HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Sentralisme Demokratik Vladimir Putin Dalam Mengatasi Krisis Ekonomi di Federasi Rusia (2000-2008)

ABSTRAK

Sentralisme Demokratik pertama kali dipakai di Rusia sebagai dasar pemerintahan negara pada masa Lenin. Sistem ini dipilih karena di dalamnya terdapat apa yang disebut dengan “kebebasan berdiskusi dan kesatuan aksi” yang dianggap Lenin paling sesuai sebagai dasar pemerintahan negara. Sentralisme Demokratik menjadi semacam doktrin resmi bagi pemimpin Uni Soviet setelah Lenin. Sistem ini sempat hilang pada masa Nikita Khruschev namun kembali ditegaskan dalam Konstitusi Soviet 1977 pada masa Leonid Brezhnev. Pada masa Mikhail Gorbachev dan Boris Yeltsin, sistem ini benar-benar hilang dan digantikan oleh sistem Demokratik Liberal. Sentralisme Demokratik baru kembali digunakan pada masa Vladimir Putin. Sistem ini terbukti berhasil mengatasi krisis
ekonomi yang terjadi sejak runtuhnya Uni Soviet.

Kata kunci: sentralisme demokratik, kebijakan ekonomi, tindakan politik, Vladimir Putin, perekonomian Rusia.

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Tidak ada yang menyangka sebelumnya bahwa Uni Soviet yang merupakan Negara Adidaya dan rival utama Amerika Serikat akan mengalami kehancuran. Negara yang selama 80 tahun berada di bawah kekuasaan komunis itu akhirnya tidak mampu  mempertahankan kesatuan negaranya. Program Glasnost&Perestroika1 yang dicanangkan Mikhail Gorbachev pemimpin terakhir
Uni Soviet, justru menyebabkan banyak gerakan separatis. Semangat keterbukaan dan demokratisasi yang diusung program tersebut adalah pemicunya. Berbagi masalah yang sudah ada sejak lama kian memanas dan puncaknya terjadi pada tanggal 24 desember 1991 saat Mikhail Gorbachev secara resmi mengundurkan diri sebagai pemimpin Uni Soviet. Satu hari kemudian pada tanggal 25 desember 1991 secara resmi negara Uni Soviet dinyatakan bubar.

Pasca-Uni Soviet bentuk negara ini berubah menjadi federasi. Dengan demikian lahirlah negara Federasi Rusia. Bentuk Federasi Rusia diresmikan pada Perestroika berasal dari kata kerja “Stroit” (membangun / mendirikan) yang mengalami pembendaan menjadi “Stroika” (bangunan / struktur) dan awalan “Pere” yang artinya “re-” atau kembali. Dengan demikian secara harafiah perestroika berarti restrukturisasi. Perestroika adalah sebuah restrukturisasi untuk mengantisipasi proses stagnasi (zastoy) dan kelumpuhan total, dengan menciptakan mekanisme (uskorenie) yang efektif bertumpu pada kinerja dan karya nyata masyarakat, pada perkembangan demokrasi dan perluasan keterbukaan. (Ahmad Fahrurodji, Rusia Baru Menuju Demokrasi: Pengantar Sejarah dan Latar Belakang Budayanya (Jakarta, 2005, hlm. 173).
Glasnost (keterbukaan) berasal dari kata “golos” yang artinya suara. Ini mengisyaratkan bahwa pembungkaman yang tersistemasi selama tujuh dasawarsa telah mengakibatkan tidak terakomodasinya partisipasi politik dalam proses kehidupan politik dan sosial. Keterbukaan memperbolehkan suara yang selama ini dibatasi dan dibungkam untuk muncul ke permukaan. Terlebih lagi, glasnost memungkinkan masyarakat mengetahui tak hanya sisi baik, tapi juga sisi buruk masyarakat Soviet semenjak revolusi Bolshevik yang diharapkan membawa mereka kepada masyarakat sosialis dan komunis yang dicita-citakan. (Ibid., hlm. 181-182) tanggal 25 desember 1991 berdasarkan Keputusan Dewan Tertinggi RSFSR (Rossiiskaja Sovietskaja Federativnaja Sotsialisticheskaja Respublika / Republik Soviet Sosialis Federasi Rusia) dengan Boris Yeltsin sebagai presiden pertamanya. Sedangkan Konstitusi Federasi Rusia yang mendeklarasikan Rusia sebagai negara hukum yang berbentuk federasi baru disahkan tanggal 12 Desember 1993.

Banyak perubahan dan kemunduran yang terjadi pasca jatuhnya rezim komunis di negara tersebut. Salah satunya adalah  kemunduran dalam bidang ekonomi. Dengan kondisi kas negara yang minim dan warisan hutang yang besar pada masa Uni Soviet, perekonomian eks negara adidaya ini benar-benar terpuruk. Pada saat itu pemerintah tidak mampu membayar para pegawai negerinya tepat waktu termasuk dana pensiunan. Bahkan para tentara Rusia menerima gaji berupa sayur-mayur hasil pertanian kolektif. Penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan meningkat menjadi 50%. Berbagai cara telah dilakukan pemerintah pada masa itu untuk memperbaiki kondisi perekonomian negara namun alih-alih mencapai keberhasilan yang terjadi justru keadaan ekonomi yang kian memburuk hingga menyebabkan negara tersebut mengalami defisit.

Keputusan presiden Boris Yeltsin untuk meniru metode shock therapy yang berhasil di Polandia justru menjadi bumerang. Hal ini disebabkan ketidaksiapan masyarakat Rusia untuk beralih ke sistem ekomoni pasar bebas dari sistem ekonomi yang sebelumya terpusat dan diatur penuh oleh pemerintah seperti pada masa Uni Soviet, ketiadaan institusi dan infrastruktur yang merupakan syarat utama sistem ekonomi pasar bebas turut menyebabkan gagalnya metode tersebut. Kebijakan presiden Boris Yeltsin lainnya yang juga memperburuk perekonomian di Rusia adalah program privatisasi terhadap perusahaan-perusahaan milik negara. Program ini melahirkan kaum oligarki yang kaya raya dari hasil “merampok” aset negara. Selain itu program ini juga makin menyuburkan praktek korupsi di negara tersebut. Tercatat beberapa skandal sehubungan dengan program ini yang melibatkan keluarga dan kolega presiden Boris Yeltsin. Yang paling terkenal adalah skandal Fimaco4 (Finance Investment Company) dan Yukos5 (perusahaan minyak swasta terbesar di Rusia).

Selain kesalahan kebijakan Presiden Yeltsin, hal lain yang juga memperburuk kondisi perekonomian negara adalah adanya campur tangan dari pihak asing. Dalam bukunya yang berjudul Globalisation and Its Discontent, ekonom AS, Joseph E. Stiglits menyatakan bahwa Rusia adalah salah satu korban resep ekonomi IMF. Sama seperti di Asia, kebijakan IMF berperan besar menjatuhkan Rusia. IMF dianggap telah memberikan solusi yang keliru bagi perbaikan perekonomian di Rusia karena IMF tidak melihat adanya perbedaan struktur ekonomi dan masyarakat di Rusia, yang tentunya berbeda dengan negaranegara lain yang pada saat itu juga sedang mengalami krisis ekonomi. Kondisi buruk terus berlangsung hingga tahun 1998 bahkan mencapai puncaknya pada bulan Desember 1998 saat pemerintah Rusia menyatakan tidak mampu lagi membayar hutang-hutang luar negerinya. Hal ini juga disebabkan oleh efek domino dari krisis ekonomi yang terjadi di kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara pada tahun 1998 yang memicu jatuhnya permintaan dan harga minyak dunia. Padahal sektor minyak adalah penyumbang terbesar devisa negara
untuk Rusia.

Kondisi perekonomian di Federasi Rusia mulai menemui titik terang pada tahun 1999 sejak Vladimir Putin diangkat sebagai Wakil Pertama Perdana Menteri. Pada saat itu Vadimir Putin mulai mengambil tindakan awal yaitu menyelidiki beberapa kasus skandal keuangan di negara tersebut, hasilnya beberapa kasus berhasil dibongkar. Tindakan berikutnya yang lebih nyata diambil setelah dirinya diangkat sebagai Presiden Federasi Rusia pada tahun 2000.

Tindakan-tindakan yang diambil Vladimir Putin untuk memperbaiki perekonomian negara cukup ekstrim, bahkan pihak Barat dan lawan-lawan politiknya menyatakan tindakannya tidak demokratis namun ia tidak memperdulikannya dan terus melanjutkannya.
Vladimir Putin menyatakan ia memilih sistem ekonomi pasar bebas, namun harus disesuaikan dengan kondisi di Rusia.7 Ia juga menyatakan bahwa Rusia masih merupakan negara yang didasarkan pada sistem paternalistik yang kuat yang merujuk pada peran negara yang lebih menonjol daripada elemen sipil. Hal ini mengingatkan kita pada sistem sentralisme demokratik yang dianut Uni
Soviet pada saat dipimpin oleh Lenin. Dalam sistem ini semua keputusan bersifat terpusat dan struktural herarki vertikal namun masih mengikutsertakan elemen sipil di dalamnya.

Istilah sentralisme demokratik dipakai oleh Bolshevik untuk pertama kalinya dalam resolusi “Tentang Reorganisasi Partai” yang dikeluarkan pada Desember 1905, yang kemudian dituangkan dalam resolusi tentang organisasi partai yang disyahkan oleh Konggres Persatuan Bolshevik – Menshevik PBSDR (Partai Buruh Sosial Demokrat Rusia) pada April 1906. Sentralisme demokratik meliputi prinsip organisasional yang sama sekali baru dalam sejarah gerakan sosialis, setidaknya sejak berkembangnya gerakan tersebut di Eropa pada dekade 1890-an. Prinsip organisasional yang baru tersebut adalah larangan bagi faksi minoritas di kalangan Bolshevik untuk “mengeluarkan pernyataan di muka umum hal-hal yang bisa menggangu aksi-aksi atau keputusan-keputusan yang dikeluarkan oleh faksi mayoritas.”

Sistem ini kemudia diadopsi oleh presiden Vladimir Putin selama masa kepemimpinannya dari tahun 2000-2008. Rusia dibawah kepemimpinannya seakan kembali ke masa Uni Soviet, namun kebijakan yang dijalankan presiden Vladimir Putin ternyata membuahkan hasil. Salah satu bukti keberhasilan pemerintahannya untuk mengatasi krisis ekonomi adalah selama kurun waktu
2005-2006 negara tersebut berhasil melunasi hutangnya ke Paris Club sebesar 23,7 miliar USD.10 Padahal sebelumnya Rusia merupakan negara dengan hutang terbesar. Diperkirakan total hutangnya mencapai 150 milliar USD, termasuk 70 milliar USD semasa zaman Uni Soviet. Karena keberhasilannya ini beberapa kreditor internasional justru mengajukan agar hutangnya tidak segera dibayar.

Penulis memilih tema ini karena tertarik untuk mengetahui bagaimana sebuah negara dengan hutang besar dan kondisi perekonomian yang porakporanda dapat pulih dari krisis ekonomi dalam waktu yang relatif singkat. Selain itu juga karena tertarik dengan sosok dan kepemimpinan Vladimir Putin. Pada tahun 2007, ia dinobatkan sebagai “People of the Year 2007” oleh harian Times dan disebut-sebut sebagai salah satu “Best Stateman”. Penulis berharap agar tulisan ini nantinya dapat berguna bagi mahasiswa Program Studi Rusia baik pengutamaan Sejarah maupun pengutamaan lainnya dan mahasiswa lainnya, serta mampu menambah koleksi di Perpustakaan FIB-UI maupun Perpustakaan Pusat UI.

Untuk memesan judul-judul SKRIPSI / TESIS atau mencari judul-judul yang lain silahkan hubungi Customer Service kami, dengan nomor kontak 0852.2588.7747 (AS) atau BBM :5E1D5370
Incoming search terms:

Leave a Reply