HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Teori Lengkap tentang Pendekatan Human Organization Technology menurut Para Ahli dan Contoh Tesis Pendekatan Human Organization Technology

Gambaran dari Pendekatan Human Organization Technology

Human-Organization-Technology (HOT) Fit Model

Yusof et al. (2006) memberikan suatu kerangka baru yang dapat digunakan untuk melakukan evaluasi sistem informasi yang disebut Human-Organization-Technology (HOT) Fit Model. Model ini menempatkan komponen penting dalam sistem informasi yakni Manusia (Human), Organisasi (Organization) dan Teknologi (Technology). dan kesesuaian hubungan di antaranya.

Komponen Manusia (Human) menilai sistem informasi dari sisi penggunaan sistem (system use) pada frekwensi dan luasnya fungsi dan penyelidikan sistem informasi. System use juga berhubungan dengan siapa yang menggunakan (who use it), tingkat penggunanya (level of user), pelatihan, pengetahuan, harapan dan sikap menerima (acceptance) atau menolak (resistance) sistem. Komponen ini juga menilai sistem dari aspek kepuasan pengguna (user satisfaction). Kepuasan pengguna adalah keseluruhan evaluasi dari pengalaman pengguna dalam menggunakan sistem informasi dan dampak potensial dari sistem informasi. User satisfaction dapat dihubungkan dengan persepsi manfaat (usefulness) dan sikap pengguna terhadap sistem informasi yang dipengaruhi oleh karakteristik personal.

Komponen Organisasi menilai sistem dari aspek struktur organisasi dan lingkungan organisasi. Struktur organisasi terdiri dari tipe, kultur, politik, hierarki, perencanaan dan pengendalian sistem, strategi , manajemen dan komunikasi. Kepemimpinan, dukungan dari top manajemen dan dukungan staf merupakan bagian yang penting dalam mengukur keberhasilan sistem. Sedangkan lingkungan organisasi terdiri dari sumber pembiayaan, pemerintahan, politik, kompetisi, hubungan interorganisasional dan komunikasi.

Komponen teknologi terdiri dari kualitas sistem (system quality), kualitas informasi (information quality) dan kualitas layanan (service quality). Kualitas sistem dalam sistem informasi di institusi pelayanan kesehatan menyangkut keterkaitan fitur dalam sistem termasuk performa sistem dan user interface. Kemudahan penggunaan (ease of use), kemudahan untuk dipelajari (ease of learning), response time, usefulness, ketersediaan, fleksibilitas, dan sekuritas merupakan variabel atau faktor yang dapat dinilai dari kualitas sistem. Kualitas informasi berfokus pada informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi termasuk rekam medis pasien, laporan dan peresepan. Kriteria yang dapat digunakan untuk menilai kualitas informasi antara lain adalah kelengkapan, keakuratan, ketepatan waktu, ketersediaan, relevansi, konsistensi, dan data entry. Sedangkan kualitas layanan berfokus pada keseluruhan dukungan yang diterima oleh service provider sistem atau teknologi. Service quality dapat dinilai dengan kecepatan respon, jaminan, empati dan tindak lanjut layanan.

Empat Jenis Teknologi

Perow mengklarifikasi empat jenis teknologi, yaitu :

  • Teknologi rutin

ditandai dengan variasi tugas yang kecil, pekerjaan yang dilakukan umumnya bisa mempunyai standar dan juga formal serat mempunyai prosedur komputasi tertentu untuk menyelesaikannya. Ini berarti bahwa jenis teknologi rutin mempunyai tingkat kemudahan analisis yang tinggi.

  • Teknologi non-rutin :

ditandai dengan mempunyai variasi tugas yang dapat dikatakan tinggi dan juga proses yang tidak terlalu dimengerti sehingga tidak mudah untuk dianalisis dalam penyelesaian pekerjaan yang termasuk teknologi non-rutin, diperlukan usaha yang cukup besar untuk menganalisis kegiatan maupun permasalahan yang muncul, karena itu diperlukan adanya pengalaman yang cukup tinggi serta pengetahuan teknis yang memadai.

  • Teknologi craft :

cirinya adalah adanya aliran kegitan yang relatif stabil, tetapi dengan proses yang tidak terlalu dimengerti. Karena itu pekerjaan jenis ini menuntut pengalaman yang tinggi serta latihan yang cukup agar para karyawan dapat menghadapi permasalahan yang rumit dengan bijaksana berdasarrkan intuisi dan pengalamannya.

  • Teknologi engineering :

pekerjaan yang cukup rumit karena variasi tugas yang cukup tinggi tetapi umumnya kegiatan ditangani dengan formula prosedur maupun teknik yang sudah baku. Permasalahan umumnya diselesaikan dengan menggunakan sejumlah pengetahuan yang sudah cukup mapan sebagai ajuan.

Teori-teori dari gambar Pendekatan Human Organization Technology

Pemanfaatan Teknologi dalam Organisasi

Pemanfaatan teknologi informasi dalam suatu organisasi atau perusahaan juga berkaitan dengan keunggulan kompetitif untuk meningkatkan kualitas informasi, pengawasan kinerja organisasi atau perusahaan menggunakan teknologi informasi baik sebagai alat bantu maupun strategi yang tangguh untuk mengintegrasikandan mengolah data dengan cepat dan akurat serta untuk penciptaan produk layanan baru sebagai daya saing untuk menghadapi kompetisi.

Selain itu implementasi atau pemanfaatan teknologi informasi memiliki dampak positif yang secara umum adalah terjadi efisiensi waktu dan biaya yang secara jangka panjang akan memberikan keuntungan ekonomis yang sangat tinggi. Oleh karena itu, pengoperasian secara optimal juga harus diperhatikan, agar semua perangkat teknologi informasi bersifat multi fungsi sehingga dalam pengembangan selanjutnya diupayakan terjadi integrasi perangkat.

Pemanfaatan teknologi informasi akan melibatkan semua karyawan dalam organisasi yang dioperasikan secara rutin oleh staf administrasi dan bagian teknologi informasi. Karyawan dengan kualifikasi tertentu baik bagian teknologi informasi maupun bagian lain perlu dilibatkan selain untuk memberikan masukan juga untuk mempersiapkan karyawan dalam menghadapi perubahan.Di sisi lain, diperlukan kesadaran personal lainnya tehadap manfaat sistem bagi dirinya dan kemudahan penggunaannya secara bertahap akan memberikan motivasi untuk menigkatkan kemampuan mereka.

 

Dampak Teknologi Informasi Bagi Organisasi

Dampak strategis pemanfaatan teknologi informasi bagi organisasi dapat dilihat dari dapat tidaknya teknologi informasi menunjang dan membantu organisasi dalam melaksanakan dan mencapai strategi organisasi secara keseluruhan. Hal tersebut sesuai dengan apa yang dikemukan oleh Romney (2006) bahwa pemanfaaatan teknologi informasi didalam organisasi bukan merupakan strategi dasar dari organisasi tersebut, implementasi teknologi informasi digunakan untuk membantu dalam pencapaian strategi organisasi. Dengan memanfaatkan teknologi informasi, akses terhadap proses bisnis perusahaan dapat dilakukan denga cepat sehingga pengambilan keputusan dapat dilakukan secara lebih cepat dan akurat dan pada akhirnya tujuan organisasi dapat tercapai.

Contoh Tesis yang membahas tentang Pendekatan Human Organization Technology

Contoh Tesis 1 : Analisis Pengaruh Human Organization Technology (HOT) FIT Model Terhadap Pemanfaatan Sistem Informasi di Perpustakaan Universitas Airlangga Surabaya

Sistem informasi perpustakaan saat ini telah mulai diperhatikan keberadaannya karena telah menjadi bagian penting perpustakaan dalam mempermudah aktifitas kerja dan juga pelayanan kepada pemustaka. Sistem informasi di perpustakaan perguruan tinggi dari terdiri banyak jenis seperti sistem otomasi perpustakaan, sistem pengadaan koleksi, hingga pada sistem repositori. Semua sistem informasi tersebut memiliki peran yang berbeda-beda bergantung pada kebijakan dari setiap perpustakaan. Universitas Airlangga sebagai salah satu perguruan tinggi negeri memiliki kapasitas perpustakaan yang sangat besar. Perpustakaan UNAIR Surabaya memiliki sistem yang terpusat namun dari segi pelayanan koleksi ketiganya menyediakan informasi yang berbeda-beda. Penelitian ini menjadikan perpustakaan UNAIR Surabaya sebagai obyek penelitian dengan alasan bahwa perpustakaan tersebut telah membangun sistem informasi perpustakaan (otomasi dan repositori) sudah sejak tahun 2003, akan tetapi saat ini sistem informasi tersebut dianggap mengalami penurunan karena tidak mampu meningkatkan performa institusi dari segi peningkatan webometrics. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pemanfaatan terhadap sistem informasi di perpustakaan UNAIR Surabaya menggunakan model evaluasi Human, Organization, Technology (HOT FIT) Models.

Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan purposive random sampling dimana jumlah sampel yang digunakan sebesar 35 responden yang merupakan pegawai perpustakaan. Hasil penelitian menjelaskan adanya pengaruh yang muncul yaitu kualitas sistem berpengaruh terhadap wewenang organisasi, dan dukungan manajemen, serta kualitas informasi berpengaruh pada budaya organisasi, dan kerjasama tim. Sedangkan pengaruh terhadap net benefit datang dari kepuasan pengguna (nilai standardized coefficient 0,674) dan juga wewenang organisasi ( nilai standardized coefficient 0,460)

Contoh Tesis 2 : Evaluasi Penerapan Senayan Library Management Syatem pada Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Salatiga Menggunakan HOT-Fit Model

Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Salatiga (PERSIPDA) merupakan salah satu organisasi yang menerapkan otomasi sistem informasi yang menerapkan otomasi sistem informasi yang disebut Senayan Library Management System (SLiMS) sebagai sistem pengelola kegiatan perpustakaan. Setelah lima tahun digunakan, perlu diadakan evaluasi untuk mengetahui bagaimana penerapan sistem tersebut, serta sejauh mana sistem memberi kontribusi kepada organisasi yang menggunakannya. SLiMS sievaluasi dengan Human-Organization-Technology (HOT) Fit Model untuk mengetahui penerapannya melalui tiga elemen utama yaitu Human, Organization, dan Technology, serta kesesuaian antara ketiganya dalam Net-benefit. Hasil dari evaluasi menunjukan bahwa pada elemen utama yaitu Human, Organization dan Technology, serta kesesuaian antara ketiganya dalam Net-benefit. Hasil dari evaluasi menunjukan bahwa pada elemen Teknologi, dimensi kualitas sistem, dan kualitas layanan yang diperoleh dari penggunaan SLiMS berdampak pada Kualitas Informasi. Pada elemen Manusia, evaluasi pada dimensi Penggunaan Sistem menunjukan kekurangan pada faktor Keahlian/pengertahuan dan pelatihan mengenai SLiMS sehingga berdampak pada dimensi  Kepuasan Pengguna. Sedangkan pada dimensi Struktur dan Lingkungan dalam elemen Organisasi, faktor Strategi, Perencanaan dan Pemerintah merupakan faktor yang penting dalam mendukung keberhasilan penerapan sistem.

Contoh Tesis 3 : Evaluasi Sistem Informasi Perpustakaan Melalui Pendekatan Human-Organization-Technology (HOT) Fit Model di Perpustakaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

Untuk evaluasi SINTESIS menggunakan Human-Organization-Technology (HOT) Fit Model, dapat diketahui kesesuaian dan keterhubungan sistem informasi tersebut digunakan di perpustakaan berdasarkan komponen – komponen yang terkait; Manusia (Human), Organisasi (Organization), Teknologi (Technology).

Disini memang tidak diungkapkan hasil evaluasi menggunakan metodologi kuantitatif, namun penjelesan yang disajikan berupa deskripsi yang ada dilapangan. Dari hasil wawancara dan pengamatan yang dilakukan, kesesuaian antara komponen manusia, organisasi, dan teknologi sebagaimana sudah dijelaskan di atas adalah sudah sesuai, namun perlu ada perbaikan dan penyempurnaan agar tingkat kesesuaian antara masing – masing komponen bernilai tinggi.

Contoh Tesis 4 : Penggunaan Sistem HOT sebagai Model Evaluasi Dalam Organisisai Perpustakaan

Merebaknya teknologi menjadi sebuah ketakutan akan sebuah teknologi, para pustakawan selaku pengelola perpustakaan belum tentu memilikikemampuan untuk menggunakan teknologi dengan baik, sehingga bisa berakibatfatal dan mengganggu stabilitas dari sebuah perpustakaan. Maka dari itu, model evaluasi Human Organization Tekhnology (HOT) Fit Model menawarkan sebuah angin segar bagi para stake holder agar bisa mengevaluasi organisasi yang ia pimpin, mengevaluasi organisasi yang ia pimpin. Evaluasi ketiga aspek tersebut akan menghasilkan sebuah kesesuaian untuk perbaikan di masa depan sehingga perpustakaan akan terus berbenah untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas agar mampu melayani dan memenuhi kebutuhan pemustakan.

Contoh Tesis 5 : Hubungan Human, Organization dan Technology dengan User Satisfaction Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit Islam Siti Rahmah Padang Tahun 2015

Tujuan Penerapan sistem informasi manajemen rumah sakit di Rumah Sakit Islam Siti Rahmah belum berjalan dengan baik sehingga dapat menurunkan mutu layanan Keberhasilan SIMRS diketahui dengan menggunakan metode evaluasi sistem di bidang kesehatan yaitu Hot-Fit model. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan komponen human, organization dan technology dengan user satisfaction Sistem informasi manajemen di Rumah Sakit Islam Siti Rahmah Padang Tahun 2015.

Desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi penelitian dilakukan kepada seluruh karyawan yang menggunakan SIMRS dengan jumlah sampel 73 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode proposional random sampling. Analisis data dilakukan dengan analiasis regresi linear sederhana.

Hasil penelitian menunjukkan rata-rata komponen human sebesar 20,95, komponen organization 31,77, komponen technology 60,67. Variabel yang berhubungan dengan user satisfaction SIMRS di RSI Siti rahmah adalah komponen human dan technology dengan p-value <0,005. Sedangkan varibael yang tidak berhubungan dengan user satisfaction adalah komponen organization dengan p-value >0,005.

Terdapatnya hubungan yang bermakna antara komponen human dan komponen technology dengan user satisfaction SIMRS di RSI Siti Rahmah Padang tahun 2015, untuk meningkatan kepuasaan pengguna SIMRS manajemen RS diharapkan untuk memberikan pelatihan tentang penggunaan SIMRS yang bisa dilakukan secara berkala dan melakukan penambahan fasilitas terkait dalam penerapan SIMRS agar informasi yang dihasilkan cepat dan akurat.

Contoh Tesis 6 : Evaluasi Implementasi Sistem Informasi Senayan Library Management System (SLIMS) di Perpustakaan Universitas Syiah Kuala Dengan Menggunakan Human Organization Technology (Hot) Fit Model

Penelitian  ini  fokus  pada    evaluasi  implementasi sistem  informasi Senayan Library  Management  System (SLIMS)  di  Perpustakaan  Universitas  Syiah  Kuala (Unsyiah)  dengan  menggunakan Human  Organization  Technology  (HOT)  Fit Model.  SLiMS  adalah  perangkat  lunak  sistem  manajemen  perpustakaan  (library management   system)   sumber   terbuka   yang   dilisensikan   di   bawah   GPL   v3. Aplikasi  SLIMS dibangun  dengan  menggunakan  PHP,  basis  data  MySQL,  dan pengontrol versi Git. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Perpustakaan Universitas Syiah Kuala Banda Aceh dengan  jumlah  responden  sebanyak  46  orang  yang  terdiri  dari  staf  perpustakaan yang     menggunakan     SLiMS     dalam     melakukan     pekerjaannya.     Metode pengumpulan  data  yang  digunakan  yaitu  kuisioner  dan  wawancara.  Dengan menggunakan Human  Organization  Technology  (HOT)  Fit  Model  ditemukan bahwa implementasi sistem informasi SLiMS di Perpustakaan Unsyiah tergolong sangat  baik  dengan  nilai  rata-rata  yang  diperoleh  yaitu  3.29.  Adanya    pengaruh positif  kualitas  sistem  (system  quality)  terhadap  penggunaan  sistem  (system  use) dengan  nilai  r  hitung  0.507  dan  terdapat  hubungan  yang  cukup  kuat.  Adanya pengaruh  positif  kualitas  sistem  (system  quality)  terhadap  kepuasan  penggunaan (user satisfaction) dengan nilai r hitung 0.484 dan terdapat hubungan yang cukup kuat.  Adanya  pengaruh  positif  kualitas  informasi  (information  quality)  terhadap penggunaan   sistem   (system   use)   dengan   nilai   r   hitung   0.540   dan   terdapat hubungan   yang   cukup   kuat.   Adanya   pengaruh   positif   kualitas   informasi (information quality) terhadap kepuasan pengguna (user satisfaction) dengan nilai r hitung 0.599 dan terdapat hubaungan yang cukup kuat. Adanya pengaruh positif kualitas   layanan   (service   quality)   terhadap   penggunaan   sistem   (system   use) dengan nilai r hitung 0.369 dan terdapat hubungan yang rendah. Adanya pengaruh positif  kualitas  layanan  (service  quality)  terhadap  kepuasan  pengguna  (user satisfaction) dengan nilai r hitung 0.565 dan terdapat hubungan  yang cukup kuat. Adanya   pengaruh   positif   kepuasan   pengguna   (user   satisfaction)terhadap penggunaan   sistem   (system   use)   dengan   nilai   r   hitung   0.528   dan   terdapat hubungan   yang   cukup   kuat.   Adanyapengaruh   positif   struktur   organisasi (structure) terhadap  lingkungan  organisasi  (environmen)  dengan  nilai  r  hitung 0.707  dan  terdapat  hubungan  yang  kuat.  Adanya  pengaruh  positif  penggunaan sistem (system use) terhadap manfaat (Net benefit) dengan nilai r hitung 0.473 dan terdapat hubungan yang cukup kuat. Adanya pengaruh positif kepuasan pengguna (user satisfaction) terhadap manfaat (Net benefit) dengan nilai r hitung 0.388 dan terdapat  hubungan  yang  rendah.  Adanya  pengaruh  positif  struktur  organisasi (structure) terhadap manfaat (Net benefit) dengan nilai r hitung 0.575 dan terdapat hubungan  yang  cukup  kuat.  Adannya  pengaruh  positif  lingkungan  organisasi (environmen)terhadap  manfaat  (Net  benefit)  dengan  nilai  r  hitung  0.573  dan terdapat hubungan yang cukup kuat.

Contoh Tesis 7 : Sistem Otomasi Perpustakaan Universitas Bina Darma Menggunakan Model Human Organization Technology

Sistem Otomasi dan Digital Library pada perpustakaan Universitas Bina Darma ini sudah digunakan sejak tahun 2006 hingga sekarang namun dari studi awal yang dilakukan ternyata pemakaian sistem ini mendapatkan tanggapan yang berbeda-beda dari penggunanya. Sistem otomasi sangat membantu proses kegiatan administrasi pada perpustakaan Universitas Bina Darma. Tetapi apakah kinerja sistem ini sudah diterima oleh seluruh penggunanya? Oleh karena itu, perlu untuk melakukan penelitian terhadap masalah tersebut. Dengan menggunakan model Human Organization Technology dalam penelitian ini maka di dapatkan hasil lebih dari 80% menyatakan sangat setuju dengan kinerja sistem otomasi dan antara variabel Manusia, Organisasi dan Teknologi secara bersama-sama ada korelasi terhadap kinerja sistem otomasi.

Contoh Tesis 8 : Evaluasi Penerapan Teknologi Informasi Menggunakan Human Organization Technology (HOT) Fit Models (STUDI KASUS : PUSKOM UNIVERSITAS RIAU)

Penerapan teknologi informasi untuk mendukung Perguruan Tinggi Negeri Universitas Riau dalam mencapai tujuannya sudah merupakan suatu kebutuhan yang sangat penting. Evaluasi terhadap implementasi teknologi informasi dengan menggunakan Model HOT (Human Organizatin Technology) Fit serta teknik pengolahan data menggunakan SEM (Struktural Equation Modelling) sangat berguna baik bagi pengguna, pengembang teknologi informasi maupun para pengelola. Evaluasi terhadap proses teknologi informasi perlu dilakukan agar manajemen Perguruan Tinggi Negeri di Universitas Riau dapat melakukan perbaikan-perbaikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar teknologi mempengaruhi organisasi, teknologi mempengaruhi SDM, SDM mempengaruhi organisasi serta kesesuaian di antaranya pada Perguruan Tinggi Negeri di Universitas Riau. Hasil evaluasi dari penelitian yang menggunakan sampel 153 responden ini menunjukkan bahwa Penerapan Teknologi Informasi sudah sangat tepat serta telah memberikan hasil yang positif dengan nilai critical ratio yang rata – rata di atas nilai kritis 1,96. Berdasarkan hasil sampel yang digunakan nilai dari masing – masing konstruk yaitu teknologi mempengaruhi organisasi dengan nilai critical ratio sebesar 5,553, teknologi mempengaruhi SDM dengan nilai critical ratio sebesar 6,032, SDM mempengaruhi organisasi dengan nilai critical ratio sebesar 5,829.

Contoh Tesis 9 : Pengembangan Model Fit Human Organization  Technology (HOT) Menggunakan Regresi Linier dan Neural Network

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi sistem informasi akademik dengan menggunakan pengembangan dari model HOT (Human Organization Technology) Fit. Pengembangan model yang diterapkan adalah menggunakan model TUTO (Top Management-User-Technology-Organization). Penelitian ini memiliki 4 variabel independent yaitu Manajemen Puncak (Top Management) sebagai X1, Pengguna (User) sebagai X2, Teknologi (Technology) sebagai X3 dan Organisasi (Organization) sebagai X4, serta 1 variabel dependent yaitu Layanan Sistem Informasi Akademik sebagai Y. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif yang bersifat cross section dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling dan diperoleh 266 sampel. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa tingkat keberhasilan implementasi sistem informasi akademik dipengaruhi oleh variabel organisasi sebesar 36,8% selanjutnya dipengaruhi oleh variabel teknologi 18,4%; variabel manajemen puncak 17,8% dan pengguna sebesar 17,0%. Hal ini dapat dilihat dari persamaan regresi Y = 0,316 + 0,178 X1 + 0,170 X2 + 0,184 X3 + 0,368 X4. Variabel independent berpengaruh sebesar 60,2 % terhadap layanan sistem informasi akademik dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Menggunakan neural network dengan metode feedforward backpropagation diperoleh tingkat kelayakan implementasi sistem informasi akademik sebesar 79%

Agency Link adalah aplikasi berbasis web yang dirancang untuk membantu kinerja seluruh tingkatan manajemen PT. Asuransi Jiwa Manulife Indonesia. Ada berbagai hak akses dalam aplikasi ini namun yang menjadi fokus pada penelitian ini adalah hak akses untuk para inforced agent PT. Asuransi Jiwa Manulife Indonesia. Banyak fitur yang dapat digunakan oleh para agen seperti fitur pembuatan simulasi premi bagi calon nasabah, fitur agenda pembayaran premi nasabah, dan fitur laporan perkembangan unit (investasi) nasabah. Agency Link dibangun pada tahun 2012 dan masih dalam versi pertama (1.0) sehingga sangat perlu dilakukan evaluasi agar aplikasi ini dapat digunakan secara efektif di masa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kesuksesan penerapan aplikasi ini.

Model yang digunakan untuk mengetahui kesuksesan penerapan sistem adalah model Human, Organization and Technology FIT (HOT-FIT) dengan delapan variabelnya yaitu kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas layanan, penggunaan sistem, kepuasan pengguna, struktur organisasi, lingkungan organisasi dan net benefit. Dalam penelitian ini dilakukan penyebaran kuesioner dengan target responden adalah inforced agent PT. Asuransi Jiwa Manulife Indonesia domisili Surabaya yang berjumlah 95 responden. Kuesioner yang terkumpul selanjutnya diolah menggunakan Partial Least Square yang meliputi evaluasi model pengukuran, evaluasi model struktural, dan uji goodness of fit (gof) dengan menggunakan aplikasi SmartPLS 3.2.3.

Hasil analisis menunjukkan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara kualitas sistem terhadap penggunaan sistem, kualitas sistem terhadap kepuasan pengguna, kualitas layanan terhadap kepuasan pengguna, kepuasan pengguna terhadap penggunaan sistem dan organisasi (struktur dan lingkungan) terhadap net benefit. Rekomendasi saran yang diajukan untuk meningkatkan kesuksesan penerapan Agency Link berupa perbaikan kualitas sistem guna memperbaiki kualitas informasi yang dirasa kurang baik dan peningkatan peran perusahaan terhadap implementasi aplikasi Agency Link tersebut.

Leave a Reply

Hallo ????

Ada yang bisa di bantu?
Powered by