HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Evaluasi Program Siaran Pedesaan RRI sebagai Sumber Informasi Pertanian

Evaluasi Petani Terhadap Program Siaran Pedesaan Radio Republik Indonesia (RRI) Sebagai Sumber Informasi Pertanian di Kota Surakarta

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Mosher dalam Mardikanto (1992) melalui dalilnya tentang syarat pokok dan faktor pelancar pembangunan pertanian, mengemukakan bahwa kegiatan penyuluhan atau pendidikan pembangunan merupakan salah satu faktor pelancar pembangunan pertanian. Kegiatan penyuluhan pertanian sebagai proses komunikasi pembangunan dalam sistem pembangunan nasional, baik untuk menjembatani kesenjangan perilaku antara sesama aparat pemerintah juga antara aparat pemerintah dengan masyarakat khususnya petani, sebagai jembatan antara dunia penelitian dengan praktek-praktek usahatani.

Pembangunan tidak terlepas dari perkembangan informasi. Informasi adalah rangkaian data yang telah diseleksi dan dirangkaikan oleh komunikator sedemikian rupa, sehingga merupakan suatu “pengetahuan” yang dapat dipergunakan. Sebagai agen penyebaran informasi, penyuluh harus secara aktif berburu informasi yang bermanfaat dan dibutuhkan oleh masyarakat, dalam hal ini penyuluh harus mengoptimalkan pemanfaatan segala sumberdaya yang dimiliki serta segala media atau saluran informasi yang dapat digunakan. Penyuluh dapat memanfaatkan media melalui radio siaran. Dengan demikian, radio siaran sangat dibutuhkan bukan saja oleh petani, tapi juga oleh penyuluh guna mempermudah kegiatan penyuluhan dan sebagai pelancar komunikasi antara penyuluh dengan petani.

Radio merupakan media komunikasi yang pembiayaannya relatif murah selain itu jangkauannya juga cukup luas. Oleh karena itu pemerintah memanfaatkan siaran pedesaan RRI Surakarta untuk memberikan berbagai informasi pertanian kepada para petani yang ada di pedesaan. Jangkauan sinyal RRI Surakarta cukup luas, yaitu 972 Khz dengan radius hingga 60 Km untuk gelombang FM dan 100 Km untuk gelombang AM. Sehingga dapat menjangkau wilayah-wilayah perkotaan dan pedesaan.

Petani dapat secara langsung mendengarkan berbagai program dari siaran pedesaan RRI di rumah mereka masing-masing, misalnya acara dialog dan percakapan penyuluhan tentang masalah-masalah pertanian, informasi pertanian dan lain-lain yang berkaitan dengan bidang pertanian. Di dalam melaksanakan fungsi tugasnya sebagai radio pemerintah, Radio Republik Indonesia berusaha untuk selalu terlibat dalam mengsukseskan programprogram pembangunan yang telah dirancang yang diprogramkan oleh pemerintah Indonesia. Dengan demikian, maka berkaitan dengan program pembangunan, khususnya pembangunan sektor pertanian, maka peran dari radio milik pemerintah ini sangat dirasakan penting oleh para perancang kebijaksanaan pembangunan maupun oleh para petani pedesaan yang merupakan target dari kebijakan yang direncanakan tersebut (Ida kusuma, 2002).

Luas wilayah Kota Surakarta mencapai 4.404,06 Ha yang terbagi dalam 5 Kecamatan, yaitu Kecamatan Laweyan, Serengan, Pasar kliwon, Jebres dan Banjarsari. Sebagian besar lahan dipakai sebagai tempat pemukiman sebesar 61,68 persen, untuk kegiatan ekonomi juga memakan tempat yang cukup besar, yaitu berkisar antara 20 persen dari lahan yang ada dan untuk lahan pertanian yaitu sawah dan tegalan hanya berkisar 6 persen saja (Dinas Pertanian Kota Surakarta, 2006). Dengan adanya data dari Dinas Pertanian Kota Surakarta di atas, maka dapat diketahui bahwa sebagian masyarakat di Kota Surakarta masih menekuni pekerjaan ebagai petani. Petani di Kota Surakarta tergolong sebagai petani kecil, karena menurut Mardikanto (1994) salah satu ciri utama dari petani kecil adalah sempitnya luas usahatani yang dimiliki atau diusahakannya. Kondisi ini, terutama disebabkan oleh jumlah penduduk yang semakin bertambah, dan dilain pihak terjadinya penyusutan lahan usahatani untuk keperluan non pertanian seperti industri dan pemukiman. Disamping itu, sempitnya pemilikan lahan juga disebabkan oleh sistem pembagian harta warisan.

Letak radio RRI yang berada di Kota Surakarta memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi yang beragam jenisnya, walaupun telah banyak media massa lainnya yang dapat memberikan informasi. Oleh sebab itu, dengan makin berkurangnya lahan pertanian dan makin banyaknya sumber-sumber informasi di Kota Surakarta seperti munculnya berbagai macam media massa, diharapkan dapat memberikan informasi untuk membantu peningkatan produktivitas petani dengan luas lahan yang terbatas tersebut. Maka perlu adanya penelitian mengenai bagaimana evaluasi petani di Kota Surakarta terhadap program siaran pedesaan RRI Surakarta sebagai sumber informasi pertanian.

Untuk mendapatkan daftar lengkap contoh skripsi pertanian lengkap / tesis pertanian lengkap, dalam format PDF, Ms Word, dan Hardcopy, silahkan memilih salah satu link yang tersedia berikut :

Contoh Tesis

Contoh Skripsi

 

Leave a Reply