HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Skripsi Pembelajaran IPS Terpadu di SMPN 1 Tanjung Kabupaten Lombok Utara

Judul Skripsi: Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Terpadu di Kelas 2 Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Tanjung Kabupaten Lombok Utara

A. Latar Belakang Masalah

Keberhasilan pembelajarn terpadu sangat tergantung pada efektivitas komponen dasar intruksional dalam hal ini guru, siswa dan materi atau bahan belajarnya. Kesungguhan guru dalam menguasai materi pembelajaran dengan baik maupun sistem pembelajaran sangat mendukung bagi tercapainya pembelajaran yang efektif yang berimplikasi pada pencapaian hasil belajar yang maksimal.

Untuk keberhasilan belajar mengajar ditentukan oleh dua faktor yang berasal dari diri siswa dan dari luar diri siswa. Faktor dari dalam diri siswa yaitu berupa adanya motivasi, sedangkan faktor dari luar siswa meliputi strategi pembelajaran yang dilakukan oleh guru, lingkungan belajarnya, model pembelajarannya, serta keberadaan sarana dan prasarana belajar. Sehingga siswa akan siap dan mampu untuk melaksanakan belajarnya dengan baik, disamping seorang pengajar setidak-tidaknya mengenali siswa secara mendalam, baik latar belakang hidupnya sampai permasalahan yang dihadapinya. Mengingat pentingnya pembelajaran IPS terpadu bagi siswa, maka peneliti berkehendak mengamati pelaksanaan pembelajaran IPS terpadu di kelas 2 SMP Negeri 1 Tanjung kabupaten Lombok Utara.

B. Perumusan Masalah

  1. Apakah pelaksanaan pembelajaran IPS terpadu di kelas 2 SMP Negeri 1 Tanjung sudah sesuai dengan RPP yang dikembangkan oleh guru?
  2. Kendala-kendala apa yang dihadapi oleh guru IPS dalam implementasi pembelajaran IPS terpadu di kelas 2 SMP Negeri 1 Tanjung kabupaten Lombok Utara?
  3. Bagaimana cara guru mengatasi kendala pembelajaran IPS terpadu di kelas 2 SMP Negeri 1 Tanjung kabupaten Lombok Utara?

C. Kajian Teori

Pengertian Pembelajaran

Pembelajaran adalah proses yang sistematik yang terdiri dari beberapa komponen yaitu guru, murid, materi atau bahan (kurikulum) dan lingkungan belajar yang membantu suksesnya belajar anak (Dick, Carey dan Carey, 2001: 2). Pembelajaran adalah proses yang diselenggarakan oleh guru untuk membelajarkan siswa dalam belajar bagaimana belajar memperoleh dan memproses pengetahuan, ketrampilan (Dimyanti dan Mudjiono, 2002: 157). Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, material, falsilitas, perlengkapan, dan prosedur yang saling mempengaruhi untuk mencapai tujuan pembelajaran (Oemar Hamalik, 2001: 57).

Model-Model Pembelajaran Terpadu

Pembelajaran terpadu dibedakan berdasarkan pada pengintegrasian materi atau tema. Berdasarkan pola tersebut, Fogarty (1991: 25) menemukakan bahwa terdapat sepuluh model pembelajaran terpadu, yaitu:

  • terpisah (fragmented)
  • terhubung (connected)
  • tersarang (nested)
  • terurut (sequenced)
  • terbagi (shared)
  • terjaring (webbed)
  • terikat (threaded)
  • terpadu (integrated)
  • tebenam (immersed)
  • jaringann (networked)

Dari kesepuluh model pembelajaran tersebut dapat diklasifikasikan menjadi tiga klasifikasi pengintegrasian kurikulum, yakni: pertama, pengintegrasian di dalam satu disiplin ilmu, kedua, pengintegrasian beberapa disiplin ilmu, ketiga, pengintegrasian di dalam dan beberapa disiplin ilmu.

Pembelajaran IPS Terpadu

Pembelajaran pada hakekatnya adalah proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya, sehingga terjadi perubahan prilaku kearah yang lebih baik. Dalam interaksi tersebut banyak sekali faktor yang mempengaruhinya, baik faktor internal maupun eksternal yang datang dari lingkungan. Dalam pembelajaran, tugas guru yang paling utama adalah mengkondisikan lingkungan agar menunjang terjadinya perubahan prilaku bagi peserta didik (E. Mulyasa, 2007 : 255).

D. Metodologi Penelitian

Penelitian ini mengambil lokasi di SMP Negeri 1 Tanjung Kabupaten Lombok Utara Tahun 2010/2011.

Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Sumber data diperoleh dari informan, peristiwa, dan dokumen.

Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi atau pengamatan, dan analisis dokumen.

Uji keterpercayaan data melalui teknik triangulasi. Hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan model analisis interaktif.

E. Kesimpulan

Dari hasil temuan tentang pembelajaran IPS terpadu di kelas 2 SMP Negeri 1 Tanjung dapat disimpulkan sebagai berikut: yang pertama adalah pelaksanaan pembelajaran IPS terpadu belum sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang disusun oleh guru SMP Negeri 1 Tanjung, karena dalam pelaksanaannya tidak semua topik bisa dipadukan.

Kedua pendekatan pembelajaran yang digunakan adalah pendekatan factual, yakni menyampaikan ilmu pengetahuan tentang peristiwa-peristiwa yang dialami dalam kehidupan sehari-hari dan melatih siswa berfikir kritis terhadap permasalahan sosial yang ada.

Ketiga tujuan pembelajaran IPS terpadu di SMP Negeri 1 Tanjung adalah agar siswa peka dan peduli terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat.

Leave a Reply