HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Skripsi Kooperatif Tipe Jigsaw untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar

Judul Skripsi : Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Mata Kuliah Analisa Obat dan Narkoba

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan pilar tegaknya bangsa; Melalui pendidikan bangsa akan tegak mampu menjaga martabat. Dalam UU No. 20 tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 3, disebutkan “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. (UU Sisdiknas 2003).

Simulasi Pembelajaran Tipe Jigsaw Skripsi Kooperatif Tipe Jigsaw untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar

Simulasi Pembelajaran Tipe Jigsaw

Salah satu indikator pendidikan berkualitas adalah perolehan nilai hasil belajar. Hasil belajar siswa tidak terlepas dari kemampuan guru mengembangkan model-model pembelajaran yang berorientasi pada peningkatan intensitas keterlibatan siswa secara efektif di dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu seorang pendidik harus dapat menciptakan kondisi pembelajaran yang memungkinkan siswa dapat belajar secara aktif dan menyenangkan sehingga siswa dapat meraih hasil belajar dan prestasi yang optimal. Terdapat beberapa prinsip belajar dalam pembelajaran antara lain kesiapan belajar, perhatian, motivasi, keaktifan siswa, mengalami sendiri, pengulangan, materi pelajaran yang menantang, balikan dan penguatan dan perbedaan individual.

 

B. Rumusan masalah

  1. Bagaimanakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw mampu meningkatkan motivasi belajar mahasiswa?
  2. Bagaimanakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw mampu meningkatkan hasil belajar mahasiswa?

 

C. Kajian Teori

Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw

Pembelajaran kooperatif tipeJigsaw pertama kali dikembangkan oleh Aronson. dkk di Universitas Texas. Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw merupakan model pembelajaran kooperatif, siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri dari 4-5 orang dengan memperhatikan keheterogenan, bekerjasama positif dan setiap anggota bertanggung jawab untuk mempelajari masalah tertentu dari materi yang diberikan dan menyampaikan materi tersebut kepada anggota kelompok yang lain.

 

Pengertian Motivasi

Motivasi merupakansuatu pendorong untuk berbuat dengan tujuan untuk mencapai sesuatu tujuan atau kesuksesan.Menurut Masnur motivasi adalah daya atau perbuatan yang mendorong seseorang, tindakan atau perbuatan merupakan gejala sebagai akibat dari adanya motivasi tersebut. Seorang siswa dapat belajar dengan giat karena motivasi dari luar dirinya, misalnya adanya dorongan dari orang tuanya atau gurunya, janji- janji yang diberikan apabila ia berhasil dan sebagainya.

 

Mata Kuliah Analisa Obat dan Narkoba

Mata kuliah analisa Sediaan obat terdiri dari rancangan pembelajaran selama satu semester yang terdiri dari informasi umum, deskripsi mata kuliah, strategi pembelajaran, sumber rujukan.

  • Informasi umum, meliputi :

Kode/nama mata kuliah:FM.401/Analisa obat dan Narkoba, terdiri 5 SKS(Teori : 2, Praktikum : 3), Dosen : Endang Ernawaningtyas

  • Deskripsi mata kuliah

Mata kuliah analisa obat merupakan salah satu kelompok dari mata kuliah perilaku berkarya (MPK) berdasarkan GBPP dan Kurikulum Depkes tahun 2003. Mata kuliah ini bertujujuan memberikan kemampuan mahasiswa melakukan pengujian obat baik berupa bahan baku maupun dalam bentuk sediaan obat, meliputi karakteristik mutu sesuai dengan farmakope dan menginterpretasikan, menyimpulkan serta mendokumentasikan hasil pengujian.

  • Strategi pembelajaran

Untuk mencapai tujuan pembelajaran,mata kuliah ini menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw, yaitu dosen membagi siswa ke dalam kelompok belajar kooperatif, yang terdiri atas 4-5 orang siswa sehingga setiap anggota bertanggung jawab terhadap penguasaan setiap komponen atau sub topik yang di tugaskan dosen dengan sebaik-baiknya.

 

D. Metoodelogi Penelitian

Penelitihan ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research), dilakukan dalam dua siklus, masing- masing siklus terdiri dari empat tahapan, yaitu : perencanaan, tindakan, hasil pengamatan, dan refleksi.

Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tiga cara yaitu, observasi, tes dan angket.

 

E. Kesimpulan

1. Penerapan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw pada pembelajaran analisa obat dan narkoba mahasiswa semester V Akafarma Sunan Giri Ponorogo efektif meningkatkan motivasi belajar mahasiswa. Hal ini dapat diamati dari temuan selama tindakan kelas, yang ditunjukkan selama kegiatan proses pembelajaran dan hasil angket motivasi . Dari segi selama kegiatan proses pembelajaran dapat diamati dengan :

  • mahasiswa terlihat aktif baik saat dalam kegiatan pembelajaran dikelompok ahli maupun kelompok asal
  • Mahasiswa terlihat antusias mengikuti semua tahapan pembelajaran
  • mahasiswa merasa lebih senang karena bisa bertukar pendapat dengan teman, menerangkan materi pada temannya Sedangkan dari angket motivasi terjadi peningkatan motivasi belajar mahasiswa pada kondisi awal dengan motivasi belajar mahasiswa pada kondisi akhir.

2. Penerapan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw pada pembelajaran analisa obat dan narkoba pada mahasiswa semester V Akafarma Sunan Giri Ponorogo efektif untuk meningkatkan hasil belajar mahasiswa. Hal ini dapat diamati dari hasil nilai akhir dan rata- rata kelas yang mengalami peningkatan. Pada tes kemampuan awal sebelum dilakukan tindakan nilai rata- rata kelas sebesar 40,47 dan tidak ada satupun mahasiswa yang mencapai nilai tuntas, pada hasil tes akhir siklus 1 ratarata kelas mencapai 75 sebanyak 84,2% mahasiswa telah mencapai nilai hasil belajar tuntas (KKM = 68). Pada akhir siklus 2 rata- rata kelas tercapai sebesar 82,89. sebanyak 94,74 % mahasiswa telah mencapai nilai hasil belajar tuntas.

Incoming search terms:

Leave a Reply