HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Teori Lengkap tentang PEST Analysis menurut Para Ahli dan Contoh Tesis PEST Analysis

Gambaran dari PEST Analysis

Pengertian PEST Analysis

PEST analysis terkait dengan pengaruh lingkungan pada suatu bisnis. PEST merupakan suatu cara atau alat yang bermanfaat untuk meringkas lingkungan eksternal dalam operasi bisnis. PEST harus ditindaklanjuti dengan pertimbangan bagaimana bisnis harus menghadapi pengaruh dari lingkungan politik, ekonomi, sosial, dan teknologi.

Teori Lengkap tentang PEST Analysis  menurut Para Ahli dan Contoh Tesis PEST Analysis

 

 

 

Menurut Ward dan Peppard (2002, p70-72) analisis PEST adalah analisis terhadap faktor lingkungan eksternal bisnis yang meliputi bidang politik, ekonomi, sosial dan teknologi. PEST digunakan untuk menilai pasar dari suatu unit bisnis atau unit organisasi. Arah analisis PEST adalah kerangka untuk menilai sebuah situasi, dan menilai strategi atau posisi, arah perusahaan, rencana pemasaran atau ide. Dimana analisis ini dapat diambil suatu peluang atau ancaman baru bagi perusahaan.

Faktor PEST Analysis

Faktor-faktor tersebut meliputi bidang : Political, Economic, Social, Technological, Legal, dan Environment.

  • Political

Faktor politik meliputi hukum yang berlaku, kebijakan pemerintah, dan aturan formal atau informal di lingkungan perusahaan (Contoh : kebijakan pajak dan peraturan daerah).

  • Economic

Faktor ekonomi meliputi semua faktor yang mempengaruhi daya beli dari customer dan mempengaruhi iklim berbisnis suatu perusahaan (Contoh : standar nilai tukar, suku bunga, dan pertumbuhan ekonomi).

  • Social

Faktor sosial meliputi semua faktor yang dapat mempengaruhi kebutuhan dari pelanggan dan mempengaruhi ukuran dari besarnya pangsa pasar yang ada (Contoh : tingkat pendidikan masyarakat, tingkat pertumbuhan penduduk, kondisi lingkungan sosial dan lingkungan kerja).

  • Technological

Faktor teknologi meliputi semua hal yang dapat membantu dalam menghadapi tantangan bisnis dan mendukung efisiensi proses bisnis perusahaan (Contoh : penemuan dan pengembangan baru, biaya dan penggunaan teknologi, perubahan dalam ilmu pengetahuan, dan dampak dari perubahan teknologi).

  • Legal

Faktor legal meliputi pengaruh hukum seperti perubahan undang-undang yang ada atau yang akan datang (Contoh : kesehatan dan keselamatan, arahan pekerjaan, hak asasi manusia, tata kelola perusahaan, dan tanggung jawab lingkungan).

  • Environment

Faktor lingkungan dapat digunakan ketika melakukan perencanaan strategis atau mencoba mempengaruhi keputusan pembeli seperti faktor lokasi geografis.

Manfaat PEST

Analisis PESTLE memiliki beberapa manfaat yang diantaranya :

  • Tool yang sangat berguna dalam memahami gambaran menyeluruh lingkungan dimana usaha beroperasi serta kesempatan maupun ancaman yang ada disekitarnya. Sehingga kesempatan yang ada dapat diambil serta dapat meminimalisir resiko atau ancaman.
  • Tool untuk memahami segala resiko terkait dengan pertumbuhan atau penurunan usaha, dan juga posisi, potensi serta arahan strategis untuk bisnis maupun organisasi.
  • Tool orientasi generik untuk mencari tahu apakah organisasi di dalam suatu konteks lingkungan dengan segala hal terjadi di luar sana pada saat bersamaan memberi pengaruh ke dalam organisasi.

Teori-teori dari Gambar Model Teori PEST Analysis

Memahami Analisis Pest

Analisis PEST atau PESTEL merupakan alat sederhana dan efektif untuk mengidentifikasi kekuatan eksternal yang mana yang mungkin dapat mempengaruhi bisnis anda. Kekuatan ini perlu diidentifikasikan karena dapat menciptakan suatu peluang maupun ancaman. Oleh karena itu tujuan melakukan PEST adalah untuk :

 

  • Menemukan faktor eksternal saat ini yang dapat mempengaruhi organisasi
  • Mengidentifikasi faktor eksternal yang mungkin dapat berubah di masa mendatang
  • Memanfaatkan peluang atau menghindari ancaman dari faktor eksternal

 

Hasil dari Analisis PEST adalah pemahaman atas seluruh gambaran perusahaan. Analisis ini juga dapat digunakan untuk menilai potensi pasar baru. Semakin banyak kekuatan negative yang mempengaruhi pasar, maka semakin sulit melakukan bisnis di pasar tersebut. Kesulitan yang dihadapi dalam pasar tersebut dapat mengurangi potensi keuntungan perusahaan dan membatasi gerak bisnis perusahaan dalam pasar tersebut.

Teori Lengkap tentang PEST Analysis  menurut Para Ahli dan Contoh Tesis PEST Analysis

 

 

 

 

Varian PEST

Analisis PEST adalah versi paling umum dari semua variasi PEST yang dibuat.  Berikut ini merupakan variasi dari analisis PEST. Terdapat komponen tambahan dalam analisis dibawah ini dikarenakan perusahaaan dapat dengan mudah mengidentifikasi kekuatan yang mempengaruhi organisasinya:

 

STEP = PEST dalam pendekatan yang lebih terperinci

PESTEL = PEST + E(Environtment) Lingkungan + L (Legal ) Hukum

PESTELI = PESTEL + I (industrial) industry

STEEP = PEST + E (Ethics) Etika

SLEPT = PEST + Legal

STEEPLE = PEST + E (Environment) lingkungan + L (legal) Hukum + E (Ethics) Etika

STEEPLED = STEEPLE +D (demographic) demografi

PESTLIED = PEST + L (legal) Hukum+ I (International) internasional + E (Environment) lingkungan + D (demographic) demografi

LONGPEST = L (Local) local + N (National) Nasional + G (Global Factors) Faktor-faktor global + PEST

Menganalisis PEST

Berikut langkah-langkah menganalisis PEST :

  1. Mengumpulkan informasi tentang perubahan politik, ekonomi, sosial dan teknologi serta faktor lain yang berpotensi mempengaruhi bisnis
  2. Mengidentifikasi faktor yang merupakan ancaman atau peluang

Contoh Tesis yang membahas tentang PEST Analysis

Contoh Tesis 1 : Perencanaan Strategis Sistem Informasi dengan Pendekatan Ward And Peppard Model (Studi Kasus: Klinik INTI Garut)

 Klinik INTI Garut merupakan organisasi atau perusahaan yang bergerak di bidang penyedia jasa pelayanan kesehatan. Untuk bisa mendapatkan keunggulan bersaing dan dapat bertahan dalam persaingan yang ketat, strategi yang dapat dilakukan Klinik INTI Garut adalah dengan differentiation dan cost reduction. Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk costreduction adalah dengan menjadikan proses bisnis yang ada di Klinik INTI Garut menjadi lebih efisien, salah satu hal yang bisa dimanfaatkan untuk efisiensi adalah SI/TI. Secara garis besar penelitian ini merupakan upaya untuk membangun suatu perencanaan strategis sistem informasi beserta portofolio aplikasi di Klinik INTI Garut yang bisa memberikan kontribusi yang optimal, terintegrasi dengan baik dan inovatif yang bisa menyatukan keseluruhan aspek pendukung dalam pencapaian strategi bisnis klinik untuk meningkatkan nilai kompetitifnya dalam jasa pelayanan kesehatan. Dalam penyusunan kerangka kerja perencanaan strategis sistem informasi menggunakan pendekatan Ward and Peppard Model dan dalam mengevaluasi penjabaran perencanaan strategis sistem informasi dan strategi bisnis menggunakan Balance Scorecard IT. Beberapa metode analisis seperti, Value Chain Analysis, SWOT Analysis, PEST Analysis dan Five Force Model Analysis digunakan untuk menganalisis lingkungan bisnis internal dan eksternal. Strategic Grid McFarlan Analysis digunakan untuk memetakan portofolio aplikasi. Pada akhirnya penelitian ini menghasilkan sebuah rekomendasi untuk organisasi berupa prioritas pembangunan yang terbagi menjadi dua halhal terkait, pembentukan unit SI/TI dan pengembangan portofolio aplikasi yang akan mendukung keberlangsungan proses bisnis Klinik INTI Garut.

 

Contoh Tesis 2 : Analisis Strategik Pengembangan Usaha Distro Legacy Brand Store Metro, Lampung

Perkembangan dunia mode dan fashion di Indonesia selalu meningkat dari waktu kewaktu. Sehingga menjadi sebuah peluang bisnis yang sangat menjanjikan untuk pelaku usaha dibidang fashion khususnya toko pakaian, butik, outlet, dan distro. Distro Legacy Brand Store merupakan distributor store yang menjual pakaian maupun accecories lelaki. Distro ini berada di Kota Metro, bertempat di lokasi yang strategis dan memiliki peluang yang cukup bagus untuk mengembangkan usahanya, seiring dengan semakin berkembangnya distro-distro yang menawarkan produk sejenis ataupun produk subtitusi dari produk yang ditawarkan Distro Legacy Brand Store. Tingginya persaingan dalam usaha distro atau toko pakaian di Metro menjadi permasalahan bagi Distro Legacy Brand Store, selain itu pendapatan yang diterima setiap bulannya mengalami fluktuasi, sehingga dalam menghadapi persaingan usaha Distro Legacy Brand Store harus mampu mengantisipasi berbagai ancaman dari para pesaing, memperbaik kelemahan dan memanfaatkan peluang dengan kekuatan yang ada.

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor internal yang menjadi kekuatan dan kelemahan serta faktor eksternal yang menjadi peluang dan ancaman bagi Distro Legacy Brand Store, lalu menganalisis alternatif strategi apa yang sesuai dan merekomendasikan prioritas strategi dengan kondisi dari Distro Legacy Brand Store. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dan tahapan formulasi-formulasi strategi, yaitu matriks IFE dan EFE, matriks IE, dan matriks SWOT, dan QSPM. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor internal terdapat 10 kekuatan dan 5 kelemahan, dan faktor eksternal terdapat 9 peluang dan 6 ancaman. Berdasarkan matriks IFE dan EFE menghasilkan skor sebesar 3,3 dan 2,95. Hasil dari matriks IE yaitu Distro Legacy Brand Store terdapat pada posisi kuadran IV Growth and Build (Tumbuh dan Berkembang) dengan strategi utama yaitu intensif (pengembangan pasar) dan integratif (Integrasi kedepan). Saran dalam penelitian ini, sebaiknya Distro Legacy Brand Store memperluas cabang distro, meningkatkan kualitas pelayanan, dan menjaga eksistensi Distro Legacy Brand Store.

 

Contoh Tesis 3 : Analisis Daya Saing Industri Pengolahan Logam di Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten Jawa Tengah

Transformasi ekonomi di Jawa Tengah tercermin melalui pertukaran bagian sektoral di PDRB. Sektor industri menjadi sektor yang memberi besar kontribusi di PDRB di Jawa Tengah menurunkan sektor lain. Industri di Jawa Tengah terutama adalah industri kecil dan menengah yang dalam jumlah besar. Satu dari industri industri kecil dan menengah yang berpotensi diperluas adalah industri pembuatan logam. Industri pembuatan logam adalah industri yang membutuhkan lebih banyak perhatian oleh pemerintah karena industri ini memiliki ketergantungan antar erat subsektor industri secara horizontal atau vertikal. Menurut departemen kerjasama, perdagangan dan industri kabupaten Klaten, kecamatan Ceper merupakan salah satu daerah yang memiliki industri pembuatan logam yang 45-50% menopang nasional kebutuhan. Industri ini penting dan perlu diteliti karena ini Industri menjadi salah satu pemasok ke wilayah lain dalam bentuk produk setengah jadi atau produk jadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya saing di industri pembuatan logam di Ceper.

Penelitian ini menggunakan empat analisis, analisis PEST pertama, kekuatan lima detik Analisis Porter, analisis SWOT ketiga, dan Produksi Cobb Douglas terakhir Analisis fungsi dengan stochastic frontier. Hasil penelitian dengan analisis pertama adalah menurut analisis PEST, hasil gambaran umum dan masalah dalam pembuatan industri logam di Ceper. Kedua, Analisis SWOT adalah kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dapat diketahui di bidang industri pembuatan logam di Ceper dan kemudian digabungkan dengan matriks yang dihasilkan dari strategi terbaik yang dapat digunakan oleh pemerintah untuk membuat suatu kebijakan yang mendukung pembuatan industri logam di Ceper. Ketiga, menurut lima analisis kekuatan, faktor daya tawar pemasok, daya tawar pembeli, Ancaman peserta baru, dan Ancaman produk pengganti menunjukkan menguntungkan lingkungan kompetitif untuk industri pembuatan logam di Ceper, sedangkan faktor persaingan kompetitif yang ada antara pesaing menunjukkan situasi negatif. Keempat, berdasarkan analisis Fungsi Produksi Cobb Douglas, semua variabel memiliki nilai yang signifikan. Dalam penelitian ini, uji return of scale (RTS) adalah 1,627. Ini menunjukkan bahwa produk logam manufaktur meningkat kembali ke skala (IRS). Input produksi yang tidak efisien adalah besi dan tenaga kerja, sedangkan input produksi belum efisien adalah aluminium, kuningan, pasir, dan produksi peralatan.

 

Contoh Tesis 4 : Analisis Strategi Pengembangan Bisnis Pada PT. Patrinsaka

Patrinsaka merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam industri makanan dan minuman dan meproduksi makanan ringan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi lingkungan internal dan eksternal yang sedang terjadi di perusahaan serta menyusun strategi pengembangan bisnis bagi perusahaan.

Analisa lingkungan internal akan menganalisa tiap aspek di dalam lingkungan internal bisnis yaitu pemasaran, keuangan, produksi, dan sumber daya manusia. Sedangkan analisa lingkungan ekternal menggunakan analisa PEST yang berfokus pada faktor politik, ekonomi, sosial, dan teknologi, dan Porter’s Five Forces Analysis. Selanjutnya akan dilakukan analisa SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan (strength), kelemahan (weakness), peluang (opportunity), dan ancaman (threat). Dari analisa SWOT akan dibentuk matriks SWOT yang nantinya dapat merumuskan beberapa alternatif strategi bagi perusahaan.

Akhirnya strategi pengembangan bisnis disusun berdasarkan 11 alternatif strategi yang diusulkan oleh David. Penelitian yang dilakukan dengan metode kualitatif ini menggunakan teknik pengumpulan data primer berupa wawancara kepada beberap informan perusahan dan juga data sekunder yang berupa studi dokumen. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa strategi pengembangan bisnis yang paling tepat bagi perusahaan adalah strategi intensif, yaitu pengembangan pasar, penetrasi pasar, dan pengembangan produk.

 

Contoh Tesis 5 : Analisis Lingkungan Internal Dan Eksternal Studi Kasus: PT Intan Pariwara Klaten

Analisis Lingkungan Eksternal meliputi Analisis PEST (Politik, Ekonomi, Sosial dan Teknologi) yang mencakup kondisi lingkungan makro Indonesia, yaitu perekonomian, teknologi, politik/hukum, dan sosiokultural. Analisis Lingkungan Eksternal yang kedua adalah model tekanan-tekanan kompetisi yang menjelaskan tentang lima ancaman, yaitu persaingan dari pesaingpesaing yang sudah ada, ancaman pesaing-pesaing baru, ancaman produk-produk atau jasa-jasa substitusi, kekuatan menawar dari pelanggan-pelanggan, dan kekuatan menawar dari pemasok-pemasok. Analisis Lingkungan Internal menggunakan Diagram Konteks yang menggambarkan hubungan antara sistem dan pihak eksternal yang terkait dengan bisnis perusahaan. Hubungan antara sistem dan pihak eksternal yang terkait dengan PT Intan Pariwara dapat digambarkan pada diagram konteks yang menjelaskan bahwa ada empat pihak eksternal yang terkait, yaitu Percetakan, Penulis, Perwakilan dan Pembeli yang terdiri dari siswa tingkat TK hingga SMA dan masyarakat umum.

 

Contoh Tesis 6 : Perencanaan Strategis Sistem Informasi untuk Menciptakan Keunggulan Bersaing

Penggunaan sistem informasi dan teknologi (SI/TI), tidak melihat dari besar kecilnya suatu perusahaan. Dengan adanya peranan sistem informasi dan teknologi (SI/TI) dapat menjadikan segala kegiatan operasional dalam perusahaan menjadi lebih mudah dan cepat. Perkembangan sistem dan teknologi informasi yang sangat cepat sekarang ini, dapat membuat dunia bisnis dan tingkat persaingan akan semakin meningkat, sehingga menjadikan sistem dan teknologi informasi (SI/TI) tersebut memegang peranan penting pada perusahaan sahaan dalam mencapai tujuan. Bisnis yang terus berkembang dan dirasakan semakin penting bagi kebutuhan masyarakat ini adalah bisnis penjualan komputer dan laptop beserta aksesorisnya. CV. X merupakan sebuah bisnis yang bergerak dibidang penjualan komputer dan laptop beserta aksesorisnya dan juga terdapat pelayanan jasa service komputer/laptop dan perakitan Personal Computer. Tidak hanya itu saja, CV. X juga melayani pengeditan video dan image. Hingga saat ini, CV. X sudah beberapa kali dijadikan sebagai tempat magang bagi para siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) khususnya di bidang komputer. Agar dapat bersaing dengan perusahaan sejenis, CV. X diharuskan mempunyai suatu perencanaan strategis sistem informasi untuk dapat mencapai tujuan perusahaan dalam keunggulan bersaing. Dengan  peranan sistem informasi dan teknologi (SI/TI) yang memadai akan membantu para  pelaksana perusahaan dalam kegiatan pemasaran dan penjualan produk serta bidang administrasi perusahaan untuk mampu memberikan pelayanan yang terbaik terhadap customer maupun pelanggan.

 

Contoh Tesis 7 : Formulasi Strategi Bersaing PT Bank ABC dalam Industri Perbankan Tahun 2010 – 2014

Penelitian formulasi strategi bersaing PT. Bank ABC dalam industri perbankan tahun 2010 – 2014 adalah strategi yang mengacu kemasa depan perusahaan yang berbasis pada visi dan misi perusahaan. Perusahaan yang tidak menghadirkan inovasi dan diferensiasi dari produknya akan tertinggal dari kompetitor lainnya dalam industri yang sama. Analisis penelitian ini bertujuan untuk menganalisis lingkungan industri perbankan Indonesia dan menganalisis lingkungan bisnis secara internal dan eksternal. Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif dan deskriptif, melalui wawancara dan studi pustaka. Yang menjadi obyek penelitian adalah PT Bank ABC. Penelitian menunjukan strategi bersaing yang tepat bagi PT Bank ABC adalah focus differentiation. Fokus dalam melayani kebutuhan nasabah yang bergerak dibidang food & agribusiness pada tiga segmen nasabah yaitu Wholesale, Commercial, dan SME.

Penggunaan strategi alternatif lainnya yang ditemukan dalam penelitian ini adalah memanfaatkan jaringan group ABC dengan promosi, pengembangan produk baru yang menghasilkan fee base income, penyederhanaan proses kerja serta sentralisasi proses alur kerja sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan proses kontrol dan monitoring, mengoptimalkan peranan core banking system sebagai sarana untuk menunjang pertumbuhan bisnis bank dimasa yang akan datang, meningkatkan produktifitas karyawan melalui program peningkatan kemampuan dan pelatihan.

 

Contoh Tesis 8 : Pest Analysis Sebagai Strategi Peningkatan Pelayanan Perguruan Tinggi Keagamaan Buddha

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bagaimana PEST analysis sebagai strategi peningkatan pelayanan Perguruan Tinggi Keagamaan Buddha (PTKB). Fokus penelitian pada analisis faktor eksternal yang mempengaruhi PTKB ditinjau dari politik/hukum, ekonomi, sosial, dan teknologi, yang selanjutnya digunakan dalam menentukan strategi guna peningkatan pelayanan PTKB. Penelitian kualitatif dengan pendekatan eksploratif. Subjek penelitian terdiri dari dosen, mahasiswa, dan para pemegang kebijakan manajemen perguruan tinggi. Objek penelitian meliputi berbagai faktor eksternal organisasi ditinjau dari faktor politik, ekonomi, sosial, dan teknologi. Analisis data menggunakan model miles and huberman. Analisis lingkungan eksternal dengan PEST Analysis dan Value Chain Analysis digunakan untuk menentukan proses utama dan pendukung PTKB. Metode pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data skunder menjadi data penting dalam penelitian untuk mencari faktor eksternal makro PTKB.

Hasil penelitian menunjukan strategi peningkatan pelayanan PTKB melalui pendidikan dan pembelajaran yaitu: (1) restrukturisasi dan manajemen kurikulum, (2) adopsi teknologi informasi dan komunikasi dalam proses pembelajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat, (3) forum dan diskusi ilmiah antarPTKB, (5) program beasiswa dan bantuan pendidikan, (6) kerja sama antarPTKB, (7) pembinaan kerukunan antarumat beragama, penerapan metode, model, strategi, dan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik mahasiswa, (8) workshop, pelatihan, bimbingan teknologi informasi dalam pembelajaran (9) peningkatan kualifikasi dosen, dan (10) keterlibatan masyarakat dalam proses pembelajaran. Strategi bidang penelitian dilakukan dengan memberikan kontribusi nyata penelitian dan pengabdian masyarakat berbasis kebutuhan dan pemberdayaan. Bidang pengabdian masyarakat dengan berbagai kegiatan yang lebih menekankan pada dimensi sosial perguruan tinggi sebagai sebuah institusi pendidikan tinggi serta melakukan pelatihan dan bimbingan dengan perkembangan TIK. Strategi bidang pendukung PTKB seperti: (1) pendanaan dengan perencanaan kebutuhan dan berbasis program, (2) update informasi peraturan serta kebijakan pendidikan dan PTKB, (3) peran maksimal kinerja divisi kepegawaian, (4) studi lanjut dosen dan tenaga kependidikan, (5) penerimaan pegawai, (6) koordinasi yang baik PTKB dengan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, (7) membentuk SDM TI serta divisi manajemen sistem informasi dan pangkalan data, dan (8) peningkatan sarana prasarana, infrastruktur teknologi serta sesosialisasi, promosi, dan publikasi PTKB secara berkelanjutan.

 

 

Incoming search terms:

Leave a Reply

×
Hallo ????

Ada yang bisa di bantu?