HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Kesepadanan Makna Terjemahan Berita Nasional

CONTOH TESIS – ANALISIS KESEPADANAN MAKNA TERJEMAHAN BERITA INTERNASIONAL YANG TERBIT DI KORAN SEPUTAR INDONESIA

kesepadanan makna bahasa berita nasional Tesis Kesepadanan Makna Terjemahan Berita Nasional

 

Latar Belakang Masalah

Kesepadanan dan kualitas merupakan hal yang terkait erat. Sebuah terjemahan dianggap berkualitas jika mampu menghasilkan padanan yang paling optimal antara bahasa sumber dengan bahasa sasaran.

The notion of equivalence is the conceptual basis of translation and, to quote Catford, the central problem of translation practice is that of finding TL equivalents. A central task of translation theory is therefore that of defining the nature and conditions of translation equivalence (House, 1965 dalam Cuellar).

Kesepadanan itu sendiri oleh para pakar penerjemahan disampaikan dalam berbagai konsep, dengan beragam parameter. Dalam penelitian ini, konsep kesepadanan yang dimaksud adalah kesepadanan makna, atau keakuratan. Dalam beberapa rujukan tentang indikator terjemahan yang berkualitas, kesepadanan makna atau keakuratan merupakan indikator terjemahan yang berkualitas,disamping keterbacaan dan keberterimaan.

Untuk mengukur tingkat kesepadanan makna, peneliti membandingkan teks bahasa sumber dengan bahasa sasaran dengan mempertimbangkan:

  1. tipe teks,
  2. ciri kebahasaan yang digunakan dan
  3. faktor-faktor ekstralinguistik.

Instrumen pengukur yang digunakan adalah Accuracy-rating instrument yang diadaptasi Nababan (2004) dari Nagao, Tsujii dan Nakamura (1988). Instrumen ini menggunakan skala 1 sampai 4 untuk merujuk pada tingkat keakuratan terjemahan. Penulis menggunakan instrumen ini untuk mengkaji keakuratan penyampaian pesan pada tataran kalimat. Kalimat merupakan bagian dari teks (text unit). Meskipun penilaian keakuratan dilakukan pada tataran kalimat, namum pelaksanaan penilaian tingkat kesepadanan itu sendiri tidak akan lepas dari konteksnya.

 

Rumusan Masalah

Terdapat berbagai kriteria untuk menilai kualitas terjemahan. Penulis menggunakan pendekatan analisis kesepadanan makna teks terjemahan dengan teks sumber. Penulis merumuskan masalah sebagai berikut:

  1. Teknik apa yang digunakan penerjemah?
  2. Aspek apa yang mempengaruhi kesepadanan makna teks terjemahan dengan teks sumber?
  3. Bagaimana kesepadanan makna teks terjemahan dengan teks sumber?

 

Tujuan Penelitian

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk :

  1. Menggambarkan teknik yang digunakan penerjemah.
  2. Mengidentifikasi aspek apa yang mempengaruhi kesepadanan

makna antara teks terjemahan dengan teks sumber.

  1. Menggambarkan kesepadanan makna teks terjemahan dengan teks sumber.

 

Kesimpulan

Setelah menganalisis dan melakukan pembahasan terhadap data, penelitian menghasilkan beberapa kesimpulan sebagai berikut:

  1. Penerjemah menggunakan teknik yang beragam dalam menerjemahkan, bahkan dalam satu kalimat. Teknik penerjemahan yang digunakan, didominasi oleh teknik penghilangan informasi (deletion). Teknik ini paling berpengaruh terhadap kesepadanan makna. Banyaknya kalimat terjemahan yang kurang akurat disebabkan karena penghilangan informasi. Teknik penambahan (addition) juga banyak digunakan. Banyaknya kalimat yang diterjemahkan secara agak bebas memunculkan teknik modulasi dan transposisi yang cukup banyak. Teknik penerjemahan lain yang dapat dijumpai adalah: Established Equivalent, partikularisasi, generalisasi, calque serta peminjaman.
  2. Aspek linguistik berupa pemilihan kata (leksikal) cukup berpengaruh terhadap kesepadanan makna. Terjemahan akurat dihasilkan dari pemilihan padanan yang tepat. Pemilihan padanan yang tepat ditentukan oleh pemahaman yang cermat terhadap BSu, yang merupakan bagian dari aspek transfer. Aspek leksikal yang berwujud dalam ketidaktepatan pemilihan kata juga yang menyebabkan ketidak akuratan pesan pada beberapa terjemahan. Aspek ekstralinguistik berupa pengetahuan budaya BSu dan BSa berakibat negatif terhadap kesepadanan, manakala hal ini menyebabkan penerjemah melakukan penghilangan bagian kalimat yang berakibat berkurangnya keakuratan. Pengetahuan ensiklopedik dan tematik penerjemah, pada kasus tertentu berhasil memperjelas pesan, namun pada cukup banyak kasus, justru mengurangi keakuratan. Ketidak mampuan penerjemah dalam memahami teks BSu (merupakan aspek transfer) menyebabkan ketidaktepatan penggunaan teknik deletion yang mengurangi kesepadanan makna.
  3. Terjemahan berita Internasional yang terbit di koran Seputar Indonesia memiliki tingkat kesepadanan makna cukup. Terjemahan kurang akurat menduduki jumlah terbanyak, diikuti terjemahan akurat, dengan selisih tipis. Terjemahan akurat dengan perbedaan tematik dan terjemahan tidak akurat menduduki tempat yang sama, karena memiliki jumlah yang sama.

Leave a Reply