HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Peranan Industri Perkayuan Jawa Tengah Terhadap Perekonomian

Analisis Peranan Industri Perkayuan Jawa Tengah Terhadap Perekonomian Daerah dengan Menggunakan Model Analisis Input Output

1.1 LATAR BELAKANG

Pola pembangunan daerah yang dititik beratkan pada sektor ekonomi, membuat seluruh sistem diupayakan menghasilkan secara ekonomis dan diupayakan mampu menggerakkan roda ekonomi. Pembangunan perekonomian tidak bisa dipisahkan dari peranan sektor-sektor perekonomian yang pada hakekatnya merupakan penggambaran dari adanya saling keterkaitan diantara sektor-sektor tersebut. Setiap sektor dalam perekonomian daerah dituntut untuk memberikan kontribusinya terhadap kenaikan pendapatan domestik regional bruto (PDRB). Kenaikan PDRB dari tahun ke tahun pada dasarnya merupakan gambaran tingkat pertumbuhan ekonomi yang dicapai suatu daerah. Terjadinya krisis ekonomi pada akhir tahun 1997 sampai dengan tahun 1998 mengakibatkan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah turun drastis menjadi minus 11,74 % (Pendapatan Regional Jawa Tengah Tahun 2002). Pada tahun 1999 pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah mulai mengalami peningkatan, hingga pada tahun 2004 mencapai 5,13 % (Pendapatan Regional Jawa Tengah Tahun 2004). Struktur perekonomian Jawa Tengah sejak tahun 1992, tidak lagi didominasi oleh sektor pertanian melainkan sudah bergesar ke sektor industri pengolahan atau industri manufaktur. Pada tahun 2000 sektor industri pengolahan memberikan sumbangan terbesar bagi pembentukan PDRB Jawa Tengah, yaitu sebesar 31,11%.

Dan pada tahun 2004 terus mengalami peningkatan menjadi 32,64 %. Sektor industri pengolahan yang memberikan kontribusi terbesar adalah sektor industri non-migas, yaitu sebesar 26,12 % terhadap total pendapatan regional bruto (Pendapatan Regional Jawa Tengah Tahun 2004). Kenaikan PDRB sektor industri non-migas dari tahun ke tahun, tidak diikuti dengan kenaikan kontribusi PDRB pada sektor industri perkayuan. Kontribusi PDRB pada sektor industri perkayuan dari tahun ke tahun terus mengalami penurunan. Pada tahun 2000, kontribusi sektor industri perkayuan sebesar 3,48% dan terus menurun hingga tahun 2004 sebesar 3,37%. Penurunan ini diakibat tidak terkendalinya laju pertumbuhan industri perkayuan baru. Data Departemen Kehutanan tahun 1999, tercatat jumlah industri perkayuan Propinsi Jawa Tengah mencapai 2.663 buah. Industri tersebut terdiri dari industri pengolahan kayu besar sejumlah 318 buah dan skala menengah dan kecil sejumlah 2.345 buah. Pada tahun 2004 jumlah industri perkayuan Jawa Tengah sudah mencapai 2954 buah, terdiri dari industri primer sebanyak 1694 buah dan industri sekunder sebanyak 1260 buah. Industri primer tersebut antara lain industri penggergajian sebanyak 838 unit, industri papan laminasi sebanyak 40 unit. Industri moulding sebanyak 450 unit, industri pengolahan kayu sebanyak 364 unit, dan industri plywood sebanyak 2 unit. Sedangkan industri sekunder terdiri dari mebel sebanyak 1232 unit dan kerajinan sebanyak 28 unit. Jumlah industri ini terus mengalami peningkatan.

Berdasarkan data inventarisasi dari kabupaten/kota di Jawa Tengah tahun 2005, jumlah indusri pengolahan kayu mencapai 3.112 buah. Dari jumlah tersebut 2.549 buah merupakan industri primer (Dinas Kehutanan Propinsi Jawa Tengah, 2005). Dalam kondisi tersebut industri perkayuan tetap dituntut untuk memberikan kontribusi seperti halnya sektor-sektor ekonomi yang lain. Pembangunan perekonomian yang tidak bisa dipisahkan dari peranan sektor-sektor perekonomian yang pada hakekatnya merupakan penggambaran dari adanya saling keterkaitan diantara sektor-sektor tersebut Bertitik tolak dari permasalahan di atas, maka sangat penting kiranya dilakukan penelitian untuk mengetahui seberapa besarkah sesungguhnya peranan atau kontribusi sektor industri perkayuan Jawa Tengah terhadap perekonomian daerah, dalam keterkaitannya dengan sektor-sektor lain. Utamanya dilihat dari angka pengganda pendapatan, angka pengganda output, kemampuan menciptakan nilai tambah, ekspor serta keterkaitannya dengan sektor lain. Analisis angka pengganda ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh perubahan per unit permintaan akhir suatu sektor industri perkayuan Indonesia terhadap total output (angka pengganda output), serta pendapatan rumah tangga total (angka pengganda pendapatan) yang dihasilkan dalam perekonomian Jawa Tengah

Leave a Reply