HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Komunikasi: Citra Politisi Lokal dlm Iklan Politik

Judul Tesis : Citra Politisi Lokal dalam Iklan Politik {Analisis Wacana Citra Mardjoko – Husein (MARHEIN) dalam Iklan Politik di Banyumas Televisi (BMSTV) pada Pilkada Banyumas Tahun 2008}

 

A. Latar Belakang

Kemenangan politik pada Pemilu 2004 adalah potret kemenangan citra di panggung politik. Media menjadi sumber rujukan bagi calon pemilih untuk mengenali sosok kandidat. Citra kandidat bergantung pada konstruksi citranya di media. Karena politik adalah persepsi, maka media mulai ikut mendiktekan, mendominasi, dan menyimpulkan penilaian orang akan sosok kandidat. Para penonton lebih tertarik pada bentuk bukan substansi (Ibrahim, 2007: 189-190).

Penonton lebih tertarik dengan citra yang ditampilkan dalam media daripada visi dan misi apalagi ide-ide atau janji-janji kampanye dengan bahasa yang rumit. Sering “Sang” kandidat berlaku ikut merasakan penderitaan rakyat dengan ikut berbaur di lingkungan masyarakat kumuh, misalnya. Kesemuanya merupakan sebatas bentukkan citra dalam media. Seperti yang diungkapkan J. Kristiadi dalam analisis politiknya yang berjudul Iklan Politik dan Nasib Suatu Bangsa mengatakan bahwa iklan politik mirip dengan reklame produk komersial. Tujuannya adalah membuat citra tokoh yang ditawarkan sebagai pilihan paling tepat. Tidak jarang masyarakat diberi iming-iming bahwa tokohnya mampu “menyulap” kesengsaraan menjadi kemakmuran dalam sekejap (Kompas, Edisi 25 November 2008: Hal 1).

 

B. Rumusan Masalah Tesis

  1. Bagaimana wacana citra politik ditampilkan dalam teks-teks iklan kampanye pasangan Mardjoko-Husein sehingga dapat memenangkan Pilkada 2008?
  2. Bagaimana kognisi sosial pembuat iklan mempengaruhi penyampaian pesan dalam iklan kampanye pasangan Mardjoko-Husein?
  3. Bagaimana interpretasi pengamat sosial, ekonomi, politik dan budaya terhadap pemaknaan tiap citra yang ditampilkan kepada masyarakat dalam teks iklan serta kondisi masyarakat itu sendiri sehingga mempengaruhi kemenangan pasangan tersebut?

 

C. Telaah Teori

Komunikasi sebagai Proses Pertukaran Makna

Pentingnya komunikasi bagi kehidupan sosial, budaya, pendidikan, dan politik sudah disadari oleh para cendekiawan sejak Aristoteles yang hidup ratusan tahun sebelum Masehi. Akan tetapi, studi Aristoteles hanya berkisar pada retorika dalam lingkungan kecil. Baru pada pertengahan abad ke-20 ketika dunia dirasakan semakin kecil akibat revolusi industri dan revolusi teknologi elektronik, setelah ditemukan kapal api, pesawat terbang, listrik, telepon, surat kabar, film, radio, televisi, dan sebagainya maka para cendekiawan pada abad sekarang menyadari pentingnya komunikasi ditingkatkan dari pengetahuan (knowledge) menjadi ilmu (science) ( Onong U. Effendi, 2001:9-10 )

Komunikasi Politik

Dan Nimmo (1989: 4) mengatakan bahwa komunikasi adalah proses interaksi sosial yang digunakan orang untuk menyusun makna yang merupakan citra mereka mengenai dunia (yang berdasarkan itu mereka bertindak) dan untuk bertukar citra itu melalui simbol-simbol. Sedangkan politik diartikan sebagai kegiatan orang secara kolektif yang mengatur perbuatan mereka di dalam kondisi konflik sosial. Politik, seperti komunikasi, adalah proses; dan seperti komunikasi, politik melibatkan pembicaraan. Ini bukan pembicaraan dalam arti sempit seperti kata yang diucapkan, melainkan pembicaraan dalam arti yang lebih inklusif, yang berarti segala cara orang bertukar simbol – kata-kata yang dituliskan dan diucapkan, gambar, gerakan, sikap tubuh, perangai, dan pakaian. Dapat disimpulkan, komunikasi politik menurut Dan Nimmo adalah (kegiatan) komunikasi yang dianggap komunikasi politik berdasarkan konsekuensikonsekuensinya (aktual maupun potensial) yang mengatur perbuatan manusia di dalam kondisi-kondisi konflik.

Iklan Politik Televisi

Iklan dapat diartikan (Kasali, 1992: 9) sebagai pesan yang menawarkan suatu produk yang ditujukan kepada masyarakat lewat suatu media. Jadi, sudah dapat dipastikan iklan politik diibaratkan seperti menjual produk, yaitu politik. Meski demikian iklan politik lewat televisi harus rasional, tidak jauh dari kenyataan, tidak membangkitkan naluri-naluri bawah sadar pemirsa, dan tidak menawarkan solusi-solusi instan, seperti lazimnya iklan produk. (Deddy Mulyana, 1999: 85).

 

D. Metode Penelitian

Penelitian ini menganalisis iklan kampanye Pilkada pasangan terpilih Mardjoko- Husein.

Dengan menggunakan kerangka analisis Teun. A. Van Dijk. Van Dijk memiliki tiga tingkatan analisis. Pertama, untuk mengetahui wacana apa saja yang diangkat dalam iklan kampanye televisi lokal terutama citra diri serta isu-isu lokal yang mempengaruhi pemilih (voters) melalui level teks, kognisi sosial dari pembuat iklan pada level kognisi sosial serta konteks sosiokultural yang berkembang pada masyarakat Indonesia saat ini sebagai level terakhir dalam analisis Van Dijk yaitu Konteks sosial.

 

E. Kesimpulan

  1. Wacana yang ditampilkan dalam iklan kampanye pasangan Mardjoko-Husein memperlihatkan kuatnya proses pencitraan dalam media. Mardjoko dibuat sedemikian rupa sehingga terkesan lekat dengan masyarakat. Skema pertama adalah pembentukan citra diri kepada masyarakat. Dengan pembuatan ikaln yang cenderung mengesankan mardjoko sebagai sosok pemimpin idaman serta lekat dengan masyarakat, hal tersebut ditunjukkan dalam tingkah laku dan gaya bahasa yang mencitrakan beliau sebagai orang Banyumas asli.
  2. Pembuat iklan, dalam hal ini, Pak Widi sangat mempengaruhi wacana-wacana yang ditampilkan. Dengan konsep pembuatannya diserahkan sepenuhnya kepada pembuat iklan maka, si pembuat iklan dapat memasukkan ideologinya meskipun disesuaikan dengan keinginan pemesan. Terlihat ketika pembuatan iklan yang didalamnya ditambah dengan vox pops dari warga sekitar. Konsep seperti ini biasa ditemukan dalam pembuatan berita terutama straight news yang mengandalkan tanggapan spontan dari yang mengalami kejadian.

 

Contoh Tesis Komunikasi

  1. Perancangan Komik Hyang dalam Menumbuhkan Apresiasi Generasi
  2. Citra Politisi Lokal dalam Iklan Politik {Analisis Wacana Citra Mardjoko – Husein
  3. Desain Komunikasi Visual dalam Kampanye Anti Rokok
  4. Desain Komunikasi Visual sebagai Pendukung Promosi
  5. Komik Sebagai Sarana Promosi Tempat Wisata Kota Solo untuk Remaja
  6. Proses Pembuatan dan Sistem Pemasangan Iklan di Harian Umum Radar Jogja
  7. Pengaruh Komunikasi Kantor dan Semangat Kerja terhadap Efektivitas
  8. Acara Talkshow ‘Kick Andy’ dan Wawasan Mahasiswa USU
  9. Customer Service dan Loyalitas Pelanggan
  10. Dinamika Komunikasi Antarbudaya Customer Service Representative Plasa Telkom dengan Pelanggan di Kantor Daerah Pelayanan Telekomunikasi Medan

 

 

Leave a Reply