HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Pendidikan: Kegiatan Kepramukaan sbg Sarana Menumbuhkan Kedisiplinan

Judul Tesis : Kegiatan Kepramukaan sebagai Sarana Menumbuhkan Kedisiplinan Siswa SMPN 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal

A. Latar Belakang

Tata tertib adalah aturan yang lazim dimiliki oleh sebuah sekolah. Tata tertib sekolah merupakan peraturan tertulis yang telah dirancang dan disahkan oleh pihak sekolah sebagai acuan untuk mengatur perilaku dan tingkah laku agar dapat dipertanggungjawabkan. Sebuah tata tertib harus ditaati. Dengan ditaatinya tata tertib sekolah, maka tujuan umum pendidikan akan dapat tercapai. Agar tata tertib tersebut ditaati diperlukan adanya suatu sikap yang dapat menunjang pentaatan tersebut, salah satunya yaitu sikap disiplin. Karena dengan disiplin tata tertib dapat dilaksanakan tanpa paksaan. Idealnya sikap disiplin itu dimiliki oleh semua komponen sekolah. Tidak hanya milik siswa semata, namun juga harus dimiliki oleh kepala sekolah, guru, serta karyawan tata usaha. Bagi siswa disiplin dapat menumbuhkan perilaku antara lain: mengerjakan tugas dengan baik, tepat waktu, belajar dengan rutin tanpa paksaan, dan tentunya dapat mematuhi tata tertib sekolah dengan tanpa paksaan.

Kegiatan kepramukaan sebagai salah satu kegiatan ekstrakurikuler merupakan salah satu sarana di antara sarana-sarana yang lain yang dapat menumbuhkan kedisiplinan siswa. Karena, dalam kegiatan kepramukaan banyak mengandung unsur–unsur disiplin sebagai berikut : peraturan baris berbaris (PBB), Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (PPPK), Kegiatan upacara. Dari tiga contoh kegiatan tersebut dapat dikatakan bahwa kegiatan kepramukaan merupakan salah satu sarana yang dapat menumbuhkan kedisiplinan siswa. Tidak hanya disiplin mematuhi tata tertib sekolah tapi juga disiplin dalam segala aspek baik disiplin di rumah, disiplin di sekolah, dan disiplin di lingkungan masyarakat. Karena pada dasarnya disiplin itu tidak terjadi dengan sendirinya. Melainkan melalui proses yang dilakukan secara kontinyu. Sehingga muncul pepatah yang mengatakan: ”bisa karena biasa”. Artinya siswa yang telah terbiasa dengan kegiatan-kegiatan tersebut secara tidak langsung akan menyerap nilai-nilai yang terkandung di dalam materi yang diajarkan. Bukan hanya di lingkungan sekolah tapi juga di lingkungan rumah dan masyarakat. Di rumah siswa akan terbiasa bangun pagi dan memulai kegiatannya dengan lebih teratur. Serta dapat menjadi bagian kehidupan masyarakat dengan lebih baik. Patuh terhadap peraturan lingkungan dan taat terhadap hukum yang berlaku. Oleh karena itu kegiatan pramuka diharapkan mampu menjawab tantangan masyarakat.

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimana kegiatan kepramukaan di SMP N 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal?
  2. Adakah hubungan antara kegiatan kepramukaan dengan kedisiplinan siswa SMP N 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal?

C. Landasan Teori

Hakikat Kepramukaan

Amin Abas (1997:4) menyatakan bahwa Gerakan pramuka adalah badan non-pemerintah yang berusaha membantu pemerintah dan masyarakat dalam membangun masyarakat dan bangsanya khususnya di bidang pendidikan melalui kegiatan kepramukaan dengan menggunakan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan (PDK dan MK).

Hakikat Disiplin

Menurut Mar’at (1984: 90) disiplin adalah sikap perseorangan atau kelompok yang menjamin adanya kepatuhan terhadap perintah-perintah yang berinisiatif untuk melakukan suatu tindakan yang perlu seandainya tidak ada perintah. Hal ini merupakan hasil latihan-latihan yang efektif dan kepemimpinan yang baik.

Tinjauan tentang Kegiatan Kepramukaan dalam Menumbuhkan Kedisiplinan Siswa

Disiplin diri pribadi itu sangat penting dalam membangun masyarakat. Penanaman disiplin siswa dimulai atau diawali dari contoh disiplin orang tua di rumah dan guru di sekolah serta dengan penanaman pengertian apa sebabnya seseorang harus taat pada peraturan. Salah satu ciri khas kegiatan kepramukaan adalah masalah disiplin waktu. Setiap kegiatan kepramukan selalu dimulai tepat waktu. Disamping itu seorang pramuka juga dilatih tangkas. Salah satunya adalah disiplin dalam berpakaian.

D. Metode Penelitian

Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII SMP N 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal tahum 2005/2006 yang menjadi anggota pramuka atau yang mengikuti

kegiatan ekstrakurikuler pramuka sejumlah 145 orang. Sampel diambil dengan teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Dengan mengacu pada Nomogram Harry King, besarnya prosentase yang diambil adalah sebesar 65% dari populasi. Sehingga jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 94 orang.. Data mengenai variabel kuantitatif yaitu mengikuti kegiatan pramuka dan tingkat kedisiplinan dikumpulkan melalui metode angket dan dokumentasi. Metode analisis data digunakan analisis statistik, karena data yang diperoleh berupa angka-angka dan bersifat kuantitatif. Teknik analisis yang digunakan adalah korelasi product moment.

E. Kesimpulan

  1. Tingkat aktivitas kepramukaan siswa SMP N 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal tergolong sangat tinggi dengan prosentase 73,40% atau sebanyak 69 orang, sedangkan pada kategori tinggi prosentasenya 26,60% atau sebanyak 25 orang.
  2. Tingkat kedisiplinan siswa SMP N 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal tergolong sangat tinggi dengan prosentase 77,66% atau sebanyak 73 orang, sedangkan pada kategori tinggi prosentasenya 22,34% atau sebanyak 21 orang.

Contoh Tesis Pendidikan

  1. Studi Komparasi Hasil Belajar Antara Pendekatan Kontekstua (Contextual Teaching And Learning) dengan Pendekatan Konvensional dalam Pembelajaran Sejarah Siswa Kelas x Semester Genap Sma Negeri I Pejagoan Kabupaten Kebumen Tahun Ajaran 2006/ 2007.
  2. Kegiatan Kepramukaan sebagai Sarana Menumbuhkan Kedisiplinan Siswa SMPN 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal.
  3. Pelaksanaan Pembelajaran Kontekstual Oleh Guru Pkn di Sma Negeri I Banjarnegara.
  4. Pelaksanaan Penilaian Portofolio Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Sma Negeri 4 Tegal.
  5. Pembinaan Moral Anak di Panti Pamardi Putra Mandiri Sendangguwo Kecamatan Tembalang Kota Semarang.

 

Leave a Reply