HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Skripsi Komunikasi: Partisipasi Politik Masyarakat dlm Pemilihan Gubernur Jateng

Judul Skripsi : Partisipasi Politik Masyarakat dalam Pemilihan Gubernur Jawa Tengah Tahun 2008 (Studi tentang Tingkat Partisipasi Politik dalam Pemilihan Gubernur Jawa Tengah Tahun 2008 di Kalangan Masyarakat Kabupaten Purworejo)

 

A. Latar Belakang

Salah satu indikator pilkada langsung yang berkualitas adalah pilkada yang membuka akses bagi setiap warga negara. Prinsip keterbukaan itu dikenal dengan universal suffrage atau hak pilih universal. Akses yang terbuka berarti bahwa hak pilih benar-benar bersifat universal dan seluruh warga memiliki hak pilih yang sama. Bukanlah suatu kontradiksi bahwa di negara demokrasi seperti Indonesia, hak untuk memilih diatur dengan syarat-syarat minimal yang harus dipenuhi, misal usia minimal, memiliki Kartu Tanda Penduduk, dan lain-lain. Apabila kita jeli mencermati realitas di masyarakat Jawa Tengah, sebenarnya ada begitu banyak bagian dari masyarakat yang “merasa tidak punya kepentingan” dengan pemilu.

Walau belum ada survey yang secara valid membuktikan kebenaran asumsi ini kenyataan di lapangan menunjukkan masyarakat yang ada, khususnya yang berada di Jawa Tengah masih lebih banyak yang berkutat dengan isu-isu dasar kehidupan sehari-hari, seperti masalah kemiskinan, pengangguran, naiknya harga-harga, masalah kesehatan yang terus mahal, serta berbagai isu-isu kemasyarakatan yang umumnya berputar tidak jauh dari persoalan tadi. Sebenarnya sangat diperlukan untuk menjajaki sejauh mana tingkat realitas masyarakat yang ada dalam mensikapi pilgub yang secara langsung mencari sosok pemimpin tertinggi di Propinsi Jawa Tengah.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Sejauh mana tingkat partisipasi masyarakat Kabupaten Purworejo dalam Pemilihan Gubernur Jawa Tengah tahun 2008?
  2. Bagaimana penilaian masyarakat Kabupaten Purworejo terhadap pasangan Cagub dan Cawagub yang mereka pilih dalam Pemilihan Gubernur Jawa Tengah tahun 2008?

 

C. Telaah Pustaka Skripsi

Definisi Partisipasi Politik

Partisipasi politik merupakan aspek penting dalam sebuah tatanan negara demokrasi. Secara umum masyarakat tradisional yang sifat kepemimpinan politiknya lebih ditentukan oleh segolongan elit penguasa, keterlibatan warga negara dalam ikut serta mempengaruhi pengambilan keputusan dan mempengaruhi kehidupan bangsa relatif sangat kecil. Modernisasi telah menghasilkan partisipasi politik yang meluas. Partisipasi politik itu merupakan kegiatan yang dilakukan warga negara untuk terlibat dalam proses pengambilan keputusan dengan tujuan untuk mempengaruhi pengambilan keputusan yang dilakukan pemerintah.

Pola dan Bentuk Partisipasi Politik

Piramida pola partisipasi dibedakan menjadi dua. Piramida partisipasi I menurut Milbrath dan Goel, memperlihatkan bahwa masyarakat dibagi dalam tiga kategori: a. pemain (gladiators), b. penonton (spectators), c. apatis (apathetic).15 Pemain (gladiators) yaitu orang yang sangat aktif dalam dunia politik, penonton (spectators) termasuk populasi yang aktif secara minimal, termasuk menggunakan hak pilihnya. Sedangkan apatis yaitu orang yang tidak aktif sama sekali, termasuk tidak menggunakan hak pilihnya. Dalam buku lain disebutkan yang keempat adalah pengkritik, yaitu orang-orang yang berpartisipasi dalam bentuk yang tidak konvensional.

Perilaku Memilih

Secara garis besar pemilih diartikan sebagai semua pihak yang menjadi tujuan utama para kandidat untuk dipengaruhi dan diyakinkan agar mendukung dan memberikan suaranya kepada kandidat tersebut.25 Pemilih dalam hal ini dapat berupa konstituen maupun masyarakat pada umumnya. Konstituen adalah kelompok masyarakat yang merasa diwakili oleh suatu ideologi tertentu yang kemudian termanifestasikan dalam institusi politik seperti partai politik. Di samping itu, pemilih bisa saja merupakan bagian masyarakat luas yang bisa saja tidak menjadi konstituen partai politik tertentu. Masyarakat terdiri dari beragam kelompok. Terdapat kelompok masyarakat yang memang non-partisan, dimana ideologi dan tujuan politik mereka tidak dikaitkan kepada suatu partai politik tertentu. Mereka ‘menunggu’ sampai ada suatu partai politik yang bisa menawarkan program kerja yang terbaik menurut mereka, sehingga partai tersebutlah yang akan mereka pilih.

 

D. Metode Penelitian

Metode kuantitatif dengan menggunakan survey sebagai metode utama penelitian ini ditambah dengan metode kualitatif menggunakan wawancara mendalam menjadikan hasil temuan lebih jelas dan bermakna dibandingkan dengan yang hanya menggunakan satu metode kuantitatif saja.

 

E. Kesimpulan

  1. Tingkat partisipasi politik masyarakat di Kabupaten Purworejo tergolong masih rendah, karena hasil survey menunjukkan 61,2% responden kurang berpartisipasi aktif dalam Pilgub Jateng 2008. Hal ini diperkuat hasil wawancara mendalam yang sebagian besar kurang berpartisipasi aktif dalam politik terutama dalam Pilgub Jateng 2008. Dari beberapa bentuk partisipasi politik secara konvensional, diantaranya seperti memperbincangkan/mendiskusikan perihal seputar pilgub, mengikuti kampanye dari pasangan calon dalam pilgub, menyumbang dana untuk kampanye calon dalam pilgub, menjadi tim sukses salah satu calon dalam pilgub, menjadi panitia pilgub, serta memberikan suara bagi salah satu pasangan calon dalam pilgub; bentuk partisipasi yang paling lazim dan paling umum dilakukan masyarakat Kabupaten Purworejo adalah memberikan suara kepada salah satu pasangan calon dalam Pilgub Jateng 2008.
  2. Pemilih di Kabupaten Purworejo sebagian besar tergolong pemilih yang rasional karena mendasarkan pilihannya kepada pasangan Cagub dan Cawagub atas penilaian/pertimbangan tertentu. Dari 73,6% responden yag memberikan suara, 51,2% diantaranya mendasarkan pilihannya atas penilaian/pertimbangn tertentu. Penilaian/pertimbangan tersebut meliputi antara lain penampilan (performance), program kerja (platform), dan latar belakang/karakter pribadi. Penilaian yang paling banyak menjadi pertimbangan bagi pemilih adalah latar belakang/karakter pribadi.

 

Contoh Skripsi Komunikasi

  1. Di Gabungan Koperasi Susu Indonesia Boyolali (Lay Out Alat dan Mesin)
  2. Mekanisme Liputan dan Sajian Berita Seputar Jogja di Jogja Tv Jogjakarta
  3. Potret Kehidupan Anak-Anak Aceh Pasca Tsunami dalam Komik ”Kisah dari Aceh”
  4. Partisipasi Politik Masyarakat dalam Pemilihan Gubernur Jawa Tengah Tahun 2008
  5. Lesbianisme dalam Novel (Studi Semiotika tentang Makna Lesbianisme dalam Novel Gerhana)

 

 

Incoming search terms:

Leave a Reply