wajib pajak orang pribadi. Berdasarkan simpulan tersebut, maka dapat disarankan agar KPP Pratama Singaraja dapat meningkatkan kualitas pelayanan yang sudah baik dan juga disarankan dilakukan upaya-upaya yang dapat meningkatkan kesadaran wajib pajak.

Contoh Tesis 7 : EVALUASI PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN KANTOR PELAYANAN PAJAK DAERAH DIY KABUPATEN BANTUL TERHADAP KEPUASAN WAJIB PAJAK KENDARAAN BERMOTOR

Kantor Pelayanan Pajak Daerah DIY Kabupaten Bantul (KPPD DIY Kabupaten Bantul) merupakan salah satu unit pelayanan publik, yakni unit pelayanan pengelolaan penerimaan pendapatan pajak kendaraan bermotor di Kabupaten Bantul. Target pelayanan publik yang diharapkan Pemda DIY adalah mewujudkan pelayaan prima sebagai titik tolak kepada pelayanan “one agency one inovation”. Hasil ekspose Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) di lingkungan Pemda DIY tahun 2017-2018 menunjukkan bahwa KPPD DIY Kabupaten Bantul memiliki nilai rata-rata IKM paling rendah dibandingkan dengan empat KPPD DIY di kabupaten/kota. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis tingkat kepuasan wajib pajak kendaraaan bermotor terhadap kualitas pelayanan yang diberikan KPPD DIY Kabupaten Bantul, (2) menganalisis tingkat prioritas perbaikan pelayanan yang harus dilakukan oleh KPPD DIY Kabupaten Bantul agar sesuai dengan yang diharapkan/dibutuhkan pelanggan sehingga memberikan kepuasan kepada wajib pajak kendaraan bermotor. Penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik non probability sampling tipe convenience sampling dengan kriteria tertentu (purposive sampling) terhadap 154 responden. Data dianalisis dengan Service Quality (ServQual), Importance Performance Analysis (IPA), Quality Function Deployment (QFD) dengan matriks House of Quality (HoQ). Hasil analisis ServQual menunjukkan bahwa sebagian besar wajib pajak kendaraan bermotor belum puas dengan pelayanan yang diberikan KPPD DIY Kabupaten Bantul, dengan skor tunggal ServQual bernilai negatif (-0343). Tingkat ketidakpuasan menurut lima dimensi ServQual berturut-turut adalah assurance (-0,424), tangibles (-0,360), empathy (-0,358), reliability (-0,308), dan responsiveness (-0,287). Hasil analisis IPA, QFD dengan matriks HoQ menunjukkan bahwa prioritas perbaikan agar memberikan kepuasan kepada pelanggan adalah memberikan perhatian dan upaya peningkatan mutu pelayanan, menginformasikan kepada masyarakat setiap adanya perubahan kebijakan/prosedur pelayanan, menerapkan standar mutu pelayanan ISO, melaksanakan IKM, dan menerapkan budaya kerja.

Contoh Tesis 8 : EVALUASI KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA ACCOUNT REPRESENTTIVE (AR) DI KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA YOGYAKARTA

Target penerimaan pajak yang dibebankan pada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Yogyakarta tahun 2014, 2015 dan 2016 selalu berubah. Dari target penerimaan pajak yang dibebankan pada KPP Pratama Yogyakarta beserta pencapaiannya dapat kita ketahui bahwa untuk realisasi penerimaan pajak selalu mengalami penurunan secara prosentase, yaitu tahun 2014 sebesar 93%, tahun 2015 sebanyak 87% dan tahun 2016 sebanyak 80%. Dari jumlah SDM yang dimiliki dari tahun 2014 sebanyak 109 pegawai, 2015 sebanyak 119 pegawai dan 2016 sebanyak 116 pegawai. Untuk tingkat kedisiplinan pegawai tahun 2014, 2015 dan 2016 mengalami penurunan dan peningkatan pelanggaran jam kerja, untuk tahun 2014 terjadi pelanggaran jam kerja sebanyak 721 kali, tahun 2015 terjadi pelanggaran jam kerja sebanyak 760 kali dan tahun 2016 terjadi pelanggaran jam kerja sebanyak 760 kali. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kualitas Account Representative (AR) di KPP Pratama Yogyakarta sesuai tugas AR yang tertuang dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor 9/KMK.01/2006 sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 79/PMK.01/2015, dalam upaya mencapai target penerimaan pajak tahun 2017 di KPP Pratama Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode penelitian kualitatif komparatif melalui wawancara. Subjek dalam penelitian ini yaitu Kepala Seksi Pengawasan dan Konsultasi, Kepala Seksi Ekstensifikasi dan Penyuluhan serta Account Representative senior di KPP Pratama Yogyakarta.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa Account Representative sudah melakukan pengawasan kepatuhan perpajakan Wajib Pajak sesuai SOPnya secara baik, Account Representative sudah melakukan bimbingan/himbauan dan konsultasi teknis perpajakan kepadaWajib Pajak secara cukup baik, Account Representative sudah melakukan penyusunan profil Wajib Pajak secara benar, Account Representative sudah melakukan analisis data Wajib Pajak/ merekonsiliasi data Wajib Pajak dalam rangka intensifikasi secara baik. Kualitas sumber daya manusia Account Representative (AR) di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Yogyakarta dikatakan sudah baik.

Contoh Tesis 9 : PENGUKURAN KUALITAS LAYANAN PADA SISTEM E-FILING TERHADAP KEPUASAN PENGGUNA (WAJIB PAJAK) DENGAN METODE SERVICE QUALITY PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK ILIR BARAT PALEMBANG

Sistem e-Filing yang melalui situs kepemilikan dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) hanya dapat diakses di halaman website : www.pajak.go.id, merupakan sistem pelaporan SPT atau biasa disebut Surat Pemberitahuan yang dilakukan secara online menggunakan sarana internet tanpa melalui pihak manapun dan dengan sedikit biaya, khusus dirancang dan dibuat oleh DJP untuk memberikan kemudahan bagi Wajib Pajak yang ingin membuat dan menyerahkan laporan SPT kepada DJP secara lebih mudah, cepat, dan murah. Berdasarkan dari hasil hasil wawancara yang telah dilakukan, sistem e-Filing ternyata masih terdapat kendala seperti data yang tidak update pada sistem, faktor yang paling utama di sebabkan adalah kurang pemahaman dan ketidak terbiasanya wajib pajak dalam menggunakan sistem e-Filing, gangguan saat mengakses sistem, serta jaringan internet yang mengakibatkan akses kedalam  sistem e-Filing sangat lama ini disampaikan oleh Direktur Penyuluhan Pelayanan dan Humas.

Contoh Tesis 10 : PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN PENGETAHUAN PERPAJAKAN PADA PERILAKU KEPATUHAN WAJIB PAJAK DENGAN NIAT SEBAGAI PEMODERASI

Tujuan penelitian ini yang dilakukan pada sektor Perdagangan Besar dan eceran; reparasi mobil dan motor adalah untuk mengetahui dan mendapatkan bukti empiris pengaruh kualitas pelayanan pajak dan pengetahuan perpajakan pada perilaku kepatuhan wajib pajak (WP), niat WP memoderasi pengaruh kualitas pelayanan pajak pada perilaku kepatuhan WP serta niat WP memoderasi pengaruh pengetahuan perpajakan pada perilaku kepatuhan WP. Data primer dikumpulkan dengan teknik survei melalui kuisioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah moderation regression analysis (MRA). Penentuan sampel dilakukan melalui metode non-probability dengan teknik purposive sampling. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 83 WP badan yang terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak Madya Denpasar. Hasil yang diperoleh adalah kualitas pelayanan pajak tidak berpengaruh pada perilaku kepatuhan WP, pengetahuan perpajakan berpengaruh pada perilaku kepatuhan WP, niat WP memperkuat pengaruh kualitas pelayanan pajak pada perilaku kepatuhan WP serta niat WP memperlemah pengaruh pengetahuan perpajakan pada perilaku kepatuhan WP.

Leave a Reply

Open chat
Hallo ????

Ada yang bisa di bantu?