HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Skripsi Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw dalam Peningkatan Minat dan Prestasi Belajar

Judul Skripsi : Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw dalam Peningkatan Minat dan Prestasi Belajar Mata Kuliah Sosiologi Keperawatan

 

A. Latar Belakang

Model pembelajaran pada mata kuliah Sosiologi Keperawatan di Program Studi D3 Keperawatan saat ini masih menggunakan model pembelajaran konvensional. Pembelanjaran yang dilakukan hanya Lihat, Catat, Datang (LCD), serta Datang, Duduk, Diam (D3). Aktivitas pembelajaran yang selama ini berpusat pada dosen mengakibatkan proses pembelajaran terasa kering, tidak menyenangkan, membosankan, serta kurang memotivasi mahasiswa untuk belajar. Mahasiswa belum mampu membangun pemahaman mereka sendiri, sehingga mahasiswa kesulitan dalam aplikasi konsep dalam kehidupan sehari-hari, meskipun konsep tersebut sangat terkait dengan praktik keperawatan. Jigsaw merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang melibatkan mahasiswa bekerja secara berkolaborasi untuk mencapai tujuan bersama (Hedden, T. 2003).

Dengan model pembelajaran Jigsaw diharapkan partisiasi mahasiswa dalam proses pembelajaran Sosiologi  Keperawatan akan meningkat. Namun, sampai saat ini belum ada penelitian tentang penerapan pembelajaran kooperatif melalui model Jigsaw dalam meningkatkan minat dan prestasi belajar Sosiologi Keperawatan pada Program Studi D3 Keperawatan. Berdasarkan hasil wawancara dengan mahasiswa D3 keperawatan bahwa Sosiologi Keperawatan termasuk mata kuliah yang sulit dipahami. Walaupun pembelajaran sudah difokuskan pada aspek kognitif, psikomotorik, dan aspek afektif sudah diperhatikan, tetapi mahasiswa masih mengalami kesulitan dalam mengimplementasikan pada praktik keperawatan.

Hal ini menyebabkan mahasiswa kurang percaya diri ketika melaksanakan praktik keperawatan sehingga kesempatan untuk mengembangkan diri berkurang. Salah satu prinsip psikologi belajar menyatakan bahwa semakin besar keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan, maka semakin besar kesempatan untuk mengalami proses belajar. Proses belajar meliputi semua aspek yang menunjang siswa menuju ke pembentukan manusia seutuhnya (a fully functioning person) (Amien, 1987). Hal ini berarti pembelajaran yang baik harus meliputi aspek psikomotorik, aspek afektif, dan aspek kognitif. Oleh karena itu, dosen harus berusaha agar mahasiswa tidak hanya belajar memahami konsep-konsep dan prinsip-prinsip, tetapi mahasiswa juga mengalami proses belajar tentang pengarahan diri sendiri, tanggung jawab, dan komunikasi sosial (Yachin, BM.,et al., 2006).

 

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimanakah menerapkan pembelajaran kooperatif model Jigsaw dapat meningkatkan minat belajar mahasiswa D3 Keperawatan pada mata kuliah Sosiologi Keperawatan?
  2. Bagaimanakah menerapkan pembelajaran kooperatif model Jigsaw dapat meningkatkan prestasi belajar mahasiswa D3 Keperawatan pada mata kuliah Sosiologi Keperawatan?
  3. Mengapa dengan menerapkan pembelajaran kooperatif model Jigsaw, minat dan prestasi mahasiswa D3 Keperawatan pada mata kuliah Sosiologi Keperawatan meningkat?

 

C. Tinjauan Pustaka

Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Jigsaw

Terdapat beberapa variasi jenis Jigsaw pada saat ini. Jigsaw yang pertama kali dikembangkan dan diujicobakan oleh Elliot Aronson dan teman-teman di Universitas Texas dikenal sebagai Jigsaw I, sedangkan Jigsaw yang dikembangkan oleh Slavin dan teman-teman di Universitas John Hopkins dikenal sebagai Jigsaw II. Kedua Jigsaw tersebut berbeda dalam hal ada tidaknya penghargaan kelompok. Terdapat satu jenis Jigsaw III yang dikembangkan oleh Kagan, pelaksanaan Jigsaw III menggunakan dua bahasa (bilingual classroom).

Prestasi Belajar Sosiologi

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005), prestasi adalah hasil yang telah dicapai (dari yang telah dilakukan atau dikerjakan dan sebagainya). Menurut Umar (1996), prestasi belajar berkaitan dengan kemampuan mahasiswa dalam menyerap atau memahami suatu bahan pelajaran yang telah diajarkan. Prestasi belajar dapat menjadi tolak ukur keberhasilan dalam pembelajaran. Menurut  Usman (1993) indikator yang dijadikan tolok ukur keberhasilan pembelajaran adalah sebagai berikut.

 

Materi Pembelajaran Sosiologi keperawatan

Sosiologi Keperawatan merupakan bagian dari kelompok Mata Kuliah Kehidupan Bermasyarakat (MBB). Fokus mata kuliah ini diantaranya: konsep kebudayaan, hubungan manusia, masyarakat dan budaya, religi dalam kehidupan bermasyarakat, permasalahan sosial, proses sosial dan interaksi sosial, perubahan sosial dan kebudayaan, lapisan-lapisan masyarakat, kelompok sosial, lembaga kemasyarakatan, konsep keluarga, perilaku sehat-sakit masyarakat, dan implementasi sosial-budaya pada asuhan keperawatan. Kegiatan pembelajaran menggunakan pembelajaran model Jigsaw.

 

D. Metodelogi Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang diaksanakan dalam dua siklus dan tiap-tiap siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subyek penelitian adalah 48 mahasiswa semester II Program Studi D3 Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surabaya. Sumber data diperoleh dari mahasiswa, tempat, dan peristiwa berlangsungnya aktivitas pembelajaran, dan dokumentasi.

Teknik dan alat pengumpulan data menggunakan angket, observasi, dan wawancara.

Validitas data menggunakan trianggulai sumber data. Analisis data menggunakan analisis kualitatif.

 

E. Kesimpulan

Berdasarkan landasan teori dan didukung adanya hasil analisis serta mengacu pada rumusan masalah dan hipotesis yang telah di uraikan di depan maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

  1. Pembelajaran Sosiologi Keperawatan melalui metode Jigsaw dapat meningkatkan minat belajar mahasiswa.
  2. Pembelajaran Sosiologi Keperawatan melalui metode Jigsaw dapat meningkatkan prestasi belajar mahasiswa.
  3. Pembelajaran Sosiologi Keperawatan melalui metode Jigsaw terbukti mampu mendorong mahasiswa untuk lebih aktif selama proses pembelajaran sehingga minat dan prestasi belajar mahasiswa meningkat.

Leave a Reply