HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Kebijakan Transportasi: Prioritas Kebijakan Transportasi Kota Tangerang

Judul Tesis : Analisis Prioritas Kebijakan Transportasi Kota Tangerang

 

A. Latar Belakang

Kemacetan lalulintas adalah masalah transportasi yang dianggap semakin parah tiap tahunnya di kota-kota besar di Indonesia. Dibutuhkan satu sistem transportasi nasional secara terpadu dan mampu mewujudkan tersedianya jasa transportasi yang serasi dengan tingkat kebutuhan lalulintas dan pelayanan angkutan yang tertib, selamat, aman, nyaman, cepat, teratur, lancar, dan dengan biaya yang terjangkau dengan daya beli masyarakat.

Pengelolaan Transportasi darat sudah saatnya mengikuti konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Ada tiga komponen penting dalam sistem transportasi yang berkelanjutan, yaitu aksesibilitas, kesetaraan dan dampak lingkungan. Aksesibilitas diupayakan dengan perencanaaan jaringan transportasi dan keragaman alat angkutan dengan tingkat integrasi yang tinggi antara satu sama lain. Kesetaraan diupayakan melalui penyelenggaraan transportasi yang terjangkau bagi semua lapisan masyarakat, menjunjung tinggi persaingan bisnis yang sehat, dan pembagian penggunaan ruang dan pemanfaatan infrastruktur secara adil serta transparansi dalam setiap pengambilan kebijakan. Pengurangan dampak negatif diupayakan melalui penggunaan energi ramah lingkungan, alat angkut yang paling sedikit menimbulkan polusi dan perencanaan yang memprioritaskan keselamatan.

 

B. Permasalahan Tesis

  1. Bagaimana Kebijakan Pemerintah Kota Tangerang dalam menghadapi dan mengatasi persoalan transportasi di Kota Tangerang, memberikan kenyamanan terhadap pengguna jalan.
  2. Bagaimana menemukan rumusan konsep kebijakan yang tepat dan seharusnya diambil oleh Pemerintah Kota Tangerang dalam mengatasi persoalan lalulintas di Kota Tangerang
  3. Bagaimana mengurangi tingkat kepadatan lalu lintas dan kemacetan lalu lintas di kota Tangerang, yang diakibatkan oleh volume kendaraan, dan terbatasnya sarana serta prasarana jalan.

 

C. Tinjauan Pustaka

Konsep Kebijakan Publik

Timbulnya kebijakan publik adalah melalui serangkaian proses dan tidak terjadi serta-merta. Sedangkan pengertian proses adalah serangkaian tindakan yang secara definitif berkaitan dengan adanya suatu tujuan tertentu. Dalam pengertian lainnya kebijakan publik tidak timbul secara mendadak melainkan melalui suatu tahapan atau proses tertentu yang berkaitan dengan sebuah pengambilan kebijakan. Proses yang dilalui oleh kebijakan publik adalah merupakan suatu rangkaian yang saling berkaitan, dimana setiap tahap dalam rangkaian proses tersebut akan mempengaruhi tahap-tahap selanjutnya.

Analisa Kebijakan

Analisis kebijakan (policy analysis) dapat dibedakan dengan pembuatan atau pengembangan kebijakan (policy development). Analisis kebijakan tidak mencakup pembuatan proposal perumusan kebijakan yang akan datang. Analisis kebijakan lebih menekankan pada penelaahan kebijakan yang sudah ada. Sementara itu, pengembangan kebijakan lebih difokuskan pada proses pembuatan proposal perumusan kebijakan yang baru.

Pengertian Transportasi

Transportasi selain berfungsi mendorong peningkatan laju perdagangan, mendorong peningkatan aktivitas produksi di suatu wilayah transportasi juga mempermudah perpindahan bahan baku mencapai lokasi pemrosesan dan mempemudah barang-barang mencapai konsumen. Saat ini salah satu permasalahan yang paling krusial yang terjadi di Indonesia dilihat dari segi kompleksitas permasalahannya adalah terbatasnya sarana dan prasarana transportasi darat. Indonesia sebagai salah satu negara yang mempunyai wilayah daratan yang sangat luas tidak diikuti dengan prasarana jalan yang memadai. Ketidakseimbangan antara prasarana berupa jalan menjadi perhatian banyak pihak.

 

D. Metodelogi Penelitian

Penelitian ini mengambil lokasi di Kota Tangerang, dengan pertimbangan karena Kota Tangerang mempunyai karakter yang khas.

Penggunakan AHP (Analitic Hierarchy Process), dalam proses pengolahan data oleh penulis dianggap lebih komprehensif dikarenakan untuk memahami masalah yang kompleks dan melibatkan banyak faktor.

Dalam mengumpulkan data-data primer didapatkan dari hasil wawancara langsung dari responden dengan menggunakan bantuan kuesioner, dan sementara data sekunder yang diperoleh dari berbagai literatur yang ada baik berupa dokumen, buku-buku, jurnal, serta hasil olah data statistik.

 

E. Kesimpulan

  1. Dari Hasil Analisa dengan menggunakan AHP pada bagian terdahulu dapat disimpulkan bahwa Kebijakan Pemerintah Kota Tangerang dalam menghadapi persoalan Transportasi dan kemacetan lalulintas di Kota Tangerang.
  2. Kepentingan stakeholder
  3. Kendala stakeholder
  4. Pertumbuhan jalan dan pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor yang sangat tidak seimbang menjadikan turunnya fungsi jalan itu sendiri. Penambahan dan peningkatan jaringan jalan, dipercaya oleh responden sebesar 49,6 persen akan menambah keberhasilan program pemerintah daerah dalam hal perbaikan sistem transportasi perkotaan.
  5. Rendahnya kinerja dan kualitas transportasi publik disebabkan banyaknya trayek angkutan umum dan angkutan barang yang beroperasi di wilayah Kota Tangerang. Sarana transportasi publik tersebut saling tumpang tindih baik dari segi operasional maupun dari segi administrasi. Hal ini menjadikan terganggunya keseimbangan penyediaan jasa angkutan dengan kebutuhan yang ada, yang kemudian berdampak pada tingkat pendapatan yang rendah dimana pada akhirnya para awak mengoperasikan angkutan umum tidak secara tertib dan teratur dengan tujuan bisa mendapatkan hasil lebih banyak daripada mengikuti aturan yang ada.

 

Contoh Tesis Kebijakan Transportasi

  1. Analisis Prioritas Kebijakan Transportasi Kota Tangerang
Incoming search terms:

Leave a Reply