HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Skripsi Hukum: Hukum Pidana dlm Penerapan Pasal 359 KUHP pd Kasus Kecelakaan Lalu-Lintas

Judul Skripsi : Tinjauan Hukum Pidana dalam Penerapan Pasal 359 KUHP pada Kasus Kecelakaan Lalu-Lintas oleh Hakim Pengadilan Negeri Sukoharjo

 

A. Latar Belakang Skripsi

Pertanggungjawaban pidana terhadap pengemudi yang mengakibatkan matinya orang lain karena kealpaannya dalam peristiwa kecelakaan lalu lintas tersebut harus dapat dibuktikan adanya kesalahan. Untuk menentukan adanya kesalahan maka diperlukan atau harus memenuhi unsur-unsur berikut:

  1. Melakukan perbuatan pidana
  2. Harus Mampu bertanggungjawab
  3. Dengan Sengaja / Kealpaan
  4. Tidak adanya alasan pemaaf

Berdasarkan pada pertimbangan-pertimbangan tersebut di atas dan mengingat akan maksud serta tujuan dari penulis di atas, maka penulis berusaha untuk menyusun skripsi ini dengan judul : “Tinjauan Hukum Pidana dalam Penerapan Pasal 359 KUHP pada Kasus Kecelakaan Lalu-Lintas oleh Hakim Pengadilan Negeri Sukoharjo”.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Bagaimana penerapan Pasal 359 KUHP terhadap pengemudi yang menyebabkan matinya orang lain karena kecelakaan lalulintas oleh hakim pengadilan negeri Sukoharjo?
  2. Faktor-faktor apakah yang menjadi pertimbangan hakim dalam menerapkan Pasal 359 KUHP terhadap pengemudi yang menyebabkan matinya orang lainnya dalam kecelakaan lalulintas?

 

C. Landasan Teori

Tinjauan Umum Tentang Hukum Pidana

Hukum pidana adalah bagian daripada keseluruhan hukum yang berlaku di suatu negara yang mengadakan dasar-dasar dan aturanaturan untuk (Moeljatno 2000:1):

  1. Menentukan perbuatan-perbuatan mana yang tidak boleh dilakukan, yang dilarang dengan disertai ancaman atau sanksi yang berupa pidana tertentu bagi barang siapa yang melanggar larangan tersebut.
  2. Menentukan kapan dalam hal apa kepada mereka yang telah melanggar larangan itu dapat dikenakan pidana sebagaimana yang telah diancamkan.

Pengertian Tentang Tindak Pidana

Van Hammel (Dalam Andi Hamzah, 1994:88 ) merumuskan tindak pidana sebagai berikut: leene weltelijke omscheren menschelijke gedraging, enrechtmatig, straafwaaerdig en aan schuld to wijten yang berarti : “kelakuan manusia yang dirumuskan dalam Undang-undang, melawan hukum, yang patut dipidana dan di lakukan dengan kesalahan”.

Pengertian tentang ”kealpaan

Istilah kealpaan dalam doktrin disebut ”Schuld” yang dalam Bahasa Indonesia diterjemahkan dengan ”Kesalahan”. Dalam pengertian sempit dimaksud sebagai lawan dari opzet atau ”kelalaian” sebagai arti dari culpa juga dipakai, ”karena salahnya” jadi perlu keberhati-hatian dengan kata ”schuld” karena jika diartikan dengan pengertian luwes, akan mencakup pengertian opzet/ kesengajaan.

 

D. Metode Penelitian

Jenis Penelitian ini termasuk jenis penelitian Empiris /Non Doktrinal.

Sifat penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah penelitian yang bersifat deskriptif.

Pendekatan penelitian yang dilakukan penulis yaitu melalui pendekatan empiris / sosiologis hal ini dilakukan untuk memperoleh kejelasan penerapan Pasal 359 KUHP oleh hakim di pengadilan Negeri Sukoharjo.

Jenis Data pada penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder.

Dalam penelitian ini penulis menggunakan analisa kualitatif.

 

E. Kesimpulan

  1. Jawaban terhadap permasalahan dari dua putusan Penerapan Pasal 359 KUHP yang penulis peroleh dari Hakim Pengadilan Negeri Sukoharjo menunjukkan bahwa penerapan Pasal 359 KUHP dalam kasus kecelakaan lalu-lintas oleh Hakim Pengadilan Negeri Sukoharjo diberikan dengan penjatuhan pidana yang sangat ringan yaitu kurang dari satu tahun dan sangat variatif, hal ini disebabkan oleh karena masing-masing pelaku memiliki kesalahan yang berbeda-beda, sehingga hakim dalam memutuskan dan menjatuhkan pidana berpedoman pada hal tersebut. Pada Putusan Pengadilan Negeri Sukoharjo Nomor: 187/Pid.B/2007/PN.Skh, Terdakwa dijatuhi pidana penjara selama 9 (sembilan) bulan, sedangkan pada Putusan Pengadilan Negeri Sukoharjo Nomor: 212/Pid.B/2007/PN.Skh, Terdakwa dijatuhi pidana penjara selama 10 (sepuluh) bulan, penerapan pidana tersebut dilakukan oleh hakim dengan pertimbangan bahwa kecelakaan tersebut tidak diinginkan/dikehendaki dan tidak diduga sebelumnya oleh pelaku, tetapi hal ini disebabkan karena kurangnya penghati-hati dan kurangnya penduga-duga pengemudi terhadap situasi dan kondisi jalan, disamping itu adanya pertimbangan hakim dalam menjatuhkan sanksi pidana yang dipengaruhi oleh usia pelaku dan beban tanggungan pelaku menghidupi keluarganya.
  2. Bahwa Faktor-faktor yang menjadi pertimbangan Hakim dalam menerapkan Pasal 359 KUHP terhadap pengemudi yang menyebabkan matinya orang lain pada kasus kecelakaan lalu-lintas di Pengadilan Negeri Sukoharjo, mempunyai berbagai pertimbangan, baik berupa faktor yang meringankan terdakwa maupun faktor yang memberatkan terdakwa. Faktor-faktor yang meringankan pemidanaan adalah : Terdakwa belum pernah dihukum, Terdakwa mengakui secara terus terang perbuatannya, Terdakwa bersikap sopan dalam persidangan, Terdakwa menyesali perbuatannya, Terdakwa mempunyai tanggungan keluarga, Terdakwa sebagai satu-satunya sumber kehidupan keluarga, Usia Terdakwa masih muda, Adanya Perdamaian antara Terdakwa dengan keluarga Korban, Terdakwa juga mengalami cacat dan luka fisik, Kesalahan Terdakwa dinilai bukan unsur kesengajaan melainkan unsur

 

Contoh Skripsi Hukum

  1. Pelaksanaan Penyelidikan oleh Intelijen Kejaksaan terhadap Dugaan Korupsi dalam Pengadaan Dua Unit Kapal Ikan Fiber
  2. Analisis Yuridis tentang Privatisasi Sektor Ketenagalistrikan,
  3. Tinjauan Hukum Pidana dalam Penerapan Pasal 359 KUHP pada Kasus Kecelakaan Lalu-Lintas oleh Hakim Pengadilan Negeri
  4. Pelaksanaan Konsolidasi Tanah Perkotaan Secara Swadaya dalam Rangka Peningkatan Kualitas Lingkungan Permukiman
  5. Tinjauan tentang Pelaksanaan Pengelolaan Benda Sitaan Negara dan Barang Rampasan Negara di Rumah

 

 

Incoming search terms:

Leave a Reply