HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Skripsi Ekonomi: Pengaruh Leverage trhdp Manajemen Laba dgn Variabel Pemoderasi Arus Kas

Judul Skripsi : Pengaruh Leverage Terhadap Manajemen Laba dengan Variabel Pemoderasi Arus Kas Bebas pada Perusahaan Manufaktur Publik yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

 

A. Latar Belakang

Manajemen laba muncul sebagai dampak dari penggunaan akuntansi sebagai salah satu alat komunikasi antara pihak-pihak pemakai laporan keuangan dan kelemahan inheren yang melibatkan judgement (Setiawati dan Na’im, 2000). Kelemahan akuntansi akrual menimbulkan peluang bagi manajemen untuk mengimplementasikan manajemen laba (Achmad dkk., 2007). Salah satu pemicu manajemen laba dalam kaitannya dengan pihak-pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan adalah munculnya kontrak utang. Penyertaan unsur utang sebagai sumber modal merupakan alternatif yang bisa dipilih perusahaan bersamaan dengan modal sendiri. Tinggi rendah proporsi utang di dalam struktur modal suatu perusahaan disebut sebagai leverage factor (Raharjo dan Hartantiningrum, 2006).

Dalam pelaksanaannya, terdapat dua kemungkinan yang terjadi yaitu perjanjian utang dipenuhi sesuai dengan perjanjian atau perjanjian utang dilanggar (Herawati dan Baridwan, 2007). Beberapa penelitian sebelumnya telah menemukan indikasi bahwa kenaikkan leverage merupakan faktor potensial untuk melakukan manajemen laba dengan cara mengelola akrual dan pemilihan metode akuntansi yang dapat menaikkan laba seperti yang disampaikan oleh Jensen (1986) yang konsisten dengan penelitian sebelumya yang meneliti tentang perusahaan yang melakukan manajemen laba untuk menghindari perjanjian utang seperti yang disampaikan oleh Beatty dan Weber (2003); DeFond dan Jiambalvo 6 (1994); Dichev dan Skinner (2002); Sweeny (1994), kesemuanya dalam Jelinek (2007).

 

B. Perumusan Masalah

  1. Apakah kenaikan leverage berpengaruh terhadap manajemen laba perusahaan?
  2. Apakah kenaikan leverage yang terjadi pada perusahaan yang memiliki arus kas bebas tinggi juga mempengaruhi manajemen laba perusahaan?

 

C. Tinjauan Pustaka Skripsi

Definisi Manajemen Laba

Istilah manajemen laba muncul sebagai konsekuensi langsung dari upaya-upaya manajer atau pembuat laporan keuangan untuk melakukan manajemen informasi akuntansi, khususnya laba (earnings), demi kepentingan pribadi dan/atau perusahaan (Gumanti, 2000).

Konsep Leverage

Rasio leverage menggambarkan sumber dana operasi yang digunakan oleh perusahaan. Rasio leverage juga menunjukkan risiko yang dihadapi oleh perusahaan. Semakin besar risiko yang dihadapi oleh perusahaan maka ketidakpastian untuk menghasilkan laba di masa depan juga semakin meningkat.

Konsep Arus Kas Bebas

Jensen (1986) memberikan definisi arus kas bebas sebagai aliran kas lebih yang diperlukan untuk membiayai semua proyek yang mempunyai net present value positif ketika hal itu terjadi pada cost of capital yang relevan. Konflik kepentingan antara shareholders dan manajer atas kebijakan pembayaran sangat berat, terutama ketika perusahaan menghasilkan arus kas bebas. Masalahnya adalah bagaimana cara memotivasi manajer untuk mencurahkan kas dibandingkan menginvestasikan kas tersebut ke dalam bentuk cost of capital atau pemborosan akan terjadi ketika perusahaan dalam keadaaan tidak efisien. Sartono (2001) juga menyampaikan pengertian yang hampir sama mengenai free cash flow yaitu sebagai aliran kas bersih yang tidak dapat diinvestasikan kembali karena tidak tersedia kesempatan investasi yang profitable.

 

D. Metode Penelitian

Penelitian ini mengambil sampel sebanyak 41 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dalam kurun waktu 5 tahun, yaitu dari tahun 2003-2007.

Pengambilan sampel dilakukan dengan metode “purposive sampling” sedangkan pengumpulan data diperoleh melalui metode dokumentasi dari Bursa Efek Indonesia (www.jsx.co.id), “Pojok BEJ” Universitas Sebelas Maret Surakarta, dan dari ICMD (Indonesian Capital Market Directory).

Manajemen laba dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan Model Modifikasi Jones (Modified Jones Model).

 

E. Kesimpulan

  1. Hasil statistik deskriptif menunjukkan bahwa nilai mean discretionary accruals (DACC) menunjukkan nilai positif, hal ini mengindikasikan bahwa manajemen laba (earnings management) dilakukan dengan cara menaikkan laba.
  2. Pengujian asumsi klasik, meliputi uji normalitas, uji multikolinearitas, uji autokorelasi, dan uji heterokedastisitas telah berhasil dipenuhi.
  3. Analisis terhadap ada tidaknya pengaruh kenaikkan leverage terhadap manajemen laba yang lebih rendah dibandingkan perusahaan dengan tingkat leverage tinggi menunjukkan bahwa secara simultan, manajemen laba dipengaruhi oleh leverage, size, distress, ROAt-1, dan kka. Dan juga secara bersama-sama leverage, size, distress, ROAt-1, kka berpengaruh terhadap besar kecilnya manajemen laba ( Adj R2=14,2%, F= 3,673757; p=0,00496). Penelitian yang lebih mendalam lagi menunjukkan bahwa dari kelima variabel yang diteliti hanya ada satu variabel, yaitu variabel SIZE, secara parsial berhubungan negatif dan signifikan dengan manajemen laba.

Dengan adanya hasil tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa H1 ditolak, karena variabel leverage secara parsial tidak signifikan terhadap manajemen laba.

 

Contoh Skripsi Ekonomi

  1. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Sisa Hasil Usaha Koperasi Pegawai Negeri di Kota Surakarta Tahun 2007
  2. Penggunaan Letter Of Credit (LC) pada Pt. Kusumahadi Santosa di Jaten Karanganyar
  3. Pengaruh Leverage terhadap Manajemen Laba dengan Variabel Pemoderasi Arus Kas Bebas pada Perusahaan
  4. Proses Produksi Paper Bag pada Pt.Wangsa Jatra Lestari di Kartasura
  5. Optimalisasi Ekspor Tekstil dan Produk Tekstil Indonesia ke Amerika Serikat Melalui Penerbitan

 

Leave a Reply