HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Skripsi Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning dengan Media Video Campact Disk

Judul Skripsi : Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning dengan Media Video Campact Disk (VCD) dalam Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar dan Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa

 

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan keperawatan merupakan long life learning karena suatu proses yang sangat penting untuk perawat dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan keahliannya dalam praktek keperawatan. Pembelajaran tersebut harus berdasarkan pada prinsip-prinsip belajar – mengajar secara dewasa dan selalu diarahkan pada prinsip etik serta pada pusat-pusat pelayanan kesehatan tertier sehingga memerlukan staf dengan pengetahuan yang spesialistik (Sri Hindriyastuti, 2009 ).

Penataan sistem pendidikan keperawatan di indonesia sebagai upaya awal dan kunci peletakan landasan pengembangan profesi keperawatan yang menuntut profesi terus berkembang sesuai dengan tuntutan masyarakat dan kemajuan ilmu serta tehnologi, era globalisasi yang tidak bisa ditolak dan tenaga kesehatan asing akan menguasai institusi kesehatan sehingga pembenahan di berbagai segi harus segera dilakukan dan diselesaikan ( Muhamad, 2005 ).

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah maka rumusan masalah yang dirancang peneliti adalah :

  1. Apakah Penerapan model pembelajaran problem based learning melalui media Video Campact Disk (VCD) dapat meningkatkan motivasi belajar mahasiswa pada mata kuliah Kebutuhan dasar manusia II di Akademi Keperawatan Rustida Banyuwangi?
  2. Apakah Penerapan model pembelajaran problem based learning dengan menggunakan media Video Campact Disk (VCD) dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa pada mata kuliah kebutuhan dasar manusia II di Akademi Keperawatan Rustida Banyuwangi?

 

C. Landasan Teori

Gambaran Sistem Pendidikan Tinggi Keperawatan di Indonesia

Keperawatan adalah sebuah profesi yang di dalamnya terdapat sebuah “body of knowladge’ yang jelas. Profesi Keperawatan memiliki dasar pendidikan yang kuat, sehingga dapat dikembangkan setinggi-tingginya yang menyebabkan profesi keperawatan selalu dituntut untuk mengembangkan dirinya untuk berpartisipasi aktif dalam Sistem Pelayanan Kesehatan di Indonesia dalam upaya meningkatkan profesionalisme keperawatan agar dapat memajukan pelayanan masyarakat akan kesehatan maka dibentuklah suatu Sistem Pendidikan Tinggi Keperawatan yang bertujuan untuk memelihara dan meningkatakan pelayanan kesehatan yang berkualitas serta dalam melaksanakan hal ini tentunya dibutuhkan sumber daya pelaksana kesehatan termasuk di dalamnya terdapat tenaga keperawatan yang baik dalam kuantitas maupun kualitas ( Sugiharto, 2005 ).

 

Metode Problem Based Learning

Alder dan Milne, (1997) mendefinisikan Problem Based Learning merupakan metode yang berfokus kepada identifikasi permasalahan serta penyusunan kerangka analisis dan pemecahan. Metode ini dilakukan dengan membentuk kelompokkelompok kecil, banyak kerja sama dan interaksi, mendiskusikan hal-hal yang tidak atau kurang dipahami serta berbagi peran untuk melaksanakan tugas dan saling melaporkan.

 

Penggunaan Media Video Campact Disk (VCD) dalam Pembelajaran

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, berkembang pula jenis-jenis media pembelajaran yang lebih menarik dan dapat digunakan baik di sekolah maupun di rumah. Aristo ( 2003 ) mengatakan bahwa media AVA (Audio – Visual Aids) termasuk didalamnya VCD (Video Compact Disc) mempunyai pengertian dan tujuan yang sama dengan alat peraga dan alat bantu yang digunakan oleh guru untuk mempermudah tugas dalam mengajar, hanya saja penekananya pada peralatan audio dan visual serta pada dunia pendidikan alat audio visual bukan hanya dipandang sebagai alat bantu guru saja, melainkan berfungsi sebagai penyalur pesan belajar.

 

D. Metodelogi Penelitian

Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam dua siklus dengan sabyek penelitian mahasiswa semester II Akademi Keperawatan Rustida Banyuwangi tahun akademi 2008/ 2009 berjumlah 48 orang.

Siklus aktifitas pembelajaran meliputi penetapan focus masalah, perencanaan, tindakan, observasi atau evaluasi, refleksi dan tindak lanjut.

Pengumpulan data aktifitas pembelajaran dan tes kemampuan berpikir kritis mahasiswa menggunakan observasi dan motivasi belajar dengan menggunakan lembar angket

 

E. Kesimpulan

1. Nilai rerata motivasi belajar mahasiswa dengan pembelajaran Problem based learning mengalami peningkatan dari sebelum tindakan kelas sampai pada siklus kedua. Pada sebelum tindakan kelas motivasi belajar mahasiswa meningkat dari 65 % menjadi ? 80 % mengalami kenaikan sebesar 15 %.

2. Kemampuan berpikir kitis mahasiswa dengan pembelajaran Problem based learning pada mata kuliah Kebutuhan Dasar manusia II mengalami peningkatan ini terlihat dari rerata nilai pada siklus pertama sebesar 8 dengan ketuntasan klasikal 56 % dan pada siklus kedua menjadi ?18 dengan ketuntasan klasikal 82 %

3. Hasil observasi kegiatan pembelajaran di kelas, menunjukkan bahwa mahasiswa yang mempunyai kemampuan berpikir kritis tinggi terlihat lebih aktif dan antusias, sehingga memunculkan kerjasama serta mau berinteraksi, saling membantu serta berbagi pendapat, mau mendengarkan pendapat teman dalam menyelesaikan tugas. Dari 5 kelompok , 90 % dapat menyelesaikan kompetensinya dengan baik dan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

 

Leave a Reply