HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Skripsi Hukum Pidana: Hukum Pidana dlm Penerapan Pasal 359 KUHP

Judul Skripsi : Tinjauan Hukum Pidana dalam Penerapan Pasal 359 KUHP pada Kasus Kecelakaan Lalu-Lintas oleh Hakim Pengadilan Negeri Sukoharjo

A. Latar Belakang

Untuk mencapai tujuan pembangunan nasional sebagai pengamalan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945, sangat diperlukan sarana perhubungan, baik dalam arti transportasi, maupun komunikasi dan juga teknologi penunjangnya. Hal ini harus tercermin pada kebutuhan mobilitas seluruh sektor dan wilayah yang memiliki arti penting dan strategis dalam pembangunan bangsa, khususnya dalam penataan disektor tranportasi atau penataan lalu lintas.

Wilayah negara kesatuan Republik Indonesia yang begitu luas yang membentang dari Sabang sampai Merauke sangat diperlukan adanya penataan sektor transportasi yang tepat dan berdaya guna serta berhasilguna. Untuk itu diperlukan suatu sumber daya manusia yang dapat menunjang terciptanya tatanan maupun pranata hukum yang tepat, khususya hukum lalu lintas guna mewujudkan pembangunan nasional seperti yang sudah digariskan didalam Pembukaan Undang-undang Dasar 1945.

B. Perumusan Masalah

  1. Bagaimana penerapan Pasal 359 KUHP terhadap pengemudi yang menyebabkan matinya orang lain karena kecelakaan lalulintas oleh hakim pengadilan negeri Sukoharjo?
  2. Faktor-faktor apakah yang menjadi pertimbangan hakim dalam menerapkan Pasal 359 KUHP terhadap pengemudi yang menyebabkan matinya orang lainnya dalam kecelakaan lalulintas?

 

C. Tinjauan Pustaka

Tinjauan Umum Tentang Hukum Pidana

Roeslan Saleh mendefinisikan Hukum Pidana sebagai reaksi atas tindak pidana, dan ini berwujud suatu nestapa yang dengan sengaja ditimpakan oleh Negara pada pembuat tindak pidana itu (Muladi dan Barda Namawi, 1998:2)

Tinjauan Umum Tentang Tindak Pidana

Van Hammel (Dalam Andi Hamzah, 1994:88 ) merumuskan tindak pidana sebagai berikut: leene weltelijke omscheren menschelijke gedraging,enrechtmatig, straafwaaerdig en aan schuld to wijten yang berarti : “kelakuan manusia yang dirumuskan dalam Undang-undang, melawan hukum, yang patut dipidana dan di lakukan dengan kesalahan”.

Tinjauan Umum tentang Pemidanaan

Salah satu masalah pokok di dalam hukum pidana adalah masalah pidana yang diancamkan dan yang dijatuhkan kepada terdakwa. Masalah tersebut menyangkut jenis pidana, ukuran berat atau lemahnya pidana tersebut dan cara pelaksanaan pidana. Dalam kenyataannya, pidana selalu menimbulkan persoalan karena adanya dampak negatif baik bagi terpidana maupun bagi masyarakat luas.

 

D. Metode Penelitian

Jenis Penelitian ini termasuk jenis penelitian Empiris /Non Doktrinal.

Sifat penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah penelitian yang bersifat deskriptif.

Dalam penelitian ini, penulis menggunakan dua jenis data yaitu Data Primer dan Data Sekunder.

Dalam penelitian ini penulis menggunakan analisa kualitatif.

 

E. Kesimpulan

  1. Jawaban terhadap permasalahan dari dua putusan Penerapan Pasal 359 KUHP yang penulis peroleh dari Hakim Pengadilan Negeri Sukoharjo menunjukkan bahwa penerapan Pasal 359 KUHP dalam kasus kecelakaan lalu-lintas oleh Hakim Pengadilan Negeri Sukoharjo diberikan dengan penjatuhan pidana yang sangat ringan yaitu kurang dari satu tahun dan sangat variatif, hal ini disebabkan oleh karena masing-masing pelaku memiliki kesalahan yang berbeda-beda, sehingga hakim dalam memutuskan dan menjatuhkan pidana berpedoman pada hal tersebut. Pada Putusan Pengadilan Negeri Sukoharjo Nomor: 187/Pid.B/2007/PN.Skh, Terdakwa dijatuhi pidana penjara selama 9 (sembilan) bulan, sedangkan pada Putusan Pengadilan Negeri Sukoharjo Nomor: 212/Pid.B/2007/PN.Skh, Terdakwa dijatuhi pidana penjara selama 10 (sepuluh) bulan, penerapan pidana tersebut dilakukan oleh hakim dengan pertimbangan bahwa kecelakaan tersebut tidak diinginkan/dikehendaki dan tidak diduga sebelumnya oleh pelaku, tetapi hal ini disebabkan karena kurangnya penghati-hati dan kurangnya penduga-duga pengemudi terhadap situasi dan kondisi jalan, disamping itu adanya pertimbangan hakim dalam menjatuhkan sanksi pidana yang dipengaruhi oleh usia pelaku dan beban tanggungan pelaku menghidupi keluarganya.
  2. Bahwa Faktor-faktor yang menjadi pertimbangan Hakim dalam menerapkan Pasal 359 KUHP terhadap pengemudi yang menyebabkan matinya orang lain pada kasus kecelakaan lalu-lintas di Pengadilan Negeri Sukoharjo, mempunyai berbagai pertimbangan, baik berupa faktor yang meringankan terdakwa maupun faktor yang memberatkan terdakwa. Faktor-faktor yang meringankan pemidanaan adalah : Terdakwa belum pernah dihukum, Terdakwa mengakui secara terus terang perbuatannya, Terdakwa bersikap sopan dalam persidangan, Terdakwa menyesali perbuatannya, Terdakwa mempunyai tanggungan keluarga, Terdakwa sebagai satu-satunya sumber kehidupan keluarga, Usia Terdakwa masih muda, Adanya Perdamaian antara Terdakwa dengan keluarga Korban, Terdakwa juga mengalami cacat dan luka fisik, Kesalahan Terdakwa dinilai bukan unsur kesengajaan melainkan unsur kealpaan. Faktor-faktor yang memberatkan pemidanaan yaitu: Terdakwa sudah pernah dipidana dalam kasus yang sama, Terdakwa memberikan keterangan yang berbelit-belit sehingga menyulitkan jalannya pemeriksaan, Terdakwa berlaku tidak sopan dalam persidangan, Terdakwa tidak menyesali perbuatannya, Terdakwa melarikan diri, Terdakwa tidak menolong korban, Terdakwa tidak memiliki SIM yang sah dan sesuai peruntukkannya / golongannya, Terdakwa tidak meminta maaf kepada keluarga korban, belum adanya Bantuan dari Terdakwa kepada keluarga korban, Terdakwa mengemudi dalam keadaan mabuk, Terdakwa tidak mengontrol kondisi kendaraan sebelum dikemudikan.

 

Contoh Skripsi Hukum Pidana

  1. Tinjauan Hukum Pidana dalam Penerapan Pasal 359 KUHP pada Kasus Kecelakaan Lalu-Lintas oleh Hakim Pengadilan Negeri
  2. Proses Pemeriksaan terhadap Pelaku Tindak Pidana Prostitusi Berdasar Peraturan Daerah Kota Surakarta
  3. Implementasi Pemidanaan terhadap Pelaku Tindak Pidanan Perzinahan oleh Hakin Pengadilan Negeri Surakarta, 07
  4. Analisis Terhadap Putusan Hakim Berupa Pemidanaan terhadap Perkara Tindak Pidana Anak, 09
  5. Kajian Terhadap Putusan Hakim dalam Perkara Tindak Pidana Pencurian yang dilakukan oleh Anak
  6. Studi tentang Kekuatan Pembuktian Keterangan Ahli dalam Proses Pemeriksaan Perkara Pidana di Sidang Pengadilan
Incoming search terms:

Leave a Reply