HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Pendidikan: Perekonomian Etnis Tionghoa di Surakarta Tahun 1959-1974

Judul Tesis : Perekonomian Etnis Tionghoa di Surakarta Tahun 1959-1974 (Studi Pasca Keluarnya PP No 10 Tahun 1959)

 

A. Latar Belakang

Masa penjajahan yang selama berabad-abad telah mewariskan suatu tatanan ekonomi yang dikuasai oleh perusahan dan para pedagang Tionghoa. Hal ini dikarenakan pada masa penjajahan bangsa Indonesia hanya dididik menjadi buruh dan pegawai pemerintah yang berkuasa saat itu. Sedangkan yang dipupuk menjadi pengusaha dan pedagang adalah etnis Tionghoa. Etnis Tionghoa sejak kecil telah didik untuk memiliki kepatuhan moral yang tinggi, mengendalikan diri, memiliki rasa tanggung jawab, hormat pada orang tua, suka bekerja keras dan merupakan orang yang ulet dalam bidang ekonomi.

Surakarta sebagai daerah yang dihuni oleh banyak Etnis, salah satu diantaranya adalah etnis Tionghoa. Peranan etnis Tionghoa dalam perekonomian di Surakarta cukup dominan diantara etnis-etnis lain yang ada di Surakarta seperti etnis Arab dan India. Setelah Indonesia merdeka, tingginya frekuensi pergantian kabinet pada masa 1950-1959 memunculkan kelas elite politik yang berusaha mengumpulkan dana untuk kelangsungan partai. Sehingga banyak memunculkan banyak peraturan yang berkaitan dengan kebijakan ekonomi dan kewarganegaraan terutama yang berhubungan dengan golongan Asing yang ada di Indonesia.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimana kondisi perekonomian Surakarta sebelum tahun 1959?
  2. Bagaimana kondisi perekonomian etnis Tionghoa di Surakarta sebelum tahun 1959?
  3. Bagaimana kondisi perekonomian Etnis Tionghoa di Surakarta setelah keluarnya PP No.10 Tahun 1959?

 

C. Landasan Teori

Kebijakan Pemerintah

Menurut Peter Salim dan Yeni Salim (1991), kebijakan pemerintah adalah garis haluan, rangkaian konsep dan asas yang garis besar dan rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan dan kepemimpinan pada pemerintah.

 

Ekonomi Politik

Istilah ekonomi pertama kali diketemukan oleh filsuf Yunani yang bernama Xenophon. Kata ekonomi berasal dari bahasa Yunani yaitu Oikos dan Nomos. Oikos berarti rumah dan nomos berarti aturan atau tata laksana, kemudian digabung menjadi ekonomia yang artinya adalah aturan atau tata laksana rumah tangga. Pada masa ini ekonomi merupakan bagian dari studi politik, yang pada gilirannya menjadi bagian dari penelaahan etika dan filosofi (Staniland,2003:16).

 

Identifikasi Etnis

Dalam mengidentifikasi serta menentukan suatu kelompok masyarakat berdasarkan keaslian etnis, maka kriteria yang popular digunakan yaitu dengan melihat kelompok masyarakat berdasarkan pada ciri-ciri fisiknya ( fisiosomatik). Berdasarkan tindakan yang dilakukan oleh seorang Antropolog konservatif bernama Kroeber (1948), bahwa ia pernah memisahkan ras melayu dari mongoloid, dengan berdasarkan pada penampilan kulit yang berwarna kuning sebagai kriteria bagi keturunan Tionghoa.

 

D. Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode historis.

Sumber data yang digunakan adalah sumber surat kabar, buku literatur, sumber lain berupa arsip.

Teknik pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis historis, yaitu analisa yang mengutamakan ketajaman dalam mengolah suatu data sejarah.

Prosedur penelitian dengan melalui empat tahap kegiatan yaitu: heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi

 

E. Kesimpulan Tesis

  1. Kondisi perekonomian Surakarta sebelum tahun 1959, sangat memprihatinkan, keadaan ini tak lepas dari hadirnya pemerintah Pendudukan Jepang yang mulai menguasai Surakarta pada tahun 1943. Pada masa pendudukan Jepang, kondisi Surakarta memburuk disebabkan karena kebijakan Jepang yang cenderung untuk memobilisasi daerah pendudukan untuk kepentingan perang, salahsatunya dalam sektor ekonomi, Jepang mengatur segala bentuk kegiatan ekonomi. Guna mempermudah menjalankan eksploitasi, dibidang pemerintahan daerah kekuasaan dibagi menjadi yaitu Syuu ,Si, Ken, Gun, Son, Ku, dan daerah kerajaan seperti Surakarta dan Yogyakarta menjadi Kooti Surakarta.
  2. Kondisi Etnis Tionghoa di Surakarta sebelum tahun 1959, cukup baik karena etnis Tionghoa telah muncul sebagai etnis yang sangat berperan dalam sektor ekonomi. Jumlah etnis Tionghoa yang melebihi jumlah golongan Eropa dan etnis lainnya menyebabkan kekhawatiran bagi pemerintah Kolonial Belanda, sehingga banyak bermunculan peraturan yang bertujuan untuk membatasi gerak mereka. keadaan masyarakat Tionghoa yang berada dalam berbagai diskriminasi memunculkan gerakan-gerakan solidaritas perjuangan Tionghoa. Organisasi masyarakat Tionghoa bersifat kedaerahan, profesionalitas, keagamaan hingga politik. diskriminasi yang mereka alami salahsatunya dalam bidang ekonomi, meskipun banyak aturan yang telah dibuat untuk membatasi gerak etnis Tionghoa tapi aturan-aturan yang ada tidak sepenuhnya mengekang gerak etnis Tionghoa di sektor ekonomi.
  3. Kondisi perekonomian Etnis Tionghoa di Surakarta setelah keluarnya PP No.10 Tahun 1959 sempat mengalami kegoyahan. Lahirnya peraturan yang berbau rasis ini menyebabkan menguatnya posisi pengusaha pribumi serta memunculkan berbagai industri seperti batik, tekstil, dan kerajinan. Namun mengakibatkan usaha etnis Tionghoa di Surakarta terganggu. Keadaan ekonomi Tionghoa di Surakarta mulai bangkit pada awal Orde Baru, karena kedekatan etnis Tionghoa dengan penguasa pada saat itu mereka mendapatkan kemudahan dalam memperoleh kredit Investasi.

 

Contoh Tesis Pendidikan

  1. Studi Komparasi Antara Metode Diskusi dengan Metode Role Playing Ditinjau dari Kreativitas Siswa Pada Pembelajaran PKN Kelas VII SMP N 16 Surakarta Tahun Ajaran 2008/2009
  2. Penggunaan Media Iklan Masyarakat Untuk Meningkatkan Pembelajaran Menulis Persuasi pada Siswa Kelas X-1 SMA
  3. Penggunaan Pendekatan Konstrukstivisme Melalui Metode Eksperimen dan Demonstrasi Pada Pokok Bahasan
  4. Perekonomian Etnis Tionghoa di Surakarta Tahun 1959-1974 (Studi Pasca Keluarnya Pp No 10 Tahun 1959)
  5. Analisis Kualitas Pelayanan Jasa terhadap Kepuasan Pelanggan Telkom Flexi pada Pt. Telkom Kandatel Solo

 

Leave a Reply