HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Pendidikan: Studi Sarana dan Prasarana Pembelajaran Penjasorkes tingkat SD

Judul Tesis : Studi Sarana dan Prasarana Pembelajaran Penjasorkes Sekolah Dasar Negeri Se-Kecamatan Gatak Kabupaten Sukoharjo Tahun 2009

 

A. Latar Belakang

Pendidikan jasmani merupakan media untuk mendorong perkembangan keterampilan motorik, kemampuan fisik, pengetahuan, penalaran, penghayatan nilai dan pembiasaan pola hidup sehat yang bermuara untuk merangsang pertumbuhan serta perkembangan yang seimbang. Dengan pendidikan jasmani peserta didik akan menjadi lebih kreatif, inovatif, terampil, memiliki kebugaran jasmani, kebiasaan hidup sehat dan memiliki pengetahuan serta pemahaman terhadap gerak manusia.

Adanya beberapa macam cabang olahraga yang diajarkan dalam pendidikan jasmani membutuhkan sarana dan prasarana yang memadai. Penyediaan sarana dan prasarana pendidikan jasmani yang memadai akan memperoleh kualitas pendidikan yang lebih baik,sehingga tujuan pendidikan jasmani akan tercapai dengan baik. Soekatamsi dan Srihati Waryati (1996:10) berpendapat. ”Olahraga di sekolah harus diusahakan agar diperlukan sama dengan hal-hal lain dalam kurikulum, dan harus disediakan bangsal dan lapangan olahraga dengan jumlah dan luas yang cukup sehingga memungkinkan pelaksanaan program olahraga dapat dilakukan dengan penuh oleh setiap siswa.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimanakah keadaan sarana dan prasarana pembelajaran penjasorkes Sekolah Dasar Negeri se-Kecamatan Gatak Kabupaten Sukoharjo Tahun 2009 ?
  2. Bagaimanakah kesesuaian antara sarana dan prasarana pembelajaran penjasorkes dengan jumlah siswa Sekolah Dasar Negeri se-Kecamatan Gatak Kabupaten Sukoharjo Tahun 2009 ?

 

C. Landasan Teori

Pengertian Pendidikan Jasmani

Pendidikan jasmani merupakan bagian integral dari sistem pendidikan secara keseluruhan, yang memfokuskan pengembangan aspek kebugaran jasmani, ketrampilan gerak, ketrampilan berfikir kritis, stabilitas emosional, ketrampilan sosial, penalaran dan tindakan moral melalui aktivitas jasmani. Di dalam intensifikasi penyelenggaraan pendidikan sebagai suatu proses pembinaan manusia yang berlangsung seumur hidup, peranan pendidikan jasmani sangat penting yakni memberikan kesempatan pada siswa untuk terlibat langsung dalam aneka pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani yang dilakukan secara sistematis. Pembekalan pengalaman belajar itu diarahkan untuk membina sekaligus membentuk gaya hidup sehat dan aktif sepanjang hayat.

Pengembangan Kurikulum

Kurikulum merupakan wahana belajar-mengajar yang dinamis sehingga perlu dinilai dan dikembangkan secara terus-menerus. Adapun yang dimaksud dengan pengembangan kurikulum adalah suatu proses yang menentukan bagaimana pembuatan kurikulum akan berjalan dan guru penjas harus menggunakan pengajaran pakem yaitu pembelajaran aktif kreatif edukaif dan menyenangkan.

Prasarana Pendidikan Jasmani

Prasarana pendidikan jasmani pada dasarnya merupakan sesuatu yang bersifat permanen. Kelangsungan proses belajar mengajar pendidikan jasmani tidak terlepas dari tersedianya prasarana yang baik dan memadai. Prasarana yang baik dan memadai maka proses pembelajaran pendidikan jasmani dapat berjalan dengan baik.

 

D. Metode Penelitian Tesis 

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif.

Populasi dalam penelitian ini adalah Sekolah Dasar Negeri se- Kecamatan Gatak Kabupaten Sukoharjo yang terdiri dari 29 Sekolah Dasar Negeri.

Sampel yang dipakai atau digunakan dalam penelitian ini adalah guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan di Sekolah Dasar Negeri se-Kecamatan Gatak Kabupaten Sukoharjo tahun 2009 sebanyak 29 Guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan.

Teknik pengumpulan data dengan angket yang berupa quisioner.

 

E. Kesimpulan

Keadaan sarana dan prasarana pengajaran pendidikan jasmani tiap cabang olahraga sebagai berikut :

  • Prasarana untuk cabang olahraga Atletik di Sekolah Dasar Negeri se- Kecamatan Gatak Kabupaten Sukoharjo Tahun 2009 masuk dalam kategori Baik dengan rata-rata 76.5 yaitu untuk kategori yang Baik Sekali ada 9 SD dengan prosentase 31%, yang Baik ada 8 SD dengan prosentase 27.5%, yang Sedang ada 10 SD dengan prosentase 34.4%, yang Kurang ada 2 SD dengan prosentase 6.8%, dan yang kurang sekali tidak ada dan Sarananya masuk dalam kategori Kurang dengan rata-rata 26.6 yaitu untuk kategori yang Baik Sekali tidak ada, yang Baik ada 1 SD dengan prosentase 3.4%, yang Sedang ada 6 SD dengan prosentase 20.7%, Kurang ada 10 SD dengan prosentase 34.4% lalu yang Kurang Sekali ada 12 SD dengan prosentase 41.4%.
  • Prasarana untuk cabang olahraga Permainan di Sekolah Dasar Negeri se- Kecamatan Gatak Kabupaten Sukoharjo Tahun 2009 masuk dalam kategori Baik dengan rata-rata 73.2 yaitu untuk kategori yang Baik Sekali ada 10 SD dengan prosentase 34.4%, yang Baik ada 9 SD dengan prosentase 31%, yang Sedang ada 8 SD dengan prosentase 27.5%, yang Kurang ada 2 SD dengan prosentase 6.8%, dan yang kurang sekali tidak ada dan Sarananya masuk dalam kategori Kurang dengan rata-rata 18.1 yaitu untuk kategori yang Baik Sekali dan Baik tidak ada, yang Sedang ada 4 SD dengan prosentase 13.8%, yang Kurang ada 4 SD dengan prosentase 13.8% dan yang Kurang Sekali ada 21 SD dengan prosentase 72.4%.

Kesesuaian prasarana dan sarana pengajaran pendidikan jasmani Sekolah Dasar Negeri se-Kecamatan Gatak dengan jumlah siswanya ternyata kurang kesesuaian didalamnya. Adapun rincian tiap cabang sebagai berikut:

  • Sarana dan prasarana untuk cabang olahraga ateltik di Sekolah Dasar Negeri se-Kecamatan Gatak Kabupaten Sukoharjo Tahun 2009 rata-rata termasuk Kurang Sesuai.
  • Sarana dan prasarana untuk cabang olahraga permainan di Sekolah Dasar Negeri se-Kecamatan Gatak Kabupaten Sukoharjo Tahun 2009 rata-rata termasuk Kurang Sesuai.

 

Contoh Tesis Pendidikan

  1. Di Desa Kenongorejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun
  2. Upaya Peningkatkan Kualitas Pembelajaran Akuntansi di Kelas X AK 2 Smk Negeri 3 Surakarta Melalui Penerapan Metode Direct
  3. Peningkatan Prestasi Belajar IPS Melalui Pembelajaran Kooperatif pada Siswa Kelas V SDN 03 Lalung Karanganyar
  4. Studi Sarana dan Prasarana Pembelajaran Penjasorkes Sekolah Dasar Negeri Se-Kecamatan Gatak Kabutapen Sukoharjo
  5. Studi Komparasi Antara Nilai IQ dan Pemahaman Nilai Sejarah terhadap Prestasi Belajar Sejarah Siswa Kelas XI SMAN 1

 

 

Leave a Reply