HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Komunikasi: Tugas Periset dlm Produksi Acara Feature di Ph Media Visitama

Judul Tesis : Tugas Periset dalam Produksi Acara Feature di Ph Media Visitama Communication

 

A. Latar Belakang

Dalam dunia broadcasting keberadaan riset mempunyai peran penting. Riset berasal dari bahasa Inggris, research, menurut The Advanced Learner’s Dictionary of Current English (1961) adalah penyelidikan atau pencarian yang seksama untuk memperoleh fakta baru dalam cabang ilmu pengetahuan. Salah satu hal penting dalam pra-produksi adalah riset, baik riset literatur maupun riset lapangan.

Seorang periset dalam pembuatan program acara harus bisa membagi dan berkerja sama dengan baik. Karena periset harus selalu berhubungan erat dengan script writer. Setelah sutradara memiliki konsep atau ide cerita yang akan diproduksi, selanjutnya periset mulai berkerja mencari data sebanyak- banyaknya berupa literatur, artikel internet, pendapat pakar/ narasumber kemudian dipilah – pilah menjadi sebuah rangkuman data, kemudian rangkuman data tersebut diserahkan kepada script writer untuk diseleksi kembali sebelum dituangkan kedalam bahasa naskah.

 

B. Rumusan Masalah

Apa sajakah tugas – tugas yang harus dikerjakan oleh seorang Periset dalam penulisan naskah feature ?

 

C. Landasan Teori Tesis 

Pengertian Riset

Pada dasarnya riset adalah setiap proses yang menghasilkan ilmu pengetahuan. Menurut Clifford Woody riset adalah suatu pencarian yang dilaksankan dengan teliti untuk memperoleh kenyataan-kenyataan atau fakta atau hukum-hukum baru.

Kaitan Riset dengan Tema

Riset juga berhubungan dengan tema. Riset dan tema berhubungan dengan penguasaan pada wacana yang menyangkut disiplin ilmu dan kebutuhan mendiskripsikannya ke bentuk visual. Periset harus tahu alasan suatu wacana, dan dapat menuangkan ke dalam bentuk visual.

Karakteristik Riset

Menurut Paul Leedy dalam Practical Research, ada 8 karakteristik riset:

  • Riset berasal dari satu pertanyaan atau masalah.

Dengan menanyakan pertanyaan kita sedang berupaya untuk stimulasi dimulainya proses penelitian. Sumber pertanyaan dapat berasal dari sekitar kita.

  • Riset membutuhkan tujuan yang jelas.

Pernyataan tujuan ini menjawab pertanyaan : “ Masalah apa yang akan diselesaikan atau dipecahkan?” tujuannya adalah pernyataan permasalahan yang akan dipecahkan dalam riset.

  • Riset membutuhkan rencana spesifik.

Untuk melakukan penelitian rencana kegiatan disusun. Selain menetapkan tujuan dari riset, kita harus menetapkan juga bagaimana mencapai tujuan tersebut. Beberapa hal yang perlu diputuskan misalnya: dimana mendapatkan data? Bagaimana mengumpulkan data tersebut? Apakah data yang ada berelasidengan permasalahan yang ditetapkan dalam riset?

 

D. Kesimpulan

  1. Penulis dapat menerapkan ilmu yang telah penulis dapat selama kuliah di program studi Penyiaran Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta. Karena selama melaksanakan KKM penulis mendapat tugas untuk mencari data sebagai seorang periset, mengisi Voice Over ( VO ). Penulis juga dilibatkan dalam berbagai produksi Dokumentasi.
  2. Dari hasil pengamatan selama penulis terlibat dalam pembuatan sebuah Feature Jelajah Budaya, penulis menjadi tahu bahwa.
    1. Pada dasarnya produksi semua jenis Dokumentasi baik Feature maupun film pendek harus melalui tahapan- tahapan standar produksi.
    2. Produksi sebuah Feature harus direncanakan dengan matang agar produksi dapat berjalan dengan lancar dan menghasilkan hasil yang berkualitas.
  3. Selama mengikuti Kuliah Kerja Media (KKM) pada divisi tim periset di Media Visitama Communication, penulis juga melatih disiplin diri dan tanggung jawab terhadap tugas- tugas yang diberikan.

 

E. Saran

  1. Periset harus banyak- banyak membaca buku dan mempelajari medan yang telah menjadi tujuan riset serta harus pintar bergaul dengan lingkungan atau masyarakat sekitar. Periset juga harus teliti dalam pencarian data, dapat berkomunikasi dengan baik dan dapat berkerja sama dengan tim.
  2. Sebelum melakukan riset lapangan, periset harus mempersiapkan fisik dan pikiran yang tenang sehingga data yang digali bisa didapatkan. Memanfaatkan waktu sebaik- baiknya untuk memepercepat pekerjaan.

 

Contoh Tesis Komunikasi

  1. Penulisan Soft News ( Feature ) Pada Program Acara Pawartos Ngayogyakarta Jogja TV
  2. Teknik Tata Cahaya ( Lighting) Acara Koes Plus Kembali & Taman Gabusan Di Tvri Stasiun
  3. Tugas Periset Dalam Produksi Acara Feature di PH MEDIA VISITAMA Communication
  4. Dolanan Anak Sebagai Media Komunikasi Tradisional Komunitas Anak-Anak Di Jawa Tengah
  5. Berita Kriminal di Televisi dan Kesenjangan Kepuasan

 

Leave a Reply