HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Peranan Pajak Reklame Sebagai Salah Satu Sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Pemerintahan Kota Surakarta

BAB I
PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG

Cepatnya pertumbuhan ekonomi, meningkatnya stabilitas, dan pemerataan pembangunan merupakan modal yang paling penting dalam memasuki pembangunan bangsa. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi penting untuk mempercepat kegiatan pembangunan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat. Dalam proses pelaksanaannya kesejahteraan tercapai secara baik jika tercipta stabilitas nasional yang mantap. Aspek pemerataan dapat mempersempitkesenjangan pendapatan dan mengurangi tingkat kemiskinan, sehingga meningkatkan keadilan sosial. Dengan demikian, dapat menumbuhkan partisipasi masyarakat yang lebih besar bagi peningkatan kegiatan pembangunan. (Nota Keuangan dan RAPBN,1999:BabIII,Hal 213)

Dalam Repelita VI, sasaran pertumbuhan ekonomi diproyeksikan oleh pemerintah sebesar rata-rata 5% per tahun, sehingga penerimaan dari sektor perpajakan perlu ditingkatkan karena penerimaan dari sektor migas cepat atau lambat harus digantikan. Sebagai bagian dari kegiatan pembangunan nasional, peranan pemerintah daerah dalam pelaksanaan pembangunan daerah tetap mendapatkan perhatian yang cukup besar. Dalam hal ini dengan selalu mendasarkan kepada rencana pembangunan lima tahun. Pembangunan nasional diarahkan kepada pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya antara daerah, di samping mencapai tingkat pembangunan yang cukup tinggi dan tetap menjagai kestabilan ekonomi. Untuk mencapai tingkat pembangunan tersebut diperlukan dana yang cukup besar yang diperoleh melalui mobilisasi dan masyarakat dari investasi yang mempengaruhi Anggaran Pendapatan Belanja Negara dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah baik tingkat I maupun tingkat II. Peranan APBD setiap tahunnya terus diusahakan untuk semakin meningkat sesuai dengan kebutuhan pengeluaran daerah (Davos,Nick,1989:220)

Peranan keuangan daerah yang semakin meningkat hendak dicapai melalui berbagai upaya perbaikan dalam sektor keuangan daerah, yang diarahkan agar pembangunan di daerah dapat lebih meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah yang sekaligus berarti meningkatkan perekonomian nasional, sebagaimana digariskan dalam Properda. Perkembangan realisasi penerimaan daerah tingkat II dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan yang relatif cepat. Penerimaan daerah tingkat II selama beberapa periode mengalami peningkatan.

Photobucket Peranan Pajak Reklame Sebagai Salah Satu Sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Pemerintahan Kota SurakartaSumber : Jawa Tengah dalam angka 2003 (BPS. Surakarta)

Tingkat pertumbuhan yang tinggi akan tetap diupayakan di masa-masa yang akan datang, sehingga akan semakin memperkuat pelaksanaan otonomi, yang dititikberatkan pada daerah tingkat II sesuai dengan Undang-undang No 22 tahun 1999 tentang penyelenggaraan Otonomi Daerah dengan Bertumpu pada Daerah Tingkat II, diharapkan agar penyelenggaraan pemerintah, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat di daerah dapat lebih berdaya guna dan berhasil guna, mengingat bahwa kedudukan daerah tingkat II lebih langsung berhubungan dengan masyarakat. Kebijaksanaan di bidang penerimaan daerah yang berorientasi pada peningkatan kemampuan daerah untuk membiayai urusan rumah tangga daerah sendiri, diprioritaskan pada penggalian dan mobilisasi sumber-sumber pendapatan asli daerah (PAD), disamping bagi hasil pajak dan bukan pajak, subsidi dan bantuan serta pinjaman pemerintah daerah dan BUMD untuk menunjang usaha-usaha peningkatan sumber pendapatan daerah.

Pajak reklame merupakan salah satu komponen yang cukup potensial dalam menyumbang PAD (Davey,K.J,1988:110) PAD merupakan andalan daerah, bagi daerah perkotaan dengan denyut kegiatan ekonomi yang cukup baik seperti Surakarta, reklame merupakan sektor yang cukup penting dan potensial. Karena itu, sumbangan pajak reklame cukup besar terhadap PAD Surakarta. Untuk melaksanakan pembangunan, Pemda Surakarta giat melaksanakan pemungutan Pajak Reklame yang kadang-kadang mengalami hambatan. Mekanisme pelaksanaan pemungutan pajak reklame ini sering mengalami hambatan, sehingga peningkatan Pajak Reklame sulit diwujudkan. Padahal Pajak Reklame sangat berperan dalam pembangunan, karena itu jika ada hambatan dalam pemasukan dana Pajak Reklame tentu akan menghambat pembangunan daerah. Karena secara integral pembangunan daerah merupakan bagian dari pembangunan pemerintah pusat, maka terhambatnya pembangunan daerah Kotamadya Surakarta juga merupakan hambatan bagi pembangunan negara (DIPENDA Pemerintahan Kota Surakarta) Makin giat denyut ekonomi disuatu daerah, makin besar pula kegiatan reklame di daerah itu, dan hal ini berarti potensial untuk pajak reklame. Untuk itu, berarti potensial pula untuk meningkatkan PAD daerah tersebut, yang pada gilirannya juga akan meningkatkan potensial untuk pembangunan daerah.

Dari uraian diatas, maka peneliti merasa tertarik untuk melakukan penelitian mengenai peranan pajak reklame dalam meningkatkan PAD di Kotamadya Surakarta dengan mengambil judul “Peranan Pajak Reklame Sebagai Salah Satu Sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Pemerintahan Kota Surakarta”.

Incoming search terms:

Leave a Reply