HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Skripsi Akutansi: Faktor-Faktor Penentu Likuiditas Perusahaan Manufaktur di BEJ

Judul Skripsi :  Faktor-Faktor Penentu Likuiditas Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Jakarta (BEJ) Tahun 2000-2004

 

A. Latar Belakang

Masalah likuiditas merupakan trade off yang senantiasa dihadapi oleh manajer. Manajer harus mampu melakukan perencanaan dan pengendalian aktiva lancar dan hutang lancarnya sedemikian rupa dapat meminimalkan risiko ketidakmampuan perusahaan dalam memenuhi hutang-hutang jangka pendeknya, selain harus pula menghindari investasi dalam aktiva lancar yang berlebihan (Eljerlly, 2004: 48). Ketidakseimbangan antara jumlah aktiva likuid yang dimiliki perusahaan dengan hutang-hutang yang harus segera dibayar merupakan penyebab yang umum dari timbulnya financial distress (John, 1993).

Banyak faktor yang harus diperhatikan dan dipertimbangkan oleh manajemen dalam rangka mengatur masalah likuiditas secara efisien. Faktor-faktor tersebut antara lain: faktor yang berhubungan dengan biaya yang harus dikeluarkan perusahaan jika menggunakan dari dari luar (cost of external financing), ketidakpastian arus kas yang diterima perusahaan (cash flow uncertainty), kesempatan investasi yang dimiliki perusahaan baik saat ini maupun di waktu yang akan datang (current and future investment opportunities), kebutuhan kas untuk transaksi (transaction demand for liquidtiy) (Kim et al., 1998: 349).

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah ukuran perusahaan berpengaruh terhadap likuiditas perusahaan?
  2. Apakah kesempatan bertumbuh berpengaruh terhadap likuiditas perusahaan?
  3. Apakah return spread berpengaruh terhadap likuiditas perusahaan?
  4. Apakah rasio hutang berpengaruh terhadap likuiditas perusahaan?

 

C. Landasan Teori Skripsi

Secara umum pengertian likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk membayar hutang-hutangnya yang jatuh tempo (Lancaster, 1998: 14). Sedangkan menurut Munawir (2002: 93) likuiditas diartikan sebagai kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya jangka pendek (current obligation). Secara khusus jika ditinjau dari kebijakan yang dilakukan manajer dalam mengatur aktiva perusahaan, maka likuiditas dapat diartikan sebagai proporsi dari aktiva perusahaan yang diinvestasikan ke dalam kas dan marketable securities (surat berharga) (Kim et al., 1998). Rasio antara cash ditambah marketable securities terhadap total assets ini pada dasarnya merupakan rasio yang menunjukkan cash position (Munawir, 2002: 98). Dalam penelitian ini, pengertian mengenai konsep likuiditas mengacu pada pengertian khusus tersebut. Kas (cash) adalah jumlah uang tunai yang ada di perusahaan (cash on hand) dan rekening giro atau simpanan di bank yang pengambilannya tidak dibatasi baik waktu maupun jumlahnya (cash in bank) dan investasi jangka pendek, yang secara formal disebut kas dan setara kas (cash equivalent) (Munawir, 2002: 115). Perusahaan memperoleh kas dari hasil aktivitasaktivitas yang menghasilkan kas, atau aktivitas sumber penerimaan kas (source of cash). Beberapa aktivitas yang dikategorikan sebagai sumber penerimaan kas antara lain: (1) hasil operasional, (2) pinjaman baru, (3) pengeluaran saham baru, (4) penjualan aktiva tetap, dan (5) penjualan selain aktiva tetap. (Munawir, 2002: 115).

Mengacu pada teori yang dikemukakan oleh Keynes (Sukirno, 2004: 300), perusahaan memegang atau menahan kas karena didorong oleh motif atau tujuan: (1) untuk transaksi, (2) untuk berjaga-jaga, dan (3) untuk berspekulasi. Dalam menjalankan operasinya perusahaan perlu dana untuk membeli bahan baku pembuatan produk, membayar pegawai dan lain-lain, dana yang diperlukan untuk tujuan ini merupakan dana yang disediakan perusahaan untuk transaksi. Selain itu perusahaan juga perlu menyediakan dana untuk berjaga-jaga dalam menghadapi ketidakpastian penerimaan kas di masa depan. Jika pada suatu saat perusahaan menerima kas yang rendah sehingga tidak mencukupi untuk kebutuhan operasional, maka perusahaan mencukupi kekurangan dana tersebut dari kas yang disediakan untuk berjaga-jaga. Pada kondisi perusahaan memiliki kesempatan untuk melakukan investasi pada aktivitas-aktivitas yang dapat memberikan keuntungan atau peningkatan nilai perusahaan, mungkin manajer memutuskan untuk melakukan kegiatan investasi tersebut. Dana yang dikeluarkan untuk mendanai kegiatan investasi ini merupakan dana yang disediakan untuk tujuan investasi. Secara umum aktivitas-aktivitas perusahaan yang sifatnya mengeluarkan kas atau menggunakan kas dapat kelompokkan menjadi: (1) pembayaran dividen tunai, (2) pembayaran kembali utang, (3) pembelian kembali saham, (4) pembelian aktiva tetap, dan (5) pembelian selain aktiva tetap (Munawir, 2002: 115).

 

D. Metode Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh dari pengaruh dari ukuran perusahaan, kesempatan bertumbuh, return spread, dan rasio hutang terhadap likuiditas perusahaan manufaktur go public di Bursa Efek Jakarta. Perusahaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan yang memenuhi kriteria: (1) Selama periode pengambatan yaitu tahun 2000-2004, sahamnya aktif diperdagangkan di Bursa Efek Jakarta, (2) Laporan keuangannya yang telah diaudit oleh Akuntan Publik dapat diperoleh peneliti. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta selama periode 2000-2004. Sampel penelitian ini adalah sebagian dari anggota populasi yang dipilih secara puporsive sampling (Sekaran, 2003: 277).

 

E. Kesimpulan

  1. Ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap Likuiditas Perusahaan (b1= -5.05×10-15; t=-2.325; dan p=0.022).
  2. Kemampuan bertumbuh berpengaruh signifikan dan positif terhadap Likuiditas Perusahaan (b2=0.73858 ; t=12.588; dan p=0.000). Hal ini menunjukkan semakin tinggi kemampuan perusahan untuk melakukan pertumbuhan, maka likuiditasnya juga semakin tinggi.
  3. Return spread berpengaruh signifikan dan positif terhadap Likuiditas Perusahaan (b3=0.00062 ; t=2.377; dan p=0.019). Hal ini menunjukkan semakin tinggi return spread yang dihadapi peruasahaan, maka likuiditasnya semakin tinggi.

 

Contoh Skripsi Akutansi

  1. Evaluasi Akuntansi Praktik Penghimpunan Dana dan Pembiayaan di BMT Yogyakarta
  2. Evaluasi Terhadap Sistem Kliring Elektronik Nasional
  3. Faktor-Faktor Penentu Likuiditas Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Jakarta (Bej) Tahun 2000-2004
  4. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ketepatan Waktu Pelaporan Keuangan Perusahaan Perbankan Go Publik
  5. Pengaruh Pengumuman Dividen terhadap Return Saham

 

Leave a Reply