HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Quantum Learning dalam Meningkatkan Motivasi Belajar dan Kemampuan Berpikir Kritis

Judul Tesis : Penerapan Metode Pembelajaran Quantum Learning dalam Meningkatkan Motivasi Belajar dan Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa (Studi Kasus di Akademi Kebidanan Bhakti Putra Bangsa Purworejo Pada Mata Kuliah Promosi Kesehatan)

 

A. Latar Belakang

Metode pembelajaran Quantum Learning merupakan metode pembelajaran yang dikembangkan oleh Bobbi De Porter. Pembelajaran Promosi Kesehatan akan lebih menarik jika dikemas dalam metode pembelajaran Quantum Learning yaitu mahasiswa dapat mengalami langsung situasi pembelajaran yang terkait dengan materi, selain itu pemecahan masalah Promosi Kesehatan dapat membantu mahasiswa untuk berpikir kritis dalam mencari jawaban atas permasalahan yang ada serta mempermudah mahasiswa menerapkan materi yang dipelajari lebih mendalam dalam kehidupan nyata. Dengan cara ini diharapkan akan meningkatkan motivasi belajar dan kemampuan berpikir kritis mahasiswa yang pada akhirnya dapat tercapainya prestasi belajar sesuai dengan standar ketuntasan (Porter, 2009).

Berdasarkan latar belakang tersebut peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian tindakan kelas dengan judul “Penerapan Metode Pembelajaran Quantum Learning dalam Meningkatkan Motivasi Belajar dan Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa (Studi Kasus di Akademi Kebidanan Bhakti Putra Bangsa Purworejo Pada Mata Kuliah Promosi Kesehatan)”.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah metode pembelajaran Quantum Learning dapat meningkatkan motivasi belajar mahasiswa pada mata kuliah Promosi Kesehatan di Akademi Kebidanan Bhakti Putra Bangsa Purworejo?
  2. Apakah metode pembelajaran Quantum Learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa pada mata kuliah Promosi Kesehatan di Akademi Kebidanan Bhakti Putra Bangsa Purworejo?

C. Tinjauan Pustaka

Pengertian Metode Pembelajaran Quantum learning

Quantum Learning merupakan pembelajaran yang memungkinkan peserta didik untuk belajar dengan kecepatan yang mengesankan, dengan upaya yang normal dan dibarengi kegembiraan (Porter, 2011).

Manfaat Metode Pembelajaran Quantum learning

Manfaat yang diperoleh dari Quantum Learning menurut Porter (2011) adalah :

  • Sikap positif
  • Motivasi
  • Ketrampilan belajar seumur hidup
  • Kepercayaan diri
  • Sukses

Motivasi Belajar

Menurut Donald dalam Sardiman (2011) motivasi adalah perubahan energi dari seseorang yang ditandai dengan munculnya “feeling” dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan.

Ciri Motivasi Belajar

Motivasi belajar yang ada pada diri setiap orang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Tekun menghadapi tugas (dapat bekerja terus-menerus dalam waktu yang lama, tidak pernah berhenti sebelum selesai).
  • Ulet menghadapu kesulitan (tidak lekas putus asa). Tidak memerlukan dorongan dari luar untuk berprestasi sebaik mungkin (tidak cepat puas dengan prestasi yang telah dicapainya).
  • Menunjukkan minat terhadap bermacam-macam masalah untuk orang dewasa (misalnya masalah pembangunan agama, politik, ekonomi, keadilan, pemberantasan korupsi, penentangan terhadap setiap tindak criminal, amoral dan sebagainya).
  • Lebih senang bekerja mandiri.
  • Cepat bosan pada tugas-tugas yang rutin (hal-hal yang bersifat mekanis, berulang-ulang begitu saja, sehingga kurang kreatif)

Kemampuan Berpikir Kritis

Berpikir kritis merupakan sebuah proses yang terarah dan jelas yang digunakan dalam kegiatan mental seperti memecahkan masalah, mengambil keputusan, membujuk, menganalisis asumsi dan melakukan penelitian ilmiah. Berpikir kritis adalah kemampuan untuk berpendapat dengan cara terorganisasi. Berpikir kritis merupakan kemampuan untuk mengevaluasi secara sistematis bobot pendapat pribadi dan pendapat orang lain (Johnson, 2007).

Indikator Berpikir Kritis

Menurut Ennis dalam Muhfahroyin (2009) ada 12 indikator kemampuan berpikir kritis yang dikelompokkan menjadi 5 aspek kemampuan berpikir kritis, yaitu:

  • Memberikan penjelasan secara sederhana (meliputi: memfokuskan pertanyaan, menganalisis pertanyaan, bertanya dan menjawab pertanyaan tentang suatu penjelasan).
  • Membangun keterampilan dasar (meliputi: mempertimbangkan apakah sumber dapat dipercaya atau tidak, mengamati dan mempertimbangkan suatu laporan hasil observasi).
  • Menyimpulkan (meliputi: mendeduksi dan mempertimbangkan hasil deduksi, menginduksi dan mempertimbangkan hasil induksi, membuat dan menentukan nilai pertimbangan).
  • Memberikan penjelasan lanjut (meliputi: mendefinisikan istilah dan pertimbangan definisi dalam tiga dimensi, mengidentifikasi asumsi).
  • Mengatur strategi dan taktik (meliputi: menentukan tindakan, berinteraksi dengan orang lain).

D. Metodologi Penelitian

Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yaitu sebuah proses investigasi terkendali yang berdaur ulang dan bersifat reflektif mandiri yang dilakukan oleh dosen yang memiliki tujuan untuk melakukan perbaikan-perbaikan terhadap sistem, cara kerja, proses, isi, kompetensi atau situasi pembelajaran. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli – Oktober 2011. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester III Akademi Kebidanan Bhakti Putra Bangsa Purworejo yang berjumlah 41 mahasiswa. Teknik pengumpulan data menggunakan

  • kuisioner digunakan untuk mendapatkan data tentang motivasi belajar
  • lembar observasi digunakan untuk mendapatkan data tentang kemampuan berpikir kritis
  • Wawancara, untuk mendapatkan data awal tentang kondisi pembelajaran sebelum model dan setelah diterapkan model
  • Diskusi antar dosen tentang refleksi Penelitian Tindakan Kelas

E. Kesimpulan

1. Penerapan model pembelajaran Quantum Learning dapat meningkatkan motivasi belajar mahasiswa dalam mata kuliah Promosi Kesehatan

2. Penerapan model pembelajaran Quantum Learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa dalam mata kuliah Promosi Kesehatan

Incoming search terms:

Leave a Reply