HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Kesepadanan Makna dan Keberterimaan Bahasa Informal

CONTOH TESIS – ANALISIS KESEPADANAN MAKNA DAN KEBERTERIMAAN BAHASA INFORMAL PADA TERJEMAHAN TUTURAN SLANG DALAM NOVEL P.S. I LOVE YOU KARYA CECELIA AHERN

e840a780cc37a367445436a706e9ede8 Tesis Kesepadanan Makna dan Keberterimaan Bahasa Informal

 

Latar Belakang Masalah Tesis

Penerjemah mengambil keputusan untuk menerjemahkan kata ‘bloody’ menjadi ‘sialan’. Bisa dilihat bahwa dalam konteks yang berbeda, dalam kalimat ini kata ‘bloody’ sebagai  slang  mewakili makna yang berbeda pula. Sudah bisa dipastikan bahwa masalah pasti akan muncul ketika seorangpenerjemah berhadapan dengan bahasa  slang. Selain konteks situasi dan latar belakang budaya bahasa sumber, penerjemah juga harus berhati-hati dalam memutuskan apakah tepat menerjemahkan ‘bloody day’ menjadi ‘hari istimewa’ ataupun ‘bloody light’ menjadi ‘lampu sialan’.

Dalam dua contoh kasus di atas, kandungan bahasa informal dalam tuturan terlihat melalui penggunaan istilah ‘bloody’. Dalam terjemahannya, penerjemah memberikan kesan kandungan bahasa informal melalui penanda istilah  sialan dalam kasus kedua dan meskipun tidak ditemukan penanda dalam bentuk tuturan, terjemahan kasus yang pertama mengandung gaya bahasa informal tersebut dalam intonasi baca dan kesan makna di dalamnya.

Uraian di atas melandasi penyusunan tesis ini bahwa masalah penerjemahan tuturan  slang perlu untuk dikaji lebih lanjut karena bahasa dan budaya yang melatarbelakanginya lah  yang menjadi ladang yang perlu diolah oleh seorang penerjemah. Dalam penelitian ini, dibahas pula mengenai teknik apa saja yang digunakan penerjemah untuk menerjemahkan berbagai tuturan slang  yang ditemukan dan juga tinjauan kualitas terjemahan dari aspek kesepadanan makna dan keberterimaan bahasa informal oleh pembaca dan para responden yang berkompeten dalam bidang bahasa dan penerjemahan.

 

Rumusan Masalah Tesis

Masalah yang akan dikaji dalam tesis ini akan dipaparkan sebagai  berikut:

  1. Bagaimanakah bentuk tuturan slang yang terdapat dalam novel P.S.I Love You  karya Ceceilia Ahern dan terjemahannya dalam novel dengan judul yang sama oleh Monica Dwi Chresnayani?
  2. Apa saja teknik penerjemahan yang digunakan oleh penerjemah dalam menerjemahkan tuturan slang yang terdapat dalam novel P.S. I Love You karya Cecilia Ahern?
  3. Bagaimanakah kesepadanan dan keberterimaan makna serta keberterimaan bahasa informal terjemahan tuturan slang  dalam novel  P.S. I Love You dalam bahasa sasaran?

 

Tujuan Penelitian Tesis

Sesuai dengan rumusan masalah yang dipaparkan di atas, penulis memiliki tujuan untuk mendapatkan informasi yang mendalam tentang:

  1. Bentuk tuturan slang  yang terdapat dalam novel  P.S. I Love You karya Cecilia Ahern dan terjemahannya dalam novel dengan judul yang sama oleh Monica Dwi Chresnayani.
  2. Teknik penerjemahan yang digunakan oleh penerjemah dalam menerjemahkan tuturan slang yang terdapat dalam novel P.S. I Love You karya Cecilia Ahern
  3. Kesepadanan dan keberterimaan makna serta keberterimaan bahasa informal teks terjemahan tuturan slang yang terdapat dalam novel P.S. I Love You dalam bahasa sasaran.

 

Kesimpulan

Setelah melakukan proses penelitian sebagaimana yang tercantum dalam langkah-langkah penelitian dalam bab III, peneliti mendapatkan hasil penelitian beserta pembahasan mengenai kualitas terjemahan dilihat dari kesepadanan dan keberterimaan makna serta keberterimaan bahasa informal yang digunakan seperti yang telah disajikan dalam bab IV.

Peneliti menggunakan sejumlah 95 data tersampling yang dibagi menjadi 26 kategori, yaitu

  1. Penerjemahan slang ‘bloody’ sejumlah 30 data,
  2. Penerjemahan slang ‘Hiya’ sejumlah 10 data,
  3. Penerjemahan slang ‘Da’ sejumlah 3 data,
  4. Penerjemahan slang ‘arse’ sejumlah 3 data,
  5. Penerjemahan slang ‘shite’ sejumlah 8 data,
  6. Penerjemahan slang ‘dry shite’ sejumlah 2 data,
  7. Penerjemahan slang  ‘Jaysus’ sebanyak 3 data,
  8. Penerjemahan slang ‘screw’ sejumlah 6 data,
  9. Penerjemahan slang ‘kip’ sejumlah 2 data,
  10. Penerjemahan slang ‘nuts’ sebanyak 2 data,
  11. Penerjemahan slang ‘quid’ sejumlah 1 data,
  12. Penerjemahan slang ‘ride’ sejumlah 1 data,
  13. Penerjemahan slang ‘scarlet’ sejumlah 1 data,
  14. Penerjemahan slang ‘eejit’ sejumlah 1 data,
  15. Penerjemahan slang ‘dope’ sejumlah 1 data,
  16. Penerjemahan slang ‘feck’ sejumlah 1 data,
  17. Penerjemahan slang  ‘feck off’ sejumlah 2 data,
  18. Penerjemahan slang ‘local’ sejumlah 8 data,
  19. Penerjemahan slang ‘grand’ sejumlah 2 data,
  20. Penerjemahan slang ‘dodgy’ sejumlah 1 data,
  21. Penerjemahan slang ‘wreck’ sejumlah 1 data,
  22. Penerjemahan slang ‘oddball’ sejumlah 1 data,
  23. Penerjemahan slang ‘dump’ sejumlah 1 data,
  24. Penerjemahan slang ‘knackered’ sejumlah 1 data,
  25. Penerjemahan slang ‘eefing and blinding’ sejumlah 1 data, dan
  26. Penerjemahan slang ‘balls’ sejumlah 1 data.

Terjemahan slang dalam bahasa sasaran menggunakan variasi teknik reduction,  calque,  variation, dan  naturalized borrowing. Penggunaan teknik reduction berpengaruh pada kekurang sepadanan makna dalam terjemahan, sedangkan terjemahan sepadan banyak ditemukan dari hasil penggunaan teknik calque dan  naturalized borrowing. Perbedaan kebudayaan berpengaruh pada keberterimaan dalam penggunaan bahasa, dalam hal ini tuturan slang yang ditemukan. Penerjemah dinilai cukup berhasil mengatasi masalah tersebut dengan menggunakan teknik  variation dalam menerjemahkan slang bahasa sumber ke bahasa sasaran.

Dari penilaian terhadap kesepadanan makna terjemahan, terdapat 81 data atau 85,26% dari keseluruhan jumlah data yang termasuk dalam tingkat makna sepadan, 11 data atau 12,63% dari 95 data dinilai ke dalam tingkat makna kurang sepadan, sedangkan sisa 3 data atau 2,10% merupakan data dengan tingkat kesepadanan rendah.

Pada tinjauan keberterimaan makna, persentase tertinggi ditemukan pada tingkat keberterimaan berterima dengan 90,52% atau 86 dari 95 data. 6 data lain termasuk dalam tingkat keberterimaan makna kurang dan sisa 2,10% merupakan data terjemahan yang mempunyai tingkat keberterimaan makna rendah. Sedangkan penilaian keberterimaan dalam penggunaan bahasa informal terbagi dalam tingkat berterima (65,26%) dan kurang berterima (34,73%). Dengan skala penilaian 1-3, tidak ditemukan adanya terjemahan yang dinilai dalam tingkat keberterimaan rendah. Dari jumlah data dan persentase yang ditemukan dalam hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terjemahan slang dalam novel  P.S. I Love You ke dalam terjemahannya memiliki rata-rata kualitas baik.

Leave a Reply