HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Contoh Tesis Penggunaan Media Digital Tahun 2020

 

CONTOH TESIS NO.1 Era Digital dan Tantangannya

Abstrak

Tantangan pada era digital telah pula masuk ke dalam berbagai bidang seperti politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan, keamanan, dan teknologi informasi itu sendiri. Era digital terlahir dengan kemunculan digital, jaringan internet khususnya teknologi informasi komputer. Media baru era digital memiliki karakteristik dapat dimanipulasi, bersifat jaringan atau internet. Media massa beralih ke media baru atau internet karena ada pergeseran budaya dalam sebuah penyampaian informasi. Kemampuan media era digital ini lebih memudahkan masyarakat dalam menerima informasi lebih cepat. Dengan media internet membuat media massa berbondong-bondong pindah haluan. Semakin canggihnya teknologi digital masa kini membuat perubahan besar terhadap dunia, lahirnya berbagai macam teknologi digital yang semakin maju telah banyak bermunculan. Berbagai kalangan telah dimudahkan dalam mengakses suatu informasi melalui banyak cara, serta dapat menikmati fasilitas dari teknologi digital dengan bebas dan terkendali. Era digital juga membuat ranah privasi orang seolah-olah hilang. Data pribadi yang terekam di dalam otak komputer membuat penghuni internet mudah dilacak, baik dari segi kebiasaan berselancar atau hobi. Era digital bukan persoalan siap atau tidak dan bukan pula suatu opsi namun sudah merupakan suatu konsekuensi. Teknologi akan terus bergerak ibarat arus laut yang terus berjalan ditengah-tengah kehidupan manusia. Maka tidak ada pilihan lain selain menguasai dan mengendalikan teknologi dengan baik dan benar agar memberi manfaat yang sebesarbesarnya.

BAB I

Perkembangan teknologi ke arah serba digital saat ini semakin pesat. Pada era digital seperti ini, manusia secara umum memiliki gaya hidup baru yang tidak bisa dilepaskan dari perangkat yang serba elektronik. Teknologi menjadi alat yang mampu membantu sebagian besar kebutuhan manusia. Teknologi telah dapat digunakan oleh manusia untuk mempermudah melakukan apapun tugas dan pekerjaan. Peran penting teknologi inilah yang membawa peradaban manusia memasuki era digital. Era digital telah membawa berbagai perubahan yang baik sebagai dampak positif yang bisa gunakan sebaik-baiknya. Namun dalam waktu yang bersamaan, era digital juga membawa banyak dampak negatif, sehingga menjadi tantangan baru dalam kehidupan manusia di era digital ini.

Teknik Analisis

Dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif analisis.

CONTOH TESIS NO.2 PENERAPAN MEDIA DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN APRESIASI BATIK KELAS X SMA NEGERI 1 BLEGA

Abstrak

Hasil analisis yang dilakukan oleh peneliti menunjukkan bahwa penggunaan media digital dalam pembelajaran apresiasi batik sangat berpengaruh terhadap keaktifan aktivitas siswa selama pembelajaran serta ketuntasan hasil belajar siswa. Terbukti dengan persentase angka yang diperoleh dari kelas X-2 yang merupakan kelas dengan pembelajaran menggunakan media digital yang jauh lebih baik dari pada persentase yang diperoleh pada kelas X-4, yakni kelas yang menerima pembelajaran tanpa menggunakan media digital.

BAB I

Interaksi antara guru dan siswa pasti terjadi didalam proses pembelajaran, utamanya dalam penyampaian materi pelajaran yang sedang berlangsung. Karena itu dibutuhkan media pembelajaran agar penyampaian materi dari guru ke siswa lebih optimal. Atas dasar tersebut peneliti berkeinginan untuk membantu guru dalam menciptakan suatu media pembelajaran yang menarik dan efektif.

Teknik Analisis

Sesuai dengan rumusan masalah, maka tujuan dari penelitian ini adalah agar dapat mengetahui dan mendeskripsikan langkah-langkah pembuatan media digital dalam apresiasi batik, mendeskripsikan aktivitas siswa dengan adanya penerapan media digital dalam pembelajaran apresiasi batik serta mendeskripsikan hasil belajar siswa dengan adanya penerapan media digital dalam pembelajaran apresiasi batik. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, yakni segala data yang diperoleh akan dipaparkan dalam bentuk kata-kata. Objek utama dalam penelitian ini adalah siswa kelas X-2 dan kelas X-4 SMA Negeri 1 Blega. Peneliti membuat media digital yang berbasis komputer dalam pembelajaran apresiasi batik kelas X dilanjutkan dengan melakukan analisis terhadap aktivitas siswa serta hasil belajarnya setelah menerima pembelajaran dengan media tersebut.

CONTOH TESIS NO.3 LITERASI MEDIA DIGITAL MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BENGKULU (Survei Tingkat Literasi Media Digital pada Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bengkulu Ditinjau dari Aspek Individual Competence)

Abstrak

Hasil penelitian ini nantinya akan dapat dipergunakan sebagai informasi mengenai tingkat literasi media digital mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bengkulu untuk dasar pemangku kebijakan membentuk kelompok mahasiswa yang literat. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: 1). Pemahaman mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bengkulu mengenai media digital berada pada kategori sedang, 2). Tingkat individual competence mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bengkulu dalam meliterasi media digital berada dalam level basic, 3). Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat individual competence terkait literasi media digital terutama adalah faktor lingkungan keluarga.

BAB I

Survei mengenai Literasi Media Digital Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bengkulu  (Survei Tingkat Literasi Media Digital pada Mahasiswa  Universitas Muhammadiyah Bengkulu Ditinjau dari Aspek Individual Competence) ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pemahaman mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bengkulu mengenai media digital,  dan untuk mengetahui seberapa tinggi tingkat individual competence mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bengkulu dalam meliterasi media digital, serta untuk mengetahui faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi tingkat individual competence terkait literasi media digital. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survei deskriptif dan mempergunakan teknik analisis data statistik deskriptif untuk menganalisis data penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan mahasiswa program sarjana S1 Universitas Muhammadiyah Bengkulu yang terdaftar berstatus aktif pada tahun ajaran 2015-2016.

Teknik Analisis

Tehnik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik quota sampling dan insidental sampling, kemudian data dijaring dengan menggunakan kuesioner atau angket. Dalam proses pemilihan sampel, menggunakan teknik two-step sampling. Pada tahap pertama yang dilakukan adalah memilih secara purposive mahasiswa yang akan dijadikan sampel. Individual Competence Framework yang ditetapkan oleh European Commission Directorate General Information Society and Media; Media Literacy Unit digunakan dalam penelitian ini untuk mengukur tingkat literasi media. Analisis data hasil penelitian dilakukan dengan tahap-tahap pengumpulan data, reduksi data dengan menyusun tabel frekuensi, verifikasi dan penarikan kesimpulan.

CONTOH TESIS NO.4 Pemetaan Konten Promosi Digital Bisnis Kuliner kika’s Catering di Media Sosial

Abstrak

Hasil penelitian menunjukan bahwa beberapa hal yang harus menjadi perhatian dalam melakukan kegiatan promosi digital adalah mendefinisikan target konsumen, dan penggunaan konten promosi. Konten yang tepat digunakan pada Instagram adalah visual/image dan hashtag.Sedangkan untuk Facebook adalah photo album, teks, dan fanpage.

BAB 1

Kegiatan promosi adalah salah satu hal terpenting dalam menjalankan sebuah bisnis untuk memasarkan produk/jasa. Sejalan dengan berkembangnya teknologi yang ada saat ini, strategi dalam melakukan pemasaran pun juga mulai berubah ke arah yang lebih modern, yaitu dengan teknologi internet, atau yang kemudian dikenal dengan istilah digital marketing. Beragam jenis media sosial dan karakteristiknya dapat menjadi alternatif untuk melakukan promosi digital bisnis kuliner. Banyaknya kemudahan dan fungsi dalam penggunaan media digital, telah mendorong banyak pengusaha dalam bidang usaha kuliner untuk ikut serta dalam memanfaatkan fasilitas media digital sebagai sarana promosi produk-produknya. Salah satunya adalah dengan menggunakan media sosial sebagai media promosi. Media sosial yang sering digunakan adalah Facebook dan Instagram, berdasarkan survei emarketer yaitu sebesar 87,5% untuk facebook dan 69,2% untuk Instagram, tentang tren penggunaan media sosial. Fakta inilah yang juga disadari oleh Kika’s Catering, salah satu bisnis kuliner yang menggunakan media sosial untuk kegiatan promosinya. Namun beragam jenis media sosial yang ada tentu memiliki sifat, karakteristik, ciri khas, konten, bahkan tujuan yang berbeda pula.

Teknik Analisis

Menggunakan media sosial yang tidak tepat dapat menyebabkan kegiatan promosi menjadi tidak efektif. Konten promosi menjadi hal penting dalam menggunakan media sosial yang digunakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pemetaan konten promosi digital bisnis kuliner di Facebook dan Instagram.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif.

CONTOH TESIS NO.5 Potret Media Informasi Kesehatan Bagi Masyarakat Urban di Era Digital

Abstrak

Hasil penelitian tentang media informasi kesehatan bagi masyarakat urban di era digital meliputi hal-hal berikut (1) Proses pencarian informasi kesehatan melalui media informasi kesehatan  yang digunakan masyarakat urban ialah media televisi, media online/ situs portal website yang kredibel tentang informasi kesehatan, dan media sosial berupa sharing info dari Whatsapp Group, LINE Group, dan BBM Group. (2) Adapun hambatan yang dirasakan oleh masyarakat urban dalam mengakses media informasi tersebut ialah hambatan psikologis yang berupa rasa khawatir akan informasi kesehatan tersebut bersifat hoax dan adanya hambatan semantik berupa penggunaan bahasa ilmiah atau istilah medis yang tidak mudah dimengerti.

BAB I

Pada era modern ini, setiap individu dituntut untuk memiliki kemampuan dalam mengakses berbagai macam informasi yang dibutuhkan secara online. Hal ini terjadi berkat kecanggihan teknologi yang melahirkan adanya media digital. Informasi kesehatan selalu dibutuhkan karena menjadi kebutuhan primer bagi masyarakat. Hal ini tentu tidak terlepas dari beragamnya media informasi kesehatan yang digunakan oleh setiap kalangan masyarakat. Apalagi di era modern ini, ada beragam kemudahan akses informasi yang bisa diperoleh oleh masyarakat urban.

Teknik Analisis

Dalam penelitian ini teknik analisis menggunakan deskriptif kualitatif.

CONTOH TESIS NO.6 Potret Media Informasi Kesehatan Bagi Masyarakat Urban di Era Digital

Abstrak

Hasil penelitian tentang media informasi kesehatan bagi masyarakat urban di era digital meliputi hal-hal berikut (1) Proses pencarian informasi kesehatan melalui media informasi kesehatan yang digunakan masyarakat urban ialah media televisi, media online/ situs portal website yang kredibel tentang informasi kesehatan, dan media sosial berupa sharing info dari Whatsapp Group, LINE Group, dan BBM Group. (2) Adapun hambatan yang dirasakan oleh masyarakat urban dalam mengakses media informasi tersebut ialah hambatan psikologis yang berupa rasa khawatir akan informasi kesehatan tersebut bersifat hoax dan adanya hambatan semantik berupa penggunaan bahasa ilmiah atau istilah medis yang tidak mudah dimengerti.

BAB I

Pada era modern ini, setiap individu dituntut untuk memiliki kemampuan dalam mengakses berbagai macam informasi yang dibutuhkan secara online. Hal ini terjadi berkat kecanggihan teknologi yang melahirkan adanya media digital. Informasi kesehatan selalu dibutuhkan karena menjadi kebutuhan primer bagi masyarakat. Hal ini tentu tidak terlepas dari beragamnya media informasi kesehatan yang digunakan oleh setiap kalangan masyarakat. Apalagi di era modern ini, ada beragam kemudahan akses informasi yang bisa diperoleh oleh masyarakat urban.

Teknik Analisis

Dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis yaitu deskriptif kualitatif.

CONTOH TESIS NO.7 EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA KOMIK DIGITAL (CARTOON STORY MAKER) DALAM PEMBELAJARAN TEMA SELALU BERHEMAT ENERG

Abstrak

Hasil  dari  penelitian  ini  menunjukkan  penggunaan  komik  digital  yang  dibuat  dengan software Cartoon  Story  Makerdapat  meningkatkan  efektivitas  pembelajaran  pada  materi  tema  selalu berhemat  energi.  Hasil  perhitungan  data  menunjukkan  bahwa  Sig Paired  Samples  Statistics0,000  dan nilai  korelasi  0,766.  Sedangkan  hasil Paired  Samples  Test Sig  2-tailed  =  0,000.  Hal  ini  menunjukkan bahwa   penggunaan   media   komik   digital   memberikan   pengaruh   yang   signifikan   terhadap   proses pembelajaran

BAB I

Tujuan  dari  penelitian  ini  yaitu  mengetahui efektivitaspenggunaan  media  komik  digital  untuk meningkatkan  prestasi  belajar  siswa. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 3 Linggasari  UPK  Kembaran  Kecamatan  Kembaran  Kabupaten  Banyumas.  Media  komik  digital  yang digunakan  dalam  pembelajaran  IPA  ini  menggunakan  software Cartoon  Story  Makerpada  tema  selalu berhemat  energi.

Teknik Analisis

Penelitian  yang  diusulkan  ini  dilakukan  lewat  quasi  experiment dengan desain one group pretest-posttest.

CONTOH TESIS NO.8 Efektivitas Penggunaan Media Komik Digital (Cartoon Story Maker) dalam pembelajaran Tema Selalu Berhemat Energi

Abstrak

Hasil  dari  penelitian  ini  menunjukkan  penggunaan  komik  digital  yang  dibuat  dengan software Cartoon  Story  Makerdapat  meningkatkan  efektivitas  pembelajaran  pada  materi  tema  selalu berhemat  energi.  Hasil  perhitungan  data  menunjukkan  bahwa  Sig Paired  Samples  Statistics0,000  dan nilai  korelasi  0,766.  Sedangkan  hasil Paired  Samples  Test Sig  2-tailed  =  0,000.  Hal  ini  menunjukkan bahwa   penggunaan   media   komik   digital   memberikan   pengaruh   yang   signifikan   terhadap   proses pembelajaran

BAB I

Tujuan  dari  penelitian  ini  yaitu  mengetahui efektivitaspenggunaan  media  komik  digital  untuk meningkatkan  prestasi  belajar  siswa. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 3 Linggasari  UPK  Kembaran  Kecamatan  Kembaran  Kabupaten  Banyumas.  Media  komik  digital  yang digunakan  dalam  pembelajaran  IPA  ini  menggunakan  software Cartoon  Story  Makerpada  tema  selalu berhemat  energi.

Teknik Analisis

Penelitian  yang  diusulkan  ini  dilakukan  lewat  quasi  experiment dengan desain one group pretest-posttest.

CONTOH TESIS NO.9 LITERASI MEDIA DIGITAL MAHASISWA SURAKARTA DALAM MENSIKAPI HOAX DI MEDIA SOSIAL

Abstrak

 

Penelitian kualitatif deskriptif berjudul Literasi Media Digital Mahasiswa S1 Surakarta Dalam Menghadapi Hoax di Media Sosial “dilatarbelakangi oleh maraknya hoax dalam social media. Dan bahkan yang viral di grup WhatsApp pelajar ini notabene termasuk kalangan intelektual dan pemimpin masa depan Indonesia. Validitas data diperoleh dengan triangulasi data dianalisis secara tidak sopan dengan mengacu pada teori Literasi Media Baru oleh Jenkin et al. (2009).

BAB I

Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa S1 Surakarta memiliki tingkat Digital yang cukup baik Literasi Media. Mereka juga dapat mengidentifikasi berita palsu atau hoax, tetapi dalam perilaku sehari-hari mereka seperti itu kurang kritis saat menerima atau mengakses informasi sehingga memungkinkan pemaparan hoax bahkan secara tidak sengaja berpartisipasi di media sosial Whatsapp.

Teknik Analisis

Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan wawancara, observasi dan penelusuran dokumen

CONTOH TESIS NO.10 Efektifitas Penggunaan Media Digital Storytelling dalam Pembelajaran Menulis Teks Narrative: Studi Kasus di SMP Negeri 1 Widodaren Ngawi

Abstrak

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media digital storytelling dalam pembelajaran menulis teks naratif pada siswa kelas VIII A di SMP Negeri Widodaren 1 Ngawi sangat efektif. Efektivitas penggunaan media digital storytelling dalam pembelajaran menulis teks naratif terlihat dari 1) penggunaan media digital storytelling sangat memotivasi anak belajar bahasa Inggris menulis Teks naratif, 2). penggunaan media digital storytelling memacu siswa lebih interaktif, 3). penggunaan media digital storytelling membuat materi pelajaran lebih menarik dan komunikatif, dan 4) penggunaan media digital storytelling dapat meningkatkan prestasi siswa.

BAB I

Salah satu kemajuan ilmu dan teknologi dalam pendidikan adalah munculnya berbagai sarana lab yang berbasis teknologi. Pemanfaatan kemajuan teknologi pendidikan mulai merambah pada peningkatan kompetensi guru, penulisan berbagai buku teks berbasis elektronik, penggunaan sarana berbasis IT dan juga pemanfaatan serta penggunaan media berbasis teknologi pendidikan. Salah satunya adalah penggunaan media digital storytelling. Secara umum, tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan efektivitas penggunaan media digital storytelling dalam pembelajaran menulis teks naratif. Oleh karena itu, peneliti ingin mengetahui apakah seberapa efektif penggunaan media digital storytelling dalam pembelajaran ketrampilan menulis teks naratif? Semua informasi termasuk catatan lapangan dan hasil tulisan siswa digunakan sebagai data dalam penelitian ini. Metode penggalian data dilakukan dengan cara simak catat (dokumentasi), observasi, wawancara dan tes. Validitas data dilakukan dengan menggunakan triangulasi metode dan sumber. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan model analisis interaktif.

Teknik Analisis

Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Kasus terjadi pada kelas VIII A SMP Negeri Widodaren 1 Ngawi.

CONTOH TESIS NO.11 PENERAPAN MEDIA DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN APRESIASI BATIK KELAS X SMA NEGERI 1 BLEGA

Abstrak

Hasil analisis yang dilakukan oleh peneliti menunjukkan bahwa penggunaan media digital dalam pembelajaran apresiasi batik sangat berpengaruh terhadap keaktifan aktivitas siswa selama pembelajaran serta ketuntasan hasil belajar siswa. Terbukti dengan persentase angka yang diperoleh dari kelas X-2 yang merupakan kelas dengan pembelajaran menggunakan media digital yang jauh lebih baik dari pada persentase yang diperoleh pada kelas X-4, yakni kelas yang menerima pembelajaran tanpa menggunakan media digital.

BAB I

Interaksi antara guru dan siswa pasti terjadi didalam proses pembelajaran, utamanya dalam penyampaian materi pelajaran yang sedang berlangsung. Karena itu dibutuhkan media pembelajaran agar penyampaian materi dari guru ke siswa lebih optimal. Atas dasar tersebut peneliti berkeinginan untuk membantu guru dalam menciptakan suatu media pembelajaran yang menarik dan efektif. Sesuai dengan rumusan masalah, maka tujuan dari penelitian ini adalah agar dapat mengetahui dan mendeskripsikan langkah-langkah pembuatan media digital dalam apresiasi batik, mendeskripsikan aktivitas siswa dengan adanya penerapan media digital dalam pembelajaran apresiasi batik serta mendeskripsikan hasil belajar siswa dengan adanya penerapan media digital dalam pembelajaran apresiasi batik.

Teknik Analisis

Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, yakni segala data yang diperoleh akan dipaparkan dalam bentuk kata-kata. Objek utama dalam penelitian ini adalah siswa kelas X-2 dan kelas X-4 SMA Negeri 1 Blega. Peneliti membuat media digital yang berbasis komputer dalam pembelajaran apresiasi batik kelas X dilanjutkan dengan melakukan analisis terhadap aktivitas siswa serta hasil belajarnya setelah menerima pembelajaran dengan media tersebut.

CONTOH TESIS NO.12 ANALISIS PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA BARU TERHADAP POLA INTERAKSI SOSIAL ANAK DI KABUPATEN SUKOHARJO

Abstrak

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penggunaan media baru di kalangan anak usia 8–12 tahun di Kabupaten Sukoharjo dalam kategori sedang (1,89) dan interaksi sosialnya dalam kategori tinggi (2,45). Asumsi yang menyatakan bahwa semakin tinggi penggunaan media baru maka interaksi sosial anak akan cenderung semakin rendah dapat diterima kebenarannya dengan koefisien korelasi sebesar 0,54 pada derajat kebebasan 0,05 atau tingkat kepercayaan 95%.

BAB I

Berbagai teknologi komunikasi pada dasarnya diciptakan untuk membuat hidup manusia menjadi semakin mudah dan nyaman, tetapi perangkat tersebut digunakan oleh khalayak dengan berbagai motivasi dan kepentingan sehingga tidak jarang menimbulkan dampak buruk yang tidak diinginkan. Sekalipun belum ada pembuktian secara ilmiah, bahwa maraknya perilaku sosial menyimpang adalah akibat penyalahgunaan teknologi media komunikasi namun suatu kenyataan bahwa kedua fenomena tersebut terjadi pada waktu yang bersamaan. Saat ini banyak dijumpai adanya siswa sekolah dasar (SD) dengan usia antara 6–12 tahun yang sudah mahir mengoperasikan dan memiliki berbagai bentuk media baru. Data Yayasan Pengembangan Media Anak (YPMA) tahun 2010 menyebutkan bahwa anak-anak di Indonesia menonton TV sekitar 7–8 jam per hari (YPMA, 2010:17). Maraknya penggunaan media baru oleh anak-anak dapat berpengaruh terhadap perilakunya, termasuk dalam hubungannya dengan orang tua, anggota keluarga lain, teman sekolah, teman bermain, dan orang lain di sekitarnya. Theresa Orange dan Louise O’Flynn dalam buku The Media Diet for Kids (2005) menyebutkan beberapa perilaku yang didapat dari penggunaan TV antara lain perilaku anti sosial, apatis, anak mengetahui seks secara samar-samar, dewasa dini, dan terjadinya ketidakseimbangan energi.

Teknik Analisis

Jenis penelitian ini adalah eksplanatif korelasi kausal dengan metode survei menggunakan instrumen utama kuesioner. Populasi adalah anak usia 8–12 tahun murid Sekolah Dasar atau sederajat di Kabupaten Sukoharjo yang berjumlah 11.263 siswa dan tersebar di 554 SD dan MI. Jumlah sampel sebanyak 80 siswa.

CONTOH TESIS NO.13 PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI TREND MEDIA DAKWAH PENDIDIKAN ISLAM DI ERA DIGITAL

Abstrak

Tulisan  ini  berupaya  menjelaskan  trend  dakwah  di  era  digital dengan  penggunaan  media  sosial,  mediaini  membuat  banyak pendakwah   tergelitik   untuk   menyalurkan   dakwah   mereka dengan   memanfaatkan   fasilitas   internet   para   pendakwah milenial   membuat   konten-konten   keIslaman   yang   dikemas dengan   santai   dalam   cerita   kehidupan   sehari-hari   serta dibumbui  hal-hal  lucu,  strategi  ini  banyak  menjaring  jutaan penonton    terbukti    dalam    keterangan    jumlah    penonton diyoutube. Dakwah adalah salah satu kegiatan yang bertujuan untuk  mengajak  orang  lain  dalam  kebaikan,  mengingatkan seseorang akan hari akhir, sedangkan media dakwah adalah alat untuk  mengajak  orang  lain  kejalan  yang  lebih  baik.  Pondok pesantren  an-nawawi  berjan  purworejo  merupakan  salah  satu pondok     yang     menerapkan     strategi     dakwah     dengan memanfaatkan  media  sosial  seperti:  Instagram  dan  Youtube  yang  dikemas  dengan  trend  terbaru  berupa  gambar  maupun video  yang  sasarannya  adalah  kaum  milenial,  hal  tersebut dilakukan  karena  semakin  maraknya  akun-akun  media  sosial yang   cenderung   radikal   bahkan   terkontaminasi   Isis   yang dengan   mudahnya   menghukumi   haram   tanpa   meninjau terlebihdahulu  penetapan  kaidah  fiqh  yang  benar.  Penelitian ini  menggunakan  studi    kasus  terhadap  respon  mahasiswa-mahasiswi,   yang   nyantri   dipondok   pesantren   an-nawawi berjan  purworejo  terhadap  pesan  dakwah  yang  terkandung didalam   konten-konten   media   sosial   Instagram   facebook, twitter maupun Youtube Pondok pesantren An Nawawi berjan Purworejo.

BAB I

Era  digital  adalah  era  dimana  semua  akses  dapat secara  cepat  terjangkau  oleh  para  pengguna  media  sosial akses cepat tersebut disebut dengan Viral,  faktor inilah yang membuat  para  pendakwah  berupaya  memanfaatkan  media sosial sebagai media dalam menyampaikan dakwah mereka, dimana  penggunaaan  media    ini  lebih up  to  datedan  lebih efektifdari  media  dakwah  lain(Faisol,  2017).  Mereka  akan sangat   cepat   terkenal   dikhalayak   masyarakat   contohnya seperti:   gus   miftah,   gus   baha   dan   sebagainya   mereka mempunyai  chanel-chanel  media  sosial  yang  pengikutnya ribuan  bahkan  jutaan.  Pemanfaatan  platfon-platfon  media sosial   seperti;   facebook,   twitter,   Instagram   dan   youtube nyatanya  memberikan  dampak  yang  signifikan  terhadap keterkenalan seorang tokoh pendakwah media sosial.

Teknik Analisis

Penelitian  ini  menggunakan  pendekatan  penelitian deskriptif, kualitatif dengan pengumpulan   data   secara tringulasi, objek dari penelitian ini adalah akun media sosial pondok      pesantren      An-Nawawi      berjan      purworejo. Pendekatan  penelitian  ini  dinamakan  pendekatan Deskriptif Kualitatif. Alasan peneliti menggunakan pendekatan metode kualitatif diantaranya   adalah   peneliti   sebelumnya   sudah mengetahui  kondisi  yang  ada  di  lokasi  penelitian.  Dan  ini menambah    kemantapan    peneliti    untuk    mempermudah melakukan  penelitian  dengan  jenis  penelitian kualitatifatau penelitian    yang    di    dalamnya    mengutamakan untuk pendeskripsian secara  analisis  sesuatu  peristiwa  atau  proses sebagaimana  adanya  dalam  lingkungan  yang  alami  untuk memperoleh   makna   yang   mendalamdari   hakekat   proses tersebut.

CONTOH TESIS NO.14 Perilaku Pengguna Media Sosial beserta Implikasinya Ditinjau dari Perspektif Psikologi Sosial Terapan

Abstrak

Media sosial menjadi alat baru bagi banyak bidang untuk menjalankan fungsi dan karya, seperti media kampanye politik, periklanan, dan pengajaran. Namun penggunaan media sosial saat ini juga menimbulkan dampak yang berlebihan yang dapat menjadi masalah yang serius jika tidak ditangani secepatnya. Ada beberapa perilaku penggunaan media sosial yang perlu dicermati, seperti selfie, cyber bullying, belanja online, personalisasi pengguna, dan budaya bersama. Melalui kajian psikologi sosial, diharapkan pembaca memiliki wawasan yang lebih komprehensif dalam melihat fenomena hegemoni media sosial sebagai bagian dari realitas sosial kontemporer.

BAB I

Media sosial bahkan menjadi “senjata baru”  bagi  banyak  bidang.  Kampanye politik    pada    Pemilu    2014    lalu    banyak melibatkan peran media sosial. Perusahaan-perusahaan  saat  ini  memberikan  perhatian khusus  untuk  mengelola  media  sosial  dan menjalin    hubungan    yang    baik    dengan pelanggan   mereka   secara daring(dalam jaringan). Iklan  menjadi  berubah  dari  cara tradisional   yang   diproduksi   oleh   perusa-haan  dan  tentu  dengan  biaya  yang  tidak sedikit.Hal   tersebut   merupakan   sebuah tantangan  sekaligus  kenyataan  yang  tidak bisa dipungkiri. Kehadiran media sosial dan semakin  berkembangnya  jumlah  pengguna dari hari ke hari memberikan faktamenarik betapa  kekuatan  internet  bagi  kehidupan (Nasrullah, 2015).

Teknik Analisis

Dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif.

CONTOH TESIS NO.15 LITERASI MEDIA DIGITAL MAHASISWA SURAKARTA DALAM MENSIKAPI HOAXDI MEDIA SOSIAL

Abstrak

Penelitian kualitatif deskriptif berjudul “Literasi Media Digital Mahasiswa S1 Surakarta Dalam Menghadapi Hoax di Media Sosial” dilatarbelakangi oleh maraknya hoax di media sosial. Bahkan yang viral di grup WhatsApp pelajar ini kebetulan termasuk para intelektual dan calon pemimpin Indonesia. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan wawancara, observasi dan penelusuran dokumen. Validitas data diperoleh dengan triangulasi, data dianalisis secara tidak teratur dengan mengacu pada teori New Media Literacy oleh Jenkin et al. (2009). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa S1 Kota Surakarta memiliki tingkat Literasi Media Digital yang cukup baik. Mereka juga dapat mengidentifikasi berita palsu atau hoax, tetapi dalam perilaku sehari-hari mereka kurang kritis saat menerima atau mengakses informasi sehingga memungkinkan terpaparnya hoax bahkan secara tidak sengaja berpartisipasi di media sosial Whatsapp.

BAB I

Banjir informasi akibat revolusi media sosial hasil  kemajuan tehnologi  komunikasi membuat siapapun  bisa memproduksi atau mengakses informasi secara mudah   dan murah. Sayangnya tanpa diimbangi peningkatan dayakritis dan nalaratau logika yang baik. Tak sedikit yang terpancing judul-judul    provokatif dan membaginya tanpa tahu tulisan tersebut    sudah dikomodifikasi sebagai  pesanhasutan atauhoax. Padahal   pesan   Hasutan   dan   Hoax memang dibuat dengan tujuan merusak kredibilitas pemerintah disamping mendapatkan uang (Tempo 2-8   Januari 2016).

Teknik Analisis

Dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif.

 

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Leave a Reply

Open chat
Hallo ????

Ada yang bisa di bantu?