HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Skripsi Hukum Pidana: Illegal Logging dlm Rangka Melestarikan Fungsi Lingkungan

Judul Skripsi : Pelaksanaan Penanggulangan Kasus Illegal Logging dalam Rangka Melestarikan Fungsi Lingkungan di Kabupaten Sragen

 

A. Latar Belakang

Sebagaimana tercantum pada Pasal 1 huruf b Undang-undang Nomor 41 Tahun 1999 Tentang Pokok-Pokok Kehutanan, bahwa hutan adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya, yang satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan. Maka dari itu dapat dikatakan bahwa hutan adalah penyangga bagi kehidupan manusia yang didalamnya terdiri dari berbagai komponen-komponen sumber daya alam terutama yang bisa dimanfaatkan manusia untuk mengoptimalkan aneka fungsi hutan dalam mencapai manfaat lingkungan, sosial, budaya, dan ekonomi yang seimbang dan lestari.

Salah satu masalah yang sangat krusial dalam bidang lingkungan hidup pada sektor kehutanan ini adalah masalah penebangan liar atau yang dikenal dengan istilah illegal logging. Penebangan  liar  merupakan  bentuk  tindak  kejahatan  yang  sampai  sekarang  masih  banyak  terjadi. Tidak  adanya  peraturan dan  definisi  khusus menegenai  illegal  logging  merupakan  salah   satu  faktor  penyebab  penebangan  liar  sulit  diberantas  di  Indonesia  meskipun  dampak  dari  penebangan  liar  sudah  terasa nyata.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimanakah pelaksanaan  penanggulangan  kasus  illegal  logging  dalam  rangka  melestarikan  fungsi  lingkungan  di  Kabupaten  Sragen?
  2. Bagaimanakah hambatan – hambatan yang  dihadapi  dalam  pelaksanaan penanggulangan  kasus  illegal  logging  terhadap  pelestarian  fungsi  lingkungan  di Kabupaten  Sragen?

 

C. Tinjauan Pustaka

Tinjauan Tentang  Tindak  Pidana  Illegal  Logging

Menurut Undang-undang Nomor 41 Tahun 1999 Tentang  PokokPokok Kehutanan Pasal 50 jo Pasal 70, Tindak pidana Illegal Logging adalah “Perbuatan merusak sarana dan prasarana perlindungan hutan, melakukan kegiatan yang menimbulkan kerusakan hutan, mengerjakan dan atau menggunakan dan atau menduduki kawasan hutan secara tidak sah, merambah kawasan hutan, membakar hutan, menebang pohon atau memanen atau memungut hasil hutan di dalam hutan tanpa memiliki hak atau izin pejabat berwenang, menerima atau membeli atau menjual atau menerima tukar atau menerima titipan/menyimpan hasil hutan yang diketahui atau patut diduga berasal dari kawasan hutan serta melakukan kegiatan penyelidikan umum atau eksplorasi atau ekploitasi bahan tambang di kawasan hutan tanpa izin”.

Pengertian Kehutanan di Indonesia

Kata hutan merupakan terjemahan dari kata bos ( Belanda ) dan forrest ( Inggris ). Forrest merupakan dataran tanah yang bergelombang, dan dapat dikembangkan untuk kepentingan diluar kehutanan seperti pariwisata. Di dalam hukum Ingris kuno, forrest (hutan) adalah suatu daerah tertentu yang tanahnya ditumbuhi pepohonan, tempat hidup binatang buas dan burung – burung hutan. Di samping itu, hutan juga dijadikan tempat pemburuan, tempat istirahat dan tempat bersenang – senang bagi raja dan pegawai – pegawainya (Black, 1979 : 584) yang diambil  dari (Salim H.S,1997 : 34).

 

Pengertian Lingkungan

Hidup Istilah  lingkungan  dan  lingkungan  hidup  atau  lingkungan  hidup  manusia  sebagai  terjemahan  dari  bahasa Inggris environment  and  human  environment, seringkali digunakan secara silih berganti  dalam  pengertian  yang  sama.Lingkungan hidup  adalah  jumlah  semua  benda  dan  kondisi  yang  ada  dalam  ruang  yang  kita  tempati  yang  mempengaruhi  kehidupan  kita ( Otto  Sunarwoto,1976 ) dikutip  dari  bukunya ( M. Daud Silalahi,2001 : 9 ).

 

D. Metode Penelitian

Penelitian  yang  digunakan  merupakan  penelitian  hukum  empiris.

Dilihat  dari  segi  sifatnya, penelitian  ini  merupakan  penelitian  deskriptif.

Untuk  kepentingan  identifikasi  dan  analisis  akan  dilaksanakan  pengumpulan  data  dengan  mengadakan  penelitian  di Dinas  Kehutanan dan Perkebunan di Kabupaten Sragen.

Jenis  data  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah Data Primer dan Data Sekunder.

Sumber Data pada penelitian ini yaitu sumber data premier dan sumber data sekunder.

Dalam  penelitian  ini, teknik  pengumpulan  data  yang  digunakan  oleh  penulis  adalah Wawancara dan Studi Pustaka.

Dalam penelitian ini, penulis menggunakan analisis kualitatif dengan model interaktif (interactive models of analysis).

 

E. Kesimpulan

1.Langkah – langkah yang  dilakukan  dalam  pelaksanaan  penaggulangan  kasus  illegal  logging  dalam  rangka  melestarikan  fungsi  lingkungan  di  Kabupaten  Sragen  adalah  sebagai  berikut  :

  • Membentuk susunan  keanggotaan  tim  koordinasi  dan  tim  pelaksana  pemberantasan  penebangan  kayu  secara  ilegal di  kawasan  hutan  dan peredaannya di  Kabupaten
  • Mengadakan rapat
  • Melaksanakan operasi  pemberantasan  penebangan  kayu  secara  ilegal
  • Petugas melakukan  pemeriksaan  dokumen  asal usul  kayu ;
  • Apabila ada  dugaan  bahwa  kayu  yang  ditemukan  di tempat  lokasi terebut ilegal, petugas  segera  melakukan  tindakan  hukum  dengan  membawa  kasus  tersebut  ke Kantor  Kepolisian  Sragen  untuk  dilakukan  pemeriksaan ;
  • Petugas Kepolisian  melimpahkan  Berkas  Acara  Pemeriksaan (BAP)  kepada  Kejaksaan  Negeri
  • Petugas kejaksaan  membuat  surat  dakwaan untuk proses  persidangan di Pengadilan  Negeri

2. Pelaksanaan penaggulangan kasus illegal logging di kabupaten Sragen yang dilakukan dengan mengadakan operasi pemberantasan kayu secara illegal yang dilakukan dengan rutin sudah terlaksana dengan baik sesuai dengan peraturan yang berlaku. Hal ini terbukti dengan berkurangnya jumlah tindak kejahatan pencurian kayu diwilayah Sragen, namun para aparat penegak hukum dan instansi yang terkait dengan pelaksanaan penaggulangan tindak kejahatan pencurian kayu (illegal logging) masih mempunyai kewajiban untuk melakukan upaya secara optimal dalam memberantas tindak kejahatan pencurian kayu karena kejahatan ini masih banyak terjadi di wilayah Sragen. Beberapa hambatan yang dihadapi dalam rangka pelaksanaan penaggulangan kasus illegal logging harus segera diatasi agar kasus illegal logging  ini dapat diberantas secara menyeluruh, sehingga dapat mengurangi dampak yang terjadi akibat tindak kejahatan ini.

 

Contoh Skripsi Hukum Pidana

  1. Pelaksanaan Penanggulangan Kasus Illegal Logging dalam Rangka Melestarikan
  2. Pelaksanaan Pemberian Bantuan Hukum Bagi Terdakwa dalam Pemeriksaan Perkara Pidana
  3. Proses Penyidikan Terhadap Kejahatan Kartu Kredit oleh Polres Sleman Yogyakarta
  4. Studi Perbandingan tentang Pengaturan Pemberian Perlindungan Saksi dalam Undang-Undang
  5. Pelaksanaan Penuntutan terhadap Perkara Tindak Pidana Korupsi oleh Kejaksaan Negeri Sukoharjo
Incoming search terms:

Leave a Reply