HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Teori Lengkap tentang Modal Sosial menurut Teori dan Pendapat Ahli dan Contoh Tesis tentang Modal Sosial

Gambaran Umum Modal Sosial

Definisi Modal Sosial

Modal sosial adalah suatu serangkaian nilai atau norma-norma informal yang dimiliki bersama diantara para anggota suatu kelompok masyarakat yang saling terkait, yang didasarkan pada nilai kepercayaan, norma, dan jaringan sosial.

Modal sosial merupakan aspek sosial dan budaya yang memiliki nilai ekonomi dan dapat dilembagakan, yaitu keseluruhan sumber daya baik yang aktual maupun potensial yang terkait dengan kepemilikan jaringan hubungan kelembagaan yang tetap dengan didasarkan pada saling kenal dan saling mengakui.

Modal sosial adalah kewajiban dan harapan, saluran-saluran informasi dan norma-norma sosial. Merupakan kemampuan kerja bersama menghadapi seluruh permasalahan, untuk mencapai tujuan dalam kelompok atau organisasi. Komunitas dibangun oleh modal sosial melalui pengembangan hubungan sosial aktif, partisipasi demokrasi dan penekanan dari rasa memiliki komunitas dan kepercayaan (Fukuyama,1995).

 

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Modal Sosial

Faktor-faktor yang berpengaruh di dalam pembentukan modal sosial di Rusunawa Kaligawe dapat diantaranya kebiasaan, kedudukan dan peranan individu dalam lingkungan Rusunawa Kaligawe, pendidikan, kelas sosial dan kesenjangan ekonomi serta pola konsumsi individu dan nilai-nilai personal.

 

Perbedaan Tipe Modal Sosial

  • Sosial Bounding : berupa kultur nilai, kultur persepsi dan tradisi atau adat istiadat. Modal sosial dengan karateristik ikatan yang kuat dalam suatu siistem kemasyarakatan di mana masih berlakunya system kekerabatan dengan system klen yang mewujudkan rasa simpati, berkewajiban, percaya resiprositas dan pengakuan timbal balik nilai kebudayaan yang dipercaya. Tradisi merupakan tata kelakuan yang kekal serta memiliki integrasi kuat dalam pola perilaku masyarakat mempunyai kekuatan mengikat dengan beban sangsi bagi pelanggrnya.
  • Social Bridging : berupa institusi maupun mekanisme yang merupakan ikatan sosial yang timbul sebagai reaksi atas berbagai macam karateristik kelompoknya. Dapat dilihat pula adanya keterlibatan umum sebagai warga Negara, asosiasi, dan jaringan.
  • Social Linking : berupa hu ungan/jaringan sosial dengan adanya hubungan diantara beberapa level dari kekuatan sosial maupun status sosial yang ada dalam masyarakat.

 

Contoh Tesis Modal Sosial

Contoh Tesis 1 : PENGARUH MODAL SOSIAL TERHADAP PRODUKTIVITAS PETANI (Studi Kasus di Kecamatan Cilacap Utara Kabupaten Cilacap)

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis regresi ganda.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Variabel kepercayaan berpengaruh positif terhadap produktivitas petani (2) Variabel partisipasi berpengaruh positif terhadap produktivitas petani (3) Variabel jaringan berpengaruh positif terhadap produktivitas petani (4) Variabel norma sosial berpengaruh positif terhadap produktivitas petani (5) Variabel kepercayaan, partisipasi, jaringan, dan norma sosial berpengaruh positif secara bersama-sama terhadap produktivitas petani. Serta Sumbangan efektif masingmasing variabel yaitu 19% untuk variabel kepercayaan, 18% untuk variabel partisipasi, 17% untuk variabel jaringan, dan 15% untuk variabel norma sosial.

 

Contoh Tesis 2 : ANALISIS PENGARUH MODAL SOSIAL TERHADAP PRODUKTIVITAS LAHAN JAGUNG

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh modal social terhadap produktivitas lahan jagung. Modal sosial yang dimaksud mencakup modal yang dimiliki individu manusia yang mengacu pada perilaku yang kooperatif. Perilaku tersebut mengacu pada organisasi sosial dengan jaringan sosial, norma-norma, kepercayaan sosial yang dapat menjembatani terciptanya kerjasama yang menguntungkan untuk mendorong pada adanya keteraturan dan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan. Data yang digunakan merupakan data primer dengan jumlah sampel sebanyak 100 petani yang berada di sector tanaman pangan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis kuantitatif. Analisis kuantitatif dalam penelitian ini menggunakan regresi linear berganda.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel modal sosial dapat mengakselerasi produktivitas lahan jagung secara postitif walaupun tidak signifikan. Komponen modal sosial yang memberikan pengaruh paling besar terhadap produktivitas lahan adalah keaktifan petani dalam kelompok tani untuk berinteraksi dengan penyuluh. Petani yang tidak menjadi anggota kelompok tani memiliki produktivitas lahan jagung lebih tinggi dibandingkan dengan petani yang menjadi anggota kelompok tani.

 

Contoh Tesis 3 : PENGARUH MODAL SOSIAL TERHADAP PRODUKTIVITAS PETANI (Studi Kasus di Kecamatan Cilacap Utara Kabupaten Cilacap)

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis regresi ganda.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Variabel kepercayaan berpengaruh positif terhadap produktivitas petani (2) Variabel partisipasi berpengaruh positif terhadap produktivitas petani (3) Variabel jaringan berpengaruh positif terhadap produktivitas petani (4) Variabel norma sosial berpengaruh positif terhadap produktivitas petani (5) Variabel kepercayaan, partisipasi, jaringan, dan norma sosial berpengaruh positif secara bersama-sama terhadap produktivitas petani. Serta Sumbangan efektif masingmasing variabel yaitu 19% untuk variabel kepercayaan, 18% untuk variabel partisipasi, 17% untuk variabel jaringan, dan 15% untuk variabel norma sosial.

 

Contoh Tesis 4 : PERAN MODAL SOSIAL PADA MASYARAKAT INDUSTRI RUMAHAN KERAJINAN BANDOL DI DESA KABUNAN, KECAMATAN DUKUHWARU, KABUPATEN TEGAL

Hasil penelitian: (1) Modal sosial yang ada pada masyarakat industri rumahan kerajinan bandol di Desa Kabunan, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal yaitu keprcayaan, jaringan, dan norma. (2) Modal sosial dalam industri rumahan kerajinan bandol terdapat pada aktivitas selama perekrutan tenaga kerja, proses produksi, mendapatkan bahan baku, distribusi, serta penentuan harga. (3) Kepercayaan, norma, dan jaringan terjalin dalam proses interaksi antar pelaku industri seperti hubungan antara pengrajin dengan pekarja, pedagang, tengkulak.

Saran yang diajukan dalam penelitian: (1) Bagi pelaku usaha (pengrajin, buruh, pedagang, dan tengkulak) perlu menjaga modal sosial (kepercayaan, norma, dan jaringan) yang sudah ada dalam perkembangan usaha serta demi menjaga eksistensi industri rumahan kerajinan bandol di Desa Kabunan. (2) Bagi pemerintah daerah perlu memberikan perhatian lebih terhadap perkembangan industri rumahan kerajinan bandol di Desa Kabunan.

 

Contoh Tesis 5 : PEMANFAATAN MODAL SOSIAL SEBAGAI STRATEGI PEDAGANG SEKITAR KALIJODO PASCA PENGGUSURAN

Skripsi ini menganalisa Pemanfaatan Modal Sosial Sebagai Strategi Pedagang Sekitar Kalijodo Pasca Penggusuran (Studi Kasus Pedagang Pasar Jembatan Dua, Tambora Jakarta Barat). Penelitian ini menjelaskan bentuk jaringan sosial Pasar Jembatan Dua dengan warga Kalijodo sebelum dan setelah penggusuran di Kalijodo, serta menjelaskan penggunaan norma, kepercayan, dan jaringan sosial digunakan pedagang pasar dalam meningkatkan omset. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, penelitian ini dilakukan melalui studi pustaka dan wawancara serta observasi. Kerangka teori yang digunakan dalam skripsi ini adalah teori modal social Robert D. Putnam. Penulis menemukan, bahwa pedagang Pasar Jembatan Dua dengan warga Kalijodo memiliki hubungan yang dekat selama bertahun-tahun antara penjual dengan pelanggan. Dengan adanya penggusuran Kalijodo, hal tersebut merusak jaringan sosial yang terjalin bertahun-tahun. Hubungan keduanya-pun terputus, hal ini membuat kerugian besar bagi pedagang Pasar Jembatan Dua. Dengan sepinya pembeli pasca penggusuran, pedagang Pasar Jembatan Dua berupaya memanfaatkan modal sosial yang mereka miliki. Caranya adalah dengan menjunjung tinggi nilai dan norma, menciptakan rasa percaya pelanggan mereka dan memperluas jaringan sosial. Hasil penelitian ini adalah pedagang berhasil mengembalikan keseimbangan pasar dengan memanfaatkan modal sosial yang mereka ciptakanKata

 

Contoh Tesis 6 : PERAN MODAL SOSIAL DALAM PENGEMBANGAN USAHA TERNAK KERBAU RAWA DI DESA PULAU LAYANG KECAMATAN PAMPANGAN KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR

Berdasarkan hasil uji Rank Spearman terdapat hubungan yang posistif antara kepercayaan dan pemeliharaan ternak kerbau rawa, terdapat hubungan positif antara norma sosial dengan pemeliharaan dan permodalan/penunjang, terdapat hubungan positif antara interaksi sosial dan pemasaran, tidak terdapat hubungan yang nyata antara kepercayaan dengan sistem agribisnis (pengolahan hasil produksi, pemasaran, permodalan/penunjang), tidak terdapat hubungan yang nyata antara norma sosial dengan pengolahan hasil produksi dan pemasaran hasil produksi. Tidak terdapat hubungan yang nyata antara interaksi sosial dan sistem agribisnis (pemeliharaan, pegolahan hasil produksi, permodalan/penunjang), serta tidak terdapat hubungan yang nyata antara jaringan sosial dan sistem agribisnis (pemeliharaan, pengolahan hasil produksi, pemasaran, permodalan/penunjang) usaha ternak kerbau rawa.

 

Contoh Tesis 7 : STRATEGI PENGUATAN MODAL SOSIAL KELOMPOK TANI DALAM PENGEMBANGAN PRODUK SAYURAN

Hasil penelitian menunjukan bahwa masyarakat desa sudah membentuk sebuah instisusi dalam bentuk kelompok-kelompok tani untuk saling berkoordinasi antar anggota namun modal sosial yang ada di masyarakat mulai berkurang seperti nilai-nilai luhur, rasa kepercayaan dan pemanfaatan jaringan sosial masih minim. Strategi yang harus dilakukan untuk memperkuat kelompok tani adalah dengan penguatan pemasaran dengan modal sosial seperti kepercayaan, norma-norma dan jaringan sosial yang merupakan kunci dalam menyelesaikan aspek-aspek permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan pertanian sayuran.

 

Contoh Tesis 8 : Peranan Modal Sosial Bagi Petani Miskin Untuk Mempertahankan Kelangsungan Hidup Rumah Tangga Di Pedesaan Ngawi (Studi Kasus Di Desa Randusongo Kecamatan Gerih Kabupaten Ngawi Provinsi Jawa Timur)

Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial bonding memegang peranan penting bagi masyarakat petani miskin dalam menopang kehidupan rumah tangganya. Itu bisa dilihat dari itu membantu kerabat dekat yang miskin dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Menjembatani social Modal adalah yang terkuat dari ketiga modal sosial yang ada karena banyak yang miskin rumah tangga petani dapat bertahan karena cl} ê v] PZ} å [ê Z oâX>] vl] vP mereka Modal sosial sama sekali tidak berperan karena organisasi seperti PKK (Pendidikan Kesejahteraan Keluarga = Pendidikan Kesejahteraan Keluarga) atau organisasi baik di tingkat RT maupun RW di desa Randusongo tidak bekerja sehingga tidak bisa berkontribusi untuk memperkuat modal sosial dalam masyarakat.

 

Contoh Tesis 9 : Membangun modal sosial pada gabungan kelompok tani

Gapoktan (Gapoktan) Sumber Makmur telah berubah secara struktural karena adanya pemekaran desa proses. Perbedaan pendapat, konflik kepentingan, kebenaran dan norma, menurunkan partisipasi dan Kerja sama dianggap mengancam kinerja Gapoktan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi anggota Perspektif Gapoktan terhadap nilai-nilai modal sosial. Artikel ini juga membahas mekanisme modal sosial untuk mewujudkan kinerja Gapoktan yang baik. Penelitian dilakukan di Pekon Adiluwih, Kecamatan Adiluwih, Pringsewu Kecamatan tahun 2013. Responden adalah pengurus dan anggota Gapoktan (33 orang). Data dikumpulkan oleh wawancara mendalam. Metode deskripsi kualitatif digunakan untuk menganalisis data. Berdasarkan diskusi tersebut, Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: (1) patch elemen modal sosial utama di kelompok tani Sumber Makmur adalah: identitas (X1, X2, X3), visi dan tujuan (X4, X5), kebenaran (X6, X7), smash kecemasan (X8, X9), dan keterbukaan (X10). Positif Nilai modal sosial dianggap sebagai nilai intrinsik yang menciptakan ikatan antar anggota Gapoktan. Mekanisme membangun solidaritas anggota dikembangkan dengan memperkuat kepercayaan kepada setiap anggota, dan persatuan identitas, kerjasama, dan keterbukaan dalam jaringan sinergis.

 

Contoh Tesis 10 : Modal sosial dalam pemberdayaan kelompok tani untuk peningkatan kesejahteraan: studi kasus kelompok tani tunas Mekar Jaya, Desa Rejasari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui modal sosial yang terdapat pada kelompok tani, kemudian bentuk modal sosial yang terdapat pada kelompok tani dan tantangan- tantangan yang dihadapi oleh kelompok tani Tunas Mekar Jaya Desa Rejasari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar.

Teori yang digunakan sebagai pisau analisis dalam membedah terkait permasalahan modal sosial yang ada pada kelompok tani adalah modal sosial yang di kemukakan oleh Putnam. Konsep modal sosial sosial ini merujuk kepada tiga komponen utama yang mampu meningkatkan partisipasi dalam masyarakat guna mencapai tujuan bersama yaitu kepercayaan (Trust), norma (Norm), dan jaringan (Network).

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pendekatan kualitatif. Pendekatan ini guna menggambarkan kondisi kelompok tani secara alamiah, untuk melihat modal sosial yang terjadi pada kelompok tani. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi secara mendalam dan melakukan analisis data.

Hasil dan pembahasan dari penelitian ini, bahwa modal sosial yang ada pada kelompok tani Tunas Mekar Jaya berasal dari kesadaran anggota kelompok tani guna memenuhi kebutuhan dan tujuan bersama yaitu kesejahteraan. Sikap saling percaya yang dilakukan oleh pengurus terhadap anggota dan sebaliknya anggota terhadap pengurus, menimbulkan ikatan yang kuat di dalamnya. Dalam menjalankan setiap program pemberdayaan masyarakat diberi kepercayaan untuk menjalankan program pemberdayaan tersebut. Dari kepercayaan ini secara otomatis memunculkan norma yang menjaga sikap saling percaya dan memperkuat jaringan yang ada dalam kelompok tani. Dengan tiga komponen modal sosial yang masih kuat menciptakan partisipasi masyarakat.. Bentuk modal sosial yang ada pada kelompok tani ini berupa relasi masyarakat yang sangat baik antar anggota, dan bentuk pemberdayaan seperti kegiatan perelek, kegiatan simpan pinjam dan budi daya ikan tawar dan ternak. Dalam perjalan kelompok ini mengalami banyak tantangan salah satunya adalah urbanisasi oleh para generasi muda, namun dengan gotong royong mampu menjaga modal sosial yang ada dalam kelompok tani Tunas Mekar Jaya.

Leave a Reply

Open chat
Hallo ????

Ada yang bisa di bantu?