CONTOH TESIS NO.1 PENINGKATAN MODAL MANUSIA YANG BERDAYA SAING
Abstrak
Artikel peningkatan modal manusia yang berdaya saing berisi beberapa subjudul dimana setiap subjudul memiliki permasalahan masing-masing yang perlu didekati atau diberi solusinya. Beberapa subjudul tersebut adalah; Soal SDM dan Alat Indonesia Masih Buruk, Mutu Pendidikan Kita Rendah, Kesenjangan Pembangunan Manusia, Will I (Still) Be Relevant?, Lompatan SDM Indonesia, Menyiapkan Pendidik Yang Berkualitas, Pengembangan Kapasitas SDM, Kaum Muda Didorong Berjejaring Global, Mari Bersiap Menghadapi Perubahan yang Maha Dahsyat, Strategi Ampuh Pengembangan SDM Untuk Menghadapi Persaingan Bisnis, Tak Hanya Modal Kuat – SDM Startup Harus Berdaya Saing, Modal Manusia Adalah Aset Perusahaan, Ingin Membangun Perusahaan yang Berdaya Saing? Kuasai Kunci Sukses Bagi Perkembangan SDM Ini. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk memberikan solusi setiap subjudul yang ada. Metode penelitian menggunakan metode riset sekunder (secondary research), menggunakan data riset yang telah dikumpulkan oleh orang lain dan dilaporkan dalam buku, artikel dalam jurnal profesional atau sumber lain dari internet. Akhir artikel; solusi dan kesimpulan.
BAB I
Pelatihan dan pengembangan. Fokus tradisional dapat dilakukan dengan cara memberikan kesempatan untuk mempelajari keterampilan, informasi, dan perilaku yang berhubungan dengan pekerjaan. Fokus pengembangan karier dapat dilakukan dengan cara memberikan informasi jalur karier dan menambahkan orientasi pertumbuhan perorangan. Program pengembangan karier tidak harus rumit. Laporan karyawan bahwa mereka menerima umpan balik untuk kinerja mereka, memiliki rencana pengembangan individual, dan memiliki akses pada pelatihan keahlian nonteknis sangat mungkin akan mengurangi kemungkinan karyawan meninggalkan perusahaan.
Teknik Analisis
Metode penelitian menggunakan metode riset sekunder (secondary research), menggunakan data riset yang telah dikumpulkan oleh orang lain dan dilaporkan dalam buku, artikel dalam jurnal profesional atau sumber lain dari interne
CONTOH TESIS NO.2 PENGARUH FAKTOR INTERNAL TERHADAP KEBERHASILAN START-UPBISNIS di KOTA SURABAYA
Abstrak
Start-upbisnis di Kota Surabaya mengalami perkembangan yang cukup pesat. Mayoritas perekonomian kota Surabaya digerakkan oleh sektor perindustrian dan sektor bisnis. Keberhasilan start-upbisnis kota Surabaya dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal perusahaan. Faktor internal dari sudut pandang perusahaan dapat dibagi menjadi empat kelompok yaitu: marketing, human resource, finance, dan operational. Objek penelitian ini adalah start-upbisnis yang berada/beroperasi di Kota Surabaya. Jumlah sampel penelitian sebesar 80 responden. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif pada proses pengolahan data serta informasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pengelolaan faktor internal dalam menunjang keberhasilan start-upbisnis dilihat dari persfektif perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis multiple regression. Hasil penelitian menunjukkan pengelolaan faktor internal(marketing, human resource, finance, dan operational) secara bersamaan berpengaruh positip terhadap keberhasilan start-up bisnis Kota Surabaya. Penelitian ini memberikan kontribusi kepada entrepreneuragar dapat mengoptimalkan pengelolaan faktor internal guna menunjang keberhasilan start-upbisnis.
BAB I
Kegagalan start-upbisnis dalam pengelolaan faktor internal sangat penting untuk diteliti hal ini dikarena ketika terjadi peningkatan kegagalan start-upbisnis akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi masyarakat kota Surabaya. Oleh karena itu faktor internal menjadi salah satu aspek penting untuk dikelola dengan baik oleh entrepreneur. Start-upbisnis hanya akan seperti uap air yang sebentar kelihatan namun dalam waktu yang sangat singkat juga dapat menghilang. Bisnis yang dijalankan akan segera gulung tikar apabila faktor internal terabaikan. Pentingnya peran faktor internal merupakan urgensi penelitian sehingga entrepreneurdapat mengetahui aspek internal (marketing, human resource, finance, dan operational)paling berpengaruh terhadap keberhasilan bisnis yang dijalankan.
Teknik Analisis
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis multiple regression.
CONTOH TESIS NO.3 Peran Pemerintah Indonesia dalam Meningkatkan Daya Saing Industri Startup di Era Ekonomi Digital
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran negara, dalam hal ini pemerintah Indonesia dalam meningkatkan daya saing startup sehingga dapat berkompetisi tidak hanya di domestik namun juga di pasar internasional. Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan potensinya dilihat dari jumlah startup yang berkembang. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia mengungkapkan keinginannya dalam mendorong industri ini untuk dapat kompetitif. Penelitian ini menggunakan teori daya saing dari Portersebagai acuan. Disebutkan bahwa terdapat empat faktor yang memengaruhi daya saing industri, yaitu faktor kondisi, faktor permintaan, industri pendukung dan terkait, serta strategi, struktur dan persaingan. Peran dari pemerintah sendiri kemudian adalah menciptakan kondisi nasional yang kondusif bagi industri agar bisa berkembang. Indonesia melalui pemerintahannya telah berperan dalam mengeluarkan berbagai regulasi yang tepat dan juga kerjasama dengan sektor privat dalam membantu industri startup. Kebijakan yang ada berada dalam kerangka untuk mewujudkan 1000 startup digital di tahun 2020 sehingga Indonesia dapat menjadi Energy of Asia sesuai dengan cita-cita Presiden Joko Widodo di era ekonomi digital ini.
BAB I
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran negara, dalam hal ini pemerintah Indonesia dalam meningkatkan daya saing startup sehingga dapat berkompetisi tidak hanya di domestik namun juga di pasar internasional. Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan potensinya dilihat dari jumlah startup yang berkembang. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia mengungkapkan keinginannya dalam mendorong industri ini untuk dapat kompetitif. Penelitian ini menggunakan teori daya saing dari Porter sebagai acuan. Disebutkan bahwa terdapat empat faktor yang memengaruhi daya saing industri, yaitu faktor kondisi, faktor permintaan, industri pendukung dan terkait, serta strategi, struktur dan persaingan. Peran dari pemerintah sendiri kemudian adalah menciptakan kondisi nasional yang kondusif bagi industri agar bisa berkembang. Indonesia melalui pemerintahannya telah berperan dalam mengeluarkan berbagai regulasi yang tepat dan juga kerjasama dengan sektor privat dalam membantu industri startup. Kebijakan yang ada berada dalam kerangka untuk mewujudkan 1000 startup digital di tahun 2020 sehingga Indonesia dapat menjadi Energy of Asia sesuai dengan cita-cita Presiden Joko Widodo di era ekonomi digital ini.
Teknik Analisis
Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif.
CONTOH TESIS NO.4 Peran Layanan Jasa Search Engine Optimization untuk Meningkatkan Daya Saing pada Bisnis Startup (Studi pada Kaldera Trail and Jeep Adventure Malang)
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran SEO sebagai persaingan strategis keuntungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus sedang digunakan sebagai desain penelitian. Peneliti dalam wawancara dengan pemilik Caldera Trail & Petualangan Jeep. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran SEO untuk mengoptimalkan situs terbukti berhasil di perusahaan strategi keunggulan kompetitif Caldera Trail & Jeep Adventure. Hasil menunjukkan pemasaran online dilakukan melalui Facebook, Twitter, Instagram dan situs web memiliki dampak positif terhadap penjualan di layanan mereka. Menerapkan strategi pemasaran menggunakan jejaring sosial berbasis media sosial dan Website sangat efisien karena lebih banyak menggunakan konvensional strategi pemasaran. Studi ini juga menekankan media sosial sebagai online periklanan yang dapat digunakan sebagai strategi pemasaran di era digital saat ini.
BAB I
Perkembangan teknologi informasi saat ini mengalami sebuah transisi dimana jika pada awalnya media masih menggunakan media tradisional atau konvensional seperti koran kini berkembang dengan adanya internet. Walaupun sudah adanya media internet yang memiliki keunggulan jika dibandingkan dengan media konvensional namun media konvensional seperti koran tetap tidak bisa ditinggalkan. Hal tersebut dikarenakan tidak semua lapisan masyarakat terjangkau internet. Selain itu setiap media yang digunakan memiliki kelemahan dan keunggulan masing-masing.
Metode Analisis
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode analisis data dengan teknik analisis data deskriptif kualitatif, yang menjelaskan dan menggambarkan hasil penelitian yang berupa kata dan kalimat sebagai jawaban terhadap permasalahan yang diteliti. Dengan teknik analisis data deskriptif kualitatif, maka data yang sajikan berupa rangkaian kata-kata yang dikumpulkan dengan berbagai macam cara seperti observasi langsung ke perusahaan, wawancara langsung ke sumbernya, dan mengambil dokumentasi yang di dapat pada perusahaan. Setelah data terkumpul akan diolah dan pengolahan data diawali dengan reduksi data dari data yang didapat saat penelitian, selanjutnya penyajian data dari hasil reduksi, serta mengambil kesimpulan terhadap masalah-masalah yang didapat.
CONTOH TESIS NO.5 ANALISIS FAKTOR KEBERHASILAN STARTUP DIGITAL DI YOGYAKARTA
Abstrak
Di era serba digital saat ini banyak startup mulai bermunculan, tetapi dari sebagian banyak perusahaan atau organisasi yang mengembangkan startup di indonesia hanya sedikit yang mampu bertahan dan berhasil menghasilkan profit. Mengapa sebuah startup dapat benarbenar sukses membangun bisnisnya sementara startup-startup yang lain gagal dan menyerah? Beberapa alasan gagalnya sebuah startup antara lain, tidak adanya konsumen yang tepat, tidak dapat menemukan model bisnis yang cocok, tingkat persaingan yang tinggi, kebutuhan dana yang besar, tim yang kurang solid, ide dari bisnis itu sendiri, dan juga waktu yang kurang tepat, dan masih banyak yang lainnya. Oleh karena itu diperlukan suatu analisis untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi sebuah startup dapat bertahan dan berkembang khususnya di Indonesia. Penelitian ini berfokus pada SDM dari perusahaan startup. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat mengetahui faktor apa yang menjadi kesuksesan startup.
BAB I
Perkembangan teknologi yang sangat cepat berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Berbagai perusahaan baru muncul khususnya dibidang teknologi, startup menjadi salah satu jenis perusahaan yang paling banyak di bicarakan orang. Berbagai ide baru yang diciptakan perusahaan startup mengendalikan bisnis elektronik dunia (Chenoweth, 2008). Sudah banyak startup indonesia yang berhasil membuktikan kesuksesan mereka sampai tingkat dunia, diantaranya GO-Jek, Traveloka, dan Tokopedia, mereka hampir mencapai status startup Unicorn (Newsletter, 2015). Pemerintah sendiri pun tidak tinggal diam dalam fenomena ini, pemerintah berusaha membantu anak bangsa untuk dapat sukses di bidang ini, salah satunya dengan membuat program gerakan nasional 1000 startup yang berada dibawah kementrian komunikasi dan informatika (Http://1000startupdigital.id/,2016). Startup merupakan suatu organisasi yang dirancang untuk menenmukan model bisnis baru untuk mendapatkan keuntungan yang besar (Blank, 2014). Tapi tidak sedikit startup yang gagal, menurut catatan situs forbes.com, 90% startup yang diciptakan didunia gagal (www.forbes.com, 2015). Banyak alasan mengapa startup gagal, diantaranya salah memprediksi kebutuhan pasar, konflik internal, kehabisan dana dan ketidak harmonisan tim serta pola perusahaan yang buruk (Https://id.techinasia.com/, 2016)(Griffith, 2014). Startup merupakan organisasi yang dirancang untuk menciptakan produk/layanan dibawah kondisi yang tidak pasti (Ries, 2011). Startup yang sukses bukan berasal dari pendahulunya yang berhasil tetapi dapat dipelajari dan dapat diajarkan (Blank, 2014). Gojek merupakan salah satu perusahaan yang sukses, mengapa gojek dapat bertahan sampai saat ini sementara startup lain tidak. Maka dari itu diperlukan adanya suatu analisis untuk mengetahui faktor apa yang menyebabkan startup dapat bertahan dan sukses.
Metodelogi
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk mengetahui faktor keberhasilan start-up, secara khusus startup yang ada di kota yogyakarta. Metode ini cukup memadai untuk mengumpulkan informasi dari individu yang pernah mengalami fenomena secara langsung (Yin, 2013). Pendekatan penelitian kualitatif melibatkan pemeriksaan terhadap kejadian atau pengalaman dari perspektif individu yang mengalami fenomena tersebut. Keuntungan utama dari menggunakan penelitian kualitatif adalah menghasilkan informasi yang lebih mendalam dan komprehensif pada topik yang sedang diteliti (Petty, Thomson, & Stew, 2012)(Ilkay, 2013). Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam (indepth interview), dengan mewancarai CEO/ orang yang memiliki peran inti dalam startup. Wawancara face-to-face dilakukan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam dari responden. Tahapan dalam penelitian ini dimulai dengan studi literatur mencari data-data yang terkait serta literatur yang menjadi landasan teori dari penelitian ini, kemudian mengumpulkan data dilapangan, dengan cara observasi dan wawancara langsung terhadap startup-startup yang ada dijogja, data yang didapat diolah dan dianalisis kemudian dicocokan dengan teori-teori terdahulu untuk dibuatkan suatu model bertahan hidup yang cocok untuk startup baru yang nantinya ingin mengembangkan startupnya dengan atmosfer dan lingkungan yang ada, secara khusus startup yang ada di kota yogyakarta. Model analisis di gambarkan dalam gambar 1, yang menunjukan bahwa kesuksesan startup.
CONTOH TESIS NO.6 JENIS KAPABILITAS DINAMIS PELAKU RINTISAN START UP ENTREPRENEUR (Studi Pada Pelaku Subsektor Gastronomi di Industri Kreatif )
Abstrak
Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis kapabilitas dinamis yang diperlukan bagi para pelaku start up entrepreneur di subsektor gastronomi industri kreatif yang tahap Organization Life Cycle berada pada tahap entrepreneurial. Metode yang digunakan adalah snapshoot case study dengan type deskriptif naturalistic. Penentuan informan menggunakan teknik purposive, dengan beberapa krieria yang sesuai dengan fokus dan lokus penelitian. Teknik pengambilan data melalui wawancara mendalam, observasi dan studi pustaka. Analisis data menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan ada beberapa jenis kapabilitas dinamis yang sangat diperlukan bagi pelaku rintisan start up entrepreneur, yaitu kemampuan memilih dan mendesain struktur organisasi, ketepatan pemilihan jenis teknologi informasi dan kemampuan mendesain strategi yang berorientasi pasar. Berdasarkan hasil penelitian di atas, maka pelaku rintisan start up entrepreneur dituntut untuk memiliki renewal ability untuk menopang managerial skill, sehingga mampu menganalisa dinamika lingkungan internal dan eksternal.
BAB I
Peran dan kontribusi industri kreatif terhadap perekonomian di Indonesia, menunjukkan kecenderungan yang semakin meningkat. Meningkatnya kontribusi tersebut, dapat kita lihat dari beberapa indikator makro, diantaranya kontribusi terhadap PDB, penyerapan tenaga kerja dan volume ekspor. Meningkatnya peran tersebut, tidak bisa dilepaskan dari peran dan kontribusi 16 (enam belas) subsektor yang ada di industri kreatif. Hasil survey yang dilakukan BEKRAF dan BPS RI, menunjukkan sector gastronomi/kuliner, adalah subsektor yang paling tinggi (41,69%) berkontribusi terhadap PDB. Kemudian diikuti sub-sub sektor lainnya, seperti fashion (18,5%), kriya (15,70%), televise dan radio (7,78%), penerbitan (6,29%), arsitektur (2,30%), aplikasi dan game developer (1,77%). Dan sub-sub sektor lainnya, yakni periklanan, music, fotografi, seni pertunjukkan, desain produk, seni rupa, desain interior, film dan desain komunikasi visual yang berkontribusi antara 0,06 % sampai 0,80 % terhadap PDB. (Bekraf RI dan BPS RI, 2017).
Teknik Analisis
Analisis data menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan ada beberapa jenis kapabilitas dinamis yang sangat diperlukan bagi pelaku rintisan start up entrepreneur, yaitu kemampuan memilih dan mendesain struktur organisasi, ketepatan pemilihan jenis teknologi informasi dan kemampuan mendesain strategi yang berorientasi pasar.
CONTOH TESIS NO.7 UNICORN STARTUP: DEFINISI DAN PENGARUNYA TERHADAPINDUSTRI 4.0
Abstrak
Startup pada jaman sekarang setidaknya harus memiliki sifat ‘disruptive’ bagi pasar / industri yang sudah ada atau bahkan menciptakan sebuah industri baru dengan innovasi baru dengan solusi pemecahan masalah dalam masyarakat yang lebih tepat.Pada tahap awal, pengeluaran perusahaan startup cenderung melebihi pendapatan mereka saat mereka mengembangkan, menguji dan memasarkan ide mereka. Karena itu, mereka sering membutuhkan pembiayaan. Startup dapat didanai oleh pinjaman usaha kecil tradisional dari bank atau dari sektor swasta atau sektor privat. Suatu startup yang dapat membuktikan potensinya akan dapat menarik pembiayaan modal yang lebih besar lagi, inilah salah satu potensi penyebab naiknya valuasi sebuah Startup menjadi Unicorn, saat mereka menunjukan efek ‘disruptive’ dalam masyarakat dan memberikan solusi kepada pemecahan masalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjadi lebih mudah, maka Investor akan menanamkan modalnya dengan nilai besar dan bukan hanya satu perusahaan besar saja, mereka akan membagi presentasi kepemilikan saham sesuai dengan nilai invenstasinya.
BAB I
Saat ini sudah terdapat empat startup yang menyandang gelarUnicornyaituTraveloka, Gojek, Bukalapak dan Tokopedia ke-empat startup ini mempunya valuasi diatas 1 milliar dollar AS. Hal ini menunjukan bahwa perkembangan teknologi dan penggunaan sistem informasi melalui teknologi bertumbuh dengan cepat di Indonesia. Ini juga memicu pemerintahuntuk mempercepat pembangunan infrastruktur melalui pembangunan kabel fiber optik di jalurPalapa Ring.Tujuannya adalah menyebarkan Internet secara merata di seluruh penjuru Indonesia. Dengan begitu Startup baru yang akan bermunculan dapat berkembang menjadiUnicornselanjutnya dan memperkuat perkembangan ekonomi di Indonesia
Teknik Analisis
Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif
CONTOH TESIS NO.8 Dampak Entrepreneurial Competencies bagi Keberhasilan UMKM Start-up Kota Medan
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak entrepreneurial competencies bagi keberhasilan UMKM start-up (pemula). Unit analisis penelitian ini adalah organisasi yang diwakili oleh pemilik UMKM start-up Kota Medan. Metode penentuan sampel digunakan metode purposive sampling. 100 data yang terkumpul diolah menggunakan program Lisrel 8.72. Temuan penelitian ini adalah kompetensi operasional dan kompetensi keuangan berdampak signifikan bagi keberhasilan UMKM start-up Kota Medan sementara kompetensi manajemen sumber daya manusia dan kompetensi pemasaran tidak signifikan. Implikasi penelitian ini adalah ke depannya wirausaha harus meningkatkan entrepreneurial competencies dalam semua bidang yang akan berdampak bagi keberhasilan usaha di setiap siklusnya.
BAB I
Tantangan-tantangan yang sering dihadapi UMKM start-upuntuk mampu berhasil adalah keterbatasan modal dan teknologi, masalah perizinan, bahan baku, pemasaran hingga upaya integrasi ke mata rantai produksi regional dan global (Diangga, 2016). Berdasarkan survei Zaky dkk (2018), masalah utama yang dihadapi UMKM di Indonesia adalah Modal (38.82 persen), Manajemen sumber daya manusia (29.41 persen), Fasilitas (15 persen), Market (7.94 persen), Regulasi dan Undang-undang (8.82 persen). Selain itu, sebagian besar UMKM Indonesia belum dikelola dengan baik (Kasali, 2010) misalnya belum ada pemisahan harta, belum melakukan pencatatan keuangan yang tertata baik, belum ada pembagian kerja yang tertulis, dan lain-lain. Hendro (2011) memaparkan faktor-faktor yang memberi dampak pada keberhasilan usaha antara lain faktor peluang, faktor manusia (MSDM), faktor keuangan, faktor organisasi, faktor perencanaan, faktor pengelolaan usaha, faktor pemasaran dan penjualan, faktor administrasi, faktor Peraturan Pemerintah, politik, sosial, ekonomi, dan budaya lokal. Dengan demikian, penulis menyoroti bahwa keberhasilan atau kegagalan sebuah usaha disebabkan oleh kemampuan wirausaha mengelola sumber-sumber daya yang dimiliki yang disebut kompetensi wirausaha (entrepreneurial competencies).
Teknik Analisis
Metode analisis yang digunakan dalam pengolahan data adalah Structural Equation Modeling (SEM)menggunakan perangkat lunak LISREL 8.72. Analisis data dalam penelitian ini adalah analisis model pengukuran(uji validitas dan reliabilitas), dan analisis model struktural (uji hipotesis). Validitas konstruk dilakukan melalui analisis faktor yang dalam penelitian ini menggunakan confirmatory factor analysis (CFA).Sementara reliabilitas dihitung dengan Construct Reliability (CR) dan Variance Extracted (VE), dan kemudian dilakukan pemeriksaan kecocokan model dengan kriteria Goodness of Fit Indicesatau GOFI. Analisis lainnya yaitu model struktural bertujuan untuk menguji hipotesis penelitian atau mengevaluasi koefisien atau parameter hubungan kausal atau pengaruh suatu variabel laten terhadap variabel laten lainnya
CONTOH TESIS NO.9 Peningkatan Daya Saing Sumber Daya Manusia Dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0
Abstrak
Artikel ini bermaksud untuk mengkaji Peningkatan Daya Saing Sumber Daya Manusia Dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0. Perumusan masalah adalah: 1). Apa yang harus dilakukan pemerintah Indonesia dalam mempersiapkan diri terhadap revolusi industri 4.0 ? 2). Apa yang akan terjadi jika kedua hal tersebut tidak dilakukan? 3). Bagaimana langkah Indonesia menghadapi Industri 4.0 ? Metode analisis data kajian dilakukan dengan metode deskriptif, analitik dan kualitatif yang dilengkapi dengan studi literatur dan pengamatan praktik-praktik yang ada. Kajian ini menyimpulkan bahwa Indonesia tengah berbenah dalam mempersiapkan diri menyambut revolusi industri 4.0, dimana akan banyak terjadi perubahan, termasuk lapangan kerja. Tantangan ke depan nantinya akan terjadi otomasi besarbesaran, di mana antar komputer bisa saling berkomunikasi melalui cloud server. Lapangan pekerjaan baru dipastilan akan muncul dalam era industri ini.
BAB I
Revolusi industri merupakan perubahan cara hidup dan proses kerja manusia secara fundamental, dimana dengan kemajuan teknologi informasi dapat mengintregrasikan dalam dunia kehidupan dengan digital yang dapat memberikan dampak bagi seluruh disiplin ilmu. Dengan perkembangan teknologi informasi yang berkembang secara pesat mengalami terobosan diantaranya di bidang artificial intellegent, dimana teknologi computer suatu disiplin ilmu yang mengadopsi keahlian seseorang ke dalam suatu aplikasi yang berbasis teknologi dan melahirkan teknolologi informasi dan proses produksi yang dikendalikan secara otomatis.
Teknik Analisis
Metode analisis data kajian dilakukan dengan metode deskriptif, analitik dan kualitatif yang dilengkapi dengan studi literatur dan pengamatan praktik-praktik yang ada.
CONTOH TESIS NO.10 JENIS KAPABILITAS DINAMIS PELAKU RINTISAN START UP ENTREPRENEUR (Studi Pada Pelaku Subsektor Gastronomi di Industri Kreatif )
Abstrak
Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis kapabilitas dinamis yang diperlukan bagi para pelaku start up entrepreneur di subsektor gastronomi industri kreatif yang tahap Organization Life Cycle berada pada tahap entrepreneurial. Metode yang digunakan adalah snapshoot case study dengan type deskriptif naturalistic. Penentuan informan menggunakan teknik purposive, dengan beberapa krieria yang sesuai dengan fokus dan lokus penelitian. Teknik pengambilan data melalui wawancara mendalam, observasi dan studi pustaka. Analisis data menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan ada beberapa jenis kapabilitas dinamis yang sangat diperlukan bagi pelaku rintisan start up entrepreneur, yaitu kemampuan memilih dan mendesain struktur organisasi, ketepatan pemilihan jenis teknologi informasi dan kemampuan mendesain strategi yang berorientasi pasar. Berdasarkan hasil penelitian di atas, maka pelaku rintisan start up entrepreneur dituntut untuk memiliki renewal ability untuk menopang managerial skill, sehingga mampu menganalisa dinamika lingkungan internal dan eksternal.
BAB I
Peran dan kontribusi industri kreatif terhadap perekonomian di Indonesia, menunjukkan kecenderungan yang semakin meningkat. Meningkatnya kontribusi tersebut, dapat kita lihat dari beberapa indikator makro, diantaranya kontribusi terhadap PDB, penyerapan tenaga kerja dan volume ekspor. Meningkatnya peran tersebut, tidak bisa dilepaskan dari peran dan kontribusi 16 (enam belas) subsektor yang ada di industri kreatif. Hasil survey yang dilakukan BEKRAF dan BPS RI, menunjukkan sector gastronomi/kuliner, adalah subsektor yang paling tinggi (41,69%) berkontribusi terhadap PDB. Kemudian diikuti sub-sub sektor lainnya, seperti fashion (18,5%), kriya (15,70%), televise dan radio (7,78%), penerbitan (6,29%), arsitektur (2,30%), aplikasi dan game developer (1,77%). Dan sub-sub sektor lainnya, yakni periklanan, music, fotografi, seni pertunjukkan, desain produk, seni rupa, desain interior, film dan desain komunikasi visual yang berkontribusi antara 0,06 % sampai 0,80 % terhadap PDB. (Bekraf RI dan BPS RI, 2017)
Teknik Analisis
Analisis data menggunakan model interaktif.
Hasil penelitian menunjukkan ada beberapa jenis kapabilitas dinamis yang sangat diperlukan bagi pelaku rintisan start up entrepreneur, yaitu kemampuan memilih dan mendesain struktur organisasi, ketepatan pemilihan jenis teknologi informasi dan kemampuan mendesain strategi yang berorientasi pasar.
CONTOH TESIS NO.11 Tantangan Start Up Business Menghadapi Pelemahan Ekonomi
Abstrak
Hasil penelitian menyatakan bahwa harga bahan baku, biaya SDM, persaingan yang kompetitif merupakan faktor-faktor yang perlu diperhatikan.
BAB I
Start up business dapat dikategorikan sebagai bisnis yang baru berdiri dan menghadapi ketidakpastian yang tinggi. Krisis nilai tukar mata uang, terutama melemahnya nilai tukar Rupiah memberikan tantangan tersendiri terhadap start up business di Indonesia. Beberapa organisasi mendapatkan keuntungan dari kondisi ini. Fenomena tersebut memunculkan pertanyaan bagaimana start up business menghadapi tantangan pelemahan ekonomi ini. Penelitian ini berusaha mendeskripsikan apa yang diutarakan oleh para informan dan literatur mengenai bagaimana start up business menghadapi pelemahan ekonomi.
Teknik Analisis
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subyek penelitian adalah lima project bisnis mahasiswa Fakultas Manajemen Bisnis, Universitas Ciputra Surabaya. Penentuan sampel menggunakan purposive sampling, dengan kriteria kegiatan bisnis berlangsung tidak lebih dari satu tahun. Pengumpulan informasi menggunakan studi literatur dan wawancara. Uji validasi menggunakan triangulasi.
CONTOH TESIS NO.12 STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA PENGGILINGAN PADI UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING USAHA DI UD. SUMBER TANI
Abstrak
Komoditi unggulan yang strategis di Indonesia adalah sektor pertanian yang dapat menghasilkan beras guna mencukupi kebutuhan pangan nasional. Salah satu pendukung industri dalam memenuhi kebutuhan pokok adalah usaha penggilingan padi. Ketersediaan lahan pertanian tidak menjadi jaminan dalam memenuhi jumlah pasokan beras nasional, terlebih lagi adanya peraturan dalam penetapan harga beras premium menjadi kendala utama dalam keberlangsungan usaha penggilingan padi UD Sumber Tani. Untuk menciptakan usaha yang mempunyai daya saing tinggi dibutuhkan model bisnis yang terstruktur dan strategi pengembangan yang mampu meningkatkan keunggulan bersaing.Tujuan penelitian ini adalah pengembangan usaha penggilingan padi dengan model business canvas untuk menentukan strategi yang tepat guna meningkatkan daya saing usaha di UD. Sumber Tani. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai IFAS sebesar 2,9838 dan EFAS dengan skor 3,0540, sedangkan hasil penyusunan matriks IE diketahui bahwa posisi perusahaan masuk dalam sel II yaitu pertumbuhan. Strategi pengembangan dilakukan melalui segmentasi pasar dengan menyusun penjualan berbasis startup digital, peningkatan proses produksi dengan meningkatkan kualitas produk, pengembangan produk melalui inovasi produk yang berstandart dan bersertifikat, membangun sistem distribusi barang untuk menciptakan rantai pasok barang yang stabil.
BAB I
Konsumsi beras per kapita mempunyai kecenderungan penurunan yakni dari 139 kg perkapita/tahun pada tahun 1994 menjadi 113 kg perkapita/tahun pada tahun 2012. Jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2014 mencapai 250 juta jiwa dengan pertumbuhan yang melaju dengan cepat yakni sebesar 1,27 persen per tahun sehingga total konsumsi nasional mencapai 34,75 juta ton beras. Sedangkan dari data BPS tahun 2019 Rata-rata Harga Beras di Tingkat Perdagangan Besar (Grosir) Indonesia (Perusahaan) pada bulan Januari sebesar Rp. 12.211 rupiah, bulan sebesar Februari 12.222 rupiah, sedangkan bulan Maret sebesar Rp. 12.124 rupiah.Hal ini menunjukan peningkatan konsumsi dan harga jual dipasaran mengakibatkan tingginya persaingan para produsen beras lokal.
Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kualitatif daan kuantitatif. Dinama metode kualitatif digunakan untuk mengumpulkan data melalui wawancara terhadap manajemen perusahaan yang berkaitan dengan pemetaan terhadap 9 blok dalam business model canvas. Sedangkan untuk metode kuantitatif digunakan pada pengukuran kuesioner dengan skala likert untuk menentukan nilai bobot dan rating pada faktor kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman yang dimiliki oleh perusahaan. Selanjutnya menyusun matrik SWOT dan matrik grand strategysehingga dapat menentukan strategi pengembangan yang tepat untuk meningkatkan daya saing usaha.
CONTOH TESIS NO.13 MODEL MANAJEMEN RANTAI PASOKAN PADA START UP BUSINESS
Abstrak
Manajemen rantai pasokan pada bisnis pemula masih sederhana, tidak sekompleks dibandingkan dengan mata rantai pasokan bisnis besar dan maju. Penelitian ini akan memaparkan model manajemen rantai pasokan bisnis startup milik mahasiswa Univeristas Ciputra. Selain itu, penelitian ini akan menunjukkan strategi persediaan bahan baku dari pemasok. Sample dalam penelitian ini sebanyak 30 bisnis start up yang telah beroperasi lebih dari 2 tahun, dengan jenis usaha Food and Beverage. Dari hasil penelitian ada 2 temuan yaitu 1) Hanya ada 3 model manajemen rantai pasokan bisnis start up milik mahasiswa UC. Model 1 yaitu Supplier – Manfukatur – Konsumen. Model 2 yaitu Supplier – Manfukatur – Pengecer – Konsumen. Model 3 yaitu Supplier – Distributor – Konsumen. 2) Dalam hal penyediaan bahan baku, paling banyak ada 30 % bisnis start up menggunakan strategi sedikit pemasok dengan 3 pemasok. Kemudian paling sedikit ada 16,6 % bisnis start up menggunakan starategi banyak supplier dengan 5 pemasok. Mayoritas pemilik usaha start up ini membeli bahan baku dari pasar, toko dan supermarket terdekat untuk memudahkan penjangkauan penyediaan bahan baku.
BAB I
Saat ini pemerintah memberi perhatian penuh bagi kewirausahaan baru. Beberapa pihak perbankan dan pemerintah mendukung tumbuh majunya wirausaha muda. Misalnya Bank mandiri yang konsisten menciptakan para wirausahawan baru dengan memberi modal kerja dan bekerjasama dengan pihak kampus sebagai lembaga pendidikan yang menghasilkan pebisnis pemula. Bank BRI yang memberi dukungan berupa pinjaman modal bagi usaha kecil, sering dikenal dengan KUR. Harapannya adalah sektor bisnis baru memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi karena berkaitan dengan menurunnya tingkat pengangguran dan terciptanya lapangan kerja. Seorang pengiat kewirausahaan bernama David McCleland mengemukakan bahwa jika ada sebesar 2% dari seluruh penduduk suatu Negara menjadi entrepreneur akan meningkatkan kemakmuran Negara tersebut. Data di Negara AS pada tahun 1993 ada 2,14 % entrepreneur, di Negara Singapura pada tahun 2005 ada 7,2 % entrepreneur. Di Indonesia pada tahun 2016 Indonesia ada1,6% pelaku wirausaha dari total jumlah penduduk 250 juta jiwa ( HIPMI, 2016).
Metodelogi
Sample dalam penelitian ini sebanyak 30 bisnis start up yang telah beroperasi lebih dari 2 tahun, dengan jenis usaha Food and Beverage. Dari hasil penelitian ada 2 temuan yaitu 1) Hanya ada 3 model manajemen rantai pasokan bisnis start up milik mahasiswa UC. Model 1 yaitu Supplier – Manfukatur – Konsumen. Model 2 yaitu Supplier – Manfukatur – Pengecer – Konsumen. Model 3 yaitu Supplier – Distributor – Konsumen. 2) Dalam hal penyediaan bahan baku, paling banyak ada 30 % bisnis start up menggunakan strategi sedikit pemasok dengan 3 pemasok. Kemudian paling sedikit ada 16,6 % bisnis start up menggunakan starategi banyak supplier dengan 5 pemasok.
CONTOH TESIS NO.14 Penerapan Metode Lean StartupPada Aplikasi EVORIA
Abstrak
Acaraseperti pernikahan, konser, wisuda mahasiswa, dan lainnyabiasanya akan menggunakan jasa seperti event organizer, event plannerdan vendoruntuk melancarkan kegiatan. Namun, kebanyakan dari mereka mengalami kesulitan ketika hendak mencari informasi terkait layanan jasa tersebut. Mereka harus mengumpulkan informasi dahulu, kemudian mengeksekusi jasa mana yang akan mereka gunakan untuk acara nanti. Untuk membantu permasalahan yang ada, maka dibuatlah suatu aplikasi berbasis webbernama EVORIA, dimana aplikasi tersebut merupakan event marketplaceyang menghubungkan pencari jasa layanan dengan penyedia jasa layanan.Proses pembuatan aplikasiini dilakukan dengan menggunakan metode lean startup,karena metodeini akan menjadikan pekerjaan lebih cepat. Metode ini akan berfokus terhadap produk yang dikembangkan dan feedbackyang didapat dari calon pelanggan. Hal tersebut dilakukan untuk mengevaluasi pekerjaan yang berlangsung dan menjadikan aplikasi sesuai dengan yang diinginkan oleh calon pelanggan. Metode ini bekerja dengan melalui tiga tahapan yaitu, Marketing Validation, Product Validation dan Business Validation. Hasil dari pekerjaanini adalahsurvey pelanggan,purwarupa aplikasi, feedbackcalon pelanggan, serta proses validasi oleh calon pelanggan.
BAB I
Aplikasi EVORIA memiliki beberapa kompetitor, seperti Bride Story, yang menjadi pembeda aplikasi EVORIA dengan aplikasi tersebut ada pada bagian proses pendaftaran pada pihak penyedia jasa layanan. Pada aplikasi Bride Story, semua kalangan bisa mendaftar sebagai penyedia jasa layanan walaupun mereka belum memiliki instansi, sehingga menyebabkan pencari jasa layanan mendapatkan jasa yang tidak sesuai. Pembeda lainnya juga ada pada customer segment, pada aplikasi Bride Story hanya mengkhususkan aplikasi tersebut kepada calon pengantin, sedangkan aplikasi EVORIA bisa digunakan oleh siapa saja yang ingin mencari jasa event organizer maupun vendor.
Metodelogi
Pada aplikasi Evoria, proses membangun dan validasi bisnis yang diterapkanmenggunakan metodeLean Startup. Metode ini digunakan karena proses pekerjaan yang dilakukan akan menjadilebih cepat dan efisien. Selain itu, dengan menggunakan metode tersebut dapat meminimalkankegagalan produk saat akan dipasarkan, karena metode ini berfokus pada feedbackyang diberikan konsumenketika produk sedang dikerjakan. Metode ini dilakukan dengan menggunakan 3 tahapan, yaitu Market Validation, Product Validationdan Business Validation.
CONTOH TESIS NO.15 Analisis Faktor yang Mempengaruhi Adopsi Scrum pada Startup Digital di Yogyakarta
Abstrak
Scrum merupakan kerangka kerja pengembangan perangkat lunak yang populer pada kalangan startup digital. Penelitian ini bertujuan untuk memvalidasi faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi Scrum pada startup digital di Yogyakarta dengan menggunakan SACDM (Scrum Adoption Challenge Detection Model). Penelitian ini dilakukan dengan jumlah responden sebanyak 100 tim pengembang yang mengadopsi Scrum. Pengumpulan data menggunakan angket dan kuesioner secara offline dan online dengan menggunakan SmartPLS 3.0 sebagai alat analisis data. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa faktor tim berpengaruh positif dan signifikan (O = 0.342; t-statistik 4.463; p < 0.05) terhadap adopsi Scrum, faktor individual berpengaruh positif dan signifikan (O = 0.246; t-statistik 4.099; p < 0.05) terhadap adopsi Scrum, faktor teknologi berpengaruh positif dan signifikan (O = 0.223; t-statistik 3.196; p < 0.05) terhadap adopsi Scrum, dan faktor organisasi berpengaruh positif dan signifikan (O = 0.273; t-statistik 4.032; p < 0.05) terhadap adopsi Scrum. Berdasarkan pengujian model struktural dengan menggunakan nilai R-Square (?”) menunjukkan bahwa variabel faktor tim, faktor individu, faktor teknologi dan faktor organisasi memberikan nilai pengaruh sebesar 93,1% terhadap adopsi Scrum. Besarnya nilai tersebut menujukkan bahwa faktor-faktor tersebut berpengaruh positif terhadap penggunaan Scrum.
BAB I
Startup Indonesia yang begitu atraktif dan potensial menjadi magnet yang kuat bagi investor untuk menanamkan modal. Sebagaimana dikatakan oleh Rizal (2014) bahwa investor tidak segan menggelontorkan dananya pada startup-startup baru di Indonesia walau masih sekedar konsep. Dikarenakan pasar Indonesia memiliki daya beli yang cukup tinggi. Hal ini diperkuat oleh laporan rekap startup di Indonesia selama tahun 2017 yang dilakukan oleh (DailySocial, 2017). Ada beberapa fakta menarik yang ditemukan salah satunya bahwa total investasi yang dikeluarkan oleh investor adalah sekitar US$3 miliar dan investor lokal menjadi yang paling aktif memberikan pendanaan ke startup.
Metodelogi Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan jumlah responden sebanyak 100 tim pengembang yang mengadopsi Scrum. Pengumpulan data menggunakan angket dan kuesioner secara offline dan online dengan menggunakan SmartPLS 3.0 sebagai alat analisis data.
Leave a Reply