HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Pengaruh Konseling Terhadap Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Penderita Diabetes Mellitus

Judul Skripsi : Pengaruh Konseling Terhadap Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Penderita Diabetes Mellitus (DM) tentang Perawatan Kaki di Wilayah Kerja Puskesmas Kabuh

 

A. Latar Belakang Masalah

Diabetes Mellitus atau penyakit kencing manis bukanlah sesuatu penyakit baru yang diderita oleh masyarakat umum. Prevalensinya meningkat di masyarakat hal ini berhubungan dengan peningkatan perkapita di kota-kota besar dan perubahan gaya hidup. Diabates sudah dikenal sejak berabad abad sebelum masehi. Pada naskah kuno dari mesir disebutkan adanya suatu penyakit aneh dengan tanda-tanda banyak kencing hal ini terjadi 1500 tahun sebelum masehi, cendikiawan cina dan India melukiskan air seni yang terasa manis pada pasien di abad ke 3 sampai 6.

Di Indonesia penyakit Diabetes Mellitus sampai saat ini masih merupakan masalah kesehatan yang cukup serius. DM merupakan kelainan endokrin yang terbanyak dijumpai. Penderita DM mempunyai resiko untuk menderita komplikasi yang spesifik yaitu retinopati, gagal ginjal, neuropati, aterosklerosis, gangrene, dan penyakit arteri koronaria (Anik, 2006). Penderita DM mempunyai kecenderungan 5 kali lebih mudah mendapat gangrene daripada non diabetik. Kaki merupakan salah satu bagian organ tubuh yang sering diserang oleh penyakit diabetes. Gangrene diabetik merupakan komplikasi kronik dari penyakit DM yang disebabkan karena adanya neuropati, mikro dan makro angiopati serta infeksi. Komplikasi tersebut sampai saat ini merupakan problem yang sangat besar pada penderita DM karena mempunyai angka kejadian yang sangat tinggi. Komplikasi gangrene diabetik tersebut dapat menyebabkan amputasi. Akibat dari gangrene diabetik selain dari cacat juga dapat menyebabkan kematian.

 

B. Rumusan Masalah

Adakah pengaruh konseling terhadap pengetahuan, sikap dan perilaku penderita DM tentang perawatan kaki?

 

C. Tinjauan Pustaka

Pengertian Diabetes Mellitus

Diabetes mellitus merupakan suatu kelompok kelainan heterogen yang ditandai oleh kenaikan kadar glukosa dalam darah atau hyperglikemia. Glukosa secara normal bersirkulasi dalam jumlah tertentu dalam darah. Glukosa dibentuk di hati dari makanan yang dikonsumsi (Brunner dan Suddarth, 2002).

 

Penatalaksanaan DM

Tujuan penatalaksanaan secara umum adalah meningkatnya kualitas hidup penderita DM. tujuan khususnya adalah :

  1. Jangka pendek : hilangnya keluhan dan tanda DM, mempertahankan rasa nyaman dan tercapainya target pengendalian glukosa darah.
  2. Jangka panjang : mencegah dan menghambat progresivitas penyulit mikroangiopati, makroangiopati, dan neuropati. Tujuan akhir pengelolaan adalah turunnya morbiditasdan mortalitas dini DM.
  3. Untuk mencapai tujuan tersebut perlu dilakukan pengendalian glukosa darah, tekanan darah, berat badan dan profil lipid melalui pengelolaan pasien secar holistik dengan mengajarkan perawatan diri dan perubahan perilaku (PERKENI, 2006).

Perawatan kaki

Perawatan kaki adalah usaha yang dilakukan untuk menjaga kebersihan kaki. Perawatan kaki ini salah satu dari tindakan preventif yang paling mendasar dalam mencegah terjadinya gangrene diabetic. Oleh sebab itu, perawatan kaki pada penderita dibetes mellitus sangat dianjurkan guna memperlancar peredaran darah ke perifer khususnya pada tungkai bawah. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa penderita DM yang melakukan pemeriksaan dan perawatan kaki dengan baik mengalami masalah gangrene lebih sedikit dan sekaligus menurunkan angka kejadian amputasi.

 

D. Metode Penelitian Skripsi

Rancangan penelitian ini adalah True Eksperimen menggunakan pendekatan” Posttest-only Control Design”.

Penelitian dilakukan di wilayah Kerja Puskesmas Kabuh dan dilaksanakan pada bulan Oktober sampai Desember 2010.

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita Diabetes Mellitus di wilayah kerja Puskesmas Kabuh Jombang dengan jumlah 125 orang.

Tekhnik sampling adalah purposive sampling. Sampel dari penelitian ini diambil secara acak sesuai kriteria peneliti. Jumlah sampel dalam penelitian 60 orang (30 orang sebagai kelompok perlakuan dan dan 30 orang sebagai kelompok kontrol).

 

E. Kesimpulan

Setelah dilakukan analisis data didapatkan hasil bahwa secara signifikan konseling perawatan kaki dapat meningkatkan pengetahuan dan juga secara signifikan dapat memperbaiki sikap dan perilaku dalam melakukan perawatan kaki.

 

Leave a Reply