HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Pengaruh Keaktifan dlm Organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa dan Himpunan Mahasiswa

Judul Skripsi : Pengaruh Keaktifan dalam Organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa dan Himpunan Mahasiswa Jurusan dengan Kecerdasan Emosional dan Prestasi Belajar

 

A. Latar Belakang

Proses yang kompleks dan bermacam-macam di dalam organisasi ini yang akan menentukan adanya keragaman kecerdasan emosional dan prestasi belajar pada setiap mahasiswa. Maka dari itu, penting untuk mengetahui kecerdasan emosional dan prestasi belajar berdasarkan keaktifan dalam organisasi badan eksekutif mahasiswa dan himpunan mahasiswa jurusan.

Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Keaktifan dalam Organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa dan Himpunan Mahasiswa Jurusan dengan Kecerdasan Emosional dan Prestasi Belajar”.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Apakah ada pengaruh keaktifan dalam organisasi badan eksekutif mahasiswa dan himpunan mahasiswa jurusan dengan kecerdasan emosional?
  2. Apakah ada pengaruh keaktifan dalam organisasi badan eksekutif mahasiswa dan himpunan mahasiswa jurusan dengan prestasi belajar?

 

C. Tinjauan Pustaka

Keaktifan Mahasiswa dalam Organisasi

Keaktifan berasal dari kata “aktif” yang berarti kegiatan; kesibukan (Sugono, 2008). Sedangkan menurut Nurdiana (2007), keaktifan merupakan suatu perilaku yang dapat dilihat dari keteraturan dan keterlibatan seseorang untuk aktif dalam suatu kegiatan.Menurut Gibson, dkk (1995), organisasi adalah suatu unit yang terkoordinasi yang terdiri atas setidaknya 2 orang yang berfungsi untuk mencapai tujuan umum. Pengertian organisasi juga dikatakan oleh Thoha (2007) bahwa organisasi adalah kolektivitas orang-orang yang bekerja sama secara sadar dan sengaja untuk mencapai tujuan tertentu.

 

Kecerdasan Emosional

Istilah kecerdasan emosional pertama kali dilontarkan pada tahun 1990 oleh psikolog Peter Salovey dari Harvard University dan John Mayer dari University of New Hampshire untuk menerangkan kualitas-kualitas emosional yang tampaknya penting bagi keberhasilan. Salovey dan Mayer mendefinisikan kecerdasan emosional sebagai kemampuan untuk memahami perasaan diri sendiri untuk berempati terhadap perasaan orang lain dan untuk mengatur emosi, yang secara bersama berperan dalam peningkatan taraf hidup seseorang (Martin, 2003).

 

Prestasi Belajar

Prestasi Belajar berasal dari kata “Prestasi” dan “Belajar”. Prestasi merupakan hasil yang telah dicapai dari yang telah dilakukan dan dikerjakan ( Sugono, 2008 ). Sedangkan pengertian dari belajar adalah tahapan perubahan seluruh tingkah laku individu yang relatif menetap sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif (Syah, 2010). Berdasarkan pendapat Tu’u (2004), prestasi belajar adalah hasil belajar yang dicapai dalam hal ini seseorang ketika mengikuti dan mengerjakan tugas dan kegiatan pembelajaran. Dalam hal ini pembelajaran seorang mahasiswa di perguruan tinggi.

 

D. Metodologi Penelitian Skripsi

Pada penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional.

Penelitian ini dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta pada bulan Januari 2012 sampai dengan bulan Juli 2012.

Populasi pada penelitian ini yaitu mahasiswa program studi kebidanan yang mengikuti organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) di Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Validitas dan reliabilitas merupakan dua hal yang mempunyai peran penting dalam menentukan baik atau tidaknya hasil penelitian. Oleh karena itu alat ukur yang digunakan harus memenuhi syarat valid dan reliabel.

Penelitian ini akan dilakukan dengan pengujian validitas dan reliabilitas untuk menguji kesungguhan jawaban responden.

 

E. Kesimpulan

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan :

1. Terdapat pengaruh yang signifikan antara keaktifan dalam organisasi BEM dan HMJ dengan kecerdasan emosional mahasiswa. Hal ini dibuktikan dengan koefisien korelasi sebesar 0,374 dan signifikansi 0,011. Semakin aktif mahasiswa tersebut dalam organisasi BEM dan HMJ, maka akan semakin meningkat pula kecerdasan emosionalnya.

2. Tidak terdapat pengaruh antara keaktifan dalam organisasi BEM dan HMJ dengan prestasi belajar mahasiswa. Hal ini dibuktikan dengan koefisien korelasi sebesar 0,24 dan signifikansi 0,874. Semakin aktif dalam kegiatan organisasi, maka akan menurunkan prestasi belajarnya.

 

Incoming search terms:

Leave a Reply