HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Asli Daerah

TESIS ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KABUPATEN SRAGEN 

pengaruh pendapatan asli daerah Tesis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Asli Daerah

 A. Latar Belakang

Dalam proses menuju kemandirian sebuah daerah otonomi dalam hal ini terutama dalam bidang pembiayaan, pengelolaan dan penyelenggaraan pemerintahan dalam bidang pembangunan dirasa masih kurang. Kenyataan ini tercermin dari peranan sumbangan atau kontribusi PAD terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang dirasa masih rendah, khususnya untuk PAD kabupaten/kota. Permasalahan yang sama juga dihadapi pemerintah daerah Kabupaten Sragen dalam hal ini peningkatan pembiayaan keuangan daerah yang bersumber dari pendapatan asli daerah, untuk itu penelitian kali ini dilaksanakan di Kabupaten Sragen dengan fokus penelitian tentang pengaruh pendapatan perkapita, jumlah perusahaan dan jumlah penduduk terhadap PAD dengan menggunakan data sekunder periode penelitian 1991-2008, sehubungan dengan hal tersebut maka ada baiknya berikut ini dipaparkan gambaran makro ekonomi mengenai kebijakan keuangan. Berdasarkan laporan hasil pemeriksaan keuangan pemerintah Kabupaten Sragen Tahun Anggaran 2008. Pemerintah Kabupaten Sragen telah berupaya terus menerus meningkatkan pendapatan asli daerah dengan berbagai cara seperti memperluas cakupan pungutan pajak dan retribusi, efisiensi biaya pungutan dan penyempurnaan mekanisme pengelolaan keuangan daerah.

Pendapatan Asli Daerah merupakan sumber pendapatan murni daerah yang terdiri dari hasil pajak daerah, hasil retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, dan lain-lain pendapatan asli yang sah. Semua pendapatan daerah itu mempunyai peranan penting dalam keuangan daerah yang merupakan salah satu tolok ukur di dalam pelaksanaan otonomi daerah yang luas, nyata, dan bertanggung jawab secara proporsional. Pada hakikatnya retribusi daerah lebih beraneka ragam dan bervariasi antara daerah yang satu dengan yang lain. Semakin maju suatu daerah akan semakin banyak fasilitas atau jasa yang perlu disediakan untuk pemenuhan kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat sehingga semakin banyak pula jasa-jasa retribusi yang dapat dipungut oleh daerah.

B. Perumusan Masalah

Sehubungan pernyataan yang telah diuraikan diatas maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

  1. Adakah pengaruh pendapatan perkapita terhadap PAD di kabupaten Sragen tahun 1991-2008 ?
  2. Adakah pengaruh jumlah perusahaan terhadap PAD di kabupaten Sragen tahun 1991-2008 ?
  3. Adakah pengaruh jumlah penduduk terhadap PAD di kabupaten Sragen tahun 1991-2008 ?
  4. Faktor apakah yang dominan antara pendapatan perkapita, jumlah perusahaan, jumlah penduduk terhadap PAD di kabupaten Sragen tahun 1991-2008 ?

 C. Tujuan Penelitian

  1. Tujuan umum

Mengetahui Pendapatan Asli Daerah di Kabupaten Sragen tahun 1991-2008.

  1. Tujuan khusus
  2. Mengetahui pengaruh pendapatan perkapita terhadap PAD.
  3. Mengetahui pengaruh jumlah perusahaan terhadap PAD.
  4. Mengetahui pengaruh jumlah penduduk terhadap PAD.
  5. Mengetahui faktor dominan yang berpengaruh terhadap PAD.

D. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisa data dan pengujian hipotesis yang telah dilakukan menunjukkan hal-hal sebagai berikut :

  1. Hasil Analisis Deskripsi

Pertumbuhan PAD, pertumbuhan pendapatan perkapita, pertumbuhan  jumlah perusahaan dan pertumbuhan penduduk selama tahun 1991-2008 selalu meningkat tetapi pada tahun 1998 mengalami pertumbuhan negatif  dikarenakan perekonomian Indonesia tergoncang dengan adanya krisis ekonomi yang berakibat pada perekonomian mikro maupun makro.

  1. Secara bersama-sama pendapatan perkapita, jumlah perusahaan dan jumlah penduduk  berpengaruh terhadap PAD. Secara individu pengujian hipotesis menunjukkan bahwa :
  2. Variabel pendapatan perkapita berpengaruh signifikan positif terhadap PAD. Apabila pendapatan perkapita naik maka PAD akan naik dan sebaliknya.
  3. Variabel jumlah perusahaan tidak berpengaruh terhadap PAD. Apabila jumlah perusahaan naik/ turun maka PAD akan tetap.
  4. Variabel jumlah penduduk berpengaruh signifikan negatif terhadap PAD. Apabila jumlah penduduk naik maka PAD akan turun dan sebaliknya.
  5. Variabel yang paling dominan pengaruhnya terhadap PAD adalah pendapatan perkapita.

 

Incoming search terms:

Leave a Reply