HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Skripsi Komunikasi: Wacana RUU Pemilu 2009 dlm Pemberitaan di Media Massa

Judul Skripsi : Wacana RUU Pemilu 2009 dalam Pemberitaan di Media Massa (Studi Analisis Wacana tentang Pemberitaan RUU Pemilu 2009 di Surat Kabar Harian Kompas dan Republika periode 14 Februari – 4 Maret 2008)

 

A. Latar Belakang

Melihat materi pembahasan tersebut, jelas hambatan-hambatannya adalah hasrat politik kekuasaan yang sanagt besar diantara partai. Kebuntuan soal jumlah kursi per daerah pemilihan, perhitungan sisa suara, jumlah kursi keseluruhan, dan distribusi suara parpol yang tidak lolos ambang kursi parlemen (parliamentary threshold) adalah contoh materi tempat partai-partai berdagang, saling memberi sekaligus meminta konsekuensi.

Tentu soal semacam itu menyita waktu karena memicu pertentangan sekaligus menjadi bahan tawar-menawar yang liat. Pembahasan yang seharusnya dilakukan berdasarkan musyawarah mufakat, ternyata malah berakhir dengan jalan voting.

Mencermati perilaku politik yang ada, RUU Pemilu kali ini rawan gugatan. Ketika waktu persiapan Pemilu 2009 semakin mepet, konsentrasi harus dipusatkan. Padahal, masalah di luar politik begitu banyak. Segala keberatan terhadap RUU Pemilu harus bisa diselesaikan melalui instrument demokrasi seperti gugatan uji materi ke Mahkamah Konstitusi.

 

B. Rumusan Masalah

Wacana-wacana apa saja yang coba disampaikan oleh Harian Umum Kompas dan Republika dalam pemberitaan tentang RUU Pemilu 2009 yang dimuat dalam teks beritanya periode 14 Februari – 4 Maret 2008?

 

C. Landasan Teori

Komunikasi dalam Media Massa

Salah satu kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi adalah kebutuhan akan komunikasi dengan pihak lain. Melalui komunikasi manusia dapat menyatakan kehendaknya untuk memperoleh sesuatu dari orang lain sekaligus untuk menyalurkan hasrat serta perasaan agar dimengerti orang lain. Sedemikian pentingnya kebutuhan komunikasi bagi manusia sehingga beragam definisi dan pengertian mengenai komunikasi disampaikan oleh para ahli.

Fungsi Bahasa dalam Media Massa

Menurut Giles dan Wiemann bahasa (teks) mampu menentukan konteks, bukan sebaliknya teks menyesuaikan diri dengan konteks. Dengan begitu, lewat bahasa yang dipakai (melalui pemilihan kata dan penyajian) seseorang bisa mempengaruhi orang lain (menunjukkan kekuasaannya). Melalui teks yang dibuatnya ia dapat memanipulasi konteks. (Ibnu Hamid, 2004)

Teori Wacana

Wacana atau discourse besaral dari bahasa latin discursus yang berarti “lari kian kemari”, yang diturunkan dari kata dis “dari dalam arah yang berbeda” dan currere “lari”. Alex Sobur memberikan definisi wacana sebagai berikut :

  1. Komunikasi pikiran dengan kata-kata, ekspresi, ide-ide, gagasan, konversasi atau percakapan.
  2. Komunikasi secara umum, terutama sebagai suatu objek studi atau pokok
  3. Risalah tulis, disertasi formal, kuliah, ceramah maupun khotbah. (Alex Sobur, 2003)

 

D. Metode Penelitian

Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Wacana yang di perkenalkan oleh Teun A. van Dijk. van Dijk memandang bahwa pemakaian kalimat, kata, dan gaya bahasa tertentu sebagai bagian dari strategi komunikator yang memiliki kaitan yang erat dengan masalah politik kebahasaan. Pemakaian kalimat, kata, dan gaya bahasa tertentu bukan semata-mata dipandang sebagai cara berkomunikasi, tetapi harus dipandang sebagai politik berkomunikasi yakni suatu cara untuk mempengaruhi pendapat umum, menciptakan dukungan, memperoleh legitimasi untuk dan lawan atau penentang. Struktur wacana van Dijk adalah suatu cara yang efektif untuk melihat proses pemakaian bahasa dan persuasi yang dilakukan oleh komunikator. Menggunakan kata-kata tertentu, gaya bahasa tertentu untuk menekankan sikap politik atau pendapat tertentu. Titik penekanannya pada citra baik terhadap dirinya dan orang atau pihak yang didukungnya, serta memarjinalkan orang atau pihak yang tidak sejalan dengan komunikator.

 

E. Kesimpulan

Dari hasil analisa surat kabar Kompas dan Republika dalam kasus Pro Kontra pembahasan RUU Pemilu 2009 terlihat bahwa dalam pembahasanya sangat berlarut-larut dan terkesan molor dari jadwal yang telah ditetapkan. Hal tersebut dikhawatirkan akan mengganggu jalannya pemilu yang akan diselenggarakan tahun 2009 nanti. Banyaknya kepentingan dari tiap-tiap fraksi di DPR menyebabkan pengesahan RUU Pemilu 2009 ini selalu tertunda-tunda.

Dan terkesan seperti tawar-menawar dalam setiap rapat kerja yang digerlar di DPR. Hal tersebut termuat secara implisit dalam teks berita pada harian Kompas maupun Republika. Teks berita secara implisit memberikan makna-makna tertentu kepada pembaca. Ia tidak sekedar teks yang bebas nilai. Di dalamnya terkandung pendapat, gagasan, sikap dan pemikiran dari lembaga media tersebut sebagai komunikator yang memiliki ideologi tertentu. Lembaga media, dalam penelitian ini adalah surat kabar, sebagai komunikator menggiring pembacanya ke dalam wacananya melalui strategi wacana seperti penggunaan tematik, skematik dan semantik. Dalam usahanya ini surat kabar sebisa mungkin menciptakan dukungan dan memperkuat legitimasi yang luas dari pembaca atas sikap dan pikiran yang dilontarkannya.

 

Contoh Skripsi Komunikasi

  1. Kampanye Pencegahan Flu Burung terhadap Anak Melalui Media Komunikasi Visual
  2. Peran Humas dalam Meningkatkan Mutu Pelayanan RS. PKU Muhammadiyah Surakarta
  3. Wacana Ruu Pemilu 2009 Dalam Pemberitaan di Media Massa (Studi Analisis Wacana Tentang Pemberitaan Ruu Pemilu 2009
  4. Proses Produksi Program On Air “Sudut Kota” di Radio Metta Fm Surakarta
  5. Propaganda Barat terhadap Islam dalam Film (Studi Tentang Makna Simbol dan Pesan Film “Fitna” Menggunakan Analisis Semiologi Komunikasi)

 

 

Leave a Reply