HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Teori Lengkap Tentang Daya Saing Industri Startup menurut Teori dan Pendapat Ahli dan Contoh Tesis Daya Saing Industri Startup

Gambaran dari Daya Saing Industri Startup

Definisi Daya Saing Industri Startup

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 41 Tahun 2007 dalam Afriyani (2011:11) tentang standar proses, mendefinisikan daya saing merupakan kemampuan untuk menunjukkan hasil yang lebih baik, lebih cepat atau lebih bermakna. Kemampuan yang dimaksud adalah kemampuan memperkokoh pangsa pasarnya, kemampuan menghubungkan dengan lingkungannya, kemampuan meningkatkan kinerja tanpa henti, kemampuan menegakkan posisi yang menguntungkan. Dengan menggunakan kinerja atau melihat indicator tertentu sebagai acuan, maka dapat diukur tingkat kekuatan dan kelemahan suatu daya saing.

 

Menurut Porter dalam Putri (2012:14) dapat didefinisikan sebagai kemampuan usaha suatu perusahaan dalam industri untuk mengadapi berbagai lingkungan yang dihadapi. Daya saing ditentukan oleh keunggulan bersaing suatu perusahaan dan sangat bergantung pada tingkat sumber daya relatif yang dimilikinya atau biasa kita sebut keunggulan kompetitif. Selanjutnya, Porter menjelaskan pentingnya daya saing karena tiga hal berikut: (1) mendorong produktivitas dan meningkatkan kemampuan mandiri, (2) dapat meningkatkan kapasitas ekonomi, baik dalam konteks regional ekonomi maupun kuantitas pelaku ekonomi sehingga pertumbuhan ekonomi meningkat, (3) kepercayaan bahwa mekanisme pasar lebih menciptakan efisiensi.

Teori daya saing lainnya adalah keunggulan daya saing Porter. Menurut Porter (1994), keunggulan komparatif dapat dilakukan pada tingkat perusahaan dan pada tingkat nasional. Ada empat hal dalam membangun keunggulan dari suatu Negara digambarkan oleh Porter suatu skema berbentuk berlian, yaitu kondisi seperti tenaga terampil dan sarana prasarana, kondisi permintaan dan tuntutan mutu dalam negeri untuk hasil industri tertentu, eksistensi industri terkait dan pendukung yang berdaya saing, serta strategi, struktur dan persaingan antar peusahaan.

 

Indikator Teknologi Informasi Industri Startup

Menurut Maharani et. Al (2012), istilah teknologi informasi adalah semua teknologi yang digunakan untuk mengumpulkan memproses dan menyebarkan informasi, adapun Indikator atau alat ukur dari Teknologi Informasi dapat diukur dengan 4 indikator sebgai berikut :

  • Intensitas Teknologi Informasi

Seberapa mampu perusahaan mampu menggunakan teknologi yang bisa mendukung proses produksi agar yang dihasilkan tersebut lebih variatif.

  • Investasi pada teknologi

Dengan semakin majunya perkembangan zaman sebuah perusahaan haruslah mampu lebih berani dalam membeli atau mengadakan alat produksi yang lebih canggih ataupun modern untuk menunjang kegiatan produksi di sebuah perusahaan.

  • Kemudahan bertukar Informasi

Trend manusia pada saat ini lebih mudah dalam berinteraksi dan bertukar informasi umumnya melalui media sosial yang melekat sebagai gaya hidup di masyarakat. Oleh karena itu dalam pengembangan usaha diharapkan seorang pengusaha haruslah mampu mengembangkan hal tersebut untuk mempermudah seorang konsumen dalam berinteraksi.

  • Kemudahan akses bekerjasama

Dalam hal ini penggunaan teknologi informasi mampu dijadikan sebagai sebuah teknik promosi yang lebih mudah dan lebih cepat dalam proses memperkenalkan suatu produk ke pasar yang akan dituju.

Contoh Tesis Daya Saing Industri Startup

CONTOH TESIS NO.1 MENINGKATKAN DAYA SAING INDUSTRI KECIL MENENGAH MELALUI INOVASI DAN PEMANFAATAN JARINGAN SOSIAL: PEMBELAJARAN DARI KLASTER INDUSTRI SOFTWARE DI INDIA

Industri Kecil Menengah (IKM) merupakan salah satu penggerak perekonomian di Indonesia. Berdasarkan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia Tahun 2013, Jumlah IKM di Indonesia sebanyak 3,9 juta unit (75% di antaranya terkonsentrasi di Jawa). Meski demikian, sebagian besar IKM masuk Indonesia belum memiliki daya saing di tingkat global. Di sisi lain, Pemerintah Indonesia telah mempromosikan pengembangan kegiatan IKM berdasarkan inovasi untuk beberapa yang terakhir tahun. Masalahnya, iklim yang mendukung IKM berbasis inovasi belum kondusif belum dibuat di Indonesia. Makalah ini bertujuan untuk belajar dari praktik industri kecil di Kluster perangkat lunak India, tepatnya di Kota Bangalore sebagai praktik terbaik untuk pengembangan IKM Indonesia. Cluster ini memiliki dua strategi penting untuk dikembangkan, termasuk inovasi dan pemanfaatan jaringan sosial. Kedua strategi tersebut dibagi menjadi empat cara yaitu 1) keterampilan teknis individu, 2) model dan strategi bisnis, 3) teknologi dan inovasi kemampuan, dan 4) keterampilan pemasaran. Strategi tersebut membuktikan bahwa industri kecil berperan peran penting untuk mengembangkan industri perangkat lunak di India. Apalagi baru-baru ini, India sudah menjadi salah satu negara pengekspor perangkat lunak terkemuka di dunia.

 

CONTOH TESIS NO.2 ANALISIS PENGEMBANGAN PRODUK DALAM MENINGKATKAN DAYA SAING PADA USAHA JAKOZ OLEH-OLEH KHAS JAMBI

Tulisan ini berjudul analisis pengembangan produk dalam meningkatkan daya saing pada usaha Jakoz oleh-oleh khas Jambi. Jakoz sebagai pusat oleh-oleh khas Jambi yang sudah cukup lama berdiri khususnya pada produk oleh-oleh kaos mempunyai visi menjadi destinasi utama cinderamata terlengkap dan terbesar di Indonesia dengan terus berkembang dan berpikir positif dalam menghadapi persaingan yang ada. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses tahapan pengembangan produk dilihat dari teori Philip Kotler dan strategi bauran pemasaran yang tepat untuk meningkatkan daya saing. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Jakoz telah melaksanakan proses tahapan pengembangan produk dengan baik dan sistematis sesuai dengan teori Philip Kotler. Untuk meningkatkan daya saing Jakoz juga telah menjalankan strategi bauran pemasaran yang baik dan matang meliputi produk, harga, tempat, dan promosi untuk mempengaruhi pembeli sehingga tujuan perusahaan dalam strategi pemasaran dapat tercapai sesuai dengan yang diinginkan meskipun pada tahap startegi pemasaran yang dilakukan belum maksimal. Hal ini didasari karena kurang gencarnya promosi dimedia sosial dan belum adanya kebijakan strategis pemerintah dalam promosi pada sector pariwisata khususnya dibidang toko oleh-oleh. Selanjutnya Faktor-faktor yang dapat meningkatkan daya saing Jakoz adalah produk kaos yang mempunyai ciri khas tersendiri, bahan baku berkualitas premium dan mudah didapat, pemilik Jakoz yang juga seorang coach bisnis dan tim Jakoz yang mempunyai kreativitas yang tinggi.

 

CONTOH TESIS NO.3 START UP DIGITAL BUSINESS: SEBAGAI SOLUSI PENGGERAK WIRAUSAHA MUDA

Geliat pengguna internet untuk perdagangan yang semakin bertambah mendorong munculnya bisnis baru yang sekarang banyak dikatakan sebagai start up bisnis. Semua bisnis tersebut bergerak dalam bidang perdagangan dan jasa yang memenuhi kebutuhan sehari – hari, mayoritas dari mereka bergerak di bidang online. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dari beberapa literatur, data dan fakta mengenai fenomena bisnis start up. Berdasarkan pengembangan pengetahuan bisnis start up ada beberapa hal yang harus dilakukan dalam kegiatan pemasaran digital startups untuk mencapai target pasar dan mengantisipasi persaingan yaitu pendistribusian informasi dengan menggunakan berbagai media digital untuk menyebarluas atau mendistribusikan yang terkait dengan bisnis digital yang dijalankan. Pemanfaatan kesempatan dalam dunia digital yang masih sulit dilakukan oleh anak muda saat ini, karena mereka belum berpikir untuk menjadi pengusaha. Pada tahap proses membentuk wirausaha membutuhkan dukungan dari lingkungannya. Setiap menit muncul start up digital baru dengan fitur yang hampir sama antara satu dengan yang lain, maka keterampilan, inovasi dan kreativtas yang cenderung dimiliki oleh kaum muda mampu diaplikasikan.

 

CONTOH TESIS NO.4 Peran Inkubator Bisnis dalam Mengembangkan Digital Startup Lokal di Indonesia

Perkembangan internet menyebabkan arus informasi berpindah dengan cepat tanpa mengenal batas geografis. Begitu pula dengan perkembangan industri digital  yang  selama  ini  didominasi  oleh  Amerika  Serikat.  Berbagai  kisah  sukses  perusahaan digital seperti Google, Facebook, Amazon, dll menginspirasi lahirnya startup-startup baru  di  berbagai  belahan  dunia,  tidak  terkecuali  di  Indonesia.  Meskipun  kondisi  industri  digital  di  Indonesia  masih  dalam  fase  awal,  di  mana  dukungan infrastruktur dan ekosistem masih sangat minim, namun optimisme dari pelaku industri digital di Indonesia sangat kuat, baik dari sisi startup maupun dari investor.Masalah  muncul  ketika  investor,  baik  lokal  maupun  asing,  berkeinginan  untuk  melakukan  investasi  kepada  digital  startup  lokal  di  Indonesia,  yakni  ketidaksiapan startup lokal untuk menerima pendanaan dalam jumlah yang relatif besar   untuk   pengembangan   bisnisnya.   Hal   ini   menimbulkan   keraguan   bagi   investor  apakah  startup dapat  mengelola  dana  yang  diperoleh  dan  menghasilkan  keuntungan  di  masa  mendatang  bagi  investor.  Selain  itu,  berbagai  risiko  dan  kendala  yang  harus  dihadapi  oleh  startup lokal  seperti  karakteristik  konsumen  di  Indonesia,  regulasi  yang  belum  mendukung,  dll  membuat  investor  menahan  diri  untuk  berinvestasi  dalam  jumlah  besar  di  Indonesia,  meskipun  investor  sudah  sangat siap. Oleh karena itu, lahirlah inisiatif dari investor dan stakeholders dalam industri teknologi digital untuk menggiatkan inkubator bisnis, dengan tujuan dapat mempersiapkan startup lokal  agar  mampu  berkembang  lebih  optimal.  Hasil  penelitian ini mengungkapkan berbagai manfaat nyata yang diterima oleh startup lokal untuk meningkatkan kapasitasnya. Seiring  dengan  keinginan  pemerintah  untuk  mendorong  perkembangan  industri kreatif, inkubator bisnis diharapkan memiliki peran yang signifikan dalam meningkatkan  kapasitas  pelaku  startup lokal  dan  menjalin  kolaborasi  dengan  stakeholders lain   dalam   membangun   ekosistem   industri   yang   mendukung   sehingga  industri  digital  Indonesia  memiliki  daya  saing  yang  kompetitif.  Dengan  demikian,  kontribusi  industri  digital  serta  industri  kreatif  pada  perekonomian  Indonesia  dapat  lebih  tinggi,  baik  dalam  hal  pendapatan  maupun  penyerapan  tenaga kerja.

 

CONTOH TESIS NO.5 INOVASI E-COMMERCEDAN STARUPSEBAGAI TANTANGAN MASYARAKAT INDUSTRI 4.0

Dalam era digital sekarang ini, perkembangan teknologi informasi menjadi salah satu pioritas dalam kehidupan sehari-hari.  Dunia  digital  ini  maraknya penggunajaringaninternet,  salah  satunya  dalam  hal perdagangan, hal  ini  memicu munculnya  bisnis  baru  sebagai wujudstartupbisnis  yang  bergerak dibidang  perdagangandanjasa dalammemenuhi kebutuhan  sehari-hari. Pemanfaatan  perkembangan  teknologi informasi bidang  pemasaran ini  dapat mengubah pekerjaan konvensional menuju teknologi era digital dengan pemanfaatan e-commerce. Semakin pesatnya pertumbuhan pengguna jaringan internet menjadi faktor utama dalam perilaku belanja masyarakat pada umumnya, hal ini dikarenakan oleh  keinginan konsumen  dalam  pendistribusianproduk yang  lebih  baik  dan lebih  cepat.  Metodologi penelitian ini merupakan  suatu tinjauan  konseptual padametode pengumpulkan  data  dan  informasi  yang  berkaitandenganpotensi pasar,  perubahan  perilaku  konsumen  dan pemanfaatane-commercesebagai inovasi  strategi  pemasaran  untuk menjaring  potensi  pasar  yang  lebih  besar.  Di  samping  itu, dalam penelitian  ini dikajibeberapa  literatur,  data  dan  faktasertafenomena bisnismelaluistart up.

 

CONTOH TESIS NO.6 PERANCANGAN STRATEGI BERBASIS METODOLOGI LEAN STARTUPUNTUK MENDORONG PERTUMBUHANPERUSAHAAN RINTISAN BERBASIS TEKNOLOGI DI INDONESIA

Perancangan  Strategi  Berbasis MetodologiLean  Startup  untuk  Mendorong PertumbuhanPerusahaan Rintisan Berbasis Teknologi di Indonesia. Rasio kegagalan startup sangat tinggi,  75%  startup  yang  sedang  berkembang  mengalami  kegagalan  dalam  perkembangannya. Prosentase kegagalan startup dalam berkembang dipengaruhi oleh periode dan sektor industri yang dijalankan.  Startup  gagal  berkembang  karena  pemilihan  strategi  yangtidak  tepat  pada  tahun pertama hingga tahun keempat setelah berdiri. Penelitian ini berupa perancangan strategi baru yang bersifat  umum  dengan  berdasar  pada  metode  lean  startup  untuk  mengatasi  tingginya  prosentase kegagalan  pertumbuhan  startup.  Tujuan  penelitian  ini  adalah  mengidentifikasi  variabel-variabel yang mempengaruhi keberlangsungan proses pertumbuhan startup, mengidentifikasi failure factor sebagai  faktor  penghambat  pertumbuhan  yang  harus  diatasi  oleh  startup,  dan  merancang  strategi yang tepat yang dapat diimplementasikan oleh startup di Indonesia. Penelitian dimulai dengan in-depth  interview  dengan  responden  ahli  menggunakan  metode  delphi  untuk  mengidentifikasi variabel dan indikator kegagalan startup, dilanjutkan dengan menyeleksi indikator utamapenyebab kegagalan  startup  menggunakan  metode  analytical  network  process.  Setelah  diperoleh  prioritas penyebab kegagalan dilakukan formulasi strategi dengan berdasar pada metode lean startup. Hasil penelitian  menunjukan  bahwa  responden  ahli  setuju  dengan 8  variabel  beserta  55  indikator  yang diusulkan  dan  didapatkan  10  prioritas  penyebab  kegagalan  yang  direkomendasikan  untuk  diatasi dengan  metode  minimum  viable  product, agile development,  customer relationship  management, dan pengelolaan sumber daya manusia.

 

CONTOH TESIS NO.7 Model Tata Kelola StartupKabupaten Jember

Peran startup dengan model bisnis yang sesuai dengan situasi “stay at  home” dimasa  pendemi  seperti  ini memiliki  pertumbuhan  cukup  tinggi.  Untuk  itu  meskipun  masih  dalam  situasi  krisis  dukungan  terhadap  ekosistem startupsangat  diperlukan.Perlu adanya  model  tata  kelola startupyang efektif khususnya  di sektor pangan  yang harus direncanakan  dengan  baik  agar  dapat  diimplementasikan  untuk  mendukung  pertumbuhan  dan  perkembangan startupyang  sesuai  dengan  kondisi daerah khususnya di  masa  pandemi ini.  Dengan  menggunakan pendekatan  kualitatif  yaitu  kegiatan. Focus  Group  Discussion (FGD)  dan  wawancara  mendalam  (indepth  interview)  dan  pendekatan  kuantitatif  dengan  instrumen  kuesioner  maka  diperoleh  skema  model  tata  kelola startup yang  disesuaikan  dengan  kondisi ekosistem startup yang ada di lokus penelitian yaitu Kabupaten Jember.

 

CONTOH TESIS NO.8 ANALISIS PENINGKATAN INDUSTRI START UP DI BIDANG PENDIDIKAN SELAMA MASA PANDEMI COVID-19

Penelitian  ini  bertujuan  untuk  menganalisis  peningkatan  industri  start  up  di  bidang pendidikan  selama  masa  pandemi  Covid-19.  Penelitian  ini  merupakan  penelitian  kualitatif  dengan metode  studi  pustaka.  Data  yang  diperoleh  kemudian  dianalisis  secara  deskriptif.  Berdasarkan  hasil kajian   beberapa   sumber   literatur,   di   era   moderinisasi   ini   pola   kehidupan   masyarakat   hampir seluruhnya  menuju  ke  arah  digitalisasi  begitu juga  di  sektor  pendidikan.  Adanya  pandemi  Covid-19 memaksa  sektor  pendidikan  untuk  mampu  beradaptasi  lebih  cepat  dengan  adanya  kebijakan-kebijakan  pembatasan  kegiatan  aktivitas  di luar  rumah  yang  bertujuan  untuk  mencegah  penyebaran virus  corona.  Adanya  pembatasan  ini  menjadikan  pembelajaran  harus  dilakukan  secara  online  dari rumah  masing-masing.  Keadaan  inilah  yang  menjadikan  peluang  bagi  perusaah    start  up  untuk menghasilkan  inovasi-inovasi  yang  menjadi  solusi  untuk  menjembatani  kesenjangan  pelaksanaan pembelajaran  jarak  jauh.  Apliksi  belajar  online  merupakan  solusi  yang  tepat  untuk  memaksimalkan sistem  pembelajaran  online  yang  dilakukan  selama  masa  pandemi  ini.  Ada  beberapa indikator  yang menentukan  keberhasilan  sebuah  start  up,  yaitu    timming,  tim,  ide,  model  bisnis,  dan  pendanaan (funding).  Faktor-faktor  tersebut  adalah  faktor  kunci  yang  menentukan  apakah  sebuah  perusahaan startup  akan  sukses  atau  gagal.  Selain  itu  terkait  dengan  peningkatan  jumlah  perusaahn  start  up pendidikan  di  Indonesia,  ada  beberapa faktor  yang  menyebabkan  terjadinya  hal  tersebut.  Faktor tersebut  diantaranya  adalah  faktor  situasi/kondisi,  faktor  kebutuhan  pengguna  dan  faktor  peluang usaha.  Aplikasi  digital  sangat  dibutuhkan  sebagai  solusi  dalam  pelaksanaan  pembelajaran  selama masa pandemi. Sehingga dengan kondisi ini hadirnya start up di bidang pendidikan menjadikan suatu peluang  untuk  mencari  keuntungan.  Hal  inilah  yang  mengakibatkan  perusahaan  start  up  di  bidang pendidikan mulai bermunculan.

 

CONTOH TESIS NO.9 MODEL PERENCANAAN STRATEGIS SI/TI UNTUK INDUSTRI STARTUP MENGGUNAKAN METODE WARD PEPPARD DAN SAMM

Berbagai industri startup yang bermunculan menjadi bagian dari era ekonomi kreatif di Indonesia. Tetapi banyak diantaranya yang mengalami kegagalan. Beberapa alasan yang muncul terkait kegagalan sebuah startup diantaranya adalah tidak menyediakan kebutuhan pasar, investasi TI yang kurang matang, konflik internal startup, model bisnis yang tidak sesuai, dan sifat fleksibilitas startup yang rendah. Makalah ini mengajukan suatu konsep model perencanaan strategis SI/TI untuk industri startup dengan menggunakan kolaborasi antara kerangka kerja Ward Peppard dimana akan dilakukan analisis lingkungan internal dan eksternal baik dari sisi bisnis maupun TI, dengan model SAMM (Strategic Alignment Maturity Model) untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi pemicu dan penghambat keselarasan strategi bisnis dan TI. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Critical Success Factor, Value Chain, Politik Ekonomi Sosial Teknologi, Portofolio McFarlan Strategic Grid. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan suatu model perencanaan strategis SI/TI yang dapat menciptakan keselarasan strategi antara bisnis dan TI dan sesuai dengan budaya industri startup.

 

CONTOH TESIS NO.10 STRATEGI INDONESIA MENGHADAPI INDUSTRI 4.0

Kehadiran era revolusi industri keempat (Industri 4.0) sudah tidak dapat dielakkan lagi. Indonesia perlu mempersiapkan langkah-langkah strategis agar mampu beradaptasi dengan era industri digital ini. Indonesia berkomitmen untuk membangun industri manufaktur yang berdaya saing global melalui percepatan implementasi Industri 4.0. Hal ini ditandai dengan peluncuran Making Indonesia 4.0 sebagai sebuah roadmap dan strategi Indonesia memasuki era digital ini. Dengan menerapkan Industri 4.0, Menteri Perindustrian menargetkan, aspirasi besar nasional dapat tercapai. Industri 4.0 melalui konektivitas dan digitalisasinya mampu meningkatkan efisiensi rantai manufaktur dan kualitas produk. Namun di sisi lain digitalisasi industri ini akan berdampak negatif pada penyerapan tenaga kerja dan mengacaukan bisnis konvensional. Pemerintah harus mengantisipasi dampak negatif dari Industri 4.0. Pada saat pemerintah memutuskan untuk beradaptasi dengan sistem Industri 4.0, maka pemerintah juga harus memikirkan keberlangsungannya. Jangan sampai penerapan sistem industri digital ini hanya menjadi beban karena tidak dapat dimanfaatkan secara optimal.

 

Leave a Reply

Open chat
Hallo ????

Ada yang bisa di bantu?