HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Skripsi Manajemen: Pengaruh Variabel Makro dan Mikro Ekonomi trhdp Harga Saham Perusahaan

Judul Skripsi : Pengaruh Variabel Makro dan Mikro Ekonomi terhadap Harga Saham Perusahaan (studi pada indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia periode 2003-2007)

 

A. Latar Belakang

Kebangkitan pasar modal Indonesia berlangsung selama delapan tahun, ini terbukti dengan meningkatnya perusahaan (issuer atau emiten) dari 24 perusahaan menjadi 282 perusahaan serta nilai kapitalisasi pasar yang terus meningkat. Sistem perdagangan yang dilakukan di lantai perdagangan bursa (trading floor) dan menggunakan papan putih (white board) untuk menuliskan order jual atau order beli. Kemudian tahun 1995 mulai beralih ke sistem perdagangan terkomputerisasi dan perdagangan diselesaikan dengan sistem scripless (tanpa penyerahan saham) melalui pemindahbukuan (overbooking atau book entries) rekening saham dan rekening dana.

Berinvestasi di pasar modal merupakan penundaan konsumsi sekarang untuk digunakan di dalam produksi yang efisien selama periode waktu tertentu. Investasi ke dalam aktiva keuangan dapat berupa investasi langsung yang dilakukan dengan membeli langsung aktiva keuangan dari perusahaan. Sedangkan investasi tidak langsung dilakukan dengan membeli saham dari perusahaan investasi yang mempunyai portofolio aktivaaktiva keuangan perusahaan lain. (Jogiyanto, 2000:7).

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah variabel makro ekonomi, yaitu: suku bunga deposito, tingkat inflasi, kurs valuta asing dan variabel mikro ekonomi, yaitu: Return On Equity (ROE), Earning Per Share (EPS), Debt to Equity Ratio (DER) secara parsial maupun bersamasama mempunyai pengaruh terhadap harga saham pada indeks LQ45 di BEI?
  2. Manakah dari variabel tersebut, yang mempunyai pengaruh paling dominan terhadap harga saham pada indeks LQ45 di BEI?

 

C. Landasan Teori

Pasar Modal

Pasar modal merupakan sarana pembentukan modal dan akumulasi dana yang diarahkan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengerahan dana guna menunjang pembiayaan pembangunan nasional. Menurut Tandelilin (2001:7), menyebutkan bahwa terdapat tiga definisi mengenai pasar modal, yaitu:

  1. Dalam arti luas adalah sistem keuangan yang terorganisir, termasuk bank-bank komersial dan semua perantara di bidang keuangan, serta surat berharga.
  2. Dalam arti menengah adalah semua pasar yang terorganisir dan lembagalembaga yang memperdagangkan warkat kredit termasuk saham, obligasi, pinjaman, hipotik berjangka dan tabungan serta deposito berjangka.

Makro Ekonomi

Faktor makro ekonomi merupakan faktor yang berada diluar perusahaan, tetapi mempunyai pengaruh terhadap kenaikan atau penurunan kinerja perusahaan baik secara langsung maupun tidak langsung. Faktor ini juga dapat mempengaruhi kinerja perusahaan dan kinerja perusahaan itu secara fundamental dapat mempengaruhi harga saham di pasar. Jika kinerjanya meningkat, maka harga saham akan meningkat dan jika kinerja perusahaan menurun, maka harga saham akan menurun. Faktor makro berubah secara mendadak dan sulit diprediksi serta bisa datang setiap saat. Investor yang dapat mengestimasi datangnya perubahan tersebut akan mampu bertindak terlebih dahulu dalam membuat keputusan jual atau beli saham, dan akan memperoleh keuntungan lebih besar dari pada investor yang terlambat dalam mengambil keputusan.

Tingkat Suku Bunga Deposito

Suku bunga adalah harga atau sewa dari penggunaan uang untuk jangka waktu tertentu, yang telah ditetapkan sekarang untuk diberlakukan atas simpanan yang akan dilakukan di masa yang akan datang. Menurut Samsul, (2006:204) Kenaikan tingkat bunga pinjaman dapat meningkatkan beban bunga kredit dan menurunkan laba bersih perusahaan. Penurunan laba tersebut akan mengakibatkan laba per saham juga menurun sehingga berakibat turunnya harga saham di pasar. Di sisi lain, naiknya suku bunga deposito akan mendorong investor untuk menjual saham dan kemudian beralih ke dalam deposito. Oleh karena itu, kenaikan suku bunga pinjaman atau suku bunga deposito akan mengakibatkan turunnya harga saham, begitu juga sebaliknya.

 

D. Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan dalam menganalisis pengaruh variabelvariabel diatas adalah model regresi berganda dengan menggunakan metode OLS (Ordinary Least Square) yang memenuhi kriteria BLUE (Best Linear Unbiased Estimator).

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang go public dan masuk dalam kelompok LQ45 di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2003-2007 dengan jumlah 97 emiten.

Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling.

Data diperoleh melalui referensi yang mendukung penelitian ini, internet, laporan keuangan perusahaan yang bersangkutan yang dipublikasikan dan diolah sesuai dengan kebutuhan penelitian, serta dari ICMD (Indonesian Capital Market Directory) di pojok BEI Universitas Sebelas Maret.

 

E. Kesimpulan Skripsi

  1. Penelitian ini berhasil membuktikan secara empiris bahwa hipotesis pertama (uji F) dalam penelitian menunjukkan variabel independen yang terdiri dari suku bunga deposito, tingkat inflasi, kurs valuta asing, Return On Equity (ROE), Earning Per Share (EPS), dan Debt to Equity Ratio (DER) secara bersamasama berpengaruh yang signifikan terhadap harga saham. Kesimpulan ini ditunjukkan dengan nilai probabilitas (pvalue) lebih kecil dari tingkat signifikansi yang ditetapkan dalam penelitian sebesar 0,05.
  2. Penelitian ini berhasil membuktikan secara empiris mengenai hipotesis pertama (uji T) dalam penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel suku bunga deposito, tingkat inflasi, kurs valuta asing, dan Earning Per Share (EPS), berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Hal ini ditunjukkan dengan nilai probabilitas probabilitas (pvalue) lebih kecil dari 0,05. Sedangkan variabel Return On Equity (ROE), dan Debt to Equity Ratio (DER) tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham yang ditunjukkan oleh sig t lebih besar dari tingkat signifikansi penelitian sebesar 0,05.
  3. Penelitian ini berhasil membuktikan secara empiris mengenai hipotesis variabel yang paling dominan terhadap harga saham yaitu tingkat inflasi, bukan variabel EPS. Kesimpulan ini ditunjukkan dengan nilai Standardized Coefficients Beta terbesar, yaitu sebesar 0,561.

Contoh Skripsi Manajemen

  1. Analisis Efisiensi dan Efektifitas Penggunaan Mesin Produksi pada Cv. Harapan Baru
  2. Proses Penerimaan Karyawan PT. Persada (Kopindosat) Yogyakarta
  3. Prosedur Pemberian Kredit Umum Pada BPR Bank Pasar Klaten
  4. Pengaruh Variabel Makro dan Mikro Ekonomi terhadap Harga Saham Perusahaan
  5. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Struktur Modal Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia

 

Incoming search terms:

Leave a Reply