HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Media Bongkar Pasang Konfigurasi Elektron dan Komputer dari Kreativitas dan Gaya Belajar

Judul Tesis : Pembelajaran Kimia Menggunakan Media Bongkar Pasang Konfigurasi Elektron dan Komputer Ditinjau dari Kreativitas dan Gaya Belajar Siswa

A. Latar Belakang Masalah

Pembelajaran konfigurasi elektron sebelumnya disajikan secara konvensional, tidak menggunakan media/ alat peraga. Siswa sulit memahami konsep-konsep didalamnya, pembelajaran jadi membosankan, dan tidak menarik untuk diikuti. Alat peraga bongkar pasang konfigurasi elektron mudah dibuat baik oleh guru maupun siswa, bahan yang digunakan mudah didapat, relatif murah, dan dapat divariasi sesuai dengan kreativitas kita, mudah dimainkan dan dapat memuat beberapa informasi dalam struktur atom. Alat ini dapat digunakan secara perorangan dan atau berkelompok. Dengan demikian diharapkan alat ini dapat digunakan dalam dalam pembelajaran struktur atom, dan menjadikan suasana menjadi dinamis, inovatif, kreatif, memberikan nuansa belajar sambil bermain serta menyenangkan. Pada akhirnya diharapkan dapat menaikkan prestasi belajar siswa dan menjadikan kimia pelajaran yang disukai dan selalu diharapkan kehadirannya oleh siswa.

Untuk mengetahui bahwa proses pembelajaran dapat berlangsung dan sejauh mana siswa berhasil menguasai materi pembelajaran maka diperlukan alat ukur keberhasilan siswa dalam pembelajaran yaitu tes prestasi belajar. Tes prestasi belajar merupakan alat pengukuran dibidang pendidikan yang sangat penting artinya sebagai sumber informasi guna mengambil keputusan. ”Teknik penilaian melalui tes dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu tes tertulis, lisan dan perbuatan. Test tertulis yaitu tes yang soal-soalnya harus dijawab siswa secara tertulis. Tes lisan yaitu tes yang pelaksanaannya dilakukan dengan tanya jawab secara langsung antara guru dan siswa. Tes perbuatan yaitu tes penugasannya disampaikan dalam bentuk lisan atau tertulis dan pelaksanaan tugasnya dinyatakan dalam bentuk perbuatan atau penampilan.” (Safari, 2003 : 7 – 8).

B. Perumusan Masalah

  1. Apakah terdapat pengaruh penggunaan alat peraga bongkar pasang konfigurasi elektron dan komputer terhadap prestasi belajar kimia?
  2. Apakah terdapat pengaruh kreativitas siswa katagori tinggi, sedang dan rendah terhadap prestasi belajar kimia?
  3. Apakah terdapat pengaruh gaya belajar siswa terhadap prestasi belajar kimia?

C. Kajian Pustaka

Media Konfigurasi Elektron

Istilah media berasal dari bahasa latin yang merupakan bentuk jamak dari “medium” yang secara harfiah berati perantara atau pengantar. Makna umumnya adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan informasi dari sumber belajar informasi kepada penerima informasi. Proses belajar mengajar pada dasarnya juga merupakan proses komunikasi sehingga media yang digunakan dalam pembelajaran disebut media pembelajaran.

Media Bongkar Pasang

Bongkar pasang merupakan alat permainan yang populer dikalangan anakanak. Ditingkat taman kanak-kanak (TK), dikenal bongkar pasang untuk pakaian, memasangkan potongan gambar (puzzle) dan lain-lain. Di SD dan seterusnya mulai dikembangkan scrable untuk mengenal berbagai istilah dan pemahaman konsepnya, serta mengenal berbagai istilah dalam mata pelajaran.

Media Komputer

Komputer adalah mesin yang dirancang khusus untuk memanipulasi informasi yang diberi kode, mesin elektronik yang otomatis melakukan pekerjaan dan perhitungan sederhana dan rumit. Satu unit computer terdiri atas empat komputer dasar, yaitu input (misalnya keyboard dan writing pad), prosesor (CPU: unit pemrose data yang diinput), penyimpan data (memori yang akan menyiman data yang akan diproses oleh CPU baik secara permanen (ROM) maupun untuk sementara (RAM), dan output (misalnya layar, monitor, printer atau plotter).

Kreativitas

Menurut UU. No. 20 Tahun 2003 sikap kreatif merupakan salah satu tujuan pendidikan nasional. Kenyataan di lapangan pengembangan kreativitas tampaknya selalu menjadi wilayah yang paling sering terabaikan, padahal kreativitas atau daya cipta adalah adalah wilayah manusia yang paling unik dan sekaligus membedakan dari makhluk lainnya. Kreativitas adalah bentuk aktivitas imajiatif yang mampu menghasilkan sesuatu bersifat orisinil, murni, asli dan bermakna (Anna Craft, 2004).

Gaya Belajar

Setiap siswa memiliki cara-cara yang berbeda-beda dalam melakukan aktivitas belajarnya. Perbedaan yang dimiliki individu pebelajar oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi meliputi perkembangan intelektual, kemampuan berbahasa, latar belakang pengalaman, cara/ gaya belajar, bakat dan minat, dan kepribadian (Gino, dkk,1996:6). Gaya belajar merupakan cara yang cenderung dipilih seseorang untuk menerima informasi dari lingkungan dan memprosesnya.

D. Metodologi Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Banjarmasin Propinsi Kalimantan Selatan.

Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Banjarmasin sebanyak 5(lima) kelas.

Dalam penelitian ini diambil empat kelas dari semua kelas XI IPA yang menjadi populasi sebagai sample penelitian yaitu kelas XI IPA 1 dan XI IPA 4.

Metode yang digunakan pada penelitian adalah metode eksperimen yang melibatkan satu atau lebih kelompok eksperimen tanpa melibatkan kelompok kontrol.

E. Kesimpulan

1. Tidak ada perbedaan pengaruh penggunaan media Bongkar pasang konfigurasi dan komputer terhadap prestasi belajar kimia pada materi model atom dan sistem periodik unsur. Hal ini dapat dilihat pada rata-rata nilai prestasi belajar kimia yang menunjukkan adanya peningkatan, sebab hasil kedua kelas, bopakon dan komputer masing-masing memperoleh rerata prestasi 84,737 dan 85,686. Dengan demikian kedua media pembelajaran ini sama-sama dapat meningkatkan prestasi belajar kimia pada materi model atom dan sistem periodik unsur dan kedua media pembelajaran ini sama-sama dapat digunakan dalam pembelajaran kimia khususnya pada materi model atom dan sistem periodik unsur, walaupun tidak ada pengaruh penggunaan alat peraga bongkar pasang konfigurasi elektron dan alat peraga konfigurasi elektron menggunakan komputer terhadap prestasi belajar kimia.

2. Tingkat Kreativitas Siswa pada dua kelompok siswa diketahui tidak memberikan efek berbeda terhadap pencapaian prestasi belajar kimia. Kreativitas tinggi dan rendah diukur berdasarkan skor nilai yang diperolehnya. Sebagian besara siswa memperoleh skor diatas rata-rata dimana siswa yang memiliki tingkat kreativitas tinggi mendapatkan rerata prestasi 84,988, sedangkan siswa yang memiliki tingkat kreativitas rendah mendapatkan rerata prestasi 85,656. Tidak ada pengaruh perbedaan kreativitas siswa terhadap prestasi belajar kimia pada materi pokok model atom dan sistem periodik unsur.

3. Gaya belajar siswa diharapkan memberikan pengaruh terhadap prestasi belajar kimia materi model atom dan sistem periodik unsur. Namun, pada kenyataannya tidak memberikan pengaruh. Gaya belajar yang diamati pada penelitian ini adalah kecenderungan yang lebih besar yang dimiliki tiap individu. Dari hasil uji analisis mean (rerata) diperoleh informasi bahwa siswa dengan gaya belajar visual adaalah 85,774 dan rerata prestasi siswa kinestetik 85,122. Siswa dengan kecenderungan gaya belajar visual memberikan prestasi dengan mean lebih baik, namun berdasrkan hasil analisa data tidak ada pengaruh perbedaan gaya belajar terhadap prestasi belajar kimia pada materi pokok model atom dan sistem periodik unsur.

Incoming search terms:

Leave a Reply