HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing dgn Media Audio Visual

Judul Tesis : Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing dengan Media Audio Visual dan Modul Disertai LKM Ditinjau dari Kemampuan Awal dan Aktivitas Belajar Mahasiswa

 

A. Latar Belakang Masalah

Proses mental dan fisik mahasiswa dalam pembelajaran juga dapat dilihat pada aktivitas belajarnya, dalam proses pembelajaran (tutorial) sangat diperlukan interaksi antara tutor dan mahasiswa yang aktif guna mencapai prestasi belajar yang maksimal. Menurut Sardiman (1999: 101) dalam Zahera Sy (2000: 27) “aktivitas belajar adalah keterlibatan belajar yang mengutamakan keterlibatan fisik maupun mental secara optimal”. “Setiap aktivitas belajar akan menghasilkan perubahan-perubahan, yang dapat berupa tingkah laku, kecakapan, sikap, minat, nilai maupun pola beraktivitas” (Fontana dalam Winataputra, 1995). Pada mahasiswa S1 PGSD Universitas Terbuka, dituntut untuk mempelajari modul mata kuliah secara mandiri.

Dengan adanya tutorial, mahasiswa terbantu dengan memperoleh penjelasan oleh tutor yang dapat diandalkan dalam mempelajari modul mata kuliah tersebut. Aktivitas belajar mahasiswa sangat berpengaruh terhadap berhasil tidaknya mahasiswa dalam menyelesaikan mata kuliah dengan baik. Dalam tutorial di UT, tutor hanya membantu belajar mahasiswa dan bukan sebagai sumber ilmu. Sehingga aktivitas belajar mahasiswa di rumah yang dimiliki mahasiswa sangat berpengaruh terhadap penguasaan materi. Dengan demikian, kemampuan awal dan aktivitas belajar merupakan sebagian dari faktor yang mempengaruhi prestasi belajar yang saling berhubungan.

Berdasarkan pada uraian di atas, penulis memperoleh pemikiran bahwa dalam melaksanakan tutorial prestasi belajar mahasiswa dapat ditingkatkan melalui penggunaan model, metode dan media pembelajaran yang tepat, yang tentunya tidak akan lepas dari pengaruh faktor intrinsik dan ekstrinsik mahasiswa. Oleh karena itu, dengan membandingkan prestasi belajar mahasiswa dengan KKM yang harus dicapai, maka penulis ingin melakukan penelitian tentang pembelajaran yang melibatkan peran aktif mahasiswa dalam belajar secara mandiri dan menyeluruh baik mental maupun fisik yaitu dengan menggunakan media audio visual dan juga modul dengan memperhatikan kemampuan awal dan aktivitas belajar mahasiswa.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Apakah ada pengaruh penggunaan model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan media audio visual disertai LKM dan media modul disertai LKM terhadap prestasi belajar kimia pada materi pokok sumber daya alam dan limbah serta pemanfaatannya?
  2. Apakah ada pengaruh aktivitas belajar tinggi dengan mahasiswa yang mempunyai aktivitas belajar rendah terhadap prestasi belajar kimia pada materi pokok sumber daya alam dan limbah serta pemanfaatannya?
  3. Apakah ada interaksi antara model pembelajaran inkuiri terbimbing menggunakan media audio visual, modul disertai LKM dengan kemampuan awal terhadap prestasi belajar kimia pada materi pokok sumber daya alam dan limbah serta pemanfaatannya?

 

C. Kajian Teori

Model Inkuiri Terbimbing

Model pembelajaran inkuiri terbimbing merupakan model inkuiri yang diorganisasikan lebih terstruktur, di mana tutor mengendalikan keseluruhan proses interaksi dan menjelaskan prosedur penelitian yang harus ditempuh mahasiswa. Pada model ini tingkat bimbingan tutor cukup besar di dalam proses inkuiri yang dilakukan oleh mahasiswa. Peran tutor adalah menciptakan situasi bermasalah, menyediakan prosedur inkuiri, memberikan respon terhadap inkuiri dan menyediakan fasilitas diskusi mahasiswa.

Media Audio Visual

Media berbasis audio visual meliputi video, film, program slide-tape, televisi, dan sejenisnya. Media ini menyampaikan materi dengan menggunakan mesin-mesin mekanik dan elektronik untuk menyajikan pesan audio (melalui pendengaran) dan visual (melalui penglihatan). Jadi, pembelajaran dengan media audio visual memungkinkan mahasiswa mempelajari materi yang disampaikan melalui penglihatan dan pendengaran sekaligus.

Media LKM

Media LKM (Lembar Kerja Mahasiswa) ini merupakan media cetak (tulisan) yang dipergunakan sebagai pelengkap media pembelajaran yang digunakan, yaitu media audio visual dan modul. LKM berisi pertanyaan-pertanyaan, latihan soal dan tugas diskusi dari materi pelajaran yang diajarkan.

Kemampuan Awal

Kemampuan berasal dari kata “mampu” yang berarti sanggup melakukan sesuatu. Maka kemampuan adalah kesanggupan, kecakapan, kekuatan melakukan sesuatu. Gagne (1991) dalam Ratna Wilis Dahar (2004: 134) menyatakan bahwa penampilan-penampilan yang dapat diamati sebagai hasil belajar disebut kemampuan (capabilities). Sedangkan, kata “awal” menurut Poerwadharminta (1990) yang berarti permulaan. Dengan demikian, kemampuan awal adalah pengetahuan dan keterampilan yang relevan, yakni dimiliki pada saat akan mulai mengikuti suatu pembelajaran.

 

D. Metodelogi Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen.

Populasi adalah seluruh mahasiswa semester 9 UPBJJ-UT Purwokerto tahun akademik 2010/2011, sejumlah 40 kelas.

Sampel diambil dengan teknik cluster random sampling sejumlah 6 kelas.

Teknik pengumpulan data afektif dan aktivitas belajar digunakan metode angket, sedangkan kognitif dan kemampuan awal digunakan metode tes.

Hipotesis diuji menggunakan analisis variansi tiga jalan dengan desain factorial 2x2x2 dengan sel tak sama.

 

E. Kesimpulan

1. Metode inkuiri terbimbing modul dapat digunakan sebagai metode alternatif pada pembelajaran materi SDA dan Pemanfaatannya. Prestasi belajar kognitif rata-rata metode inkuiri terbimbing audio visual mean = 76,306 sedangkan inkuiri terbimbing modul mean = 73,778. Aspek afektif mean inkuiri terbimbing audio visual = 135,2 dan mean inkuiri terbimbing modul= 136,59. Untuk metode inkuiri terbimbing audio visual dan inkuiri terbimbing modul prestasi belajar kognitif mempunyai harga p-Value = 0,020 dan afektif p- Value = 0,009 yang kesemuanya < 0,05, sehingga Ho ditolak. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan secara signifikan prestasi belajar kognitifmaupun afektif antara mahasiswa yang diajar dengan menggunakan metode inkuiri terbimbing audio visual dan inkuiri terbimbing modul pada pembelajaran materi SDA dan Pemanfaatannya.

2. Hasil uji statistik prestasi belajar kognitif mahasiswa yang memiliki aktivitas belajar tinggi mempunyai harga mean = 74,78 dan aktivitas belajar rendah 75,32. Untuk aspek afektif aktivitas belajar tinggi mempunyai harga mean = 135,8 dan aktivitas belajar rendah = 136,0. Uji analisa varian terhadap aktivitas belajar prestasi belajar kognitif harga p-Value = 0,679 , aspek afektif p-Value = 0,840, yang kesemuanya mempunyai harga p-Value > 0,05 sehingga Ho tidak ditolak. Kesimpulannya tidak ada perbedaan prestasi belajar secara signifikan terhadap aspek kognitif, dan afektif antara mahasiswa yang yang memiliki aktivitas belajar tinggi dan mahasiswa yang memiliki aktivitas belajar rendah pada pembelajaran materi SDA dan Pemanfaatannya.

3. Metode inkuiri terbimbing audio visual daninkuiri terbimbing modul membutuhkan kemampuan awal yang tinggi dari diri mahasiswa. Berdasarkan hasil uji analisa variansi terhadap prestasi belajar kognitif pada interaksi antara metode inkuiri terbimbing audio visual daninkuiri terbimbing modul dengan kemampuan awal tinggi dan rendah diperoleh harga p-Value = 0,953, sedangkan p- Value aspek afektif = 0,643, berarti kedua p-Value > 0,05 maka Ho tidak ditolak. Artinya tidak ada interaksi yang signifikan antara metode inkuiri terbimbing audio visual dan inkuiri terbimbing modul dengan kemampuan awal tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar kognitif maupun afektif untuk pembelajaran materi SDA dan Pemanfaatannya.

Incoming search terms:

Leave a Reply