HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Teori Lengkap tentang Green Product menurut Para Ahli dan Contoh Tesis Green Product

Gambaran dari Green Product

Pengertian Green Product

Kasali (2005) memberikan definisi dari produk hijau (green product)  sebagai ilustrasi dari barang atau produk yang dihasilkan oleh produsen yang terkait dengan rasa aman dan tidak menimbulkan dampak bagi kesehatan manusia serta tidak berpotensi merusak lingkungan hidup. Di samping itu, produk bersih juga dikaitkan dengan penggunaan bahan baku yang senantiasa memperhatikan generasi mendatang, produk bersih juga bertujuan untuk mengurangi sampah (waste) baik dari prosesnya maupun dari daur hidup produk tersebut. Lebih jauh, Nugrahadi (2002) menyatakan bahwa produk bersih (green produk) selalu berorientasi pada lingkungan.

Teori Lengkap tentang Green Product menurut Para Ahli dan Contoh Tesis Green Product

 

Menurut Ottman (1998:89) menyatakan bahwa produk hijau secara prinsip dapat bertahan dalam periode waktu yang cukup  lama, tidak mengandung racun, terbuat dari bahan yang bersahabat dengan lingkungan dan dapat didaur ulang, atau dikemas secara sederhana (Simple) dan minimalis. Green product tersebut dibuat, disebarluaskan, dan digunakan untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan seperti kerusakan dan pencemaran pada lingkungan.

Kendala Green Product di Indonesia

Terdapat beberapa kendala dalam penerapan green product di Indonesia, seperti:

  • Minimnya kesadaran pada produsen
  • Keraguan terhadap produk yang berlabel green product.
  • Produk yang berlabel green product relatif lebih mahal.

Teori-teori dari gambar Green Product

Kriteria green product

D’Souza et al., (2006) dalam penelitiannya menjelaskan aspek-aspek di dalam green product atau produk ramah lingkungan sebagai berikut:

  • Presepsi produk

Konsumen melihat green product atau produk ramah lingkungan sebagai produk yang tidak berbahaya terhadap hewan dan lingkungan.

  • Kemasan

Kemasan produk menyajikan elemen tertentu dan terlihat terkait kepedulian lingkungan oleh pelanggan.

  • Komposisi isi

Bahan daur ulang dapat membenarkan pemakaian pada batas tertentu dan klaim pemakaian secara keseluruhan pada tingkat yang lebih rendah, serta kerusakan minimum terhadap lingkungan.

 Teori Lengkap tentang Green Product menurut Para Ahli dan Contoh Tesis Green Product

 

Dasar-Dasar Pengelolaan Produk

Peningkatan ragam produk di pasar yang mendukung pengembangan berkelanjutan dapat melakukan dasar-dasar pengelolaan produk, yaitu:

  1. Produk dapat dibuat dari bahan yang dapat didaur ulang.
  2. Produk yang dapat didaur ulang (recycle) atau dapat digunakan ulang (reuse).
  3. Produk efisien,  yang  menghemat  penggunaan  air,  energi,  atau bensin,  penghematan  uang,  dan  menekan  pengaruh  produk  pada lingkungan.
  4. Kemasan produk yang bertanggungjawab.
  5. Produk tidak menggunakan bahan  yang  merusak  kesehatan  pada manusia dan binatang.
  6. Menggunakan green label yang menguatkan penawaran produk.
  7. Produk organik, banyak konsumen  yang  bersedia  melakukan pembelian produk organik dengan harga premium yang menawarkan kepastian kualitas.
  8. Pelayanan yang meminjamkan atau menyewakan produk, misalnya Perpustakaan.
  9. Produk bersertifikasi  yang  sudah  pasti  memenuhi  kriteria  tanggung jawab terhadap lingkungan.

 

Contoh Tesis yang membahas tentang Green Product

Contoh Tesis 1 : Green Packaging, Green Product, Green Advertising, Persepsi, dan Minat Beli Konsumen

Masalah lingkungan menjadi salah satu isu strategis dalam mencapai daya saing global. Salah satu masalah adalah produk yang dibuat dari bahan ramah lingkungan atau dikenal sebagai produk hijau. Selanjutnya, dalam pemasaran produk hijau, perusahaan juga menggunakan kemasan hijau dan konsep iklan hijau. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kemasan hijau, produk hijau, dan iklan hijau pada persepsi konsumen dan niat pembelian. Penelitian dilakukan di Desa Ketawanggede, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik sampling akusatif nonprobability. Jumlah responden adalah 113 konsumen di lokasi penelitian. Data dikumpulkan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Metode analisis yang digunakan Generalized Structured Component Analysis (GSCA). Analisis menunjukkan bahwa kemasan hijau, produk hijau, dan iklan hijau memiliki pengaruh signifikan positif terhadap persepsi konsumen. Sementara itu, produk hijau dan persepsi konsumen memiliki pengaruh signifikan positif terhadap minat beli, tetapi kemasan hijau dan iklan hijau belum menemukan bukti yang cukup dalam mempengaruhi minat beli.

 

Contoh Tesis 2 : Green Packaging, Green Product, Green Advertising, Persepsi, dan Minat Beli Konsumen

Masalah lingkungan menjadi salah satu isu strategis dalam mencapai daya saing global. Salah satu masalah adalah produk yang dibuat dari bahan ramah lingkungan atau dikenal sebagai produk hijau. Selanjutnya, dalam pemasaran produk hijau, perusahaan juga menggunakan kemasan hijau dan konsep iklan hijau. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kemasan hijau, produk hijau, dan iklan hijau pada persepsi konsumen dan niat pembelian. Penelitian dilakukan di Desa Ketawanggede, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik sampling akusatif nonprobability. Jumlah responden adalah 113 konsumen di lokasi penelitian. Data dikumpulkan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Metode analisis yang digunakan Generalized Structured Component Analysis (GSCA). Analisis menunjukkan bahwa kemasan hijau, produk hijau, dan iklan hijau memiliki pengaruh signifikan positif terhadap persepsi konsumen. Sementara itu, produk hijau dan persepsi konsumen memiliki pengaruh signifikan positif terhadap minat beli, tetapi kemasan hijau dan iklan hijau belum menemukan bukti yang cukup dalam mempengaruhi minat beli.

 

Contoh Tesis 3 : Pengaruh Green Product, Green Advertising, dan Green Brand terhadap Keputusan Pembelian Lampu Led Philips (Studi Kasus pada Konsumen Lampu LED Philips di Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh green product terhadap keputusan pembelian pada konsumen lampu LED Philips di Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman, (2) pengaruh green advertising terhadap keputusan pembelian pada konsumen lampu LED Philips di Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman, (3) green brand terhadap keputusan pembelian pada konsumen lampu LED Philips di Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman, dan (4) pengaruh green poduct, green advertising, dan green brand terhadap keputusan pembelian pada konsumen lampu LED Philips di Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman. Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian deskriptif kuantitatif, dimana instrumen penelitian ini berupa kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen lampu LED Philips di Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman. Teknik pengambilan sampel dengan metode purposive sampling. Sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 195 orang. Uji validitas instrumen menggunakan Confirmatory Factor Analysis, sedangkan uji reliabilitasnya menggunakan Alpha Cronbach. Analisis regresi berganda digunakan untuk uji hipotesis penelitian ini. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) green product berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian dengan nilai regresi sebesar 0,366 dan tingkat signifikansinya 0,000. (2) Green advertising berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian dengan nilai regresi sebesar 0,167 dan tingkat signifikansinya 0,011. (3) Green brand berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian dengan nilai regresi sebesar 0,155 dan tingkat signifikansinya 0,041. (4) Green poduct, green advertising, dan green brand secara simultan berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000, lebih kecil dari 0,05 (p<0,05), dan besarnya adjusted R2 green product, green advertising, dan green brand terhadap keputusan pembelian adalah sebesar 0,345.

 

Contoh Tesis 4 : Efek Green Awareness terhadap Keputusan Pembelian Produk Ramah Lingkungan

Green Awareness konsumen terhadap sebuah produk yang dipasarkan melalui pemasaran hijau (Green Marketing) sangat penting dalam menentukan keputusan pembelian produk ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh: 1) kepedulian konsumen terhadap lingkungan, 2) kesadaran produk ramah lingkungan, 3) harga, dan 4) Citra merek terhadap keputusan pembelian produk ramah lingkungan pada generasi Y di Yogyakarta.

Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian deskriptif kuantitatif, dimana instrumen penelitian ini berupa kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah generasi Y di Yogyakarta. Teknik pengambilan sampel dengan metode purposive sampling. Sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 168 responden. Alat ukur terbukti valid dan reliabel untuk instrumen penelitian. Analisis regresi berganda digunakan untuk uji hipotesis penelitian ini.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh positif dan tidak signifikan kepedulian konsumen terhadap lingkungan terhadap keputusan pembelian produk ramah lingkungan, dibuktikan dengan nilai (?) 0,079 dan nilai signifikansi 0,110 > 0,05; (2) terdapat pengaruh positif dan signifikan faktor kesadaran produk ramah lingkungan terhadap keputusan pembelian produk ramah lingkungan yang dibuktikan dengan nilai (?) sebesar 0,243 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05; (3) terdapat pengaruh positif dan signifikan harga terhadap keputusan pembelian produk ramah lingkungan yang dibuktikan dengan nilai (?) sebesar 0,174 dan nilai signifikansi 0,002 < 0,05; (3) terdapat pengaruh positif dan tidak signifikan Citra merek terhadap keputusan pembelian produk ramah lingkungan yang dibuktikan dengan nilai (?) sebesar 0,086 dan nilai signifikansi 0,248 > 0,05; serta kepedulian konsumen terhadap lingkungan, kesadaran produk ramah lingkungan, harga dan Citra merek secara simultan berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian produk ramah lingkungan pada generasi Y di Yogyakarta dengan level signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05), dan nilai Adjusted R squared dari variabel kepedulian konsumen terhadap lingkungan, kesadaran produk ramah lingkungan, harga dan Citra merek terhadap keputusan pembelian produk

ramah lingkungan pada generasi Y di Yogyakarta sebesar 0,144.

 

Contoh Tesis 5 : Pengaruh Green Product, Green Advertising dan Green Brand terhadap Keputusan Pembelian (Survei pada Mahasiswa Jurusan Ilmu Administrasi Bisnis Angkatan 2013/2014 dan 2014/2015 Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Konsumen Air Minum Kemasan Merek ADES)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Pengaruh Green Product terhadap Keputusan Pembelian pada konsumen produk air minum dalam kemasan merek ADES; 2) Pengaruh Green Advertising terhadap Keputusan Pembelian pada konsumen produk air minum dalam kemasan merek ADES; 3) Pengaruh Green Brand terhadap Keputusan Pembelian pada konsumen produk air minum dalam kemasan merek ADES; dan (4) Pengaruh Green Product, Green Advertising dan Green Brand terhadap Keputusan Pembelian pada konsumen produk air minum dalam kemasan merek ADES . Penelitian ini menggunakan jenis penelitian penjelasan (explanatory research) dengan pendekatan kualitatif, di mana instrumen penelitian ini berupa kuesioner. Sampel yang digunakan berjumlah 115 orang responden yang merupakan mahasiswa Jurusan Ilmu Administrasi Bisnis Angkatan 2013/2014 dan 2014/2015 Fakultas Ilmu Adminitrasi Universitas Brawijaya konsumen air minum dalam kemasan merek ADES. Uji validitas insturumen menggunakan rumus korelasi Product Moment Pearson, sedangkan uji reliabilitasnya menggunakan Alpha Cronbach. Analisis regresi berganda digunakan untuk uji hipotesis penelitian ini.

 

Contoh Tesis 6 : Pengaruh Green Product terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Starbucks (Studi Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Telkom)

Pada era globalisasi ini membawa berbagai perubahan yang berdampak pada berbagai aspek seperti sosial, lingkungan, budaya, politik, industri, teknologi dan ekonomi. Globalisasi membawa dampak serius terhadap lingkungan, ditandai dengan terjadinya kerusakan seperti pencemaran lingkungan, global warming, hal tersebut dipicu oleh kurang pedulinya masyarakat dalam menjaga lingkungan seperti membuang sampah sembarangan, menggunakan kendaraan bermotor berlebihan dan memproduksi kemasan produk yang sulit diuraikan. Sampah plastik merupakan salah satu penyebab pencemaran lingkungan hidup yang serius, produk yang berbahan plastik bersifat fleksible, serbaguna namun merusak lingkungan hidup. Berikut merupakan Gambar Pencemaran Sampah plastik di dunia.

 

Contoh Tesis 7 : Pengaruh Green Marketing terhadap Keputusan Pembelian Serta Dampaknya Terhadap Program Community Development (Kasus Produk Beras Organik “Lumpang Berlian” Agroindustri Sumber Makmur Desa Sumberngepoh, Lawang, Malang)

Agroindustri Sumber Makmur merupakan sebuah industri yang menciptakan Green Product yakni beras organik dan sereal beras organik “Lumpang Berlian”. Agroindustri tersebut merupakan salah satu upaya pemanfaatan sumberdaya potensial daerah khususnya di desa Sumberngepoh. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis 1) Pengaruh Green Marketing terhadap Keputusan Pembelian baik secara parsial maupun secara simultan, 2) Pengaruh Green Product, Green Promotion dan Keputusan Pembelian terhadap program Community Development, 3) Pengaruh Green Marketing secara tidak langsung melalui Keputusan Pembelian terhadap program Community Development. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Variabel Green Marketing berpengaruh secara signifikan terhadap variabel Keputusan Pembelian yaitu sebesar 81.9% dan sub variabel yang tertinggi adalah Green Product, 2) Variabel Product, Promotion dan Keputusan Pembelian berpengaruh secara signifikan terhadap Community Development yaitu sebesar 37.0%. 3) Semua hubungan yang terjadi antara variabel Green Marketing secara tidak langsung (melalui Keputusan Pembelian) terhadap variabel Community Development memiliki hubungan yang signifikan.

 

Contoh Tesis 8 : Pengaruh Green Product, Green Advertising, dan Green Brand terhadap Keputusan Pembelian Lampu LED Philips pada Konsumen di Kota Bandar Lampung

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Green Product (X1), Green Advertising (X2), dan Green Brand (X3) terhadap keputusan pembelian lampu LED Philips (Y). Desain penelitian menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan metode survei. Metode pengambilan sampel menggunakan metode non-probability sampling teknik purposive sampling dengan domisili responden di Bandar Lampung. Jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 responden dengan kriteria konsumen yang pernah melakukan pembelian lampu LED Philips. Hasil analisis kualitatif menunjukan bahwa mayoritas responden dalam penelitian berjenis kelamin laki-laki yang berusia diatas 35 Tahun. Alat analisis data atau analisis kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda, uji validitas, uji reliabilitas dan uji hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel Green Product (X1), Green Advertising (X2), dan Green Brand (X3) berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian lampu LED Philips (Y). Nilai pengaruh terbesar yaitu variabel Green Advertising (X2), karena iklan Philips bercirikan iklan peduli lingkungan, pesan dan gambar yang terdapat dalam iklan juga bercirikan iklan peduli lingkungan, dan iklan Philips juga memberikan contoh gaya hidup baru untuk menjaga lingkungan.

 

Contoh Tesis 9 : Pengaruh Persepsi Konsumen pada Strategi Green Marketing terhadap Sikap Konsumen Pada Green Product

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh yang signifikan antara persepsi konsumen pada strategi pemasaran hijau dari sikap konsumen pada produk hijau. Hasil penelitian ini diharapkan sebagai masukan bagi perusahaan mengenai sikap konsumen pada produk hijau untuk menentukan kebijakan dan sebagai suatu alat untuk membuat keputusan yang akan diterapkan pada perusahaan untuk mencapai tujuan dan sasaran perusahaan. Jenis penelitian dalam hal pendekatan dibagi menjadi dua jenis, yaitu, pendekatan kuantitatif dan pendekatan kualitatif. Sedangkan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan sederhana analisis regresi linier dengan uji t dan koefisien determinasi (R2).

Populasi dalam penelitian ini adalah semua pengguna produk hijau (produk hijau). Sampel harus diambil sebanyak 100 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dan convenience sampling Berdasarkan hasil survei terungkap bahwa persepsi konsumen terhadap green strategi pemasaran secara signifikan mempengaruhi sikap konsumen pada produk hijau. Ini terbukti dari hasil perhitungan yang diperoleh thitung sebesar 7.152. Karena itu tcount lebih besar dari TTable (7,152> 1,984) dengan probabilitas 0,000 <0,05. Itu koefisien determinasi atau R2 pada 0,343, yang berarti variasi dalam perubahan sikap konsumen terhadap produk hijau dapat dijelaskan oleh perubahan konsumen persepsi strategi pemasaran hijau sebesar 34,3%.

 

Contoh Tesis 10 : Analisis Pengaruh Eco-Label terhadap Kesadaran Konsumen untuk Membeli Green Product

Pandangan manusia telah bergeser seiring dengan meningkatnya kepedulian terhadap lingkungan, sehingga menimbulkan tuntutan bagi pelaku bisnis untuk memberikan solusi dalam menghadapi berbagai permasalahan lingkungan melalui pengembangan green product. Eco-label sebagai jaminan mutu green product merupakan isu di dunia bisnis dan perdagangan global saat ini. Tujuan penelitian ini adalah menerapkan Structural Equation Modeling (SEM) untuk mengetahui pengaruh eco-label terhadap kesadaran konsumen untuk membeli green product. SEM adalah teknik analisis multivariat yang digunakan untuk membangun hubungan antara variabel terukur dan konstruk latennya. Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah eco-label awareness, attitude towards the environment, belief in environment-friendly buying, eco-label knowledge, eco-label availability, attention towards eco-label, dan purchase intention. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel belief in environment-friendly buying, eco-label knowledge, dan attention towards eco-label memiliki pengaruh langsung terhadap purchase intention, sementara variabel eco-label awareness dan eco-label availability hanya menunjukkan pengaruh tidak langsung terhadap purchase intention.

 

 

Leave a Reply

×
Hallo ????

Ada yang bisa di bantu?