HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Skripsi Pendidikan: Motivasi Penderita Diabetes Mellitus Tipe II dlm Olahraga

Judul Skripsi : Motivasi Penderita Diabetes Mellitus Tipe II dalam Mengikuti Kegiatan Olahraga pada Anggota Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) Cabang Pekalongan

 

A. Latar Belakang

Supaya badan tetap sehat terkadang orang berusaha melakukan olahraga. Jenis dan berat ringannya tergantung mereka yang melakukan. Olahraga memberikan kesempatan yang sangat ideal untuk menyalurkan tenaga dengan tujuan menuju kehidupan yang serasi, selaras dan seimbang untuk mencapai kebahagiaan hidup yang sehat. Olahraga adalah unsur penting dalam meningkatkan perkembangan dan pertumbuhan manusia, melalui olahraga diharapkan akan mencapai tingkat jasmani dan rohani yang lebih baik. Harapan pemerintah bahwa pembinaan olahraga merupakan bagian upaya peningkatan jasmani dan rohani masyarakat indonesia. Jadi lebih jelasnya olahraga adalah salah satu sarana untuk mendorong, membangkitkan, mengembangkan, dan membina kekuatan jasmani dan rohani bagi mereka yang melakukan.

Pada kegiatan olahraga tidak hanya didominasi oleh orang sehat saja dengan tujuan pencapaian kondisi fisik yang diinginkan, akan tetapi seperti kita ketahui semakin banyak olahraga yang diperlukan untuk pencegahan suatu penyakit atau bahkan penyembuhan suatu penyakit. Dan kegiatan fisik yang berhubungan dengan suatu penyakit pada umumnya diharuskan dalam pantauan dokter yang menangani penyakit tersebut karena, tidak semua kegiatan fisik yang dilakukan dapat diterima oleh tubuh yang menderita penyakit khususnya penyakit dalam. Dengan beraneka ragam macam penyakit yang dapat diderita saat ini, maka semakin banyak pula usaha manusia untuk melakukan pengobatan dari yang bersifat kimiawi, tradisional, alternatif maupun dengan terapi. Tidak terkecuali dengan salah satu penyakit yang semakin banyak dibicarakan yaitu Diabetes Mellitus.

 

B. Permasalahan

  1. Untuk mengetahui seberapa besar motivasi intrinsik yang mendorong penderita Diabetes Mellitus tipe II anggota PERSADIA cabang Pekalongan dalam mengikuti kegiatan olahraga.
  2. Untuk mengetahui seberapa besar motivasi ekstrinsik yang mendorong penderita Diabetes Mellitus tipe II anggota PERSADIA cabang Pekalongan dalam mengikuti olahraga.

 

C. Landasan Teori

Pengertian Motivasi

Motivasi berasal dari kata motif yang berarti sesuatu yang didorong seseorang untuk melakukan tindakan. Pada dasarnya setiap perilaku dari individu didorong oleh sesuatu kekuatan, baik yang terdapat dalam diri maupun yang terdapat diluar orang yang bersangkutan. Dorongan yang menggerakkan perilaku individu dikenal dengan istilah motif. Seperti yang dijelaskan Sudibyo Setyobroto (1989:19) dijelaskan sebagai berikut: motif dimaksud segala daya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Berdasarkan kedua pendapat tersebut menunjukkan bahwa motif merupakan sumber kekuatan atau dorongan yang selamanya tidak terlepas dari setiap kehidupan individu dalam bertingkah laku dan daya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu.

Pengertian Diabetes Mellitus

Diabetes Mellitus (DM) dalam kehidupan sehari-hari dikenal dengan penyakit gula atau kencing manis. Diabetes Mellitus disebut penyakit kencing manis karena dalam urine (kencing) penderita akan ditemukan zat gula yang mana seharusnya tidak ditemukan. Dalam keadaan sehat zat gula di dalam tubuh diubah menjadi kalori oleh pengaruh hormon insulin yang merupakan zat penting yang dibentuk di pankreas, pada penyakit Diabetes Mellitus glukosa yang ada di dalam darah tidak termanfaatkan secara memadai, karena itu kadar glukosa dalam darah meningkat dan apabila sangat berlebihan akan ditemukan di urin (air seni) (Phapros, 2005:04).

Kegiatan Olahraga bagi Penderita Diabetes Mellitus

Olahraga membantu penderita Diabetes Melitus tipe II mengontrol berat badan, berat badan merupakan indikator penunjuk pada penderita Diabetes Mellitus. Penderita Diabetes memiliki terlalu banyak glukosa dalam darah akibat kekurangan insulin, hormon ynag membantu sel menyerap glukosa. Olahraga dapat membantu melarutkan pembekuan darah lebih mudah. Tingginya tingkat insulin dalam darah memungkinkan terjadi pembekuan darah lebih mudah karena itu mengapa diabetes erat kaitannya dengan penyakit Kardiovaskular (Infokes.htm, 2004).

 

D. Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survei, jenis penelitian ini adalah Deskriptif Eksploratif.

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anggota PERSADIA Pekalongan yaitu penderita Diabetes Mellitus Tipe II yang berjumlah 198 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan memilih penderita Diabetes mellitus Tipe II yang mengikuti kegiatan olahraga sebanyak 50 orang.

Variabel dalam penelitian ini adalah :

1) motivasi intrinsik,

2) motivasi ekstrinsik dalam melakukan kegiatan olahraga pada penderita Diabetes Mellitus Tipe II. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu angket, pedoman dokumentasi, pedoman observasi.

Analisis data dalam penelitian ini adalah analisis Deskriptif Persentase.

 

E. Kesimpulan Skripsi

  1. Rata-rata tingkat motivasi intrinsik dalam mendorong penderita Diabetes Mellitus Tipe II anggota PERSADIA dalam melakukan kegiatan olahraga mencapai 74,00% yang termasuk dalam kategori tinggi.
  2. Rata-rata tingkat motivasi ekstrinsik yang mendorong penderita Diabetes Mellitus Tipe II anggota PERSADIA dalam melakukan kegiatan olahraga mencapai 74,38% yang termasuk dalam kategori tinggi.

 

Contoh Skirpsi Pendidikan

  1. Hubungan Kekuatan Otot Tungkai, Panjang Tungkai dan Kecepatan Dribel Berlari dengan Hasil Lay Up Shoot
  2. Hubungan Keterampilan Motorik dengan Hasil Menendang Bola Ke Arah Gawang
  3. Manajemen Pengurus Daerah Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (Pengda PSSI) Jawa Tengah
  4. Motivasi Melakukan Latihan Kebugaran Aerobik pada Member Grand Sport Fitness & SPA
  5. Motivasi Penderita Diabetes Mellitus Tipe II dalam Mengikuti Kegiatan Olahraga pada Anggota Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) Cabang Pekalongan

 

Incoming search terms:

Leave a Reply