HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Pengaruh Metode Outbond dan Minat Belajar terhadap Keterampilan Berbicara Siswa

Judul Skripsi : Pengaruh Metode Outbond dan Minat Belajar terhadap Keterampilan Berbicara Siswa (Eksperimen Pada Siswa Kelas VIII Mtsn Kebumen 2 dan MTsN Triwarno Kutowinangun Kebumen)

 

A. Latar Belakang Masalah

Djamaluddin Ancok (2007:4) berpendapat metode outbound menggunakan pendekatan belajar melalui pengalaman (Experiential Learning). Oleh karena itu, adanya pengalaman langsung terhadap sebuah fenomena, orang dengan mudah menangkap esensi pengalaman itu. Rendahnya minat berbicara siswa juga dapat mempengaruhi ketidakberhasilan pembelajaran keterampilan berbicara. Siswa yang memiliki minta rendah dalam pembelajaran berbicara, tentu sangat pasif mengikuti proses belajar.

Namun, apakah pembelajaran outbound dan minat belajar mempengaruhi ketrampilan berbicara siswa? Untuk memperoleh jawaban itulah maka perlu dilaksanakan penelitian ini.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Apakah ada perbedaan antara keterampilan berbicara siswa yang diajar dengan menggunakan metode outbound dan yang diajar dengan metode konvensional?
  2. Apakah ada perbedaan antara keterampilan berbicara siswa yang memiliki minat belajar tinggi dan yang memiki minat belajar rendah?
  3. Adakah interaksi antara metode outbound dan minat belajar terhadap keterampilan berbicara siswa?

 

C. Kajian Teori

Pengertian Berbicara

Berbicara merupakan bentuk komunikasi antar persona yang paling unik, paling tua dan sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Paling unik karena menyangkut masalah yang sangat kompleks ( Sujanto, 1988: 189), mulai dari alat ucap, kemampuan mengucapkan, merangkai kata untuk menyampaikan maksud, berusaha mengerti dan dipahami teman bicara. Paling tua sudah tidak perlu diragukan lagi, manusia dicipta dengan karunia kemampuan berbicara secara fisik.

Hakikat Outbond

Outbound adalah suatu program pembelajaran di alam terbuka yang berdasar pada prinsip experiential learning (belajar melalui pengalaman langsung) yang disajikan dalam bentuk permainan, simulasi, diskusi dan petualangan sebagai media penyampaian materi Astuti (2009). Artinya dalam program outbound tersebut siswa secara aktif dilibatkan dalam seluruh kegiatan yang dilakukan, dengan langsung terlibat pada aktivitas (learning by doing) siswa akan segera mendapat umpan balik tentang dampak dari kegiatan yang dilakukan, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengembangan diri setiap siswa dimasa mendatang.

 

Pengertian Minat

Minat merupakan sumber motivasi yang mendorong orang untuk melakukan apa yang mereka inginkan bila mereka bebas memilih. Bila mereka melihat bahwa sesuatu akan menguntungkan, mereka merasa berminat. Ini kemudian mendatangkan kepuasan. Bila kepuasan berkurang minatpun berkurang. Menurut Hurlock (2005: 114) minat berbeda dengan kesenangan. Kesenangan memberikan kepuasan sementara, sedangkan minat memberikan kualiatas kepuasan yang tetap. Hal ini disebabkan minat memuaskan kebutuhan yang penting dalam kehidupan seseorang.

 

Hakikat Minat Belajar

Minat belajar berbicara adalah keinginan dari diri sendiri dalam berusaha memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang positif khususnya keterampilan berbicara untuk memuaskan kebutuhannya. Minat tidak dibawa sejak lahir, melainkan dapat ditumbuhkan dengan cara memberi stimulus atau motivasi dari lingkunan. Apa yang dianggap seseorang memberi kepuasan, kesenangan, memenuhi kebutuhan dan manfaat pada masa depan akan menimbulkan minat pada dirinya. Adapun aspek minat yang penting adalah afektif. Untuk itu perlu strtegi yang kreatif dari guru agar siswa memiliki minat tinggi terhadap belajar keterampilan berbicara.

 

D. Metodelogi Penelitian

Sesuai dengan judul penelitian, penelitian ini dilaksanakan di dua SLTP yang berada di Kabupaten Kebumen. SLTP pertama sebagai kelompok eksperimen, yaitu di SMP MTsN Kebumen 2, dan yang kedua sebagai kelompok kontrol, yaitu di MTsN Triwano Kutowinangun Kebumen.

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan Desember 2009. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan desain Faktorial 2 x 2.

Variabel bebas penelitian terdiri dari dua faktor, yaitu: (A) metode pembelajaran dan (B) minat belajar.

Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah two stage random sampling.

Dalam rancangan tersebut jumlah sampel seluruhnya 80 orang siswa, terdiri dari 40 siswa untuk kelompok eksperimen yang diajar dengan metode outbond, dan 40 siswa untuk kelompok kontrol yang diajar dengan metode konvensional.

Data keterampilan berbicara dikumpulkan dengan teknik tes yang berupa tes unjuk kerja dengan menugasi setiap siswa untuk memperkenalkan diri selama dua menit kepada siswa lain secara experimental research.

 

E. Kesimpulan

1. Ada perbedaan antara keterampilan berbicara siswa yang diajar dengan menggunakan metode outbound dan yang diajar dengan menggunakan metode konvensional. Keterampilan berbicara siswa yang diajar dengan menggunakan metode outbound hasilnya lebih baik daripada yang diajar dengan menggunakan metode konvensional.

2. Ada perbedaan antara keterampilan berbicara siswa yang memiliki minat tinggi dan siswa yang memiliki minat rendah. Keterampilan berbicara siswa yang memiliki minat tinggi hasilnya lebih baik daripada yang memiliki minat rendah.

3. Ada interaksi antara metode pembelajaran dan minat belajar dalam mempengaruhi keterampilan berbicara siswa. Setelah diadakan analisis pascaanava, diperoleh hasil bahwa metode outbound lebih baik hasilnya jika dibandingkan dengan metode konvensional, jika siswa memiliki minat belajar tinggi maupun pada siswa yang memiliki minat belajar rendah. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada interaksi antara metode belajar dan minat belajar. Hal ini menunjukkan bahwa dalam pencapaian keterampilan berbicara sangat dipengaruhi oleh metode yang diterapkan guru dan minat belajar siswa.

 

Leave a Reply