HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Komunikasi: Proses Produksi Acara Stardut 2008 di Indosiar

Judul Tesis : Proses Produksi Acara Stardut 2008 di Indosiar

 

A. Latar Belakang

Televisi-televisi nasional bersaing amat ketat untuk mendapat minat dari Audience dengan penayangan program yang bisa diterima oleh khalayak banyak, karena jangkauan yang mereka cakup hampir di seluruh Indonesia. Namun permasalahan yang kita perhatikan adalah tidak semua program acara yang mereka siarkan itu dari karya mereka sendiri. Seperti program acara Sineteron, Talk Show, Variety Show, Reality Show dan Lainnya. Stasiun Televisi membeli dari instansi lain yang disebut PH ( Production House ).

Production House adalah rumah produksi yang mebuat sebuah program acara yang kemudian dijual kepada Stasiun-stasiun Televisi yang membutuhkan. Dan biasanya Stasiun Televisi sudah memesan atau meminta untuk dibuatkan sebuah program acara siaran. Tidak semua Production House memproduksi semua program acara yang disiarkan. Banyak Production House yang berproduksi pada Sinetron (Sinema Electronic ) saja, ataupun Reality Show saja, dan lain sebagainya. Tergantung bagaimana Visi dan Misi tiap Production House. Dewasa ini, perkembangan PH cukup pesat. Sebagian besar Production House di Indonesia memproduksi Sinetron. Dan banyak pula bentuk-bentuk sinetron yang mereka sajikan. Seperti Sinetron Cinta, Drama Kehidupan, dan Sinetron Histori yang menceritakan asal mula sebuah tempat dengan me-Mix pada Era sekarang.

 

B. Tujuan

  1. Penulisan laporan praktek kerja lapangan ini merupakan syarat kelulusan untuk mendapat gelar Ahli Madya Ilmu Komunikasi pada jurusan Broadcasting Fakultas Ilmu Sosial dan Politik di Universitas Negeri Sebelas Maret.
  2. Agar penulis dapat mengaplikasikan teori-teori yang didapat dalam perkuliahan dengan praktek di lapangan dan mampu mengembangkan kemampuan penulis dengan menerapkan ilmu dan keahliannya yang dipelajari selama di Indosiar.

 

C. Landasan Teori Tesis

Pengertian Komunikasi

Kata Komunikasi atau dalam bahasa Inggris Communication berasal dari kata latin Communicatio, dan bersumber dari kata communis yang berarti sama. Sama di sini maksudnya adalah sama makna. Dalam arti kata bahwa komunikasi itu minimal harus mengandung kesamaan makna antara dua pihak yang terlibat. Karena kegiatan komunikasi bukan hanya Informatif, yakni agar orang lain mengerti dan tahu, tetapi juga persuasif, yaitu agar orang lain bersedia menerima suatu faham atau keyakinan melakukan suatu perbuatan atau kegiatan dll. (Drs. Onong Uchjana Effendy, M.A., Televisi Siaran Teori dan Praktek, Bandung, Mandar Maju, 1993 hlm.1)

 

Prinsip-prinsip Televisi

Seperti halnya dengan radio yang sama-sama merupakan media massa elektronik, televisi siaran yang begitu besar manfaatnya bagi kehidupan manusia seperti sekarang. Mengalami proses perkembangan yang panjang. Kemajuan dan perkembangan televisi tidak lepas dari teleskop (telescope) oleh Galilei pada tahun 1608. Teropong atau alat penglihat jauh (tele berarti jauh, scopein berarti melihat). Pada waktu itu di anggap sebagai penemuan yang mempunyai arti penting bagi komunikasi jarak jauh dengan menggunakan isyarat-isyarat.

 

Format Program Acara Televisi

Program acara televisi memiliki berbagai macam format dan materi. Beberapa format program kadang-kadang memiliki prosedur dan tata pelaksanaan kerja yang berbeda, namun terkadang memiliki format yang sama. Demikian halnya dengan pembuatan materi programnya pembuatan dibuat dari sumber informasi dengan menghasilkan ide/ gagasan. Dalam membuat program stasiun televisi harus mempunyai misi tersendiri untuk bisa turut serta dalam proses pencerdasan bangsa melalui tayangan yang menghibur sekaligus informative dan mendidik.

 

D. Kesimpulan

Untuk menyukseskan sebuah program menjadi tayangan yang menarik bagi pemirsa sangat dibutuhkan sumber daya manusia yang bekerja dalam sebuah tim kerja dimana mereka bekerja sesuai dengan peran dan tugas yang diembannya secara professional dan bertanggung jawab, serta memiliki rasa solidaritas dan harus didukung pula dengan suasana yang menyenangkan.

Proses produksi yang penulis lakukan pada saat praktik kerja lapangan di Indosiar, dapat dipahami lebih jauh dan dipraktikan karena penulis telah menerima teori proses produksi selama masa perkuliahan. Sehingga saat melakukan praktik kerja lapangan, penulis dapat memahami proses produksi tersebut. Pengalaman kerja inilah yang merupakan suatu proses pembelajaran bagi penulis untuk mendapatkan hasil yang optimal dari apa yang penulis inginkan.

 

E. Saran

  1. Perlu lebih ditingkatkan kerjasama dengan instansi-instansi penyiaran mengenai kegiatan KKM.
  2. Hendaknya pihak dari fakultas benar-benar melakukan kunjungan ke instansi-instansi tempat para mahasiswa menjalankan KKM, agar instansi juga mengetahui dengan baik anak didik dari universitas mana yang mereka beri kesempatan untuk melakukan KKM.

 

Contoh Tesis Komunikasi

  1. Propaganda Barat Terhadap Islam dalam Film (Studi Tentang Makna Simbol dan Pesan Film Fitna
  2. Laporan Kuliah Kerja Media (KKM) 2009 Mekanisme Kerja Reporter “Jabar Dalam Berita” di TVRI JAWA
  3. Peranan Kreatif Desain dalam Divisi Event Organizer Solopro PT. AKSARA SOLOPOS
  4. Eksploitasi Tubuh Perempuan dalam Iklan (Studi Analisis Wacana Kritis Iklan Televisi Axe “Call Me”
  5. Tanggapan Khalayak Terhadap Program “ Pangkas Listrik 17.00 – 22.00 “

 

Leave a Reply