HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Efek Terapi Kombinasi Klorokuin Disulfat dan Tromboles terhadap Gambaran Histopatologi Otak Mencit

Efek Terapi Kombinasi Klorokuin Disulfat dan Tromboles terhadap Gambaran Histopatologi Otak Mencit Swiss yang Diinfeksi Plasmodium berghei ANKA

ABSTRAK

Pendahuluan :

Komplikasi cerebral malaria (CM) mencapai 10% dari total pasien malaria dengan mortalitas 80 %. CM mempunyai kemiripan patofisiologi dengan stroke. Tromboles berasal dari pemurnian Lumbricus sp., mengandung antitrombus dan trombilitik yang berfungsi mencegah dan melisiskan trombus pada stroke. Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah terapi klorokuin disulfat di kombinasi dengan tromboles dapat memperbaiki gambaran histopatologis otak mencit Swiss yangdiinfeksi Plasmodium berghei ANKA (PbA).

Metode Penelitian :

Penelitian ini merupakan eksperimental laboratorik dengan rancangan penelitian post test only control group design. Hewan uji dibagi dalam 4 kelompok secara random. Kelompok I adalah kontrol negatif; kelompok II, mencit yang diinfeksi dengan PbA; kelompok III, mencit yang diinfeksi PbA + klorokuin disulfat dan kelompok IV, mencit yang diinfeksi dengan PbA + klorokuin disulfat + tromboles. Setelah derajat parasitemia kontrol positif mencapai ±40%, hewan coba dikorbankan, kemudian gambaran histopatologi hemisfer kanan dan kiri otak mencit di analisis dengan pengecatan HE.

Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji statistik Kruskal-wallis (a = 0,05) dan dilanjutkan dengan uji Mann-whitney (a = 0,05).

Hasil Penelitian :

Terdapat perbedaan bermakna antara kelompok I-II, I-III, II-IV, dan III-IV, kecuali pada kelompok I-IV dan II-III. Kesimpulan : Tromboles diberikan bersama klorokuin disulfat dapat memperbaiki gambaran histopatologi otak mencit Swiss model malaria.

Kata kunci: tromboles, klorokuin disulfat, Plamodium berghei ANKA , cerebral malaria.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Penyakit malaria masih merupakan penyakit parasit penting dengan angka mortalitas tinggi. Berdasarkan penelitian WHO, sekitar 500 juta orang/tahun terinfeksi Plasmodium dengan mortalitas antara 1,5 – 2,7 juta setiap tahun (Lou, et al., 2001). Prevalensi kasus malaria di Indonesia sekitar 15 juta dan setiap tahun 42000 jiwa mati karena malaria (WHO, 2007).

Di Indonesia malaria masih menyebabkan masalah kesehatan terutama di kawasan Indonesia Timur. Spesies plasmodium penyebab malaria di Indonesia yang paling sering mengakibatkan komplikasi fatal pada otak berupa cerebral malaria (CM) adalah Plasmodium falciparum (Mulyaningsih, 2001). Persentase P. falciparum di Indonesia sekitar 29,7% (WHO, 2007).

Beberapa peneliti melaporkan bahwa jumlah pasien malaria falciparum yang mengalami komplikasi CM mencapai sekitar 10% dari seluruh kasus dan 80% nya menimbulkan kematian (Lou, et al., 2001). Cerebral malaria merupakan komplikasi fatal yang sering terjadi pada malaria falciparum.

Patogenesis terjadinya cerebral malaria adalah multifaktorial, meliputi:

  1. Penempelan Parasite-Red Blood Cell (pRBC) pada pembuluh darah, yang dinamakan sitoadherensi/sekuestrasi,
  2. Pengikatan antara pRBC dengan pRBC lain atau dengan RBC normal sehingga membentuk gumpalan, dinamakan roseting,
  3. Produksi berlebihan mediator nitrit oksida (NO) dan
  4. Pelepasan sitokin proinflamatori diantaranya Tumor Necrosis Factor (TNF)-a dan Interleukin (IL)-1b (Medana, et al, 2001).

Tingginya kadar TNF-a dalam darah akan merangsang ekspresi berbagai reseptor adhesi pada sel endotelium, yaitu Interacelluler Cell Adhesion Molecule- 1 (ICAM-1), Leukocyte Function Associated Antigen-1 (LFA-1) dan P-selektin. ICAM-1 merupakan reseptor yang digunakan pRBC untuk mengadakan sitoadherensi pada endotelium, akan tetapi juga dikatakan bahwa ICAM-1 dan Pselektin juga merupakan reseptor untuk platelet, sedangkan LFA-1 adalah reseptor bagi leukosit (Atkinson, et al., 2008; Lou, et al., 2001). Fenomena sekuestrasi simultan dari pRBC, leukosit dan platelet tersebut secara mekanis dapat mengakibatkan sumbatan kapiler dan venula pembuluh darah otak dengan akibat iskemia, nekrosis dan apoptosis sel–sel otak (Brown, et al., 1999; Chang, et al., 2001).

Penelitian menunjukkan gambaran histopatologi otak pada mencit yang terinfeksi Plasmodium berghei ANKA (PbA) menunjukkan kerusakkan terutama pada kondisi neuron, aktivasi mikroglia dan kondisi pembuluh darah (Jennings, et al., 1998) Penelitian lain membuktikan bahwa patogenesis terjadinya CM pada malaria memiliki banyak persamaan dengan patogenesis terjadinya stroke, infark miokard, dan tromboflebitis (Becker, et al., 2001; Lou, et al., 2001; Tomayasu, et al., 2005).

Penelitian membuktikan bahwa gambaran klinis CM dapat bertahan lama atau bahkan menjadi lebih buruk meskipun parasitemia telah hilang dalam darah dengan pemberian obat anti malaria (Mohanty, et al., 2006). Hal tersebut membuktikan bahwa obat antimalaria saja ternyata tidak dapat sebagai terapi tunggal terhadap pasien malaria falciparum, karena masih ada kemungkinan pasien akan mengalami komplikasi fatal CM. Sehingga mungkin perlu dipertimbangkan pemberian obat-obat yang dapat mencegah atau menghambat sitoadherensi pada malaria falciparum (Harijanto, 2006).

Tromboles, suatu obat pemurnian dari cacing Lumbricus sp telah banyak digunakan pada pasien stroke, infark miokard dan tromboflebitis. Tromboles mengandung lumbrokinase suatu enzim dengan daya fibrinolitik kuat yang secara eksperimental terbukti dapat mencegah terbentuknya trombus serta menghancurkan trombus yang sudah terjadi. Dengan proses patogenesis yang mirip, peneliti berasumsi bahwa tromboles yang efektif mencegah trombus pada stroke mungkin juga efektif dalam mencegah trombus pada CM (Anonimb, 2007).

Penelitian membuktikan bahwa patogenesis yang ditimbulkan oleh Plasmodium berghei ANKA (PbA) pada mencit sama dengan yang ditimbulkan oleh P. falciparum pada manusia, sehingga disini peneliti ingin mengevaluasi bagaimana efek terapi kombinasi klorokuin disulfat dan tromboles terhadap gambaran histopatologi otak mencit Swiss yang diinfeksi oleh Plasmodium berghei ANKA (Anonima,2005).

Untuk mendapatkan daftar lengkap contoh skripsi kesehatan lengkap / tesis kesehatan lengkap, dalam format PDF, Ms Word, dan Hardcopy, silahkan memilih salah satu link yang tersedia berikut :

Contoh Tesis

Contoh Skripsi

Incoming search terms:

Leave a Reply