HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Skripsi Pembelajaran Sejarah Model Jigsaw di SMA Negeri 1 Ngrambe Kabupaten Ngawi

Judul Skripsi : Pembelajaran Sejarah Model Jigsaw (Studi Kasus di SMA Negeri 1 Ngrambe Kabupaten Ngawi)

 

A. Latar Belakang Masalah

Mendesaknya kepentingan untuk melakukan upaya perubahan model pembelajaran terhadap pembelajaran sejarah, maka penelitian mengenai pembelajaran sejarah model Jigsaw, perlu segera direalisasikan. Pilihan terhadap topik penelitian ini didasarkan pada kebutuhan akan perlunya dilakukan perubahan dalam pembelajaran sejarah di SMA. Perubahan itu terutama ditujukan pada peningkatan citra pelajaran sejarah yang mengalami penurunan serta untuk meningkatkan kemampuan guru sejarah dalam menjalankan fungsinya. Sejalan dengan paradigma pendidikan, maka penelitian ini dijiwai oleh perubahan paradigma itu, yaitu memberikan kesempatan yang lebih luas dan terbuka kepada praktisi pendidikan untuk dapat berperan dalam memajukan pendidikan nasional.

Berdasarkan pertimbangan di atas, maka penelitian ini perlu dilakukan, serta dapat merumuskan temuan dalam penelitian menjadi bahan yang bermanfaat dalam proses pembaharuan pembelajaran sejarah khususnya dan pembaharuan pendidikan pada umumnya. Penelitian ini pada dasarnya dimaksudkan untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran sejarah model Jigsaw sehingga tujuan yang telah digariskan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dapat terwujud. Sehubungan dengan kompleksnya permasalahan yang ada, maka penelitian ini difokuskan pada permasalahan yang dihadapi guru dalam pembelajaran sejarah model Jigsaw.

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimanakah persepsi guru sejarah SMA Negeri 1 Ngrambe tentang pembelajaran model Jigsaw?
  2. Bagaimanakah guru sejarah merencanakan terhadap pembelajaran model Jigsaw di SMA Negeri 1 Ngrambe?
  3. Bagaimanakah guru mengimplementasikan proses pembelajaran sejarah model Jigsaw oleh guru sejarah SMA Negeri 1 Ngrambe?

C. Kajian Teori

Persepsi Guru Sejarah Terhadap Pembelajaran Sejarah Model Jigsaw

Persepsi guru sejarah mengenai proses pembelajaran sejarah model Jigsaw disekolah sangat ditentukan oleh sejauh mana guru sejarah dapat menangkap dan memahami proses itu serta mendapatkan kesan dari proses itu. Di dalam proses itu, terjadi berbagai situasi yang sangat beragam. Dalam kaitan persepsi merupakan suatu proses, maka situasi proses turut mempengaruhi persepsi guru sejarah. Semua proses itu terjadi di dalam lingkungan kelas dan lingkungan sekolah, yang berlangsung dari waktu ke waktu.

Hakikat Pembelajaran Sejarah Model Jigsaw

Di dalam pendidikan, pada hakikatnya pembelajaran merupakan suatu komponen yang amat penting. Jika dilihat dari kondisi pembelajaran maka pendidikan formal harus mampu memaksimalkan peluang bagi pelajar, untuk berlangsungnya suatu interaksi yang hakiki, bukan sekedar menyampaikan pengetahuan dan membentuk keterampilan saja. Bila proses penyampaian pengetahuan dan membentuk ketrampilan saja yang digunakan, maka hal itu akan menurunkan kualitas pembelajaran.

Pembelajaran Sejarah

Pembelajaran sebagai istilah adalah terjemahan dari bahasa Inggris instruction atau teaching, yang diartikan sebagai proses belajar mengajar. Pembelajaran pada dasarnya adalah suatu proses interaksi antara guru dan peserta didik melalui proses belajar mengajar (Ahmad Rohani dan Abu Ahmadi, 1995: 63).

Metode Mengajar Sejarah

Metode sebagai suatu cara yang dipergunakan oleh guru sejarah untuk tercapainya suatu tujuan pengajaran. Dalam hal ini metode dianggap sangat penting dalam proses belajar mengajar yang berlangsung secara efektif dan efisien dalam mencapai tujuan. Dalam hal ini suatu interaksi pengajaran merupakan komunikasi dua arah antara guru dengan siswa yang diikat oleh tujuan sehingga tercapai tujuan pengajaran itu sendiri. Oleh karena itu metode dapat membantu untuk dapat mencapai tujuan dengan cara yang efektif. Sehubungan dengan itu penting sekali bahwa setiap konteks tentang bagaimana metode tersebut dapat mencapai tujuan secara efisien.

D. Metodologi Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 1 Ngrambe Kabupaten Ngawi. Tempat penelitian merupakan tempat penyelenggaraan pembelajaran di kelas X-C SMA Negeri 1 Ngrambe, sedangkan aktivitas sebagai sumber data yaitu aktivitas guru sejarah pada kelas X-C di SMA Negeri 1 Ngrambe ketika ia melaksanakan pembelajaran sejarah model Jigsaw.

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Wawancara Mendalam (in-depth interviewing), Observasi (pengamatan langsung), Pencatatan dokumen, Analisis Dokumen.  Menurut Sutopo (2006: 229) teknik cuplikan (sampling) yang digunakan bukanlah cuplikan statistik atau yang biasa dikenal sebagai probability sampling yang biasa digunakan dalam penelitian kuantitatif.

Data yang diperoleh dari berbagai sumber perlu diuji tingkat kepercayaan dan kebenarannya. Untuk menguji data agar validitasnya dapat diandalkan, maka pengujian dilakukan dengan teknik Trianggulasi.

Teknik analisis interaktif, yaitu suatu analisis data kualitatif yang terdiri dari tiga alur kegiatan (reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi) yang terjadi secara bersamaan (Miles dan Huberman, 1984 : 16).

E. Simpulan

1. Persepsi guru sejarah tentang pembelajaran sejarah model Jigsaw cukup baik. Hal ini tercermin melalui persepsinya yang berkenaan dengan pembelajaran sejarah model Jigsaw yang disampaikan peneliti ketika wawancara dan observasi. Ada beberapa pertanyaan yang dijawab kurang pas, tetapi dengan analisis dokumen serta sikap dan tindakan guru sebagai pelaksana, pelaku, dan praktisi pendidikan senantiasa diarahkan oleh persepsinya terhadap pembelajaran sejarah model Jigsaw yang menjadi acuannya. Sebagai contoh guru membuat perencanaan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, dan melakukan evaluasi selalu berpedoman pada KTSP, ada yang persepsinya baik, ada yang sedang, dan ada yang kurang.

2. Perencanaan pembelajaran sejarah model Jigsaw yang disusun oleh guru sesuai dengan acuan KTSP, baik dari segi sistematika maupun komponenkomponen yang diuraikan. RPP model Jigsaw tersebut disusun oleh guru sendiri. Meskipun sebenarnya perangkat pembelajaran yang disusun oleh MGMP tingkat Kabupaten juga ada. Namun menurut pandangannya, perangkat pembelajaran yang disusun sendiri akan lebih bisa mengembangkan kompetensi yang sesuai dengan kondisi, kematangan, kebutuhan siswa serta kondisi dan situasi kelas dan sekolah. Adapun perencanaan pembelajaran yang disusun oleh guru tersebut meliputi Silabus, dan RPP model Jigsaw.

3. Pelaksanaan pembelajaran sejarah model Jigsaw di SMA Negeri 1 Ngrambe sudah cukup mengarah pada pembelajaran sejarah. Hal ini terlihat pada :

  • materi pembelajaran tidak bersifat teoretis tetapi sudah dipilih oleh guru sesuai dengan kompetensi dasar yang hendak dicapai;
  • metode pembelajaran yang digunakan sudah variatif, guru sudah mengkombinasikan beberapa metode sehingga sangat menopang ketercapaian tujuan yang telah ditetapkan;
  • media pembelajaran yang digunakan berupa internet dan surat kabar
  • penilaian atau evaluasi pembelajaran yang berupa diskusi dan presentasi sudah memadai, baik evaluasi proses maupun hasil. Ketika guru melangsungkan pembelajaran atau kegiatan belajar mengajar dikelas, peran guru sebagai fasilitator, motivator, evaluator pada kegiatan siswa sudah bisa dijalankan dengan baik. Siswalah yang lebih banyak aktif dalam pembelajaran.
Incoming search terms:

Leave a Reply