HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Efek Hipoglikemik: Efek Hipoglikemik Kapsul Sambiloto sbg Terapi Tambahan

Judul Tesis : Efek Hipoglikemik Kapsul Sambiloto Sebagai Terapi Tambahan pada Penyandang Diabetes Melitus Tipe 2

 

A. Latar Belakang

Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu penyakit metabolisme kronik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa dalam darah diatas nilai normalnya. Biasanya DM dikaitkan dengan peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia) diatas 126 mg/.dL dalam keadaan puasa dan diatas 200 mg/dL pada 2 jam setelah makan, disertai keluhan poliuri (sering buang air kecil), polidipsi (meningkat rasa haus), dan polifagi (rasa lapar berlebihan) serta penurunan berat badan. Kenaikan kadar glukosa dalam darah dalam keadaan puasa maupun 2 jam setelah makan disebabkan penurunan sekresi insulin yang progresif dilatarbelakangi oleh resistensi insulin. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa dengan melakukan pengendalian kadar glukosa darah yang baik maka komplikasi mikroangiopati dan  makroangiopati dapat kurangi (Soegondo S., 2006).

Di Indonesia penyandang DM tipe 2 ditemukan pada lebih dari 90% populasi sedangkan 10% adalah DM tipe 1, serta tipe lainnya (Suyono S, 2006). DM tipe 2 ini ternyata dipresipitasi oleh faktor lingkungan dan perubahan gaya hidup yang tidak sehat. Menurut World Health Organization (WHO), penyandang DM mengalami peningkatan, dari 8,4 juta di tahun 2000, diprediksi menjadi 21,3 juta di tahun 2030. Beberapa penelitian epidemiologi, menunjukkan peningkatan sebaran prevalensi DM dari 0,8% di Toraja sampai 6% di Manado (Waspadji S., 2009).

 

B. Rumusan Masalah

Di dalam Herbarium Bogoriensis tahun 1893, tanaman sambiloto digunakan sebagai salah satu obat alternatif dan telah dipakai oleh bangsa Indonesia sebagai obat diabetes melitus (WHO., 2006, Astuty Y., 2006, Dewanto H.R., 2007).

Penggunaan secara empiris belum didukung oleh penelitian klinik yang dapat membuktikan secara ilmiah bahwa obat ini mempunyai efek hipoglikemik.

Penelitian ini akan dibuktikan efek hipoglikemik kapsul sambiloto sebagai terapi tambahan pada penyandang DM tipe 2 yang telah mendapat metformin sebagai terapi standar.

 

C. Tinjauan Pustaka

Definisi Diabetes Melitus (DM)

Diabetes melitus adalah suatu sindroma klinik metabolik dengan ditemukannya keadaan hiperglikemia, terjadi akibat kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya (Soegondo S.,.2011). Kelainan metabolisme disebabkan oleh banyak faktor, dengan tanda/gejala hiperglikemia kronis, gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein. DM dapat menyebabkan komplikasi akut dan kronik keberbagai organ antara lain mata, saraf, ginjal, jantung dan pembuluh darah.

Tanaman Sambiloto

Penggunaan obat tradisional di Indonesia tidak saja berlangsung di desa yang tidak memiliki fasilitas kesehatan dan sulit mendapat obat modern, tetapi juga berlangsung di kota besar yang tersedia fasilitas kesehatan dan mudah diperoleh obat modern. Obat tradional digunakan sebagai obat alternatif, karena mahalnya serta tidak tersedia obat modern atau sintetis disamping itu adanya kepercayaan bahwa obat traditional lebih aman. Obat tradisional Indonesia merupakan warisan budaya bangsa sehingga perlu dilestarikan, diteliti dan dikembangkan (Dewoto H.R., 2007).

Gambaran umum sambiloto (Andrographis paniculata Nees.)

Sambiloto juga dikenal sebagai “King of Bitter”(Nirajan A., 2010) bukan tumbuhan asli Indonesia tetapi diduga berasal dari India. Dalam Indian Pharmacopeia ada 26 formula Ayurvedic (Mishra S,K., Sangwan N.S., Shangwan R.S., 2007). Pada Traditional Chinese Medicine, sambiloto diketahui sebagai tanaman dingin yang digunakan sebagai penurun panas serta membersihkan racun-racun di dalam tubuh (Wu N., Jing, 2005). Tanaman ini kemudian menyebar ke daerah tropis Asia hingga sampai di Indonesia, menurut data spesimen Herbarium Bogoriensis di Bogor. sambiloto sudah ada di Indonesia sejak tahun 1893, menurut WHO (world Health Organization) mengatakan tumbuhan sambiloto sudah dipakai sebagai obat secara turun menurun selama 3 generasi. (Sukandar, E.Y., 2004, Widyawati T., 2007).

 

D. Metode Penelitian

Menggunakan desain cross over, double blind controlled trial. Eksperimental, untuk mengetahui efek hipoglikemik kapsul sambiloto sebagai terapi tambahan pada penyandang DM tipe 2yang mendapat terapi standar metformin.

Penelitian di Jakarta, mulai bulan Desember 2011 sampai Mei 2012 dilaksanakan setelah memperoleh keterangan lolos kaji etik dari FKUI-RSCM, dengan lama penelitian masing-masing subyek adalah 35 hari.

Populasi target dari penelitian ini adalah penderita DM tipe 2 rawat jalan di Bagian Penyakit Dalam RSPAD Gatot Soebroto Ditkesad.

 

E. Kesimpulan

Kesimpulan uji klinik efek hipoglikemik kapsul sambiloto sebagai terapi tambahan pada penyandang diabetes melitus tipe 2 sebagai berikut: Studi ini dapat membuktikan kelompok sambiloto adanya perbedaan bermakna pada kadar gula darah 2 jam setelah makan pasca terapi sambiloto selama 14 hari (p= 0,001*). Sedangkan pada kelompok plasebo penurunan yang tidak bermakna.

 

Contoh Tesis Efek Hipoglikemik

  1. Efek Hipoglikemik Kapsul Sambiloto Sebagai Terapi Tambahan pada Penyandang Diabetes Melitus Tipe 2 Copy
Incoming search terms:

Leave a Reply