HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Skripsi Pengaruh Agency Cost, Firm Size, dan Profitability Terhadap Kebijakan Dividen

Judul Skripsi : Pengaruh Agency Cost, Firm Size, dan Profitability Terhadap Kebijakan Dividen dengan Likuiditas Sebagai Variabel Moderasi

 

A. Latar Belakang

Profitabilitas merupakan hal yang penting untuk diperhatikan berkaitan dengan kebijakan dividen (Parthington, 1989). Profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Dividen merupakan bagian dari laba bersih perusahaan, sehingga dividen akan ddibagikan jika perusahaan mengalami laba. Penelitian yang menguji pengaruh profitabilitas terhadap kebijakan dividen antara lain oleh Ooi (2000); Al-Makawi (2008); Puspita (2009).

Hasil menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh positif terhadap kebijakan dividen, sehingga semakin besar laba perusahaan maka semakin besar pula dividen yang akan dibagikan. Likuiditas merupakan kemampuan perusahaan untuk melunasi hutanghutangnya dan mendanai operasional usahanya (Suharli, 2007). Sehingga hanya pada perusahaan dalam kondisi likuid saja yang akan membagikan dividen. Penelitian yang menguji pengaruh likuiditas terhadap kebijakan dividen antara lain oleh Parthington (1989); Gupta & Banga(2010); Suharli (2007). Hasil penelitian menunjukkan bahwa likuiditas berpengaruh positif terhadap kebijakan dividen.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah agency cost, firm size, dan profitabilitas berpengaruh terhadap dividend payout ratio pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia?
  2. Apakah likuiditas memoderasi hubungan antara agency cost, firm size, dan profitabilitas terhadap dividend payout ratio?

 

C. Tinjauan Pustaka

Pengertian Agency Theory

Agency Theory adalah teori yang menjelaskan agency relationship dan masalah-masalah yang ditimbulkannya (Jensen & Meckling, 1976). Agency relationship merupakan hubungan antara dua pihak, dimana pihak pertama bertindak sebagai prinsipal/pemberi amanat dan pihak kedua disebut agen yang bertindak sebagai perantara yang mewakili prinsipal dalam melakukan transaksi dengan pihak ketiga. Pada agency theory yang disebut prinsipal adalah pemegang saham dan yang dimaksud agen adalah manajemen yang mengelola perusahaan. Pihak prinsipal memberi kewenangan kepada agen untuk melakukan transaksi atas nama prinsipal dan diharapkan dapat membuat keputusan terbaik bagi prinsipalnya (Hartono & Atahau, 2007).

 

Agency Cost

Biaya keagenan (agency cost) adalah biaya yang ditanggung oleh pemegang saham untuk mencegah atau meminimalkan masalah-masalah keagenan dan untuk memaksimumkan kekayaan pemegang saham (Jensen & Meckling, 1976). Ada tiga kategori biaya keagenan yaitu:

  • pengeluaran untuk memonitor aktivitas-aktivitas manajer misalnya biaya audit
  • pengeluaran-pengeluaran untuk membuat struktur organisasi yang dapat membatasi perilaku manajer yang tidak diinginkan misalnya dengan mengangkat investor luar ke dalam dewan direksi
  • opportunity cost yang timbul akibat kondisi dimana manajer tidak dapat segera mengambil keputusan tanpa persetujuan pemegang saham (Brigham & Daves, 2004).

 

Kebijakan Dividen

Gitman (2003) menyatakan definisi kebijakan dividen sebagai suatu perencanaan tindakan perusahaan yang harus dituruti ketika keputusan dividen harus dibuat. Sedangkan Lee dan Finerty (1990) mengartikan kebijakan dividen sebagai suatu keputusan perusahaan apakah akan membagikan earnings yang dihasilkan kepada para pemegang saham atau akan menahan earnings untuk kegiatan reinvestasi dalam perusahaan. Dengan demikian, kebijakan dividen merupakan penggunaan laba bersih setelah pajak yang akan dibagikan kepada para pemegang saham dan berapa besar bagian laba bersih yang akan digunakan untuk membiaya investasi perusahaan.

 

Hakekat Firm Size

Ukuran perusahaan (size) dapat dinyatakan dalam total aktiva, penjualan, dan kapitalisasi pasar (Al-Makawi, 2008). Semakin besar besar total aktiva, penjualan, dan kapitalisasi pasar maka semakin besar ukuran perusahaan tersebut. Perusahaan besar memiliki akses yang mudah menuju pasar modal. Karena kemudahan tersebut maka berarti bahwa perusahaan memiliki fleksibilitas dan kemampuan untuk mendapatkan dana (Haruman, 2008).

 

D. Metode Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh agency cost, firm size, dan profitabilitas terhadap kebijakan dividen dengan likuiditas sebagai variabel moderasi.

Kebijakan dividen diproksi dengan dividend payout ratio (DPR), Agency cost diproksikan dengan kepemilikan manajerial (MAN), sedangkan firm size diproksi dengan LN net total assets. Untuk variabel profitabilitas dengan return on assets (ROA), dan untuk likuiditas menggunakan current ratio. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Indonesian Capital Market Directory (ICMD) dan akses melalui www.idx.co.id.

Sampel penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar di BEI yang diambil melalui teknik purposive sampling dan diperoleh sampel sebanyak 112 perusahaan

 

E. Kesimpulan

1. Hasil dari analisis Uji F menunjukkan bahwa diperoleh nilai Fhitung sebesar 7,168 dengan tingkat signifikan 0,000. Karena nilai signifikan F lebih kecil dari 0,05 maka disimpulkan model ini layak memprediksi Dividend Payout Ratio. Dengan demikian variabel independen agency cost, firm size dan profitabilitas secara bersama-sama mempunyai pengaruh terhadap Dividend Payout Ratio. Hasil dari Uji Koefisien Determinasi Adj R2 sebesar 14,3% Dividend Payout Ratio dapat dijelaskan oleh variabel independen agency cost, firm size, dan profitabilitas. Sedangkan sisanya sebesar 85,7% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini.

2. Hasil analisis Uji t, pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial adalah sebagai berikut:

  1. Kepemilikan manajerial (MAN) berpengaruh terhadap dividend payout ratio. Hal ini berarti para pemilik saham manajerial lebih menyukai pembayaran dividen yang rendah.
  2. Ukuran Perusahaan (firm size) berpengaruh terhadap dividend payout ratio. Ukuran perusahaan yang besar membuat perusahaan akan terus melakukan pembayaran dividen yang tinggi pula. Karena perusahaan dinilai mampu menghasilkan laba yang besar pula.
  3. Profitabilitas (ROA) tidak berpengaruh terhadap dividend payout ratio. d Likuiditas tidak memoderasi pengaruh variabel agency cost (MAN), firm size, dan profitabilitas (ROA) terhadap dividend payout ratio.

Leave a Reply