HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Contoh Tesis Implementasi Sistem Verifikasi Digital Klaim (Vedika) Tahun 2020

CONTOH TESIS NO.1 KESIAPAN FKRTL KELAS B WILAYAH KOTA YOGYAKARTA TERHADAP IMPLEMENTASI SISTEM VERIFIKASI DIGITAL KLAIM (VEDIKA) SEBAGAI SIMPLIFIKASI PENGAJUAN KLAIM JAMINAN KESEHATAN NASIONAL

Abstrak

Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitian studi kasus tunggal terjalin. Hasil : Dalam penelitian ini variabel yang akan dinilai adalah kesiapan dalam implementasi Vedika yakni SDM, Infrastruktur IT, Struktur Organisasi dan Dukungan Manajemen. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil bahwa kesiapan SDM dari penilaian subvariabel persepsi dan pemahaman penanggung jawab klaim cukup dipersiapkan. Sedangkan untuk ketersediaan jumlah tenaga pendukung implementasi Vedika sangat dipersiapkan. Untuk variabel Infrastruktur IT dari penilaian subvariabel penilaian kebutuhan infrastruktur IT cukup dipersiapkan, ketersediaan perangkat keras sangat dipersiapkan sedangkan untuk ketersediaan perangkat lunak 50% FKRTL sangat dipersiapkan sedangkan sisanya cukup dipersiapkan. Penilaian terhadap variabel struktur organisasi dari subvariabel ketugasan IT dan tugas pokok petugas penanggung jawab klaim serta kedudukan petugas penanggung jawab klaim sangat dipersiapkan. Terkait dengan dukungan manajemen dinilai dari subvariabel persepsi direktur dan komitmen pelaksanaan Vedika cukup dipersiapkan. Kesimpulan : Melalui analisis kesiapan menggunakan alat penilaian (CCCEAR yang telah dimodifikasi) terhadap empat variabel utama, diperoleh skor 81 dari maksimal skor 100, maka FKRTL Kelas B Wilayah Kota Yogyakarta berada dalam kategori sangat siap secara organisasi untuk implementasi Vedika.

BAB I

Latar belakang: Dengan terlaksananya program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terjadi peningkatan pemanfaatan pelayananan kesehatan oleh peserta JKN dan berdampak pada proporsi pelayanan kesehatan oleh RS meningkat di segmen peserta JKN. Dengan meningkatnya kunjungan peserta JKN maka sebagian besar pendapatan RS juga berasal dari pembiayaan JKN. Kendala FKRTL Kelas B dengan jumlah kasus cukup besar, klaim belum teradministrasi dengan baik, lama proses verifikasi belum terstandar berdampak kepada waktu pembayaran klaim. Dengan kondisi ini maka pada tahun 2017 dilaksanakan proses Verifikasi Digital Klaim ( Vedika ) yakni proses Verifikasi secara digital. Tujuan: Menilai kesiapan FKRTL Kelas B Wilayah Kota Yogyakarta terkait dengan implementasi sistem Verifikasi Digital Klaim

Teknik Analisis         

Penelitian menggunakan metode Wawancara Mendalam dan Observasi langsung. Wawancara mendalam kepada 4 direktur dan 8 petugas penanggung jawab klaim pada FKTRL Kota Yogyakarta yaitu di RSUD Kota Yogyakarta, RS Panti Rapih, RS PKU Muhammadiyah Kota Yogyakarta dan RS Mata dr. Yap. Pengambilan data dilakukan antara bulan Maret � Mei 2018. Hasil wawancara mendalam dan observasi digunakan untuk pembuatan skoring kesiapan menggunakan instrumen penilaian kesiapan California Community Clinic EHR Assessment and Readiness Starter Assessment (CCCEAR) CCCEAR yang sudah dimodifikasi.

CONTOH TESIS NO.2 Sistem Verifikasi Digital Klaim (VEDIKA) BPJS Kesehatan di RSUD Kabupaten Sidoarjo tahun 2019

Abstrak

Penggunaan aplikasi Vclaim sering mengalami eror dan tidak munculnya hak kelas perawatan pada output Vclaim menyulitkan evaluasi rumah sakit. Pelaksanaan Standart Procedure Operational (SPO) pengajuan klaim di RSUD Kabupaten Sidoarjo sudah menyesuaikan dengan SPO VEDIKA. Sosialisasi awal penyelenggaraan VEDIKA kurang dilakukan oleh BPJS kesehatan berkaitan dengan pengenalan upgrading sistem (VClaim) dan pedoman teknis prosedur klaim. Komunikasi antar pelaksana sistem VEDIKA baik rumah sakit dan BPJS Kesehatan masih sering terjadi perbedaan persepsi berkaitan dengan regulasi Permenkes no. 76 tahun 2016 tentang episode pelayanan dan keakuratan kode diagnosis dokumen pasien. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyarankan kepada RSUD kabupaten Sidoarjo untuk melakukan pelatihan kembali kepada petugas berkaitan dengan pengkodingan dan kaidah teknis sistem VEDIKA sebagai upaya minimalisir pengembalian berkas, rumah sakit mengadakan benchmarking dengan rumah sakit lain sebagai solusi untuk menambah informasi terhadap update kebijakan dan management minimalisir pengembalian berkas, melakukan FGD BPJS dan rumah sakit untuk menyamakan persepsi dalam setiap pengajuan klaim. selain itu, peneliti menyarankan kepada BPJS kesehatan segera melakukan pengembangan output aplikasi Vclaim dengan menampilkan hak kelas perawatan dan mengurangi server down aplikasi Vclaim dan hendaknya pengajuan klaim semua berbasis paperless agar efisien terhadap SDM rumah sakit.

BAB I        

Sistem VEDIKA merupakan sistem yang dikembangkan oleh BPJS kesehatan untuk mempercepat proses verifikasi klaim dan meningkatkan kepuasan rumah sakit terhadap kebijakan BPJS kesehatan. Namun, Implementasi sistem VEDIKA di RSUD kabupaten Sidoarjo yang sering mengalami keterlambatan pembayaran klaim dan terdapat 319 berkas klaim setiap bulannya mengalami penundaan klaim. hal ini menyebabkan menurunnya kepuasan rumah sakit terhadap kebijakan BPJS kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah menggambarkan sistem VEDIKA BPJS kesehatan di RSUD Kabupaten Sidoarjo tahun 2019 yang mengkaji variabel perencanaan, pengorganisasian, dan penggerakan. Pelaksanaan pengajuan klaim di RSUD Kabupaten Sidoarjo telah sesuai dengan tujuan implementasi VEDIKA karena adanya VEDIKA membantu klaim menjadi cepat dan mudah. Selain itu, pembayaran klaim oleh BPJS Kesehatan dapat dibayarkan 15 hari kerja sesudah penandatanganan berita acara, namun implementasinya masih belum efisien sumber daya manusia dan belum berdampak untuk minimalisir pengembalian berkas.

Teknik Analisis

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Penelitian dilakukan di RSUD Kabupaten Sidoarjo pada bulan agustus – maret 2020. Unit analisis dalam penelitian ini adalah Instalasi Penjaminan RSUD Kabupaten Sidoarjo dan sample penelitian meliputi kepala instalasi, koordinator rawat inap, koordinator rawat jalan, 2 petugas entri V-claim, 8 petugas pengirim berkas klaim, petugas kendali JKN, dan petugas antifraud. Teknik penyajian data dalam penelitian ini adalah bentuk uraian kata-kata atau narasi. Teknik analisis menggunakan analisis univariat. Gambaran proses sistem VEDIKA di RSUD kabupaten Sidoarjo diketahui bahwa perencanaan dapat dikategorikan baik karena perencanaan sudah menyesuaikan dengan sistem VEDIKA dan dilaksanakan oleh petugas dengan baik. Pengorganisasian atau pembagian kerja sudah tepat dan memadai karena jumlah petugas sudah cukup untuk pelaksanaan pengajuan klaim, pembagian kerja sudah sesuai dengan kompetensi. Pada variabel actuating terbagi menjadi 5 subvariabel yaitu pelaksanaan pengajuan klaim, penggunaan aplikasi Vclaim, sosialisasi sistem VEDIKA dan Komunikasi antar petugas.                            

CONTOH TESIS NO.3 Kajian Sistem Pengajuan Klaim Pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Di RSD Balung Kabupaten Jember Tahun 2017

Abstrak

Keterlambatan pengajuan klaim akan menghambat biaya operasional. Jumlah kunjungan pasien BPJS Kesehatan di RSD Balung meningkat setiap tahunnya. Akan tetapi RSD Balung mengalami ketidaktepatan waktu klaim BPJS Kesehatan kepada RSD Balung Kabupaten Jember. Berdasarkan permasalahan yang diuraikan maka tujuan dalam penelitian ini adalah mengkaji sistem pengajuan klaim pasien BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Daerah Balung Kabupaten Jember 2017. Jenis penelitian ini adalah penelitan studi kasus.

BAB I

Kesehatan merupakan hal yang sangat penting yang harus diperoleh oleh setiap warga negara. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 tahun 2004 setiap penduduk Indonesia harus mempunyai jaminan sosial yang salah satunya termasuk JKN. BPJS Kesehatan menjalin kerjasama dengan fasilitas kesehatan. Hubungan kerjasama antara rumah sakit dan BPJS Kesehatan tidak selalu berjalan dengan baik. BPJS Kesehatan terus melakukan upaya perbaikan proses klaim.

Teknik Analisis                                                   

Penelitian dilakukan di RSD Balung pada bulan Januari- Juli 2018. Informan peneliti ini meliputi informan kunci yaitu direktur dan ketua tim penjamin klaim, informan utama yaitu terdiri dari 2 orang coder, 1 petugas costing, dan 3 orang pengumpul berkas, informan tambahan yaitu ketua tim verifikator. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, triangulasi dan dokumentasi. Teknik penyajian dalam penelitian ini adalah bentuk uraian kata-kata sesuai dengan bahasa dan pandangan informan. Teknik analisis menggunakan reduksi data, penyajian data dan kesimpulan.                           

CONTOH TESIS NO.4 EVALUASI PELAKSANAAN SISTEM VERIFIKASI DI KANTOR (VEDIKA) BPJS KESEHATAN DI RUMAH SAKIT UMUM WILLIAM BOOTH SEMARANG

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penerapan sistem vedika BPJS Kesehatan di RSUD William Booth Semarang. Hasil penelitian sistem vedika yang diterapkan oleh rumah sakit belum efektif karena terdapat pengembalian berkas klaim dan keterlambatan pembayaran klaim. Karena dari tulisan dokter kurang jelas, keterbatasan petugas, belum ada monitoring dan evaluasi pelaksanaan sistem vedika. Tulisan dokter mengakibatkan kesalahan pengkodean dan klaim yang tertunda. Keterbatasan petugas dengan kasus incremental setiap bulan mengakibatkan pengajuan klaim terlambat sehingga pembayaran klaim lambat. Tidak adanya monitoring dan evaluasi mengakibatkan kesalahan yang sama terulang kembali. Kemudian klaim dikatakan berhasil jika klaim dibayarkan, tepat waktu dan 100%. Sarannya adalah diadakannya pelatihan peningkatan kapasitas petugas dan penambahan petugas.

BAB I

Percepatan verifikasi klaim menjadi penting dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien. Alhasil, BPJS Kesehatan mengambil solusi untuk mengubah sistem verifikasi klaim manual menjadi sistem verifikasi klaim elektronik untuk memudahkan penyedia layanan kesehatan, namun membutuhkan masa transisi yang disebut vedika (pengungkit di kantor) BPJS Kesehatan. 10 dari 24 rumah sakit di Semarang telah menerapkan sistem vedika per Desember 2017, dan RSUD William Booth Semarang menjadi rumah sakit pertama yang dipilih BPJS Kesehatan untuk menerapkan sistem Vedika.

Teknik Analisis

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui wawancara mendalam dengan informan kunci seksi casemix dan informan triangulasi seksi casemix dan kepala PMR BPJS Kesehatan. Variabel penelitian adalah sumber daya manusia, prosedur, sarana dan prasarana, perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, penilaian, dan keluaran.

CONTOH TESIS NO.5 EVALUASI PELAKSANAAN SISTEM VERIFIKASI DI KANTOR (VEDIKA) BPJS KESEHATAN DI RUMAH SAKIT UMUM WILLIAM BOOTH SEMARANG

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penerapan sistem vedika BPJS Kesehatan di RSUD William Booth Semarang. Hasil penelitian sistem vedika yang diterapkan oleh rumah sakit belum efektif karena terdapat pengembalian berkas klaim dan keterlambatan pembayaran klaim. Karena dari tulisan dokter kurang jelas, keterbatasan petugas, belum ada monitoring dan evaluasi pelaksanaan sistem vedika. Tulisan dokter mengakibatkan kesalahan pengkodean dan klaim yang tertunda. Keterbatasan petugas dengan kasus incremental setiap bulan mengakibatkan pengajuan klaim terlambat sehingga pembayaran klaim lambat. Tidak adanya monitoring dan evaluasi mengakibatkan kesalahan yang sama terulang kembali. Kemudian klaim dikatakan berhasil jika klaim dibayarkan, tepat waktu dan 100%. Sarannya adalah diadakannya pelatihan peningkatan kapasitas petugas dan penambahan petugas

BAB I

Percepatan verifikasi klaim menjadi penting dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien. Alhasil, BPJS Kesehatan mengambil solusi untuk mengubah sistem verifikasi klaim manual menjadi sistem verifikasi klaim elektronik untuk memudahkan penyedia layanan kesehatan, namun membutuhkan masa transisi yang disebut vedika (pengungkit di kantor) BPJS Kesehatan. 10 dari 24 rumah sakit di Semarang telah menerapkan sistem vedika per Desember 2017, dan RSUD William Booth Semarang menjadi rumah sakit pertama yang dipilih BPJS Kesehatan untuk menerapkan sistem Vedika.

Teknik Analisis       

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui wawancara mendalam dengan informan kunci seksi casemix dan informan triangulasi seksi casemix dan kepala PMR BPJS Kesehatan. Variabel penelitian adalah sumber daya manusia, prosedur, sarana dan prasarana, perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, penilaian, dan keluaran.

CONTOH TESIS NO.6 ANALISIS IMPLEMENTASI VERIFIKASI DIGITAL KLAIM (VEDIKA) DENGAN KEJADIAN TERTUNDANYA KLAIM BPJS KESEHATAN PADA BULAN JANUARI, FEBRUARI DAN MARET 2019 DI RS PANTI RAHAYU PURWODADI

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan sistem vedika dengan kejadian tertundanya klaim BPJS Kesehatan pada bulan Januari, februari dan Maret tahun 2019. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan sistem vedika belum efektif karena masih terdapat pengembalian berkas klaim serta keterlambatan pembayaran klaim. Hal tersebut disebabkan tulisan dokter tidak jelas, kelengkapan persyaratan klaim yang kurang, perawatan satu episode rawat jalan dan rawat inap, severity level 3, jumlah petugas casemix yang terbatas, pemahaman DPJP tentang koding dan diagnose masih kurang, serta tidak ada pemantauan dan evaluasi implementasi sistem vedika. Jumlah kasus klaim yang bertambah banyak setiap bulan menyebabkan pengajuan klaim terlambat yang menyebabkan keterlambatan pembayaran klaim. Kesalahan yang sama masih terulang karena tidak adanya pemantauan dan evaluasi. Klaim dikatakan berhasil jika dibayar tepat https://publikasi.dinus.ac.id/index.php/visikes 76 VISIKES Vol. 18 No.2 Februari 2020 (Edisi Supplement) waktu 100%. Oleh karena itu perlu diadakan pelatihan tentang pengembangan kapasitas petugas.

BAB I     

Kecepatan verifikasi klaim merupakan hal penting dalam layanan kesehatan yang efektif dan efisien. BPJS Kesehatan mengambil kebijakan untuk mengganti sistem verifikasi klaim manual menjadi sistem elektronik. Perubahan tersebut dibutuhkan sistem verifikasi klaim transisi untuk memfasilitasi penyedia layanan kesehatan yang disebut vedika BPJS Kesehatan. 2 dari 6 rumah sakit di Purwodadi Grobogan telah menerapkan sistem vedika pada akhir tahun 2018, dan Rumah Sakit Panti Rahayu Purwodadi telah menerapkan sistem vedika pada bulan Oktober 2018.

Teknik Analisis

Metode kualitatif melalui wawancara mendalam digunakan pada penelitian ini. Informan kunci adalah pemegang kebijakan di Rumah Sakit Panti Rahayu dan sebagai triangulasi adalah informan karyawan casemix dengan berdasarkan petunjuk teknis verifikasi klaim dari Ditjen Pelayanan BPJS Nomor 18 Tahun 2017.

CONTOH TESIS NO.7 ANALISIS KESIAPAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM UPAYA MENCAPAI KEBERHASILAN IMPLEMENTASI SISTEM VERIFIKASI DIGITAL KLAIM (VEDIKA) PADA PELAYANAN PASIEN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL di RS. ST. CAROLUS

Abstrak

 

Tujuan : Melakukan analisa kesiapan SDM dalam melakukan implementasi Sistem Vedika pada pelayanan pasien JKN di RSSC.

Hasil : Implementasi Sistem Vedika di RSSC dilaksanakan oleh karyawan yang berusia antara 20 – 25 tahun dengan ketepatan waktu pengiriman klaim sebesar 89,5% dan jumlah berkas klaim yang dapat diselesaikan sebesar 93,40%. Perbaikan kualitas klaim dari sisi waktu pengiriman berkas klaim dan capaian target kuantitas pengiriman berkas klaim dalam implementasi Vedika mencapai 78,9%, menunjukan kesiapan SDM RSSC. Sedangkan implementasi Vedika di RSSC mendapat dukungan organisasi yang baik sehingga kebutuhan dalam implementasinya dapat berjalan dengan baik.

Kesimpulan : Implementasi Sistem Vedika di RSSC sudah berjalan baik dengan dukungan SDM dan organisasi. Implementasi Vedika ini meminimalkan keterlambatan klaim, mempercepat, menstandarkan dan memudahkan pemantauan proses verifikasi klaim di RSSC.

BAB I                  

Latar belakang: RS. St. Carolus (RSSC) berperan serta dalam program Jaminan Kesehatan Nasioal-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sejak 1 Januari 2014 sebagai Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL). Perbaikan layanan yang berkelanjutan, maka diperlukan peningkatan mutu layanan yang ditunjang dengan kesiapan sumber daya yang dimiliki oleh RSSC. Perbaikan sistem yang terus dilakukan di Era BPJS memerlukan kesiapan sumber daya manusia (SDM) dalam implementasi terhadap perubahan sistem tersebut. Salah satunya adalah perubahan sistem verifikasi klaim konvensional menjadi Verifikasi Digital Klaim (Vedika) pada pelayanan pasien JKN. Vedika merupakan suatu keharusan sebagai persyaratan dalam pengajuan klaim RS kepada BPJS Kesehatan (BPJS-K). Tujuannya adalah menyeragamkan proses verifikasi klaim secara Nasional untuk meningkatkan mutu pelayanan dan mencegah variasi proses yang tidak diperlukan.

Teknik Analisis

Metode : Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk memperoleh data yang mendalam. Studi kasus yang digunakan adalah instrumental case study.

CONTOH TESIS NO.8 Beban Unit Rekam Medis Paska Sistem Vedika BPJS di RSUD Ungaran

Abstrak

Dengan menggunakan analisa perspektif relatives advantage, compatibility dan complexity, hasil menunjukkan bahwa beban kerja unit Rekam Medis di RSUD menjadi bertambah karena dibebankan tugas pokok dan fungsi yang sama dengan unit BPJS Kesehatan Centre.

RSUD Ungaran memerlukan solusi kebijakan berupa pembentukan unit baru untuk menangani masalah keluhan pelayanan kesehatan dan pemberian informasi terkait kepesertaan BPJS Kesehatan untuk memastikan hak dan kewajiban pasien peserta BPJS Kesehatan terpenuhi.

BAB I

Diterapkannya sistem implementasi verifikasi digital klaim (Vedika) oleh BPJS Kesehatan bagi fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan (FKRTL) mengakibatkan terjadinya penarikan petugas/pekerja BPJS Kesehatan di rumah sakit pemberi FKRTL. Akibat dari diterapkannya sistem ini, unit BPJS Kesehatan Centre yang sebelumnya ada di RSUD Ungaran dan memiliki fungsi sebagai unit penanganan masalah pelayanan kesehatan peserta BPJS Kesehatan menjadi hilang. Hal ini berpengaruh kepada proses pelayanan kesehatan di RSUD Ungaran terutama dalam hal penanganan keluhan pelayanan kesehatan dan pemberian informasi perihal kepesertaan BPJS, dimana hilangnya unit BPJS Kesehatan Centre ini berdampak kepada timbulnya keluhan pelayanan kesehatan oleh pasien peserta BPJS Kesehatan. Di RSUD Ungaran, fungsi unit BPJS Kesehatan Centre ini digantikan oleh unit Rekam Medis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa beban unit Rekam Medis di RSUD Ungaran paska pemberlakuan sistem Vedika.

Teknik Analisis

Metode penelitian bersifat kualitatif disajikan dalam bentuk deskriptif untuk menggambarkan secara obyektif perilaku, persepsi, motivasi, dan tindakan.

CONTOH TESIS NO.9 Analisis Sistem Pengelolaan Rekam Medis Pendukung Klaim Jaminan Kesehatan Nasional Pelayanan Rawat Inap Di Rumah Sakit S Kota Semarang

Abstrak

Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah sumber daya manusia sudah mencukupi, namun sosialisasi tentang rekam medis kepada dokter masih terganggu. Pendanaannya mencukupi sedangkan sarana dan prasarana belum memadai untuk mendukung verifikasi klaim. Rekam medis tersedia dan mudah diisi. Panduan dan Prosedur Operasi Standar tersedia, tetapi kepatuhan dokter terhadap rekam medis kurang. Pengelolaan rekam medis dalam mendukung klaim tidak terlaksana dengan baik karena dokter tidak memiliki waktu untuk mengisi resume medis dan laporan pembedahan. Auditor klaim telah secara teratur mengontrol, memeriksa, dan menindaklanjuti rekam medis.

Disarankan kepada dokter agar diberikan sosialisasi yang intensif tentang rekam medis dan diinstruksikan agar saling berkomunikasi untuk mengisi rekam medis tepat waktu. Rumah sakit juga merekomendasikan untuk melakukan review pemanfaatan terhadap kelengkapan rekam medis untuk menunjang kesehatan nasional dan memberikan sanksi represif kepada dokter yang tidak mengisi rekam medis tersebut.

BAB I

Studi pendahuluan di Rumah Sakit S menunjukkan masih ditemukannya rekam medis yang tidak lengkap dan menyebabkan klaim terlambat. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menganalisis sistem manajemen rekam medis untuk mendukung klaim Jaminan Kesehatan Nasional pasien rawat inap di RSUD S.

Teknik Analisis

Jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan cross-sectional. Informan kunci adalah Direktur Rumah Sakit, Dokter, Staf Coding, Staf Casemix, Manajer Kasus, dan Verifikator Internal. Sedangkan informan triangulasi meliputi Pemilik, Auditor Internal, dan Komite Medik. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi.

CONTOH TESIS NO.10 PENGUATAN KINERJA PEGAWAI REKAM MEDIK DALAM MENGAPRESIASI VEDIKA

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh empowerment dan motivasi terhadap kinerja pegawai  di Instalasi Rekam Medik secara langsung maupun tidak langsung dengan komitmen organisasi sebagai variabel intervening. Penelitian menunjukkan hasil 1) empowerment berpengaruh positif signifikan terhadap komitmen organisasi RSDM, 2) motivasi berpengaruh positif signifikan terhadap komitmen organisasi RSDM, 3) empowerment berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja pegawai di Instalasi Rekam Medik  RSDM, 4) motivasi berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja pegawai di Instalasi rekam medik RSDM, 5) komitmen organisasi berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja pegawai di Instalasi  Rekam Medik  RSDM.  6) empowerment berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja pegawai di Instalasi Rekam Medik RSDM  dengan dimediasi komitmen organisasi. 7) motivasi berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja pegawai di Instalasi Rekam Medik RSDM  dengan dimediasi komitmen organisasi. Uji F menunjukkan variabel bebas empowerment dan  motivasi berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja pegawai di Instalasi rekam medik melalui komitmen organisasi. Nilai R2total =0,7074  artinya variabel kinerja  pegawai rekam medik RSDM dapat dijelaskan empowerment, motivasi dan komitmen organisasi   sebesar 70,74%;  sisanya 29,26% dijelaskan oleh variabel lain diluar model.

BAB I        

Perkembangan  digital  yang  sangat  pesat,  perlu apresiasi  dalam  mengadopsi  kemampuan teknologi.  Salah  satunya sebagai  sarana  peningkatan  pelayanankesehatan.    Sistem layanan klaim BPJSKyang dipersiapkan saat ini di Indonesia adalah sistem verifikasi di kantor (VEDIKA). Vedika dalam penerapan e-claim tahun 2020.  Instalasi rekam medik memiliki keterkaitan langsungdalam sistem klaim layanan kesehatan. Dukungan rumah sakit  dalam  penerapan  vedika,  diwujudkan    dukungan  terlaksannya e-claim 2020, perlu melakukan apresiasi.   Penyiapan sumber  daya    manusiasebagai brain  ware pengelola sistemrekam medik menyambut implementasi dari Vedika perlu dilakukan. Faktor kunci dalam menjawab tantangan dan pemanfaatan penerapan sistem VEDIKA BPJSKmenuju Elektronik  Claim  (e-claim)  Tahun  2020, adanya  dukungan  stakeholder  rumah  sakitdan institusi terkait. Pemberdayaan kualitas sumber daya  manusia rumah sakit seperti bagian rekam medik perlu didasari komitmen kuat.

Teknik Analisis

Analisis data digunakan uji instrumen, analisis jalur, uji statistik, dan koefisien determinasi total.

CONTOH TESIS NO.11 Analisis Kinerja Dokter Verifikator Internal dalam Menurunkan Angka Klaim Pending di RSUD Koja Tahun 2018

Abstrak

Hasil penelitian ini adalah bahwa terbukti dokter verifikator internal dapat menurunkan angka klaim pending rawat inap karena kesalahan koding dan didapatkan penyebab terjadinya kesalahan koding yaitu ketidaklengkapan resume medis, kurang telitinya koder, kurangnya pengetahuan koder, ketidakseragaman informasi terkait koding dan overload berkas klaim yang tidak diiringi dengan kesesuaian jumlah koder. Hal tersebut dapat diminimalisir dengan penggunaan rekam medis elektronik, pelatihan tenaga koder, team building dan penambahan tenaga koder.

BAB I      

Dokter verifikator internal memiliki tugas yang penting didalam menurunkan angka klaim pending terutama untuk mengontrol kesesuaian koding dengan diagnosa pada resume medis. Penelitian ini membahas tentang kinerja dokter verifikator internal didalam menurunkan angka klaim pending di RSUD Koja pada tahun 2018 dengan melakukan telaah berkas klaim dan observasi pada data klaim dari tahun 2017 hingga tahun 2019.

Teknik Analisis

Penelitian ini menggunakan desain studi evaluasi intervensi dengan menganalisa data kuantitatif dan kualitatif. Metode yang digunakan adalah dengan membandingkan data kesalahan koding pada klaim pending rawat inap Pra Intervensi dan Pasca Intervensi dokter verifikator internal baik secara jumlah klaim maupun nominal klaim. Kemudian melakukan wawancara mendalam untuk mengetahui penyebab terjadinya kesalahan koding hingga menyebabkan klaim pending.

CONTOH TESIS NO.12 UPAYA PENURUNAN BERKAS KLAIM KEMBALI RAWAT INAP BPJS KESEHATAN MENGGUNAKAN SIX SIGMA (Studi di Rumah Sakit Universitas Airlangga)

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi dalam upaya penurunan berkas klaim rawat inap BPJS Kesehatan menggunakan Six Sigma di RS UNAIR. Penerapan six sigma diketahui dapat memperbaiki defek yang terjadi dari suatu proses dengan menentukan CTQ (critical to quality). Pada hasil, dilakukan penggambaran alur, pengukuran CTQ, hingga melakukan analisis akar penyebab masalah dari isu strategis menggunakan 5 why’s. Usulan solusi dirumuskan dan diberikan skor pada matrix prioritas solusi. Setelah dilakukan intervensi, terjadi penurunan dari berkas kembali dari BPJS Kesehatan, baik secara jumlah berkas sebesar 31,8% (151 berkas pada Oktober – Desember 2018 menjadi 103 berkas pada Maret 2019) maupun secara nominal sebesar 43,9% (Rp.1.087.754.700 menjadi Rp.610.611.800). Hasil perhitungan DPMO dan nilai sigma menunjukkan perbaikan pada semua tahap dengan penurunan tertinggi ada pada tahap koding. Rekomendasi yang diberikan dalam upaya penurunan berkas klaim kembali rawat inap BPJS Kesehatan di RS UNAIR yaitu melakukan revisi form lama (checklist berkas klaim dan resume medis), membuat form baru (form MOI), dan redesign alur pengelolaan berkas klaim rawat inap BPJS Kesehatan di RS UNAIR. Review penyebab terbanyak berkas kembali rawat inap perlu dilakukan secara berkala dilanjutkan analisis akar penyebab masalah berdasarkan hasil tersebut hingga perumusan solusi.

BAB I

Pengelolaan berkas klaim merupakan salah satu aspek terpenting pada revenue cycle rumah sakit. BPJS (Badan Pengelola Jaminan Sosial) Kesehatan melakukan pembayaran pelayanan yang telah dilakukan berdasarkan berkas klaim yang diajukan rumah sakit. Pengajuan berkas klaim yang kurang dikelola dengan baik berdampak pada meningkatnya jumlah berkas klaim kembali dari BPJS Kesehatan. Terdapat tingginya rata-rata defek berkas klaim kembali rawat inap BPJS Kesehatan di RS UNAIR pada bulan April – Desember 2018 sebesar 11,8% per bulan (target < 5%).

Teknik Analisis       

Penelitian ini menggunakan rancang bangun penelitian action research menggunakan pendekatan six sigma (Define – Measure – Analyze – Improve – Control) untuk menurunkan berkas kembali rawat inap di RS UNAIR.

CONTOH TESIS NO.13 Analisis Keterlambatan Pengajuan Klaim BPJS Di Rumah Sakit UNS

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penyebab keterlambatan pelaksanaan proses klaim BPJS di RS UNS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengajuan klaim sudah sesuai, namun masih terjadi keterlambatan pengajuan klaim yang disebabkan oleh kurangnya sumber daya manusia, kurangnya sarana dan prasarana serta tidak adanya SPO.

BAB I

Kegiatan pembiayaan di RSUD Surakarta saat ini didominasi oleh peserta JKN KIS, 94,3% penduduk Surakarta telah terdaftar sebagai peserta JKN KIS. Jika klaim tertunda, maka kegiatan operasional rumah sakit terkait ketersediaan obat, pengadaan alat kesehatan dan juga pembayaran insentif atas kinerja pegawai dapat terhambat.

Teknik Analisis

Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling. Informan yang dipilih peneliti terdiri dari 3 petugas koding dan pengelompokan sebagai informan utama, dan 1 orang verifikator BPJS sebagai informan triangulasi.

CONTOH TESIS NO.14 PENGGUNAAN DIGITAL PENGAJUAN PERSYARATAN KLAIM OTO PADA PT JAMKRINDO (PERSERO) KANTOR CABANG KHUSUS JAKARTA

Abstrak

Tujuan kajian pengembangan bisnis ini adalah: (1) Merumuskan ide pengembangan bisnis berdasarkan hasil analisis lingkungan internal dan eksternal perusahaan dengan melakukan pengembangan bisnis penggunaan digital dalam pengajuan persyaratan klaim Penjaminan OTO pada Kantor Cabang Khusus PT Jamkrindo (Persero); dan (2) Menyusun perencanaan pengembangan bisnis penggunaan digital pengajuan persyaratan klaim Penjaminan OTO pada Kantor Cabang Khusus PT Jamkrindo (Persero) berdasarkan aspek non finansial dan finansial.

Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) dilaksanakan selama tiga bulan dimulai pada tanggal 4 Maret 2020 sampai dengan 20 Maret 2020 di PT Jamkrindo (Persero) Kantor Cabang Khusus Jakarta. Laporan kajian pengembangan bisnis menggunakan metode analisis SWOT dan disusun menggunakan perencanaan bisnis menggunakan aspek non finansial dan finansial. Perencanaan bisnis dalam aspek non finansial menggunakan aspek pemasaran, aspek produksi, aspek manajemen, aspek sumberdaya manusia, dan aspek kolaborasi. Aspek finansial menggunakan metode analisis parsial.

Peluang yang ada di perusahaan yaitu perkembangan teknologi dan era digitalisasi sehingga dapat mempercepat proses bisnis, perkembangan masyarakat yang sekarang lebih menyukai proses yang mudah dan cepat. Berdasarkan hasil analisis tersebut memperoleh ide pengembangan bisnis penggunaan digital pengajuan persyaratan klaim OTO pada PT Jamkrindo (Persero) Kantor Cabang Khusus Jakarta.

Perencanaan pengembangan bisnis ini pada perencanaan produk yang dilakukan adalah pembuatan website yang diberi nama dengan OTO Klaim Verif. Berkas-berkas pengajuan klaim yang sebelumnya dalam bentuk hardfile diubah menjadi softfile dengan cara melakukan upload berkas pada website tersebut. Implementasi perencanaan produk yang dilakukan adalah cara kerja dari website dan cara penggunaan website, serta ketentuan dalam penggunaan website tersebut.

Cara kerja dari website ini secara garis besar dibagi menjadi tiga bagian yaitu input, proses, dan ouput. Bagian input adalah bagian dimana mitra Penjaminan OTO sebagai user melakukan upload berkas terjamin di website yang mengalami kredit macet dan sudah mencapai kolektabilitas 4 atau lima. Bagian proses adalah bagian dimana karyawan KCK sebagai admin menerima semua berkas dari ketiga mitra tersebut dan melakukan verifikasi. Verifikasi yang dilakukan adalah menyamakan persyaratan yang diajukan oleh mitra dengan data yang terdapat di KCK. Bagian output adalah bagian dimana karyawan KCK memberikan informasi kepada seluruh mitra melalui website mengenai data Terjamin mana saja yang terverifikasi, dan data yang masih belum lengkap atau tidak memenuhi persyaratan.

Pada perencanaan organisasi dan manajemen Kantor Cabang Khusus Jakarta menerapkan fungsi-fungsi manajemen yaitu perencanaan dengan adanya penggunaan digital dalam pengajuan berkas klaim, pengorganisasian dengan mitra Penjaminan OTO sebagai pengguna (user) website dan KCK sebagai admin. Ratarata pengajuan klaim dari ketiga mitra tersebut selama satu bulan sebanyak 200 debitur yang dapat ditangani selama satu minggu hari kerja, dengan adanya website ini diharapkan pengerjaan dapat selesai maksimal selama tiga hari, sehingga dapat mengifiensikan waktu. Selain itu, pengajuan secara online dapat mengefiensikan biaya operasional yang semulanya digunakan untuk mengantar jemput berkas.

Pengawasan yang dapat dilakukan oleh KCK dengan adanya evaluasi periodik. Perencanaan sumberdaya manusia tidak memerlukan penambahan jumlah karyawan, tetapi berdampak dengan menambah jobdesc dari karyawan KCK. Perencanaan kolaborasi dilakukan dengan jasa pembuatan website seperti freelance atau perusahaan jasa pembuatan website yang memiliki TDP.

Perhitungan analisis finansial pada pembuatan website terdapat biaya yang ditambah untuk membuat website sebesar Rp23.500.000,00 yang hanya sekali dikeluarkan. Biaya yang ditambah ini mampu menutupi biaya yang dihemat sebesar Rp38.265.000,00.

Perencanaan ide bisnis di atas, berdasarkan aspek non finansial dan finansial layak untuk dijalankan. Hal tersebut dapat memperoleh manfaat yaitu: (1) Proses pengajuan klaim dapat dilakukan lebih cepat, sehingga mengefisiensikan waktu dan biaya. (2) Memperoleh kepuasan dari mitra karena pelayanan menjadi cepat, sehingga para mitra dapat memperpanjang kerja sama dengan Kantor Cabang Khusus Jakarta. Dapat menghemat biaya operasional Kantor Cabang Khusus Jakarta sebesar Rp14.765.000,00 sebagai keuntungan tahun pertama, dan tahun selanjutnya sebesar Rp38.265.000,00.

BAB I           

Penjaminan adalah kegiatan pemberian jaminan oleh Penjamin atas pemenuhan kewajiban finansial Terjamin kepada Penerima Jaminan. Penerima jaminan adalah kreditur, baik bank maupun non bank, yang memberikan fasilitas kredit atau pembiayaan kepada debitur, baik kredit uang maupun kredit bukan uang atau kredit barang. Salah satu produk penjaminan PT Jamkrindo (Persero) yang terdapat pada Kantor Cabang Khusus Jakarta adalah Penjaminan OTO. Naiknya jumlah kredit kendaraan bermotor dari tahun ke tahun sama dengan adanya kenaikan dalam jumlah penjaminan, yang berbanding lurus dengan meningkatnya non performing loan (NPL). Terjamin yang mengalami kegagalan pembayaran terhadap Penerima Jaminan dapat melakukan klaim kepada Penjamin. Klaim pada produk Penjaminan OTO Kantor Cabang Khusus Jakarta masih dilakukan secara manual, dimana berkas Terjamin diberikan secara langsung dalam bentuk hardfile. Penyerahan berkas dilakukan dalam waktu satu bulan sekali dengan diantar melalui jasa pengiriman atau diambil. Hal tersebut membuat tidak efisiennya waktu dan biaya.

Teknik Analisis

Ide pengembangan bisnis dihasilkan melalui analisis faktor eksternal dan internal. Dari faktor tersebut digambarkan strategi pengembangan bisnis melalui analisis SWOT. Analisis SWOT menghasilkan alternatif strategi W-O (weaknessopportunity) pemanfaatan peluang yang ada dengan cara meminimalkan kelemahan yang ada di perusahaan. Kelemahan yang ada di perusahaan yaitu lokasi KCK jauh dari pusat bisnis DKI Jakarta, sistem IT belum digunakan secara maksimal dalam melakukan proses bisnis, dan pengelolaan berkas klaim masih dilakukan manual.

CONTOH TESIS NO.15 Rancang Bangun Sistem Verifikasi Data Dokumen

Abstrak                 

Hasilnya adalah telah dibuat sistem informasi untuk pengelolaan dokumen dan verifikasi dokumen dengan menggunakan metode Two Factor Authentication (2FA)

BAB I                

Sebuah Program Studi tentunya mempunyai agenda rutin tiap semesternya, seperti sidang skripsi. Sebelum sidang skripsi dilaksanakan, ada beberapa tahapan yang dilalui. Tahap rekap dan verifikasi data dilakukan secara manual oleh admin prodi dengan melihat kelengkapan berkas persyaratan. Proses tersebut muncul permasalahan yaitu tidak bisa mengetahui keaslian berkas-berkas persyaratan, terutama berkas lembar bimbingan, persetujuan pendaftaran sidang dari dosen pembimbing.

Teknik Analisis

Perlu sistem yang dapat menangani permasalahan tersebut. Sistem yang akan dibuat menggunakan metode Two Factor Authentication (2FA) karena proses verifikasi tidak cukup dilakukan dengan username dan password. Dengan mengunakan metode 2FA sistem verifikasi dapat memastikan bahwa yang melakukan verifikasi adalah pihak yang berwenang.

 

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Leave a Reply

Open chat
Hallo ????

Ada yang bisa di bantu?