HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Metode Demonstrasi dengan Media Animasi dan 2D dari Kemampuan Berpikir

Latar Belakang Masalah Pembelajaran Metode Demonstrasi dengan Menggunakan Media

 

Pembelajaran tentang sistem peredaran darah manusia meliputi alat peredaran darah dan proses peredaran darah. Proses peredaran darah manusia sangat sulit diajarkan dengan eksperimen karena berhubungan dengan proses didalam tubuh manusia yang tidak dapat diamati. Untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran dibutuhkan suatu alat bantu / media yang dapat mengambarkan proses itu.

Pada umunya media pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran sistem peredaran darah adalah media dua dimensi berupa penampang alur aliran darah torso tubuh manusia. Rustaman (2003) dalam Depdiknas (2003:17) “Media jenis sistem peredaran darah pada manusia yang berupa penampang alur aliran darah torso tubuh manusia adalah media model 2 D. Dengan media 2 dimensi tersebut hasil belajar siswa kurang memuaskan. Selama ini nilai yang diperoleh siswa SMP Negeri 1 Ngraho Kabupaten Bojonegoro lebih dari 45 % tidak memenuhi skor KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal).

Oleh karena itu pembelajaran dengan media 2 dimensi perlu adanya inovasi berupa media berbasis komputer yang lebih dapat memberikan pemahaman tentang proses peredaran darah. Dimana dengan menggunakan media komputer siswa diharapkan lebih mampu memahami dan menggambarkan proses peredaran darah yang sebenarnya yang terjadi pada tubuh manusia.

 

Perumusan Masalah

  1. Apakah penggunaan media Animasi (Program Macromedia Flash Animasi Sistem Peredaran Darah pada Manusia) dan 2D berpengaruh terhadap prestasi belajar IPA (Biologi) pada materi sistem peredaran darah manusia?
  2. Apakah terdapat perbedaan tingkat kemampuan berpikir siswa terhadap prestasi belajar IPA (Biologi) pada materi sistem peredaran darah manusia?
  3. Apakah terdapat perbedaan pengaruh antara gaya belajar terhadap prestasi belajar IPA (Biologi) pada materi sistem peredaran darah manusia?

 

Kajian Teoritis

  • Media 2 Dimensi

Media model yakni tiruan dua dimensi (2D) dari benda sebenarnya Ukuran model memungkinkan lebih besar, sama atau lebih kecil dari benda sebenarnya. Model dapat diwujudkan dengan detil, lengkap atau justru penyederhanaan benda sebenarnya.

  • Media Komputer Program Animasi

Pesatnya perkembangan tekhnologi dewasa ini telah mampu menciptakan banyak program aplikasi komputer yang dapat memunculkan animasi sebagai salah satu hasil kreativitas yang mendekati sempurna dan benar-benar hidup. Perkembangan tekhnologi sekarang ini dapat membantu para guru membuat media yang menarik, yang tentunya dikondisikan sesuai kelas masing-masing dan materi yang akan disampaikan.

  • Metode Demonstrasi

Metode demonstrasi adalah penyampaian pelajaran lisan atau tertulis yang dilakukan oleh guru dikelas ataupun di laboratorium, sedangkan siswa mendengarkan dengan teliti juga mencatat pokok-pokok penting yang dikemukakan oleh guru.

  • Pengaruh kemampuan tingkat berpikir

Hasil belajar dicapai oleh siswa dipengaruhi dua faktor utama yaitu faktor dari dalam diri siswa dan faktor dari luar diri siswa atau sering disebut faktor lingkungan.

  • Gaya Belajar Siswa

Gaya belajar siswa adalah suatu cara yang dimiliki siswa sehingga siswa dapat merasakan belajar yang nyaman dan menyenangkan.

 

Metode Penelitian

Metode Penelitian ini dilakukan dengan cara memberikan pembelajaran dengan media animasi untuk kelompok eksperimen 1 dan pembelajaran dengan menggunakan media 2 dimensi untuk kelompok eksperimen 2, metode yang digunakan demonstrasi. Setelah dilakukan proses pembelajaran prestasi belajar diukur dengan tes, sedangkan kemampuan berpikir dan gaya belajar diukur sebelum pembelajaran.

Kemampuan berpikir dan gaya belajar diukur dengan angket.

 

Kesimpulan

  1. Terdapat pengaruh pembelajaran Biologi dengan media Animasi dan media 2 Dimensi terhadap prestasi belajar siswa, prestasi belajar dengan media animasi lebih baik dari pada media model 2 Dimensi hal ini disebabkan siswa dapat melihat aliran sistem peredaran darah manusia dengan mengamati secara langsung sehingga lebih memberikan kesan mendalam terhadap pemahaman informasi yang diterimanya.
  2. Tidak terdapat pengaruh pembelajaran Biologi dengan Kemampuan Berfikir Abstrak dan Konkrit terhadap prestasi belajar siswa disebabkan peneliti tidak memisahkan hasil analisa pengujian tes prestasi secara tersendiri butir butir soal yang pada proses pembelajaran butir soalnya tidak didukung oleh media baik animasi maupun 2 dimensi, mengingat tes prestasi yang diadakan mengacu pada satu kesatuan kompetensi dasar materi sistem peredaran darah pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan.
  3. Tidak terdapat pengaruh pembelajaran Biologi dengan Gaya Belajar Visual, Auditorial, dan Kinestatis terhadap prestasi belajar siswa. Kebiasaan siswa yang selama ini memperoleh pembelajaran hanya dengan metode ceramah mengakibatkan gaya belajar yang ada pada diri siswa tidak muncul. Faktor berikutnya yang menjadikan gaya belajar siswa tidak menunjukkan perbedaan perpaduan aspek verbal dan visual dalam suatu proses belajar mengajar memungkinkan seseorang untuk menunjukkan kemampuan mengingat yang relatif tinggi. Kenyataan tersebut menunjukkan bahwa kemampuan visual perlu adanya kemampuan dukungan verbal. Dengan dukungan kemampuan verbal diharapkan gaya belajar siswa akan berpengaruh pada prestasi belajar siswa, dengan tidak didukungnya oleh kemampuan verbal gaya belajar tidak selalu memberikan pengaruh pada prestasi belajar siswa.

Leave a Reply