HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Model-Model Pembelajaran

Model Pembelajaran

Ragam ataupun model pembelajaran kooperatif atau Cooperative Learning cukup banyak seperti :

  • Learning Together,
  • TGT (Teams Games Tournament),
  • Group Investigation (GI),
  • Constructive controversy,
  • Jigsaw,
  • Jigsaw I,
  • Jigsaw II.

Berkaitan dengan model model pembelajaran seperti disampaikan Nesrin (2004:49) menyatakan bahwa :

Cooperative learning method includes many technique. Some of these are : Learning Together, Team games-tournaments, Group investigation, Constructive controversy, Jigsaw producers.

Model pembelajaran kooperatif tentu saja bukan hal baru. Para guru sudah menggunakannya selama bertahun-tahun dalam bentuk kelompok laboratorium, kelompok tugas, kelompok diskusi dan sebagainya. Salah satu cara bagi para guru agar siswa belajar secara aktif dalam kelas adalah dengan memberi kesempatan bagi siswa untuk belajar bersama-sama dalam kelompok-kelompok kecil (Garfield, J).

Model pembelajaran kooperatif belum banyak digunakan/diterapkan dalam proses belajar mengajar disekolah, walaupun masyarakat Indonesia pada umumnya memiliki sifat gotong royong saling tolong menolong dalam bermasyarakat. Padahal semua model pembelajaran kooperatif menyumbangkan ide bahwa siswa yang bekerja sama dalam belajar dan bertanggung jawab terhadap teman satu timnya mampu membuat diri mereka belajar sama baiknya.

Tujuan dan Proses Pembelajaran Kooperatif

Terkait dengan tujuan dan proses pembelajaran kooperatif, Ozkan (2010) menyatakan bahwa:

The main aim of cooperative learning is to increase both their own and their friends’ learning to the top level. It should be organized in such a way that every member in the group should know that the other members of the group can’t learn before s/he does.

The main aim of cooperative learning is to increase both their own and their friends’ learning to the top level. It should be organized in such a way that every member in the group should know that the other members of the group can’t learn before s/he does. Every member of the group should help all the other members to learn. In order to carry out cooperative learning successfully, me group must have a purpose, and all die students in the group should undertake responsibility to achieve the aim of the group and try to get the group reward. In this approach, students should combine their own efforts with those of their friends in the group because the essence of Uns approach is “either we swim together or we sink together”. No matter what his/her success level is, every student should believe that s/he does what s/he can to contribute to the success of the group. Every group member should be aware of concepts of commitment of aim and commitment of success. In this method, the group members should be in face-to-face interaction. This interaction is obtained by helping each other, giving feedback, relying on each omer, discussing, encouraging, etc”.

Artinya bahwa tujuan utama dari pembelajaran kooperatif adalah untuk meningkatkan pembelajaran dirinya (siswa) dan teman-temannya kepada prestasi tertinggi. Pembelajaran kooperatif harus diorganisasikan dengan jalan setiap anggota kelompok harus memahami bahwa anggota yang lain tidak dapat belajar sebelum dia (siswa tersebut) melakukan (belajar). Setiap anggota kelompok harus membantu anggota yang lain untuk belajar.

Untuk membuat pembelajaran kooperatif berhasil, setiap kelompok harus mempunyai tujuan, dan semua siswa dalam kelompok harus mengambil tanggung jawab untuk mencapai tujuan kelompok dan mencoba untuk memperoleh penghargaan kelompok. Dalam pendekatan kooperatif ini, siswa harus menggabungkan usahanya dengan teman-temannya yang lain dalam kelompok, sebagaimana pepatah “berenang bersama atau tenggelam bersama”.

Setiap siswa harus percaya bahwa dia dapat memberikan kontribusi untuk kesuksesan kelompok. Setiap anggota kelompok harus sadar dan berkomitmen terhadap tujuan dan berkomitmen untuk sukses. Dalam model ini, setiap anggota kelompok harus berinteraksi langsung. Interaksi ini dicapai dengan saling membantu, memberi umpan balik, saling ketergantungan, diskusi, saling memberikan semangat dan lain-lain.

Incoming search terms:

Leave a Reply