HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Teori Lengkap Tentang Perilaku Konten Digital menurut Teori dan Pendapat Ahli dan Contoh Tesis tentang Perilaku Konten Digital

Gambaran dari Perilaku Konten Digital

Definisi Perilaku Konten Digital

Menurut Chaffey dan Chadwick (2016:11) “Digital marketing is the application of the internet and related digital technologies in conjunction with traditional communications to to achieves marketing objectives.”. Artinya Digital Marketing merupakan aplikasi dari internet dan berhubungan dengan teknologi digital dimana didalamnya berhubungan dengan komunikasi tradisional untuk mencapai tujuan pemasaran. Hal tersebut dapat dicapai untuk meningkatkan pengetahuan tentang konsumen seperti profil, perilaku, nilai, dan tingkat loyalitas, kemudian menyatukan komunikasi yang ditargetkan dan pelayanan online sesuai kebutuhan masing-masing individu.

Menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) konten adalah informasi yang tersedia melalui media atau produk elektronik. Penyampaian konten dapat dilakukan melalui berbagai medium baik secara langsung maupun tidak langsung seperti internet, televisi, CD audio, bahkan sekarang sudah melalui telepon genggam (handphone). Konten atau materi pelajaran merupakan komponen yang amat penting dalam pelaksanaan pembelajaran. Konten menyangkut jawaban terhadap pertanyaan, “apa yang diajarkan?”. Sering kali konten yang digunakan tidak diperhatikan. Banyak orang memberikan perhatian terhadap metode, media, bahkan strategi yang digunakan dalam proses belajar mengajar, namun kurang memperhatikan isi yang disampaikan.

Nilai-nilai yang ada di masyarakat maupun komunitas juga muncul bisa dalam bentuk yang sama atau berbeda di internet. Pada dasarnya, beberapa ahli yang meneliti internet melihat bahwa media sosial di internet adalah gambaran apa yang terjadi di dunia nyata, seperti plagiarisme (Nasrullah, 2016).

 

Karakteristik Media Sosial

Media sosial memliki beberapa karakter yang tidak dimiliki oleh beberapa jenis media lainnya. Ada batasan maupun ciri khusus yang hanya dimiliki oleh media social. Berikut beberapa karakteristik media sosial yaitu (Nasrullah, 2016):

  1. Jaringan

Media sosial terbangun dari struktur sosial yang terbentuk dalam jaringan atau internet. Karakter media sosial adalah membentuk jaringan diantara penggunanya sehinga kehadiran media sosial memberikan media bagi pengguna untuk terhubung secara mekanisme teknologi.

  1. Informasi

Informasi menjadi hal yang penting dari media sosial karena dalam media sosial terdapat aktifitas memproduksi konten hingga interaksi yang berdasarkan informasi.

  1. Arsip

Bagi pengguna media sosial arsip merupakan sebuah karakter yang menjelaskan bahwa informasi telah tersimpan dan bisa diakses kapanpun dan melalui perangkat apapun.

  1. Interaksi

Karakter dasar dari media sosial adalah terbentuknya jaringan antar pengguna. Fungsinya tidak sekedar memperluas hubungan pertemanan maupun memperbanyak pengikut di internet. Bentuk sederhana yang terjadi di media sosial dapat berupa memberi komentar dan lain sebagaiannya.

  1. Simulasi Sosial

Media sosial memiliki karakter sebagai media berlangsungnya masyarakat di dunia virtual (maya). Ibarat sebuah Negara, media sosial juga memiliki aturan dan etika bagi para penggunanya. Interaksi yang terjadi di media sosial mampu menggambarkan realitas yang terjadi akan tetapi interaksi yang terjadi adalah simulasi yang terkadang berbeda sama sekali.

  1. Konten oleh Pengguna

Karakteristik ini menunjukan bahwa konten dalam media sosial sepenuhnya milik dan juga berdasarkan pengguna maupun pemilik akun. Konten oleh pengguna ini menandakan bahwa di media sosial khalayak tidak hanya memproduksi konten mereka sendiri melainkan juga mengonsumsi konten yang diproduksi oleh pengguna lain.

  1. Penyebaran

Penyebaran adalah karakter lain dari media sosial, tidak hanya menghasilkan dan mengonsumsi konten tetapi juga aktif menyebarkan sekaligus mengembangkan konten oleh penggunanya.

 

Contoh Tesis Perilaku Konten Digital

CONTOH TESIS NO.1 Perilaku Bermedia Digital dalam Pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi di Kalangan Dosen Unisba

Perkembangan teknologi informasi berdampak pada perkembangan media Massa sebagai saluran komunikasi melalui media baru seperti media digital dan media konvergensi. Dari sekian jenis media massa, di antaranya digunakan sebagai media pembelajaran atau yang disebut teks pedagogik atau teks akademik.Teks akademik saat ini hadir dalam bentuk media digital dan media konvergensi, seperti e-book dan e-journal. Dalam memenuhi tiga unsur tridarma, dosen dituntut untuk dapat beradaptasi dengan teknologi informasi dalam bentuk media baru tersebut, mulai dari penyediaan sumber bahan ajar sampai pada sumber data dan pengunggahan karya ilmiah. Dalam hal ini dosen berperan sebagai penerima dan penyedia konten. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai perilaku bermedia digital dalam melaksanakan tridarma perguruan tinggi di kalangan dosen Unisba, terutama adaptasi dan upaya penggunaannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan perilaku serta belum menyeluruhnya penggunaan media digital dalam memenuhi tridarma perguruan tinggi pada dosen Unisba. Selain terlihat adanya tren menggunakan media digital pada perkuliahan, mencari referensi ilmiah dan publikasi hasil penelitian serta PKM. Hasil penelitian juga menunjukkan perbedaan perilaku pada dosen pria dengan wanita dalam penggunaan media digital.

CONTOH TESIS NO.2 Pengaruh Konten Vlog dalam Youtube terhadap Pembentukan Sikap Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sam Ratulangi

Vlog adalah satu video berisi mengenai opini, cerita atau kegiatan harian yang biasanya dibuat tertulis pada blog. Vlog pada awalnya menjadi sarana untuk mengekspresikan diri dan pendapat kepada publik. Namun, lama-kelamaan, hasil yang ada akhirnya, beberapa Vlogger mengekspresikan dirinya terlalu ‘bebas’ dan cenderung secara ‘negatif’ sehingga muncul tren seperti penggunaan kata kasar atau makian dalam video dan tren gaya hidup berbudaya barat yang bebas. Maraknya Vlog di media social menjadi tontonan rutin para anak muda. Fenomena ini juga muncul dalam kalangan mahasiswa, lebih khususnya mahasiswa Ilmu Komunikasi di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sam Ratulangi.

Jadi untuk mengetahui pengaruh konten Vlog dalam Youtube terhadap pembentukan sikap Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sam Ratulangi maka penelitian menggunakan teori Jarum Hipodermik yang berdasarkan anggapan bahwa media massa memiliki pengaruh langsung, segera, dan sangat menentukan terhadap khalayak. Maka konten Vlog dalam Youtube bersifat seperti jarum suntik yang mempengaruhi penonton yang nantinya diukur sejauh mana penonton menyadari, memahami, dan menerima isi video yang diunggah Vlogger. Nantinya akan timbul efek dari segi kognitif, afektif dan behavioral.

Metode yang digunakan adalah metode korelasional untuk mencari tahu besarnya pengaruh yang disebabkan oleh variabel X yaitu ‘Konten Vlog’ terhadap variabel Y yaitu ‘Sikap Mahasiswa’lalu akan dianalisis dengan analisis Koefisien Korelasi dengan rumus Product Moment yang menyatakan kekuatan hubungan antara dua variabel atau lebih, juga dapat menentukan arah hubungan dari kedua variabel. Nilai korelasi yang didapat adalah kuat dan positif. Positif maksudnya terjadi hubungan searah antara konten Vlog dan sikap mahasiswa. Bila konten Vlog sering ditonton maka akan terjadi pembentukan sikap pada mahasiswa. Pembentukan sikap yang terjadi adalah sikap yang positif dengan maksud karena para mahasiswa senang dan gemar menonton Vlog, ingin mencoba hal-hal yang ada dalam Vlog, bahkan memiliki keinginan untuk menjadi Vlogger

 

CONTOH TESIS NO.3 Perilaku Komunikasi Digital Native Dalam Pengungkapan Identitas Keagamaan Di Media Sosial Instagram

Perkembangan teknologi informasi dalam sepuluh tahun terakhir mempengaruhi perilaku komunikasi. Digital  natives  merupakan  generasi  yang terbiasa menggunakan  gawai  (gadget) dalam kehidupan keseharian sedari mereka kecil.  Kemunculan aplikasi media sosial  seperti: Facebook, instagram, whatsapp dan lainnya dibarengi dengan perangkat komunikasi bersifat mobile. membuat seseorang membagikan  konten  komunikasi  dengan  mudah  secara  bersamaan  kepada  orang  lain  baik  secara pribadi maupun massal (broadcast). Pengungkapan diri akan identitas keagamaan mereka tunjukkan melalui aplikasi media sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif  yang akan mengamati  perilaku  komunikasi  pengungkapan  diri  atas  identitas  keagamaan  mereka.  Hasil  dari penelitian  ini  yaitu  dalam  perilaku  komunikasi  pengungkapan  identitas  keagamaan,  informan menggunakan fasilitas instagram sebagai media mereka untuk berkreasi dengan pilihan feed atauinstastori.  Pilihan  paling  banyak  adalah  instastori  yang  mana  fitur  ini  hanya  akan  dapat  dilihat follower 1×24 jam. Berbeda dengan Feed yang cenderung selamanya disimpan dalam akun instagram seseorang. Hal ini berarti identitas keagamaan yang ditunjukkan mengacu pada saat ini (real time) karena identitas tersebut akan “hilang” setelah 1×24 jam. Tujuan komunikasi pengungkapan identitas keagamaan  informan  adalah  mengingatkan  diri  sendiri  (self-  reminder) secara informative danpersuasive.

 

CONTOH TESIS NO.4 Bisnis Vlogging dalam Industri Media Digital di Indonesia

Penelitian ini mengeksplorasi secara detail fenomena vlogging sebagai bisnis baru dalam industri media digital di Indonesia. Pengguna media sosial yang aktif mengunggah beragam konten video  dengan  tema  yang  bervariasi  disebut  vlogger.  Penelitian  yang  menggunakan  metode  studi  kasus ini menemukan bahwa Youtube memiliki peran signifikan dalam membentuk dan mengelola komunitas  vlogger,  merancang  program,  dan  membangun  sistem  agar  eksistensi  vlogger  dapat  berkelanjutan. Penelitian ini juga memaparkan peran vlogger sebagai online influencer. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu rujukan terkait fenomena vlogging dalam konteks kajian media digital di Indonesia.

 

CONTOH TESIS NO.5 PERILAKU REMAJA DALAM MENGGUNAKAN MEDIA BARU: PEMETAAN HABIT MEDIA BARU REMAJA DAERAH SUB URBAN KOTA BANDUNG (KABUPATEN BANDUNG)

Dunia masa depan adalah dunia para digital natives. Budaya dan gaya hidup masa depan anak-anak Indonesia adalah budaya dan gaya hidup digital natives. Walaupun demikian, sampai saat ini tak ada satupun data komprehensif, dan masif, menyangkut kebiasaan bermedia anakanak IndonHVLD’DWD716 DQJ GLVHEXWä’LJLWDO /LIH! sendiri, yang selama ini kerap dirujuk oleh para peneliti untuk melakukan kajian terkait dengan komunikasi massa maupun marketing communication di era digital, hanya memperlihatkan data pengakses Internet di berbagai negara secara general. Ketiadaan baseline data secara nasional menyangkut kebiasaan bermedia remaja Indonesia ini menyebabkan sulitnya pemerintah, maupun kelompok kepentingan lainnya dari dalam maupun luar negeri, guna merancang kebijakan, merumuskan regulasi, atau melaksanakan program yang tepat sasaran terkait dengan masa depan remaja Indonesia. Dengan adanya penegasan menyangkut jenis media, aktivitas bermedia, dan sasaran yang hendak dieksplorasi, penelitian ini mencoba memaparkan bagaimana akses media baru yang dilakukan oleh remaja Indonesia, bagaimana penggunaan media baru yang dilakukan oleh remaja Indonesia, dan bagaimana praktik media baru dalam kehidupan remaja sehari-hari di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada responden di sekolah di Kabupaten Bandung yang dijadikan lokasi penelitian. Jumlah sampel mewakili populasi penduduk kabupaten Bandung untuk kategori usia remaja, dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling yang jumlahnya ditentukan melalui rumus Yamane.

 

CONTOH TESIS NO.6 Pengembangan konten positif sebagai bagian dari gerakan literasi digital

Menjamurnya hoaks, misinformasi, disinformasi, hingga riuhnya konflik terkait isu politik identitas di media digital adalah contoh permasalahan yang coba diatasi oleh gerakan literasi digital di Indonesia. Salah satu strategi gerakan ini adalah dengan mengajak khalayak media, terutama anak muda untuk lebih banyak mengonsumsi, membuat, dan menyebarkan “konten positif”. Menariknya, hingga kini masih belum ada kajian yang mendefinisikan dan menggali lebih jauh pandangan serta persepsi anak muda itu sendiri terkait dengan konsep konten positif. Oleh karena itu, melalui penelitian ini, peneliti melakukan penggalian pemahaman konten positif pada anak muda dengan melakukan focus grup discussion kepada total 36 mahasiswa yang tersebar di empat perguruan tinggi negeri di Jawa Barat, yaitu Universitas Padjadjaran, Universitas Pendidikan Indonesia, Institut Pertanian Bogor, dan Universitas Singaperbangsa Karawang. Selain itu wawancara mendalam juga dilakukan kepada lima pakar terkait media digital yang terdiri dari perwakilan pihak akademisi, industri, maupun pemerintahan. Eksplorasi juga dilakukan pada pemberitaan terkait konten positif di media online. Penelitian ini memperlihatkan bahwa ide penyebaran konten positif sebagai bagian dari gerakan literasi digital masih belum dipahami anak muda dengan baik. Selain itu, tidak ada kesepahaman terkait definisi operasional dari konten positif. Informan menyatakan bahwa konten yang bernilai informatif, inspiratif, dan memiliki nilai guna, adalah contoh konten positif. Informan juga memiliki persepsi bahwa konten positif memiliki jumlah dan tingkat popularitas di bawah konten yang bersifat negatif. Mereka juga mengatakan bahwa masih diperlukan berbagai sosialisasi literasi digital dan konten positif agar ide ini dapat diterima dan disebarkan secara lebih luas.

 

CONTOH TESIS NO.7 STRATEGI DIGITAL MARKETING UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN BISNIS ONLINE MELALUI APLIKASI TIKTOK TUGAS EAS TECHNONOPRENEURSHIP DIGITAL CONTENT (A)

Perkembangan teknologi yang semakin pesat telah menghadirkan new media yang erat kaitkannya dengan internet. Internet menjadi kebutuhan banyak orang diseluruh penjuru dunia karena dengan internet dapat dengan cepat dan mudah untuk menemukan informasi yang mereka butuhkan. Internet juga telah masuk dalam dunia bisnis dan menciptakan pergeseran baru salah satunya cara pemasaran suatu produk. Seorang pebisnis dapat menemukan strategi marketing terbaru dengan membuat digital konten untuk produk yang mereka tawarkan dan akan mereka sebarkan di media sosial agar semakin banyak orang dan calon konsumen yang melihat dan mengetahui produk tersebut. Salah satu media sosial yang sedang tren an diunggah oleh orang banyak adalah TikTok. TikTok merupakan sebuah aplikasi yang menyajikan fitur membuat video disertai fitur efek yang sangat menarik dan mudah untuk digunakan. Dengan begitu, tidak sedikit para pebisnis online memanfaatkan kesempatan emas untuk menggunakan aplikasi TikTok sebagai platform untuk mengembangkan bisnis mereka melalui digital konten.

 

CONTOH TESIS NO.8 PERILAKU MAHASISWA DALAM MENGGUNAKAN MEDIA SOSIALDI UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO

Kehadiran media sosial dan kecanggihan teknologi informasi memang sering disebut sebagai simbol kemajuan pemikiran manusia. Tanpa sadar media telah membawa logging pada pola budaya baru dan mulai menentukan pola pikir dan perilaku masyarakat. Tentunya media dalam kehidupan sosial bukan sekedar sarana pengalih perhatian, pereda ketegangan atau hiburan, namun konten dan informasi yang disajikan, memiliki peran yang signifikan dalam proses perubahan sosial. Perubahan pola tingkah laku yang paling terlihat adalah aspek gaya hidup dan aspek ini paling terlihat pada lingkungan generasi muda khususnya mahasiswa Universitas Sam Ratulangi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yaitu metode mendeskripsikan suatu fenomena sesuai dengan topik yang diteliti. Penelitian kualitatif atau sering disebut penelitian naturalistik, yaitu metode yang digunakan untuk meneliti kondisi benda-benda alam (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti merupakan instrumen kunci Merasakan adanya perubahan gaya hidup siswa yang seringkali menyia-nyiakan waktu dan semakin banyak konten negatif bermunculan di media sosial. Seiring dengan perkembangan jaman, penggunaan internet semakin digugat. Alhasil kini semakin banyak jenis media sosial yang digunakan oleh para pelajar. Contohnya yaitu Facebook, Line, Path, Whatsapp dan Instagram. Itu semua kembali ke personal, bagaimana seseorang menyikapi perkembangan media saat ini dan mengetahui positioning fungsi media sosial sesuai aturan dan kondisi yang ada terutama mahasiswa karena para mahasiswa tadi mengatakan bila seseorang berarti sudah di atas mahasiswa, dia harus bisa membedakan mana yang baik untuk dilakukan dan tidak dilakukan. Seorang siswa harus mampu mengasah cara berpikirnya agar lebih kritis.

 

CONTOH TESIS NO.9 Dampak Media Sosial Terhadap Perilaku Keagamaan (Studi Kasus 7 Mahasiswa Jurusan Studi Agama-Agama Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya)

Di dalam penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian deskriptif kualitatif guna bisa menggambarkan apa saja serta bagaimana dampak adanya media sosial terhadap perilaku keagamaan mahasiswa. Peneliti memilih untuk mengangkat tema ini karena hampir semua atau bisa dikatakan semua mahasiswa Studi Agama-Agama Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Uin Sunan Ampel Surabaya memiliki media sosial yang bisa diakses kapan pun dan dimanapun saja. Tujuan penelitian ini sendiri merupakan untuk mengetahui bagaimana dampak yang ditimbulkan media sosial terhadap perilaku keagamaan mahasiswa Studi AgamaAgama Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Uin Sunan Ampel Surabaya. Media social sendiri memberikan banyak variasi baru dalam berhubungan sosial dimana setiap orang jika ingin berinteraksi tidak perlu ketemu langsung. Akan tetapi, faktanya setiap perkembangan teknologi memiliki dampak positif serta negatif terutama terhadap perilaku keagamaan. Setelah melakukan penelitian, hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku memiliki 3 bentuk operasioanl yaitu pengetahuan, sikap, serta tindakan dari bagaimana perilaku yang ditimbulkan akibat penggunaan media sosial yang memiliki dampak positif bagi yang bisa memanfaatkan dengan baik akan tetapi sebaliknya akan berdampak negatif jika seorang yang menggunakannya dengan hal-hal yang sia-sia tidak berguna. Dikutip dari 2 informan mahasiswa studi agama-agama mengakui bahwa media sosial merupakan sebuah candu karena dia sendiri kurang bisa membatasi diri dalam penggunaannya. Sedangkan di sisi lain media sosial juga membawa pengaruh yang positif seperti dengan media sosial bisa meningkatkan serta menambah motivasi terhadap tindakan keagamaan mahasiswa Studi Agama-Agama Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Uin Sunan Ampel Surabaya.

 

CONTOH TESIS NO.10 APLIKASI KONTEN DIGITAL SEBAGAI PORTOFOLIO MAHASISWA BERBASIS WEB FRAMEWORK

Pembuatan dan pengembangan aplikasi konten digital ini berguna untuk mewadahi karya mahasiswa yang berupa aplikasi digital. Aplikasi konten digital tersebut dimaksudkan sebagai portofolio mahasiswa yang dibangun untuk memberikan informasi hasil karya cipta mahasiswa program studi teknik informatika di Universitas Ahmad Dahlan kepada dosen, program studi maupun masyarakat luas.

Apikasi yang dikembangkan berbasis web framework, sebab framework ini mendukung pengembangan web dinamis, aplikasi sistem, dan web service. Pengembangan meliputi tahapan analisis sistem yang meliputi analisis kebutuhan perangkat lunak dan sistem yang akan dikembangkan; pembuatan diagram konteks, diagram alir data, dan entity relationship diagram; implementasi sistem; dan terakhir pengujian sistem menggunakan blackbox test.

Dari penelitian dihasilkan sistem web “Aplikasi Konten Digital Sebagai Portofolio Mahasiswa Berbasis Web Framework”. Sistem web ini mampu mengidentifikasi mahasiswa yang terlibat dalam pengembangan maupun pembuatan aplikasi digital.

 

Leave a Reply

Open chat
Hallo ????

Ada yang bisa di bantu?